Suamiku Dari Kota Saranjana

Suamiku Dari Kota Saranjana
Bab 60..


__ADS_3

Motor pun berlari kencang di kala senja. Setelah sampai dijalan yang ramai barulah Yuna memperlambat motornya.


" Huh......masih ada yang ngikuti ngak ?" kata Yuna bertanya


Alea pun menoleh kebelakang . Dan melihat kiri kanan .


" Sudah nggak ada Yun " kata Alea


" Lho sudah tahu kan Al kita ngak boleh ketahuan bisa lihat mereka . Kan ustad sudah bilang begitu . Burhan juga kenapa kamu masih ngeyel aja " kata Yuna.


" Maaf Yun " kata Alea lirih Yang lalu memeluk tubuh Yuna erat.


" Aku ngak nyalahin kamu Al, sebelum kamu minta Maaf sudah aku maafin . Aku hanya pengen kamu aman " kata Yuna .


" Iya yun aku hanya sedih. " kata Alea .


" Iya aku gerti Tapi semuanya sudah takdir Allah Jadi kita harus menerimanya dengan lapang dada Al" kata Yuna ..


" Iya Yun " kata Alea yang lalu menaruh kepalanya di pungung Yuna. Yuna mengendarai motor nya pelan ketika sudah masuk halaman rumah Alea. Yang disambut Aldi dan Burhan dengan senyuman.


" Umah abah belum pulang " kata Yuna yang masuk kedalam rumah.


" Abah dan umah lagi nungguin kamu Yun " kata Malik


" Yuna ngak pulang umah, nginap disini. Kasihan Alea mungkin Yuna ginap tiga malam sama Meri " kata Yuna menjelaskan.


" Ya sudah biar umah pulang sama abah ya Yuna biar Malik yang nginap disini biar bisa menemani mu " kata umah Sambil melirik Malik .


" Tapi....." kata Yuna


" Ngak pa pa umah Biar nanti Alea siapin kamar buat ustad Malik " kata Alea Yang membuat Yuna menatap sahabatnya itu.


" Kan ada teman Yun , buat bantu pengajian " kata Alea jujur.


Yuna pun terdiam .Hanya membuang nafas sedang kah umah tersenyum bersama abah.


" Ya sudah kita kita langsung pamit pulang ya nak biar ngomong duluan " kata umah.


" Ya umah " kata Alea.


" Ya sudah Al mandi sana siap siap dan sholat aku juga mau sholat nih " kata Yuna .


" Ya kalian sholat dulu sana Aku sudah aku mau masukan snack yang kurang " kata Meri .


" Ya Mer " kata Alea yang bergegas mandi dan sholat berjamaah bersama Burhan dan Aldi begitu juga Yuna.

__ADS_1


Sedangkan Malik duduk sendiri di ruang tamu. Sambil berzikir karna tamu pengajian belum datang.


Yuna selesai sholat langsung kedapur Dan menghampiri Meri dan ibu ibu yang membantu memasak dan memasukan kue kedalam dus snack .


" Cukup ngak bu, kalo kurang biar saya pesan lagi " kata Yuna . Yang memang mengurus semua nya bersama Meri dari sore tadi .


" Cukup Yun kamu pesannya banyak tuh Snack nya juga lebih " kata Meri


" Iya nak ini sudah lebih dari cukup paling yang datang cuma separo nya " kata ibu Yang membantu .


" Ya sudah ibu ibu sambil di makan ya . Kan dari tadi sibuk aja " kata Yuna


" Ya nak gampang " kata ibu ibu.


" Yuna calon mu ngak di siapin " kata Meri berbisik


" Apa maksudnya " kata Yuna bingung.


" Calon suami didepan ngak dibuatkan teh atau kopi gitu sendirian lho diruang tamu kasihan " kata Meri.


" Aish aku lupa " kata Yuna bergegas Membuat kan teh dan mengambil beberapa Snack di piring kecil .dan membawa nya kedepan dengan Nampan kecil.


Yuna pun lalu mendekati Malik yang duduk sendiri sambil memejamkan matanya .


" Mal ini minum tehnya dulu. Sudah makan belum " kata Yuna menatap pria tampan itu .


" Duduklah sini temani abi " kata Malik lembut yang membuat hati Yuna berdetak hebat .


" Em.... " kata Yuna lalu duduk didekat Malik . Ada rasa sedikit cangung Namun Yuna berusaha tenang.


Sedangkan disisi lain ada seseorang yang memperhatikan keduanya


" Cie...... ada yang gigit jari nih " sindir Aldi melihat Burhan memperhatikan Yuna dan Malik.


" Aku kapan ya bisa begitu .Padahal aku ngak jelek jelek amat " kata Burhan


" Kamu ganteng han, baik dan penyayang cuma sayang pilih pilih makanya jauh jodoh " kata Aldi yang berdiri di samping Burhan.


" Ah mana ada ngak juga " kata Burhan.


" Nah kalo Ameera gimana ?" kata Aldi .


" Ih itu jangan dibahas dia tetangga ku sejak lama di. jadi aku nyari yang jauh masa tetangga lima langkah dari rumah jadi jodoh " kata Burhan


" Hahaha kaya lagu dangdut aja .Ok aku paham " kata Aldi terkekeh

__ADS_1


Burhan pun tersenyum Sebenar nya Burhan menyukai Yuna sahabat Alea Tapi melihat saingan nya seorang ustad yang tak bisa diremehkan Burhan langsung menyerah karna dia tahu ustad Malik orang yang berilmu .


" Yuna mikirin apa " kata Malik menegur Yuna yang melamun .


" Ngak bukan apa apa , kapan kembali ke kairo Mal " kata Yuna


" Kenapa ?" mau ikut , ayo ikut lah aku akan merindukan istriku ini besok " kata Malik tersenyum .


" Ih apaan sih , nanti ada yang marah Billa akan cemburu Mal bila kamu merayuku " kata Yuna.


" Hehehe ...... masa lalu apa kamu ngak cemburu kalo aku dekat dengan Billa .Kan aku suamimu " kata Malik.


Yuna terdiam entah berapa kali Malik mengatakan bahwa dirinya adalah suami Yuna Tapi Yuna belum percaya .


"' Kenapa kau tak percaya besok kalo pulang ke banjar tanyakan mama bi dan paman Mahdi " kata Malik tenang .Karna ia tak ingin Yuna terkejut.


" Tahu ah ngak udah dibahas lagian aku ngak pernah kamu lamar " kata Yuna.


" Astaga kan aku sudah melamar mu Tapi kamu tolak terpaksa aku....... .


" Mal .... nih tak bawakan Nasi sama lauk nya makan ya " kata Meri yang membuat


Yuna terbelalak Karna mendadak perhatian dengan Malik .


" Ih apaan sih Mer caper " kata Yuna.


" Ih ngak pa pa lagi kan ustad jomlo " kata Meri tersenyum. Yang sengaja mengoda Yuna.


" Trimakasih Meri ". Kata Malik Yang menerima piring makanan dan memakan nya pelan pelan setelah berdoa


" Tuh lapar kan ,masa Yuna ngak pengertian sih sama kekasih sendiri ya ustad " kata Meri


" Heh .... iya " jawab Malik mengiyakan saja perkataan Meri. Yang membuat Yuna manyun melihat teman nya itu agresif .


Yuna pun terdiam ..Tak lama Adzan Isya terdengar. Dan Malik pun menyelesaikan makannya lalu pamit untuk kebelakang untuk numpang kekamar kecil ...Sekalian berwudhu dan Sholat .karena pengajian agar segera di.mulai .


Tak jauh dari situ sosok hitam berbulu memperhatikan rumah Alea. Yang menatap tajam setiap orang yang lewat


Untuk ikut pengajian .


Gr.......gr...... gr......mahluk itu pun mengeram Lapar akan makanan banyak yang disiapkan di atas meja dan snack yang tertata rapi.


" Aku lapar ...... tapi aku tak bisa kesana " kata sosok mahluk itu . Dia membawa ustad itu dia tak berhenti berzikir membuatku panas " kata sosok mahluk itu mengaruk garuk kepalanya.


" Siapa kau ?" kata sosok nenek tua menatap nya tajam......

__ADS_1


" Kau .....siapa kau ?"" kata sosok hitam mengeram.


__ADS_2