
Di rumah umah dan abah sedang duduk duduk menunggu bedug sambi berzikir Dan membicara kan menantu mereka yang mau syukuran 4 bulan .
" Apa umi sudah menyiapkan semuanya . Kita akan siap berangkat setelah lebaran 3 hari Karna Yuna sudah mengirim
tiketnya lewat Fatma " kata abah
" Ya abah, umah sudah membawakan keperluan disana. Umah senang bisa kesana melihat kota mesir Sudah lama umah pengen kesana Apa kita sekalian umroh abah " kata Umah yang mengingat Yuna pernah membicarakan nya .
" Nanti saja dibahas , ngak enak sama Fat Apalagi Malik sudah bilang uang nya habis membantu Aisyah " kata abah
" Ya bah..... kasihan juga mereka mudahan mereka baik baik saja selama suami nya dirumah sakit " kata umah yang kasihan pada keponakan nya itu
" Sudah jangan terlalu dipikirkan mudahan saja Aisyah bisa sabar dan mencari perkerjaan sendiri. Kalo di bantu terus kasihan menantumu ." kata abah
" Ya abah apalagi umi Farhan sekarang sibuk mengurus Farah juga " kata umah
" Iya mereka sudah membeli tiketnya kemaren .Biar jauh jauh hari Dan ngak repot Karna musim mudik lebaran pasti antri dan susah dapat tiket "kata abah
" Oh ya bah apa kita juga bawa ikan asin untuk Yuna karna kemaren Fatma bilang Yuna minta belikan . Dan mudahan saja Fatma tak lupa " kata umah
" Ya tak mungkin lupa nanti kita belikan yang bagus , Fatma juga pasti membawa kan nya Tapi takut kebanyakan malah ngak dimakan " kata Abah ..
" Ya kan bagasi nya 20 kg bah ,kalo kosong kita rugi kan sudah bayar mahal Ya kudu maksimal " kata umah Yang rindu pada anak Dan menantunya itu
***********
Di mesir Yuna tak boleh menggendong Aziz Karena Malik takut Yuna kenapa napa Hingga keduanya berbuka dikamar bersama sambil menunggu Aziz
Dan dimeja makan mereka makan tampa suara Karna sibuk menguyah makanan masing masing. Dan lagi sepi Tak ada Malik dan Yuna
" Apa Aziz demam nya tinggi " Kata Yusuf
" Tidak tuan , hanya demam biasa Karna memang bawaan bayi . oh ya nanti .kita tarawih kan Jan " kata Arjan
" Iyalah masa libur kita tetap akan tarawih , tuan juga hanya nona yang tidak Lagian kita sudah dibelikan banyak baju koko kan sayang ngak dipake Biar baju nya ngak protes kalo buat ibadah " kata Arjun
" Lah apa hubungan nya dengan baju koko kan nona ngak tarawih nungguin Aziz , Kalo ngak demam juga pasti tarawih " kata Anis menyela
Yusuf dan Lutfia hanya diam mendengar kan obrolan mereka Namun kadang sesekali menimpali .Karena mereka orang baru Dan belum akrab Dan hanya ikut tinggal selama menunggu panggilan kerja
Dirumah sakit seorang wanita merintih merasakan kulitnya serasa terbakar Yang membuat saudaranya menangis
" Kak bagaimana bisa begini . Semua nya
__ADS_1
melepuh " kata sang adik sedih .
" Kami tidak tahu , karna wanita itu bukan wanita sembarangan Dan memintanya untuk tidak ikut itu tidak mungkin Apalagi busana muslim nya cukup bagus . " kata Klay
" Kan cleo sudah bilang jangan main main lagi dengan sihir Akhirnya begini kan
Apalagi dia bukan gadis biasa pasti lah dia di jaga ketat ." kata Cleo sang adik yang seorang model
**********
Yuna melipat sajadahnya Dan melihat Aziz tidur lelap Karna obatnya sudah mulai bereaksi jadi mungkin giginya tak akan sakit lagi pikir Yuna Yang lalu menaikan selimut Aziz lalu duduk berzikir disebelah nya .
Aziz yang sudah bangun hanya memperhatikan Yuna Yang asyik memetik tasbih nya .
" Umi " kata Aziz pelan
" Hei ....anak umi sudah bangun ya, lapar ngak Aziz belum makan kan " kata Yuna
" Lapar ....." rengek Aziz
" Ya umi suapi ya tadi pas buka Aziz belum bangun jadi lapar deh " kata Yuna yang mengusap kepala Aziz dan lalu turun dari tempat tidur mengambil makanan . Dan lalu menyuruh Aziz duduk
" Ini makan dulu a........" kata Yuna yang lalu menyuapi Aziz sambil duduk di kursi dan Aziz disisi tempat tidur
" Dia sangat sayang pada Aziz bi, pantas kalo Aziz slalu pulang kesini lebih dulu dari pada pulang ke istana " kata wanita itu Yang tak lain umi kandung Aziz. bersama pelayan nya.
" Iya ratu...dia sangat baik padahal dia sedang hamil Tapi dia masih mau mengurus anak orang lain" kata pelayan nya Melihat Yuna dari atas hingga bawah .Mengamati setiap detail tubuh Yuna yang duduk tenang di kursi
Yuna yang merasa ada sesuatu yang aneh menoleh ke pintu
" Seperti ada seseorang " batin Yuna
" Ratu yang mengintip nona bersama dua pelayan nya " kata bisikan Qoyum.
" Apa Aziz rindu umi di istana " tanya Yuna pada Aziz
Aziz yang ditanya hanya diam lalu menatap Yuna Dan menggelengkan kepala nya
" Kenapa ?" kata Yuna mengusap kepala Aziz lembut
" Ngak pa pa " kata Aziz ..
" Ratu ....... masuk lah jangan mengintip ." kata Yuna Yang membuat Aziz kaget dan dan lalu melihat ke pintu
__ADS_1
Kret.........
" Maaf ..... bagaimana nona tahu kami mengintip " kata ratu gelagapan dan lalu masuk melangkah mendekati Yuna dan Aziz yang sedang makan .
" Ana tahu saja , karna biasanya pintu tak pernah terbuka sedikit Duduk lah ratu biar Aziz selesai kan makan nya " kata Yuna tersenyum .
" Maaf merepotkan nona ustazah dan ustad ..Apa Aziz rewel nak " kata ratu menatap Aziz.
Aziz menggeleng sambil tersenyum ...
Yang membuat Yuna sudah tak khawatir lagi pada bocah itu.
" Aziz mau nginap disini aja umi ratu " kata Aziz memeluk Yuna .
" Yah..... kenapa begitu nak, umi datang jauh jauh buat jemput Aziz . Sampai tadi ngak sempat izin sama abi " kata Umi ratu masang wajah sedih . Agar Aziz mau pulang.
" Kan umi bisa diantar paman Arjun dan Arjan pulang nya biar umi kasih tahu abi raja ya kan umi " kata Aziz menatap Yuna .
" Ya tapi kan umi ratu kangen Aziz. Aziz pulang dulu ya nak " kata Yuna
" Ngak mau Aziz ngak mau pulang Aziz mau disini sama umi dan Ade " kata Aziz yang memegang perut Yuna.
Ratu pun terdiam dan saling padang dengan Yuna begitu juga pelayan nya .Karna ia tak bisa memaksa putranya pulang .
" Yah umi sedih trus umi tidur sama siapa " kata umi ratu. memanyunkan bibirnya
" Sama abi lah, kan biasa nya juga Aziz tidur sendiri ngak sama umi.. Kalo Aziz tidur slalu di tinggal umi " kata Aziz cemberut. Karna bila ia tidur bersama Yuna Mereka tidur bertiga bersama abi nya Dan Yuna ditengah. atau Aziz ditengah antara abi dan umi angkatnya itu.
Karna setiap kali ia terjaga tengah malam ia slalu melihat Yuna dan Malik saling bergantian memeluk nya. Yang membuat nya nyaman tidur dipeluk sang umi Dan Yuna slalu mengusap lembut punggung nya agar Aziz tidur lagi .
" Hai ...... sudah bangun sayang " kata Malik yang baru datang tak menyadari Ratu jin duduk di sofa .
" Abi gendong Aziz .Aziz ngak mau pulang " kata Aziz mengulurkan dua tangan nya Dan setelah menaruh kopiah Malik pun mengusap kepala Aziz lalu mengendong nya .
" Aziz sudah makan sama umi " kata Malik lalu mengendong bocah itu dan mencium nya membuat Aziz geli dan tergelak..
Ratu hanya terpaku melihat pemandangan itu di depan nya . Yang seperti melihat keluargga kecil yang bahagia
" Hahaha........ abi .... geli kena kumisnya " kata Aziz tergelak
Yang membuat Arjun Arjan pun mematung melihat Malik bercanda pada tuan Aziz .
" Bi...... ada ratu " kata Yuna
__ADS_1
" Hah......ratu . "' kata Malik kaget