
Setelah selesai makan semua ngobrol .di ruang tengah . Sedang Yuna dan Malik baru selesai mandi Dan sholat berjamaah Lalu mereka keluar untuk makan siang walau sudah jam 2 siang lewat..
" Paman bibi baru bangun ya " kata Farah ketika keduanya ikut bergabung
" Iya mana Aziz apa belum kesini " kata Malik yang tak melihat anak angkatnya itu
" Tadi kesini sebentar paman Trus pulang bilang nya mau antar uminya berobat " kata Faridah Yang lalu mengangkat dua keranjang berisi anggur dan apel segar
" Ini oleh oleh dari Aziz paman " kata Faridah
" Ye .....dapat buah " teriak Farah senang lalu mencicipinya
" Sana rid sama bibi Anis Mikha cuci dulu biar bersih baru dimakan " kata Yuna Yang duduk bersama Malik dekat Farhan .
" Nak kami sudah kesini Dan juga umroh takut kelamaan Apa boleh tiga hari ke depan abah dan umah pulang dulu sama kakak kakakmu " kata abah
" Yah ... trus Yuna gimana umah kenapa ngak disini dulu saja " kata Yuna .
" Huh...... dinda, Kak Fatma dan Kak Samsul punya kesibukan begitu juga Kak Arham dan Kak Mir .Mungkin abah dan umah pulang dulu nanti kalo sudah dekat lahiran kesini lagi ya sayang " kata Malik sambil mengusap bahu Yuna lembut .
" Iya nak , kalo kami disini Yuna ngak tenang nanti Apalagi kan Faridah harus masuk sekolah sama Farhan dan Farah " kata umah
" Ya umah tapi nanti kalo sudah 9 bulan kesini lagi ya " kata Yuna
" Ya nak itu pasti umah akan bawakan juga jamu dari sana nanti ya " kata umah tersenyum
" Apa umah " kata Yuna
" Sari rapat Yun, biar bisa perawan lagi kan habis melahirkan " kata umi Farhan terkekeh mengoda Yuna
" Hust .... ngawur umi " kata abi Farhan
" Ngak dong biar Malik rajin bikin anak bi Jadi ngak kesepian lagi " kata Kak Mir .
"Mir ....." kata umah menegur sang putri
" Bercanda umah " kata umi Farhan Karna adiknya itu hanya diam .
Malik memang merasa tenang bila keluarga nya berkumpul Dan ia tahu Yuna merasakan kesepian Dan butuh sandaran Apalagi umah sudah dianggap Yuna seperti ibunya sendiri .Yang membuat Malik cukup berat melepas keluargganya pulang saat ini Saat ada orang yang ingin mencelakai sang istri dan juga dirinya
Sedangkan Alea dan Aldi baru pulang dari Kota baru ketika melihat seorang pria di hajar beberapa preman .
__ADS_1
" Bi tolong dia kasihan bi " kata Alea melihat pria itu dipukuli
" Tapi bagaimana caranya " kata Aldi
" Takuti saja " kata Alea Yang membuat Aldi menolong pria itu yang membuat semua preman lari terbirit birit melihat Aldi mengangkat kayu.
" Hantu .....hantu " Teriak para pria itu lari menjauhi pria yang tergeletak di tanah Yang didekati Alea .
" Pa pulang lah " Kata Alea memberikan beberapa uang kertas sisa belanja dari kota baru .
" Trimakasih nak " kata pria tua itu .Yang berjalan pelan meninggalkan tempat itu
Yang membuat Alea lega .
" Dia sudah aman dan pergi " kata Aldi
" Ya bi kasihan bapa itu " kata Alea
" Ya mereka ingin membunuhnya " kata Aldi yang mengambil pisau ditangannya Lalu membuang nya jauh jauh .
" Ya sudah bi ayo kita pulang " kata Alea Yang kembali masuk ke dalam mobil
" Ya ayo sayang " kata Aldi juga duduk di belakang kemudi dan meninggalkan tempat itu .
Di sebuah bukit tiga orang jin tua Sedang duduk bersila berhadapan satu sama lain .Membicarakan cahaya kecil Yang muncul tiap malam jumat
" Dia akan lahir sebagai manusia lebih dulu Tapi tak kan tampak di lihat orang biasa . " kata pria berjanggut itu
" Ya kenapa ia bisa lahir dari manusia Dan anehnya lagi orang tuanya belum tahu " kata pria tua satunya
" Jangan tanya kan itu Allah tak menghadir kan orang tak bermanfaat Karna pasti Allah sedang merencanakan sesuatu " kata pria tua lain
" Ya ... ada rencana tersembunyi yang sedang kita tunggu " kata pria tua itu tersenyum .Melihat cahaya bulan yang terang benderang
" Dia akan lahir di hari utama " kata pria lainnya ..
" Insyaallah , pangeran jin akan tahu dia akan lahir Dan dia pasti bisa menjaganya " kata pria berjanggut
" Insyaallah " kata Pria yang lain Yang sedang meramalkan ada kekuatan baru Yang sedang ditakuti para jin Kafir Dan mereka sedang mengincarnya untuk membunuh bayi itu sebelum lahir
Sedangkan di istana jin Aziz duduk berzikir dengan khusuk Karna hari ini umi nya sedang sakit Karna pengaruh racun yang entah dari mana asalnya
__ADS_1
" Kenapa umi bisa teracuni " batin Aziz dalam hati memejamkan matanya
" Kami tidak tahu tuanku beliau pergi menghadiri acara para jin di selatan " kata seorang dayang bercerita saat itu
Aziz pun terus berpikir dengan tenang
Dan terus berzikir .
Sedang kan Raja Jin terduduk lemas Karna akhirnya ratu bisa bertahan karna obatnya hanya tinggal satu Namun tidak bisa pulih seutuhnya.
" Ada salah satu jin kafir yang ingin menjatuhkan tuan ku yang mulya Dengan cara membuat ratu celaka Atau mungkin juga ada alasan lain " kata sang patih
" Ya kita akan segera tahu nanti " kata raja jin melihat sang ratu duduk di taman
Disisi lain para jin Kafir berdebat karna mereka berhasil membuat ratu jin sakit Yang sedang berkumpul di sebuah gua lembab dan gelap
" Kami sudah memberikan racun pada ratu Agar bayi itu tidak lahir Dan tidak bisa menghalangi kita untuk menyebar kan maksiat " kata seorang jin
" Ya karna kudengar kekuatannya cukup kuat " kata sang teman
" Ya kita berharap saja jin muslim tak bertambah lagi di kota ini " kata jin satunya. Yang asyik membahas orang orang sakti pelindung jin muslim .
" Ya biar mereka habis, Dan kita berjaya makin banyak " kata jin yang paling tua .
Dan ketika mereka ngobrol sekelebat bayangan menghilang cepat meninggalkan tempat itu. Setelah mencuri dengar apa yang sedang para jin kafir bicarakan .
Sedangkan Yuna tiduran diruang tengah di pakuan Malik bersama para keponakan nya Yang juga sedang menonton film bersama sang umi dan abi nya .
" Sudah ngantuk " kata Malik mengusap . kepala Yuna pelan Yang tidur ber batalkan paha Malik .
" Belum bi, nanti bentar lagi ya " kata Yuna manja Yang membuat Fatma dan umi Farhan saling pandang .
" Ya '......tidur lah " kata Malik yang slalu ingin memanjakan sang istri di masa masa mengidam Membuat Malik di wanti wanti umah nya Agar bersikap dan hati hati untuk menghadapi sikap Yuna yamg berubah rubah
" Ya bi , pungung Yuna bi " kata Yuna
" Ya sayang " kata Malik mengusap pungung Yuna pelan Agar Yuna tenang
Yang membuat Yuna terpejam Dan mulai terlelap tidur.
" Mal kok ngak dibawa kekamar nak "kata umah
__ADS_1
" Bentar umah baru tidur biar lelap dulu " kata Malik yang mengusap kepala Yuna
" Ya nak tapi ingat jangan lengah dengannya usahakan mantu umah slalu di jaga Dan diawasi " kata umah