
Dua teman Malik itu menatap Amar penuh selidik Karna penasaran
" Penasaran ya " goda Amar
" Ck.........sok tahu lho mar jangan fitnah orang dulu di kairo Malik di tempel sama Billa terus .
" Lah bukti nya ngak nikah sama Billa kan , Malah Billa nya sama Ali kan sekarang " kata Amar
" Lah Billa kok mau sama Ali kan biasa tuh anak padahal Billa cantik " kata teman Malik
" Cantik mana sama yang itu " kata Amar memainkan matanya .
Membuat kedua teman Malik itu saling pandang .Karna setahu mereka Billa teman sekampus mereka Dan juga cantik Tapi jadi pertanyaan nya Malik malah memilih gadis biasa Yang bukan ustazah Dan meninggalkan Billa
" Kurasa sih kurang lebih sama Malah Billa lebih pintar Dan dia juga mengajar di Al azhar Tapi kok ...... " kata teman Malik
" Kalian tahu ... , kenapa Malik memilih Aliya dari pada Billa bukan karna pintar cantik dan pendidikan nya Tapi karna ini ." kata Amar menunjuk dadanya ..
" Maksudnya " kata keduanya menatap Amar
"' Hatinya lah , Malik harus sabar menunggu istrinya membuka hati karna di tolak Padahal dia bukan ustazah kan Dan pasti kalian penasaran . Tapi untuk jawabannya kalian bertanya langsung saja pada sang empu nya " kata Amar Yang memanggil Malik yang sedang membawa segelas es buah
" Hai bro.....apa kabar " kata Iswan pada teman nya itu
" Wah kalian datang juga atau lagi pulang kampung nih " kata Malik .
" Sekalian pas cuti , Gimana kairo baik kan " kata Bani
" Alhamdulilah kalian dapat salam dari Maryam " kata Malik
" Inalilahi , walaikum salam gila lho Mal Tapi gimana kabarnya dia " kata Iswan
" Ya masih seperti dulu " jawab Malik
" Pastinya lho di lecehkan kan " tawa Bani yang tahu kalo Maryam genit
" Hahaha .......tapi itu godaan menantang kan bro " kata Amar tertawa
" Aish senang lho mar, pusing ana lihat tingkahnya kalo ngak wanita sudah ana cekik tuh ukhti " kata Malik
" Hahaha ..... bisa juga lho kesal Mal , Tapi kalo khilaf ngak masalah kan " goda Bani terkekeh
" Ck ... buat lho aja Ban, Malik ngak akan tergoda .Kalo dia meleng dikit istrinya banyak yang nampung " kata Amar membuat Malik mendelik
__ADS_1
" Mar ......" kata Malik menatap tajam pada Amar. Karna Malik tahu Amar menyukai Yuna sejak lama .
-" Bercanda bro " kata Amar tertawa mengoda
" Heh bisa galak juga lho bro " kata Iswan
" Iyalah .... karna posisinya terancam " kata Amar terkekeh
" Sialan lho mar jangan macam macam " kata Malik
" Ya ngak lah bro. satu macam aja lah kalo 3 macam nanti jadi musuh bangkotan kita " kata Amar
" Kalian bicara apa sih, kita ngak gerti " kata Bani
" Biasa lah urusan cinta paling " kata Iswan yang bisa menangkap sinyal kecemburuan di mata Malik yang belum ia tahu apa intinya .Tapi pasti ada rahasia diantara kedua temannya itu
" Santai bro biasa masalah pria ayo makan " kata Amar .
" Dah kenyang kalian aja sana " kata Malik
" Kita sudah Mal, Oh ya istri mu hamil berapa bulan Mal tuh perut sudah gede " kata Iswan
" Enam bulan ini wan, mungkin kalo kalian masih disini bisa datang pas tujuh bulanannya " kata Malik yang ingin syukuran sekalian Memperluas rumah sang abi ketanah nya Biar tidak sempit bila banyak tamu yang menginap
" Kan kita ngajar di sini Mal sudah pindah dari bengkulu , Iswan di barabai . Ana di rantau " kata Bani
" Ya bro " kata Amar
" Nah kan bisa kumpul kita pas syukuran Lagian lama ngak reuni " kata Malik yang memang sudah lama tak kumpul dengan teman seangkatan nya Yang sama sama dari kalimatan selatan
" Insyallah asal ada tempat menginap kita datang bro Ya seperti ini. kan kita ginap tempat Amar " kata Iswan
" Itu mah gampang bro , kalo sama Malik kan aman dia banyak pulus " kata Bani yang tahu gaji Malik lebih besar
Yang membuat mereka tertawa bersama Sedangkan Yuna duduk si sebelah Noorjannah teman nya dulu. Teman waktu se lulus sma
" Tambah cantik aja Yun padahal lagi hamil " kata Noor mengusap perut Yuna
" Iya Noor pengaruh hamil nih , kamu berapa bulan Noor " kata Yuna balas mengusap .
" Masih muda 3 bulan Yun jadi masih belum ngidam " kata Noor yang memeluk lengan Yuna erat .
" Enak ya punya suami ustad sayang ngak , maksudnya romantis ngak sama istri Tuh barang pasti segede lobak arab kan orang tinggi gitu dan cakep " bisik Noor yang membuat Yuna memutar bola matanya
__ADS_1
" Kau ini Noor ngak jauh jauh cuma nanya ular kadut suami orang " bisik Yuna Yang membuat Noor ter kekeh
Karna kemaren ia juga mengoda Helda teman mereka yang menikah dengan ustad juga bahkan turunan arab
" Kan penasaran Yun Apalagi ganteng kaya gitu , buat hati ku meleleh .Pengen deh digodain " kata Noor
" Ih dasar genit di marahin laki lho baru
tahu rasa bisik Yuna sambil tertawa
" Pake akal Yun bilang ngidam nanti bayi ileran pengen dipeluk ustad Malik " kata Noor terkekeh
" Astagfirullah dasar lho tukang kibul " kata Yuna mencubit Noor
Yang membuat Noor tertawa. senang
Karna bisa mengoda Yuna .
" Tapi boleh kan Yun dikit aja " kata Noor menjentikkan jarinya .
" Tahu ah " kata Yuna memasang wajah kesal membuat Noor tergelak sampai beberapa tamu melihat kearah mereka berdua .. Namun Yuna dan Noor hanya tersenyum pada para tamu
" Yun boleh kan " kata Noor lagi
" Minta foto nya sekali dirangkul doang biar bisa keturutan ganteng kaya ustad Apalagi kalo keren dan ganteng gitu bisa klepek klepek deh .Paling nih anak besok perempuan ngak bisa lihat pria tampan Yun " kata Noor
" Apa iya gitu, tapi umah bilang ke kebanyakan gitu Apabila hamil anak perempuan Tapi aku kok ngak " kata Yuna
" Memang anak mu perempuan Yun .Sudah usg ya " kata Noor
" Eh..... ngak laki , salah sebut " kata Yuna Yang lupa kalo ia hamil kembar Salah satunya beda alam .
Lalu keduanya pun asyik ngobrol Sampai selesai Yuna pun pulang .Dan Noor benar benar melaksanakan niat nya berfoto dengan sang suami yang membuat Yuna hanya bisa menggelengkan kepala nya .
Sedangkan Malik yang diminta berfoto merangkul punya alasan sendiri untuk menolak karna bukan muhrim . Jadi hanya berfoto bias Lalu setelah itu Malik pun membawa istrinya pulang
*********
Sedangkan di istana pesisir pantai Aziz sedang duduk sambil belajar karna ada hafalan yang harus ia hafal Apalagi ia bertekad ingin cepat naik kelas Dan duluan liburan.
" Tuan pangeran apa tak mau makan dulu
ini sudah siang " kata seorang dayang
__ADS_1
" Nanti saja , Aziz mau belajar " jawab Aziz yang tak mau diganggu karna ia ingin fokus belajar membuat umi ratu memperhatikan gerak gerik putranya itu
" Masyaallah hanya karna ingin .libur ia lupa makan untuk bertahan menghafal " kata Umi ratu mengeleng kan kepalanya Karna raja pun menyerah untuk merayu Aziz Membahas Aziz rindu pada orang tua angkatnya itu Yang membuat Aziz sibuk