Suamiku Dari Kota Saranjana

Suamiku Dari Kota Saranjana
Bab 351


__ADS_3

Di pintu gerbang Ghani dan Abdullah menunggu para pengawal nya kembali Karna mereka sedang berkeliling Dan tak lama dua pengawal itu pun pulang untuk melapor kan kondisi kota saranjana


" Mereka bersembunyi tuan , Tapi kami pura pura tidak tahu " kata pengawal itu


" Bagus lah berarti kita tahu mereka sedang mengawasi mereka ." kata Ghani


" Ya tuan " kata pengawal itu


" Baiklah terus awasi mereka bila macam macam serang dan musnahkan mereka " kata Ghani


" Baik tuan ku " kata dua pengawal itu Lalu mereka pun kembali ke post nya Sedang Ghani dan Abdullah pergi untuk melapor ke istana


Di sisi lain Yuna dan Aziz duduk saling tatap Karna mereka sedang merasakan kemana bau para siluman mencoba mengikuti bayi Ulya


" Mereka tak bisa masuk umi, sudah di jaga ketat " kata Aziz


" Bagus lah umi bisa tidur nyenyak " kata Yuna


" Ya biar Aziz yang jaga ade , dan umi bisa tidur " kata Aziz .


" Ngak....... Aziz juga tidur ini sudah malam Ayo Aziz disebelah sana biar ade aman " kata Yuna .


" Baiklah " kata Aziz menurut tidur di samping bayi Ulya . Yang berada di tengah antara Aziz dan uminya


Yuna pun menyelimuti Aziz begitu juga dirinya dan bayi Ulya Karna malam ini hawa nya terasa sangat dingin Yang membuat Yuna merinding Bukan karna takut Tapi sebab rada dingin nya yang menusuk tulang itu yang membuat Yuna menggigil. Lalu Yuna pun berdoa dan ikut tidur lelap di ranjang dengan dua anaknya .


Malik yang duduk di balkon dengan Amar tertawa mendengar curhatan Amar. Amar mendatangi Malik Ketika tahu Malik pulang Saat tadi mereka bertemu di masjid selesai sholat magrib dan isya .


" Apa Dilla mengadu ?" kata Malik


" Ya tapi kak Aliyah tak percaya , karna ana tak mau membenarkan fakta Bisa jadi bahan tertawaan keluargga Ana bila mereka tahu kenyataan nya " kata Amar .


" Hahaha......lucu juga ya masa sampai menulis selangkangannya begitu sih mar kan aneh " kata Malik tertawa


" Dia bilang taruhan sama teman nya Dan Temannya juga punya tulisan lain " kata Amar melirik Malik


" Astaga .... anak jaman now ada ada saja otak mereka sudah rusak karna HP obat dan lingkungan di tambah minus akhlak Untung tuh Nurul di pondokan sama kakek nya kalo tidak masa depan nya morat marit " kata Amar

__ADS_1


" Lah untung yang dapat ana coba kalo antum , gimana ceritanya. Padahal mereka minta abah untuk menjadikan Nurul bini kedua antum Mal " kata Amar


" Hah ......inalilahi ... amit amit ikan buntal beranak ogah ana Bisa mati berdiri ana dibuatnya " kata Malik


" Hahaha...... padahal antum aja belum mati Mal Masa bisa mati berdiri Kasihan Yuna jadi janda . Apa mau titipin ana " kata Amar menyindir


" Ck...... berharap jangan mimpi bini lho aja tuh di urus jadi orang benar " kata Malik


" Aish baper amat sih Mal , Ya jelas Yuna juga ngak bakal mau sama ana Sudah milik antum bro , ana cuma bercanda " kata Amar santai


" Tapi ngomong ngomong tuh bini lho sudah isi belum " kata Malik


" Entah lah belum kelihatan bro , mungkin menunggu sebulan " kata Amar


" Trus tuh bayi aman ditinggal , kok bisa Yuna dapat anak jin jangan jangan .... " sindir Amar


" Plak ........jangan negatif thinking ana Yang bobol gawang ngak mungkin ada yang lain Orang slalu sama ana mana mungkin Yuna macam macam " kata Malik mendelik dan memukul Amar kesal


Sedangkan Amar hanya meringis


" Aish antum itu yang negatif thinking bro orang ana belum selesai ngomong Sudah dipotong aja . Maksud antum karna dia sering berurusan sama jin Dan punya teman jin dan hantu Makanya punya anak jin Atau antum punya ilmu jadi jin Mal nah pas bikin jadi deh " tawa Amar


" Ya katanya dia bakal ngantar ana ke rumah antum Tapi ngak masalah kan Mal ana numpang " kata Amar


" Ngak masalah , lho dan bini lho itu bisa tidur diruang tamu atau diatas " kata Malik .


" Hah..... maksudnya atas mana, pohon " kata Amar


" Lantai dua mar , atas rumah tingkat kalo lho mau tidur diatas pohon juga nggak masalah Tinggal naik tapi ana ngak takut aja lho jatuh Apalagi pas mau campur bini " kata Malik tersenyum


" Dih senang banget lho bro bisa ngeledek ana, emang kalo sama Yuna lagi campur ngak ribet , Apalagi hamil besar atau lho puasa " kata Amar


" Ck..... ustad kepo , ya santai lah kan ada rumusnya bro Hanya ana dan Yuna yang tahu Antum ngak usah kepo deh Praktek kan aja sama si Nurul " kata Malik tersenyum


" Hadeh.......gampang itu mah nanti bisa ana praktek kan Biar bisa ngalahin antum berdua Yuna " kata Amar


" Ck..... mana bisa " decak Amar

__ADS_1


" Bisa lah " kata Amar


" Ya tetap beda mar, kwalitas umi nya beda ilmu juga beda mana bisa disusul


Orang Yuna belum ada saingan nya Billa saja masih level bawah .Apalagi si Nurul ...." kata Malik


" Ck ....sombong " kata Amar


" Ngak sesuai faktanya saja kan ana ngak melebih lebihkan Yuna yang memang


Dari sananya begitu biar dia tomboy tapi dia tidak tercela " kata Malik


" Iya deh menyerah ...... antum menang Mal " kata Amar


" Hahaha ....lah ngambek kan pantas Yuna ogah sama lho dulu Sifat lho tukang ngambek " kata Malik


" Apa iya , apa Yuna bilang begitu " kata Amar menatap Malik


" Hahaha ..... langsung geer aja , iya tapi sayang sudah lewat ngak ada iklan ." kata Malik tertawa


" O.....begitu ya " kata Amar mangut mangut yang dulu memang dekat dengan Yuna . Tapi seiringnya waktu ia tak pernah bertemu Yuna .lagi Karna Yuna pergi kejakarta Yang sempat membuat Malik cemburu


" Andai saja dulu ana cepat pulang pasti Yuna jadi milik ana '" kata Amar


" Ih ngak usah berandai andai dosa sudah takdir antum sama si Nurul , dah sana pulang nanti Nurul stres nyari lho di kira nanti lho makan hantu " kata Malik terkekeh


" Hahaha....... dia bukan Sarah Mal , Nurul bukan penakut cuma tukang ngambek Kalo masalah hantu Pasti dia cukup brani " kata Amar


" Ya sudah ana pulang dalam buat Yuna ya. besok ana berangkat " kata Amar


" Ya hati hati disana ada Arjun dan Arjan pengawal ana.. jangan sampai bini lho dikerjai sama mereka bisa kasus kalo mereka ngadu nyonyanya " kata Malik


" Siap Mal , terimakasih banyak ya sudah ana pulang Ayo turun " kata Amar yang lalu menuruni tangga rumah Malik lalu mengantar Amar sampai teras rumah .


Setelah menjawab salam Amar Malik pun menutup pintu rumah Dan lalu mengecek semua pintu Dan setelah itu ia masuk kedalam kamar


" Huh...... besok harus pulang subuh biar tak terlihat orang " kata Malik yang tak ingin kepulangannya di lihat para tetangga nya Karna tak ingin jadi gosip atau pertanyaan

__ADS_1


Lalu Malik pun duduk diatas ranjang sambil berdoa Dan tidur agar bisa bangun lebih awal untuk bersiap pulang .


__ADS_2