Suamiku Dari Kota Saranjana

Suamiku Dari Kota Saranjana
Bab 391


__ADS_3

Asyik bermain sendiri Alim tertidur Dan ketika Yuna pulang Ia pun mengendong Alim ke kamar Dan merebahkan Alim .


" Anak pintar bisa bermain sendiri ." kata Yuna yang lalu berdoa untuk Alim Dan meniupkan nya di .ubun ubun nya


" Semoga Allah slalu melindungi nak " kata Yuna lalu mengusap kepala Alim pelan .Karna kini hidup nya sudah berjalan normal kembali Setelah apa yang ia lewati selama ini Dan tersenyum


melihat sekeliling kamar mereka .


Lalu Yuna beranjak dari ranjang Dan berganti pakaian .Karna kini .ia sudah mulai bekerja Dan minggu depan Alim dan Ulya bisa sekolah sambil bermain penitipan Anak anak muslim .


" Ceklek "


" Umi ...umi sudah pulang " kata Ulya


" Ya sayang , sini dari mana Ulya hari ini ya " kata Yuna bertanya


" Ulya pinjam buku umi nih lihat bagus kan " kata Ulya memperlihat buku anak anak bergambar


" Baguslah , ayo cuci tangan dan kakinya kak Ulya bobo dulu sebentar ya " kata Yuna Yang lalu mengandeng Ulya Dan menyuruh anak anak nya tidur . Sekali pun hanya 1 jam Karna bagus untuk masa pertumbuhan dan perkembangan mereka .Agar tubuh mereka tetap segar setelah beristirahat .


Lalu Yuna pun tersenyum ketika Ulya naik keatas tempat tidur Dan tidur di sebelah kembaran nya


" Bobo ya sayang , biar umi tunggu disini " kata Yuna


" Ya umi " jawab Ulya memejam kan mata nya


Tak lama Malik pun masuk .Dan menaruh buku buku dan tasnya di meja


Lalu mendekati Yuna .Dan mencium pipi Istri tersayang nya itu


" Apa baru saja " kata Malik


" Iya bi " kata Yuna tersenyum karna Malik mengoda nya .


" Ayo " kata Malik


" Hah..... kemana bi " kata Yuna bingung


" Ngak kemana mana " kata Malik Yang mengendong Yuna ke ranjang satunya Dan lalu menutup Tirai pembatas untuk bersenang senang .


" Abi kangen " kata Malik mengecup bibir Yuna


" Kan tiap hari juga ketemu bi , kok masih kangen " kata Yuna tersenyum


" Bukan itu, tapi yang lain " kata Malik Yang lalu menyusup kan tangan nya kedalam pakaian Yuna

__ADS_1


" Abi ......" kata Yuna pelan


" Kenapa ?" kata Malik tersenyum sambil membungkam bibir Yuna Dan sore itu mereka menghabiskan waktu memadu kasih Mumpung kedua anak mereka sedang tidur lelap


" Apa dinda mau melahirkan lagi " kata Malik


" Kalo Allah menghendaki tak menjadi masalah " kata Yuna Yang memeluk tubuh Malik yang berkeringat .


" Semoga saja jadi " kata Malik kembali mengecup bibir mungil Yuna yang tak membuat nya bosan .Dan keduanya kembali saling berpelukan Karna kini


Kebahagian mereka sudah lengkap .


Cinta keduanya terikat dalam Begitu juga dengan anak anak mereka yang .lucu dan mengemas kan Rasa nya tak ada lagi yang perlu mereka khawatir kan Dan minggu depan mereka akan menikah kan


Arjan dan Mikha juga Anis dan Arjun bersama Di istana kerajaan jin


Atas permintaan Yuna pada ratu dan raja Agar pelayan mereka itu senang dan juga bahagia


Sedangkan Nurul dan Amar pindah kerumah baru . Rumah kontrakan tak jauh dari rumah Malik . Yang di sewakan Ustad Ali karna rumah itu milik orang tua Ustad Ali yang sudah lama tak terpakai menjadi gudang tekstil Namun kini sudah diperbaiki dan bisa di tempati lagi


********


" Abi ......." teriak Billa senang yang tahu jenis kelamin bayinya laki laki ketika di usg dirumah sakit sepulang dari kampus


" Kenapa bi , kok kelihatannya senang " kata Ali mengecup bibir Billa


" Alhamdulilah " kata Ali mencium dan memeluk Billa erat kini mereka sudah hidup bahagia Dan Billa sudah bisa melupakan Malik .Dan Ali lega kini hati Billa hanya untuk nya .


" Ya bi umi sangat senang " Billa pun tersenyum Apalagi Ali menggendong nya masuk kekamar


" Ya abi juga sangat bahagia " kata Ali sambil meraba tubuh sensitif Billa Karna ia merasakan kebahagian seutuh nya Setelah masa sulit itu lewat Dan menyambut hari baru mereka dengan cinta Juga kehadiran buah cinta nya bersama Billa


" Bi ....." lenguh Billa pelan .


" Mendesah lah sayang , biar abi mendengar nya " kata Ali yang kini .bisa meminta jatah kapan pun ia mau Tampa penolakan Billa saat awal pernikahan mereka dulu Bahkan Billa lebih agresif dari nya ketika hamil .


" Ya bi " kata Billa yang lalu menaiki tubuh Ali . Kedua nya pun saling menyenang kan satu sama lain . Memberikan kepuasan terbaik bagi pasangan Dan menikmati nya bersama.


.


Pada kenyataan nya kebahagian itu sederhana tak perlu harta tahta uang Tapi ketulusan hati . Cinta saling memberi dan menerima Tak melihat alam dan perbedaan .Yang penting bisa saling menyayangi menghargai pasangan Dan mensyukuri hidup masing masing Maka saat kita menyadarinya pasti Allah akan menambah rasa syukur kita dengan memberi rezeki lebih kesehatan dan juga anak Karna tak semua nya diukur dengan uang dan harta Tapi juga dengan iman dan tekad untuk bertahan Dan juga kesabaran . Karna setiap ujian pasti ada akhirnya Dan dari hasil ujian juga pasti ada hikmah nya Yang dapat . kita petik . Ali bisa menunggu dengan kesabaran nya. Begitu juga Malik yang tak putus asa pada cinta nya pada Yuna Dan kini mereka bisa hidup bahagia Dengan caranya masing masing.


" Abang " teriak Nurul ketika Amar pulang mengajar


" Astaga ada apa ?" kata Amar kaget

__ADS_1


" Lihat ....." kata Nurul memberikan test pack pada Amar .


" Alhamdulilah Abang akhir nya jadi abi " kata Amar yang bahagia lalu memeluk Nurul erat. Karna kini istrinya itu banyak berubah Dan sudah menjadi istri .yang baik Dengan bantuan Yuna yang banyak mengajari Nurul memasak menjahit Dan juga membuat Kue . Dan Nurul sekarang mengisi waktunya dengan berjualan kue dan cake yang dititipkan Dan Amar juga sudah punya gaji tetap .Bisa untuk mengirim umi dan abi nya juga keluargga Nurul. Dan Nurul juga tahu tentang itu Agar mereka bisa berbagi rezeki pada orang tua mereka . Dan berkah itu datangnya dari doa orang .tua juga dari Allah


" Ya bi , Nurul juga senang " kata Nurul Yang kini sudah bisa menabung untuk lahiran Dan Nurul juga ingin mertua dan .emak nya bisa datang saat Ia melahirkan nanti


" Alhamdulilah , oh ya ini ada rezeki buat tabungan kita . De Nurul yang simpan atau abang yamg simpan " kata Amar .


" Abang saja biar di taruh di bank , Nurul masih punya uang bang " kata Nurul Yang tahu Amar di waktu kosong nya mengajar Juga bekerja di toko tekstil milik ustad Ali Untuk mengawasi barang yang datang dari luar Dan itulah sebab nya sekarang rezeki mereka berlimpah. Apalagi rumah mereka dekat dengan Malik. kadang kadang mereka makan disana bila akhir pekan Jadi lebih irit


Dan Nurul juga dekat dengan Yuna Dan menganggap Yuna sebagai kakak nya Dan Nurul juga sangat menyayangi nya Karna tak ada lagi saudara mereka selain keluargga Malik . Jadi mereka pun hidup rukun dan bahagia di tambah juga Nurul menjadi guru mengaji di masjid di lingkungan mereka tinggal .


Di rumah Malik Alim sedang berlari lari mendekati abi dan uminya


" Abi , umi ....." teriak Alim sambil berlari ke arah Malik dan Yuna


" Hati hati sayang " kata Yuna menyambut tubuh mungil Alim


" Lihat umi , Alim bisa merakit nya lagi " kata Alim memperlihatkan mobil nya . Yang tadinya rusak bisa utuh kembali


" Masya allah anak umi pintar " kata Yuna yang membiarkan Alim merusak mobil nya Lalu kembali merakitnya Yang sudah tak aneh bagi Yuna Karna itulah keinginan tahuan anak anak Yang memang di masa pertumbuhan. Dan masa emas nya Yang membuat Yuna slalu mengawasi kedua buah cinta nya itu Alim memang meniru sifat usil dang suami sejak kecil Yang juga cukup nakal di masa kecil nya Dan tak menyangka teman dari masa kecilnya itu menjadi jodohnya Dan Malik juga bisa menjadi seorang ustad Yang tumbuh menjadi pria tampan yang baik dan penyayang Yang kini menjadi Ayah dari anak anak nya


" Wow ......keren abi bangga sama Alim " kata Malik tersenyum


" Alim juga bangga sama abi dan umi ." kata Alim. Yang lalu memeluk umi dan abi nya


" Bruk ........ "


" Aduh ....." teriak Ulya


" Astaga .... kakak ngapain juga siang bolong gini terbang " omel Yuna


" Uji nyali umi " kata Ulya santai


" Hah. .... " kata Yuna menatap Malik


Yang membuat mereka berdua tertawa


bersama. Karna ada saja polah dan ulah kedua anak nya itu Yang slalu membuat mereka tergelak bersama Karna memang itu lah masa anak anak mereka yang hampir mirip Yuna tomboy Malik usil Dan kini sifat itu diwarisi anak mereka masing masing .Yang membuat mereka saling berpelukan bersama Tertawa bahagia menikmati hidup yang terus berjalan .


'TAMAT........


.


Trimakasih untuk semua readers yang setia membaca nya sampai akhir Dan lain waktu author buat yang kedua ya Sebenarnya ini kisah nyata seorang teman Yang pernah tinggal disana Di kota saranjana Dan hanya kembali sebentar untuk pulang Setelah itu tak pernah kembali lagi Yang harusnya tak di ceritakan Namun sempat berkata siapa tahu bisa jadi kenangan Namun author tambah sedikit wasalam sampai bertemu lagi

__ADS_1


Tunggu author bikin cerita halu nya yang kedua ya salam semoga kalian dan author slalu sehat dukung author slalu 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻 Semoga semua readers diberikan berkah rezeki kesehatan kemudahan dalam hidup ini Aamiin ya rabbal alamin 😍😍😍😍


__ADS_2