
Malik lalu berangkat mengajar seperti biasa Sedangkan Yuna asyik dengan bukunya di kamar . Karna ia ingin belajar membuat desain baju muslim .
Sedang kan Malik yang baru selesai mengajar langsung keruangan nya untuk istirahat sebelum melanjutkan lagi satu jam kedepan .
Tok....tok...tok.....
" Masuk " kata Malik yang mengecek nilai para siswanya .
Ceklek......
" Ustad apa ana menganggu " kata Billa yang masuk keruangan Malik
" Ustazah Billa silakan duduk Ada perlu apa ya " Kata Malik kaget .
" Ana hanya mau bicara penting " kata Billa lirih
" Silahkan Bil waktumu hanya 45 menit karna Ana mau mengajar lagi " kata Malik tenang .
" Apa ustad yakin tak mau berpoligami , Apa dia bisa melayani mu dengan baik . Yang kulihat dia hanya mengurung diri Dan sibuk dengan dirinya sendiri " kata Billa
" Bil..... anta sudah tahu jawaban nya . Ana tetap tak ada niat berpoligami. Hanya Yuna satu satu nya istri Ana tak akan ada yang lain .Kecuali Allah memisahkan kami " kata Malik tegas Karna tak ingin memberi kan harapan palsu pada Billa
" Tapi Mal ....kita sudah lama berteman Apa kau tak punya perasaan sedikit pun padaku Apa kebaikan ku tak ada artinya Apa yang harus ana lakukan untuk mencari perhatian mu Mal " kata Billa
" Astagfirullah Bil , Ana tak bermaksud apa apa .Ana baik bukan mencari perhatian orang Tapi memang ana ingin menjadi seorang muslim yang baik Kepada siapa pun .Tampa niat tersembunyi atau pun memberi harapan palsu " kata Malik terus terang Karna ia bingung dengan pemikiran Billa. yang menurut nya kaku
" Tapi ustad kita sudah ......" kata Billa lirih
" Diantara kita tak ada apa apa , kita hanya berteman baik Dan juga saling menjaga silahturahmi .Anta jangan salam paham. Lagi pula kita sudah sama sama menikah " kata Malik Yang mencoba mempertegas hubungan keduanya .
Billa pun terdiam Lalu berpamitan hatinya sakit ketika Malik kekeh bertahan pada prinsip nya Malik hanya menggelengkan kepalanya Ketika Billa pergi tampa mengucap salam Karna tahu pasti Billa kecewa Tapi Malik tak ingin memberi harapan Agar semua nya selesai Dan Billa tak berharap lagi padanya .
" Aku akan membalas mu Mal.....akan ku buat kau menyesal nanti " batin Billa yang merasa sakit hati. Lalu melangkah pergi meninggalkan ruangan Malik.
" Billa " kata Anisa memanggil sahabatnya itu Yang melihat Billa keluar dari ruangan Malik dengan menangis .
" Nisa " kata Billa kaget ketika Anisa memegang bahunya
" Ingat Allah Bill , jangan larut dalam kesedihan .Belajarlah untuk iklas dengan takdir Allah " kata Anisa yang tahu Billa sangat berharap pada Malik
Billa terdiam lalu menghapus air matanya
Dan lalu mengambil tissue dalam tasnya .
" Ya terimakasih , ana pulang dulu ya " kata Billa yang bergegas pergi meninggal kan Anisa
__ADS_1
" Ya hati hati " kata Anisa Menatap kepergian Billa Yang menghilang di tempat parkiran Masuk dalam mobilnya
Sedangkan ditempat lain Alea baru saja beristirahat setelah mereka sampai di hotel bersama Helen dan Laras
" Huh ....capek juga ya jalan jalan . Jin jin di kota ini kok bajunya unik dan lucu lucu juga para hantunya " kata Helen
" Iya tapi mereka baik dan juga banyak yang muslim .Di mesir juga tapi sayang kenapa di sana banyak jin jahat dan setan ya . Bahkan mereka berkeliaran di jalan jalan mengerikan " kata Laras.
" Lah kan dulu negara mesir masih banyak yang percaya pada leluhurnya jadi wajar saja Bila masih banyak setan yang pintar ilmu sihir dan kafir Karna kita tak bisa memaksa keyakinan seseorang untuk berubah " kata Helen
" Iya juga ya , tapi aku ngeri juga karna hantu dan setan nya serem serem Len " kata Alea yang sempat bergidik ngeri tiap kali berpapasan dengan hantu di mesir Apalagi saat mereka mengunjungi meseum
tua di sana para setan terlihat berkumpul
" Sudah lupakan ayo kita siap siap , besok pagi kita pulang kekota saranjana aku rindu pulang ke rumah " kata Alea
" Iya aku juga Al kangen rumah " kata Laras
" Iya ngak kerasa ya jalan jalan nya sudah selesai , oh ya Al apa pulang nanti kau akan syukuran 4 bulanan .Kata umi kalo bulan keempat kita harus mengadakan yasinan karna di bulan itu Allah meniup kan roh bayi nya kedalam perut kita " kata Helen bercerita
" Iya mungkin len, aku kurang mengerti . Tapi para umi juga bilang begitu biar dapat anak yang sholeh atau sholehah.
Dan dapat rezeki yang berlimpah .Nanti kalian bantu bantu aku ya" kata Alea
" Itu pasti lagian kita harus saling membantu ya ngak ras " kata Helen
" Iya kita saudara walau ngak sedarah tapi kita seiman ya ngak, sayang nya Yuna jauh padahal dia bisa menetap di kota saranjana " kata Helen .
" Nanti kalo ada para siswa dan mubalig yang butuh guru ajukan saja ustad Malik kan biar bisa pulang ke indonesia ya ngak " lagian si Ani kan mau nikah tuh sama Abdullah nah kita bisa mengajukan petisi ke kerajaan untuk ustad Malik lewat panglima Ghani .Biar pas mengajar para mahasiswa jin jin nanti Yuna juga bisa ikut ke saranjana " kata Laras .
" Eh..... iya bagaimana kabar Ani ? Apa jadi dia balik ke saranjana " kata Helen.
" Entah lah waktu kita berangkat umroh dia belum datang Mungkin Ani masih mempertimbangkan nya .Tapi biarlah itukan urusan Ani dan Abdullah kita ngak perlu ikut campur " kata Alea
" Iya Al kita sekarang punya tugas sendiri fokus menjalankan usaha jualan kita sambil merawat kehamilan " kata Helen
" He....eh.... betul betul......kita jualan lagi ya Lumayan buat hiburan ketimbang sepi nanti kalo sudah punya bayi baru istirahat Tapi ngomong ngomong anak ku nanti mirip siapa ya " kata Laras berpikir
" Hahaha....... dasar hantu jawa , ya jelas mirip kalian berdua lah Masa mirip tetangga Kecuali tuh tetangga ikut celap celup " kata Helen terkekeh.
" Dih......mulutmu len , mana ada aku main celap celup sama tetangga Asli ini anak Jafar " kata Laras dengan wajah cemberut
" Bercanda ras jangan masukin ke hati di simpan di rempelo aja " kata Alea terkekeh.
" Iya baper banget sih kan cuma bercanda doang .Lagian aku percaya 100 persen tuh saham milik Jafar ngak bakal ketukar deh " kata Helen
__ADS_1
" Apa nya yang ketukar " kata Burhan mengangetkan ketiga wanita itu.
" Allahuakbar abang .... bikin kaget saja sih " kata Helen
" Iya nih , emang Aldi sama Jafar mana han " tanya Alea .
" Ada tuh , masih dibelakang tadi pada lihat gadis bule lewat pake bikini jadi betah ngak pulang pulang " kata Burhan Yang menunjuk dua pria yang masih berjalan kearah mereka.
" Jangan bikin Fitnah han , asal aja tuh ngomong itu bohong bi . Kita cuma lagi beli jam kok " kata Aldi menatap tajam Burhan .
" Tahu nih dasar jin arab nyasar Bikin omongan menyesatkan itu dosa. Baru juga pulang mengugurkan dosa malah bikin dosa lagi " kata Jafar yang langsung duduk di sebelah Laras .
" Iya tuh senang banget cari celah hasut menghasut " protes Aldi
" Hahaha .... bercanda bro kok marah sih kan hanya menguji hati para istri " kata Burhan tergelak.
" Cih..... len Burhan punya gandengan cewek baru tuh , lho marah ngak " tanya Jafar mengoda Burhan
" Heh......jangan macam macam bro " kata Burhan kaget .
" Abang ...... " kata Helen memasang wajah cemberut .
" Jafar ...lho ya " kata Burhan melotot .
" Hahaha .... tuh kan bini lho aja pasang wajah cemberut baru di goda Apa lagi benaran " ledek Jafar tertawa
Sedangkan Alea dan Aldi hanya tersenyum
mendengar candaan teman temannya. .Dan tampa mereka sadari Dari balik jendela dua pasang mata sedang memperhatikan mereka .
" Sudah ayo kembali kekamar kita beres beres besok kita sudah harus kembali ke saranjana " kata Aldi Yang membuat mereka pun beranjak dan kembali ke kamar masing masing
*********
Di rumah besar Yuna baru saja ingin merapi kan pakaian nya di lemari ketika tangan mungil memeluk kaki nya .
" Lailah ailalah muhammad rasulullah " kata Yuna kaget .
" Hehehe umi kaget ya " kata bocil itu tersenyum
" Allahuakbar kapan Aziz datang kok umi ngak tahu" kata Yuna yang lalu berjongkok sejajar dengan tubuh Aziz .
" Baru saja tapi shut ....... Aziz tadi main sembunyi sembunyi di istana trus kesini " kata Aziz polos .
" Ya Allah kalo abi dan umi nyari Aziz gimana ?" kata Yuna
__ADS_1
" Shut...... kan main nya sampai sore nanti sore baru Aziz pulang .Aziz kangen umi Abi kemana umi ini oleh oleh buat umi ?" kata Aziz membawa kantong kecil Yang membuat Yuna tersenyum dan terharu Lalu mengandeng nya Aziz untuk duduk di sofa