
Sedangkan Billa yang kesal pada Yuna pun bersiap siap mencari ide agar bisa membuat Yuna malu Dan ia ingin Malik tahu Bahwa Yuna tak pantas untuk nya .
Karna menurut nya wanita itu terlihat kampungan dan sederhana.
Sedangkan dikamar Yuna sedang bersiap siap dengan baju cantik pemberian para sahabatnya Karna sayang tak terpakai Apa lagi untuk pengajian harus rapi dan tampil sempurna
" Masya Allah istri abi cantik sekali "kata Malik memuji sang istri yang tampil dengan rapi .Dan juga terlihat anggun
" Apa terlalu menyolok abi ?" tanya Yuna
" Tidak ...toh memang wajar saja baju bagus digunakan untuk kemasjid " kata Malik karna ia pun memakai baju koko putih yang rapi dan memakai parfum .
" Iya abi " kata Yuna tersenyum karna sehabis ashar Yuna langsung ke masjid Sedang kan Malik berangkat lebih dulu karna sholat di masjid lebih utama bagi kaum pria
" Ibu ibu nanti yang baca pembuka nya ustazah Billa ya , oh ya ini untuk tilawah biar umi Hafsah dan siapa yang mau untuk membacakan hafalan " kata Hasnah yang
mencari ibu ibu yang mau.
Sedangkan Yuna baru turun dari apartemen nya Dan berjalan santai menuju masjid Lalu tersenyum ramah pada tiap orang yang melihat nya
" Assalamualaikum " kata Yuna
" Walaikum salam" kata semua orang yang semua melihat ke arah Yuna
" Dia siapa penghuni baru " kata seorang wanita berbisik .
" Iya tapi penampilan nya mewah " kata seorang wanita lain.
" Oh ukhti Aliya silahkan hari ini mau bantu baca tilawah ya buat kita " kata Hasnah.
" Eh .... tapi ...saya " kata Yuna bingung
" Masa istri ustad ngak bisa mengaji sih bilang saja tidak bisa baca tulis" sindir Billa Yang membuat Yuna terdiam.
Malik yang mendengar itu hanya menarik nafas dalam . Karna tahu pasti nya Billa sengaja ingin mengusik istrinya itu..
Yuna terdiam sesaat Tapi matanya melihat ke arah Malik Malik pun tersenyum pada nya Sambil mengangguk kan kepala Yang membuat Yuna mengerti .
" Ya ngak apa apa ukhti tapi harap maklum bila ada kekurangan nya karna saya baru tahap belajar " kata Yuna sopan
" Tak masalah nak, kita semua yang ada disini semua sedang belajar ngak perlu takut " kata umi wanita paruh baya Ketua majelis itu
__ADS_1
" Ya umi " kata Yuna tersenyum. Lalu duduk di sebelah Hasnah dan para panitia lain Yang terlihat sudah mahir dan pintar dalam kajian islam
Tak lama Pengajian pun dimulai dengan sholawat Sedangkan Para pria yang duduk diluar Hanya mendengar kan para ibu ibu pengajian Dan mengawasi mereka .Sambil mendengar kan dan menunggu waktu magrib.
Yuna yang menunggu giliran nya sedikit gugup Karna ini pertama kalinya ia ikut pengajian. Karna biasanya ia hanya jadi pendengar saja Di majelis taklim .
" Ukhti ayo mulai " kata Hasnah tersenyum yang memberi kode.
Yuna pun memberi salam lebih awal lalu Melanjutkan membaca suratnya .Yang terdengar jelas dan merdu Walau pelan namun cukup fasih dan juga tartil .Yuna membacanya dengan tenang seperti yang biasa ia lakukan di rumah . Para pria tertegun mendengarnya. Karna suara Yuna cukup indah di dengar
" Masya Allah ukhti siapa itu " kata para pemuda masjid yang mengintip dari kaca sedangkan Malik hanya diam menghayati tiap bacaan Yuna .
Waktu 15 menit cukup lama bagi Yuna untuk tilawah Namun akhirnya ia selesai juga membacanya .Dan merasa lega setelahnya Yang membuat Billa terdiam menatapnya. Yang meremehkan Yuna tak bisa mengaji dan membaca alquran.
" Terimakasih ukhti suara nya merdu" kata umi Sadiyah tersenyum .
" Sama sama umi " kata Yuna lalu bergeser . Senyum nya mengembang pada setiap orang yang menatap nya. Karna ia anggota baru di pengajian itu. Dan saat pemberian ilmu dakwah dimulai Para pria pun kembali masuk Dan banyak para pria yang penasaran dan mengintip tirai pembatas. Karna di apartemen banyak para ustad pendatang mereka pun ikut hadir dan menyimak dakwah yang di berikan seorang habib dari lingkungan masjid
Habib itu memberi kan kajian ringan islam tentang amalan hidup. Dan juga tata cara ibadah yang khusuk Dan tak lama ada dua jin yang ikut hadir duduk dekat habib itu . Yuna yang melihatnya tertunduk karna tak ingin para Jin tahu.kalo ia bisa melihat.
Namun dua Jin itu tahu Kalo Yuna sudah melihat mereka lebih dulu.
Sedangkan di kota saranjana Ani sangat senang tinggal dirumah mewah dan bagus
" Assalamualaikum nak, apa sudah bangun bagaimana keadaan mu " kata umi menyapa Ani yang turun dari atas
" Hah...... walaikumsalam saya baik baik saja i..." kata Ani bingung
" Panggil umi saja " kata umi tersenyum
" Iya umi " kata Ani
" Ayo kita sarapan " kata umi yang diikuti Ani dari belakang .
Dimeja makan Abdullah dan abi nya sudah siap dan setelah umi dan Ani duduk Abdullah pun memimpin doa Dan lalu mulai makan .
" Abdullah yang kemaren menolong mu nak ,apa yang terjadi dengan mu " kata umi bertanya
Deg .....
Ani baru ingat kalo mobil mereka tumpangi mengalami kecelakaan dan ia sempat keluar dari mobil sebelum ia pingsan
__ADS_1
" Eh..... iya umi ini dimana kenapa saya bisa sampai disini . Lalu teman teman saya " kata Ani bingung .
" Aku hanya menemukan mu dipinggir mobil Dan tidak tahu teman teman mu dimana Jadi aku menolong mu " kata Abdullah Menatap Ani tanpa rasa bersalah.
" Apa ini dikota baru , apa ini dekat jakarta ?" kata Ani bingung lalu menatap Abdullah .
" Makan lah dulu nanti kita bercerita ya " kata umi.
" Ya umi " kata Ani Yang lalu memakan makanan nya. padahal kalo seorang anak manusia biasa memakan makanan di kota saranjana ia tak akan bisa kembali lagi ke dunia nyata .Karna ia tak akan terlihat dan sudah menjadi kaum gaib Dan tak akan bisa pulang kembali seperti semula. Kecuali orang yang punya kemampuan.
Ani pun makan dengan lahap, karna ia tak tahu di mana ia berada. Dan lagi ia tidak tahu siapa orang orang yang ada didepan nya..
*********
Sedang kan dimasjid Yuna baru selesai mengikuti kajian Dan ada pembagian snack juga teh hangat Yuna yang duduk di sebelah umi sadiyah .Tertegun ketika dua wanita Jin duduk didepan nya Mencoba menghalangi pandangan nya
Deg.......
Yuna menelan saliva nya Dan mencoba melihat kearah lain . Dan pandangan matanya di ikuti oleh salah jin wanita yang berpakaian ala jaman mesir dulu.
" Ukhti ada apa? " kata Hasnah melihat Yuna bingung .
" Oh bukan apa apa " kata Yuna yang merasa tidak nyaman .
" Kau bisa melihat kami kan " kata salah satu jin itu bertanya pada Yuna yang diam
Karna mereka merasa ada sesuatu yang menarik pada Yuna
Yuna tak menjawab ia melihat pada Malik
Dan Malik tahu kekhawatiran istrinya itu lalu berdoa dan mengusapkan wajahnya . Dan benar saja dua jin wanita sedang mengapit istrinya itu.
" Pergi lah kalian dia tak menganggu " kata Malik yang bicara dengan isyarat yang di dengar habib yang membawa kajian yang sedang duduk menikmati minuman nya
" Ada apa ustad " kata habib itu karna dia memang membawa beberapa murid Jin nya .Dan orang kepercayaan nya
" Mereka menganggu istri saja habib " kata Malik . Yang membuat habib itu kaget
" Ukhti berdiri lah " kata habib pada Yuna yang melihat pada Jin itu mengapit nya
Yuna pun mencoba berdiri Namun jin wanita disamping nya mengerjai dan ...
__ADS_1
" Akh ..... " kata Yuna yang hampir jatuh terjerembab Namun sosok pria tampan berjubah putih menahan nya .
" Allahuakbar " kata habib itu kaget