
Malik pun lalu langsung mengedong Aziz yang mencium Yuna dan meluk leher umi nya itu karna kangen
" Aziz rindu " kata Aziz
" Umah ya membawa teh pun kaget melihat Aziz yang tertawa digendong Malik
" Aziz....." kata Faridah yang kaget datang bersama Fatma membawa gorengan untuk umah dan tukang
" Ye.... kak Arit " kata Aziz yang minta turun lalu berlari memeluk Faridah lalu mereka pun kedalam ngobrol .
" Tuan nona mereka datang bersama abi dan uminya " kata Anis .
" Hah ....bi " kata Yuna .
" Ayo pulang ngak enak membuat mereka menunggu " kata Malik menyuruh Anis membantu Yuna membawa kue ke mobil Sedangkan Malik pamitan pada tukang dan umah .Lalu Malik juga menjelaskan pada Aziz besok minggu bisa bertemu Faridah lagi . Karna tak enak bila tamu lama menunggu dirumah
" Malik pun membawa mobil kearah tempat sepi Dan wus....... hilang dalam sekejap mata .
Sedangkan dirumah pedesaan Amar sedang melihat wanita yang ingin diajak taaruf Dan dua terlihat sopan .
" Ngak masalah nak yang penting bisa membimbing Nurul " kata abah ulam pada Amar Yang sempat ingin bertanya secara pribadi pada Nurul lalu mengajak Nurul bicara di teras Tak jauh dari keluargga yang berkumpul
" Apa de Nurul sudah siap menikah " kata Amar sekilas melirik gadis itu yang terkesan sederhana .
" Insyaallah ustad " kata Nurul
" Berapa umur de Nurul " kata Amar
" 20 tahun ustad saya sempat menambah tinggal karna magang mengajar " kata Nurul yang tahu Amar juga lulusan Kairo mesir . Namun tak setampan Malik Namun cukup keren
Karna terkesan gaul
" Tapi ustad punya syarat pada de nurul
agar tak salah persepsi Dan de Nurul juga bisa mengajukan syarat " kata Amar
" Apa iya " kata Nurul
" Iya jadi silakan ade duluan " kata Amar yang terpaut 7 tahun dengan Nurul dan 5 tahun dengan Yuna .
" Boleh saya minta mahar 100 gram Dan perlengkapan rumah " kata Nurul
__ADS_1
" Tak masalah " kata Amar
" Lalu ustad minta syarat apa ?" kata Nurul sedikit gugup .
" Ustad minta dua syarat pertama
Bila nanti kau bukan perawan maka malam itu juga akan jatuh talak satu
Kedua taati perintah ustad selama kau menjadi istri ustad Dan jangan banyak membantah . Apa kau sanggup " kata Amar
" Saya sanggup ustad Tapi apa Nurul harus ikut kemana ustad pergi " kata Nurul .
" Tidak harus kecuali memang jauh " kata Amar .
" Baik " kata Nurul yang tertunduk Dan Amar mengawasi gerak gerik Nurul yang terlihat gugup dengan nya .
Nurul pun hanya bisa terdiam karna dia jarang bertemu Amar dulu dia hanya sering melihat ustad Malik muda ikut berkumpul dengan sang kakek .Dan kakeknya bilang Kalo ustad Malik menolak nya padahal Nurul seorang hafizah .jadi gadis rebutan dan cukup cantik .Namun yang datang berbeda
Setelah basa basi sekedarnya keluarga pun sepakat bulan depan akan menikah
Dan pernikahan diadakan di masjid dekat rumah abah Rahman .
Sanah pun senang akhirnya perjodohan
Setelah acara temu keluargga selesai mereka pun makan bersama Dan abah ulam bertanya pada ustad Rahman kenapa ustad Malik tidak ikut
" Istrinya sedang tak enak badan abah jadi ngak bisa di tinggal Dan ada tukang juga di rumah Karna ustad Malik membangun rumah . Mungkin kami akan mengundang tujuh bulanan ustazah Aliya nanti bila jadi dilaksanakan sesudah pernikahan Amar " kata abah
" Apa mereka pindah dari kairo " kata abah ulam yang lama tak bertemu Malik
" Untuk sementara waktu abah , Karna istrinya ingin pulang dan melahirkan disini Jadi Malik minta pindah tugas " kata abah
" Ya pasti nya senang abah bisa melihat cucu sendiri.
" Oh ya tapi umi dengar Istri ustad Malik bukan dari lulusan pondok tapi SMA biasa apa benar abah " kata umi istri abah ulam
" Ya benar umi Aliya lulusan sarjana biasa bukan dari pondok tapi ustazah Aliya cukup baik dalam ilmu agama
" Berarti bukan Hafizah kan " kata umi lagi
" Ya ..umi ." kata Abah
__ADS_1
Setelah itu semua diam .Yang membuat keluargga abah ulam bingung kenapa ustad Amar yang bersedia untuk menikahi cucunya bukan ustad Malik Padahal tak ada larangan untuk poligami Karna abah ulam juga tahu Malik sudah menikah karna dulu ia hadir dalam acara resepsinya .
Nurul yang mendengar hanya diam karna tak mungkin menolak karna sudah ada kesepakatan . Dan abah ulam hanya bisa berlapang dada . Lalu setelah menikmati makan ustad Ulam mendekati abah Rahman untuk bertanya.
" Maaf abah kenapa ustad Malik menolak Nurul padahal cucu abah lebih baik dari Aliya . " kata abah ulam yang dulu juga satu pesantren dengan ustad Rahman
" Masalah itu abah bisa bertanya langsung nanti dengan Malik secara pribadi " kata Abah Rahman santai Karna sudah banyak orang yang menanyakan putranya itu.
" Ya ... ya abah mengerti ,tapi istrinya juga mengajar mengaji " kata abah ulam
" Maaf abah untuk itu abah juga bisa bertanya pada Malik Karna dia yang bisa menjawab nya " kata abah Rahman yang tak mau ikut campur urusan anak dan menantunya Karna Yuna tak mungkin bisa di gantikan oleh siapapun .
Sedangkan Amar hanya mendengarkan saja pembicaraan dua sesepuh itu. Ustad Sofyan yang melihat itu hanya tersenyum karna memang banyak para ustad yang ber nego jodoh dengan ustad Malik Namun ustad Malik terkesan santai
Dan tak ambil pusing.
" Mar kau sudah siap " kata ustad Sofyan
" Ya bah santai saja tak masalah jodoh tak akan kemana " kata Amar yang tak memaksa siapa pun kalo memang tak mau dengan nya .
" Bang kalo ngak mau ya sudah masih banyak yang lain kan " kata Yusuf
" Yah ngak jadi pesta makan kita " bisik Alan pelan
" Siapa bilang ngak jadi ..Kan ustad Malik juga bikin acara kalo batal bahkan lebih banyak sekalian syukuran rumah " bisik Yusuf
" Hah ...serius " kata Alan
" Sepuluh rius " kata Amar dan Yusuf kompak membuat mereka tertawa bersama .
" Hadeh ada ada saja kita ini kok masalah makanan kok dibahas " kata Amar
" Ya buat hiburan kita ustad " kata Alan yang memang suka bercanda .Dan mereka paling senang bila berkumpul ustad Malik dan Amar karna mereka memang ustad yang baik dan ramah juga royal dalam memberi
Setelah selesai mereka pun berpamitan lalu pulang bersama Karna acara berjalan
lancar Dan kembali kerumah masing masing Karna sudah sore .
Ditempat lain Malik bergegas masuk rumah nya Karna takut tamu nya menunggu terlalu lama .
" Assalamualaikum tuan ku " sapa Malik
__ADS_1
" Walaikum salam " jawab semua orang yang duduk di ruang tamu
Yuna menyusul dari pintu belakang bersama Anis dan Aziz. Karna banyak membawa kotak kue lalu langsung menata di piring besar Lalu menyuruh Anis dan Mikha mengantar nya ke ruang tamu