Suamiku Dari Kota Saranjana

Suamiku Dari Kota Saranjana
Bab 227


__ADS_3

Sedangkan Yuna baru saja berangkat tarawih bersama Lutfia Mikha dan Anis


Menuju masjid sambil membawa bungkusan uang di dalam tas rukuh nya


Dan ketika sampai masjid Yuna pun meletakkannya dalam kotak amal .


Setelah selesai Yuna kembali ke barisan untuk menunggu waktu sholat duduk Sambil berzikir menunggu waktu isya


Sedangkan didepan Malik bersama Aziz Yusuf dan Arjan juga Arjun sedang mengelar sajadah . Yang membuat perhatian para jamaah lain tertuju pada Malik membawa anak angkatnya itu .


" Ustad tuh anak spesial banget ya ikut terus sholat " kata seorang bapa tua di samping Malik .


" Iya pa karna ngak mau jauh dari abi dan uminya " kata Malik tersenyum


" Masyaallah masih kecil sudah rajin ibadah kaya orang tuanya " kata Bapa tua itu yang juga tahu kalo Aziz anak angkat Malik .Dan itu bukan aneh lagi Karna Aziz juga suka ikut mengaji Dan ustad Ali mengatakan Hafalan Aziz sangat bagus.


" Ustad Malik jadi imam ya hari ini " kata ustad Ali .


" Lho Ustad Irsyad ngak jadi pa " kata Malik


" Ustad Irsyad lagi berhalangan tadi dapat musibah kecelakaan pas sebelum ashar nanti habis tarawih ana mau besuk " kata ustad Ali


" Astagfirullah... kalo begitu sama sama saja ustad Ana ikut besuk " kata Malik


" Ya gampang nanti ayo silahkan " kata ustad Ali yang meminta Malik menjadi imam malam ini .


Malik pun maju Sedangkan ustad Ali mengisi barisan Malik di sebelah Aziz Yang membuat Aziz tersenyum pada ustad Ali Dan mereka pun mulai untuk sholat .


**********


Selesai sholat tarawih Yuna pun ikut ingin membesuk tetangga mereka. Karna tadi ustazah Aisyah istri ustad Ali mengajak Yuna untuk ikut . Tapi Yuna bilang akan minta Izin pada suaminya terlebih dahulu.


" Ya sudah dinda bisa sama Lutfia dan Aziz juga Mikha dan Anis sama Arjun ya Hati hati dijalan " kata Malik . Ketika Yuna minta izin ingin ikut membesuk tetangga nya tersebut .


Dan mereka pun berangkat setelah Malik berangkat Dengan bapa bapa lain memakai mobil Malik yang dibawa Arjan .


.


Yuna masuk lebih dulu bersama Aziz karna


Lutfia dan Mikha memilih ditengah Jadi Yuna duduk didepan bersama Aziz


" Nona .... kaya nya malam ini mendung Anis bawakan jaket ya " kata Anis melihat cuaca sedikit terasa dingin .


" Ya nis" kata Yuna


Lalu mereka pun berangkat menuju rumah sakit Mengikuti dua rombongan mobil didepan. Entah mengapa Yuna merasa tak enak Seperti ada sesuatu yang akan terjadi .Yang membuat nya sesekali Melihat kiri kanan seakan ada orang mengawasinya.


Tampa mereka sadari dua buah mobil mengikuti mobil yang ditumpangi Yuna Dan satu nya mobil tronton besar yang siap melindas mobil kecil .


Tak lama mereka pun sampai dengan selamat dirumah sakit .Dan disana mereka hanya sebentar . Malik yang melihat Yuna dan Aziz ikut tersenyum lalu menghampiri istrinya itu.

__ADS_1


" Abi pikir ngak jadi ikut , Apa tidak lelah " kata Malik mengandeng istrinya setelah mereka membesuk hendak pulang kerumah


" Ngak bi " kata Yuna tersenyum lalu mereka kembali melangkah menuju parkiran mobil untuk pulang


Sedangkan Mikha Anis dan Lutfia yang sudah lebih dulu di parkiran Menunggu Yuna dan Malik .


" Abi umi " kata Aziz yang bersama Anis


" Hai tunggu situ saja " kata Yuna


" Ya " kata Aziz mengangguk .


" Ayo dinda " kata Malik yang mengandeng tangan Yuna .Namun Yuna yang melihat cahaya lampu menyilaukan matanya langsung melepaskan tangan Malik


" Abi....... cepat pergi " kata Yuna mendorong Malik yang menyebrang hingga kaget Dan brak...... brak....


Semua orang pun melihat kearah Malik dan Yuna


" Umi........." teriak Aziz yang melesat cepat namun terpental


" Aziz " teriak ..... Arjun dan Arjan yang cepat menyambut tubuh mungil itu


Byar.. ...... api pun menyala membakar truk besar itu yang membuat semua orang kaget Arjan yang melihat Malik tersungkur lemas dengan cepat menyambar tubuh tuan nya itu kepinggir


" Dinda ....... dinda...... " teriak Malik


" Tuan ..... jangan " kata Arjun dengan mata berkaca kaca sambil mengedong Aziz yang lemas .Sedangkan Arjan menahan Malik untuk tidak mendekati kobaran api itu.


Semua orang yang ada disitu pun menghampiri ustad Malik. Sedangkan disisi lain mobil damkar sedang menyirami truk pembawa minyak itu


" Ya Allah .. .. tolong istriku " isak Malik yang membuat Mikha dan Anis juga Lutfia ikut terisak melihat Malik menangis .


Ustad Ali hanya bisa terdiam melihat kejadian naas itu Yang membuat nya cukup terkejut pada apa yang ia lihat .


Kalo ustazah Aliya sempat mendorong Malik agar selamat


Sedangkan disisi lain seorang wanita tersenyum puas Mendengar kabar tewasnya orang yang mereka harapkan


Karna itulah rencana mereka dari awal .


Bisa melenyapkan musuh mereka dengan sekali perintah


Di tempat lain sebuah tubuh melayang


diatas awan dengan mata terpejam


Seakan tidur lelap .


" Nona ......." bisik seseorang


Wanita itu membuka matanya dengan terkejut .

__ADS_1


" Allahuakbar ..... Qoyum kita dimana " kata Wanita itu yang tak lain Yuna


" Kita di awan hampir saja nona celaka kenapa pasrah bukan kah kita punya kekuatan " kata Qoyum


" Ini takdir...... apa.....jadi aku belum mati "


kata Yuna kaget


"Hahaha ..... apa nona berharap mati " kata Qoyum duduk bersandar pada awan


" Astagfirullah ... abi " kata Yuna Mengingat ia mendorong Malik kesamping .


" Tuan baik baik saja nona . Nona harus memulihkan tenaga dalam untuk beberapa hari ini. Jantungku hampir copot karna nona hampir celaka Biar kan dulu mereka disana " kata Qoyum santai


Yuna pun terdiam duduk tenang diatas awan putih yang berjalan entah kemana .


Karna ini bukan pertama kali nya Yuna mengalaminya .


Di tempat Lain Malik terduduk lemas dirumah sakit , Dan dokter hanya menyatakan 1 orang yang tewas karna kecelakaan itu.


" Apa mungkin korban cuma satu .berarti truk itu tak bertuan Atau sengaja di buat untuk rekayasa kecelakaan " kata Arjan berpikir logis


" Hua umi .....umi...... umi......tangis Aziz .yang menangis jasad terbakar diatas brankar .


" Tuan ..... sudah jangan menangis " kata Mikha yang juga terisak tapi pelan .


Namun Aziz tetap menangis nyaring ..Para tetangga Malik hanya bisa menarik nafas dalam Melihat bocah kecil itu menangis nyaring Tak mau berhenti Yang menjadi perhatian para pengunjung rumah sakit dan dokter Bahkan sampai ke istana jin bawah laut


" Allahuakbar anak..... itu menangis apa yang terjadi " kata rajin jin yang bangun ditengah malam


" Ayo kita kesana tuan" kata ratu yang berganti pakaian .


" Azil ....... Azil....... ada apa dengan cucu ku disana kenapa dia menangis nyaring " teriak raja jin tua itu di depan pintu kamar


" Ceklek....... Azil tidak tahu ayahanda kami akan kesana melihat nya ." kata raja jin .


" Ya cepat ...... sakit telinga ku mendengarnya menangis " kata raja tua itu


Wus...... wus .... wus....... mereka pun hilang


dalam sekejap menuju ke dunia nyata tampa persiapan apa apa


Sedangkan Yusuf mengusap bahu Malik yang terisak duduk bersandar dinding rumah sakit .


" Dia pergi ..... suf , aku tak bisa menyelamatkan mereka " kata Malik terisak


" Sabar .... Mal .... Allah pasti tahu apa yang terbaik " kata Yusuf mengusap punggung Malik


Sedangkan Aziz mulai terdiam ketika Anis memeluknya Dan lalu tertidur .Karna lelah menangis hampir dua jam tak berhenti.


Karna melihat umi nya ditabrak truk .

__ADS_1


__ADS_2