
Pagi ini suasana terlihat sepi di rumah Yuna dan Malik karna mereka lelah .Dan sehabis subuhan tidur lagi Sedangkan Yuna di dapur bersama Mikha dan Anis Yang menata makanan di atas meja Karna Yuna menyuruh Arjun membelinya. Karna masih lelah Yuna malas memasak.
" Nona apa ini semua di tata " kata Mikha
" Ya Mikha oh ya apa Aziz sudah pulang " kata Yuna
" Seperti sudah nona , tuan Aziz pulang setelah subuh takut abi dan umi nya menjemputnya. Jadi tuan Aziz pulang lebih dulu " kata Anis Yang sempat di kabari teman dayangnya yang memberi tahu sang ratu rindu bertemu Aziz
" Bagus lah anak itu betah Karna ada teman bermain nya Tapi akan fatal bila mereka tahu kalo Aziz bukan ....." kata Yuna menggantung Karna melihat Farah menuju kearah nya .
" Pagi bi , hai bibi Mikha dan bibi Anis " kata Farah menarik Kursi dan duduk disebelah Yuna .
" Lho bangun sendiri kak Farid mana , Farah mau makan, ayo makan bibi sudah kenyang nih " kata Yuna
" Ya sama bi ,Farah makan ya . Tadi malam Farah itu mendengar ada yang berisik di sebelah kamar Farah bi, Trus Farah cari ngak ada .Kak Farid tidurnya pulas .Tapi aneh Ketika Farah buka kamar kok sepi " kata Farah sambil mengisi piring untuk makan
Yuna terdiam menatap Mikha dan Anis
Karna kamar yang ditempat Farid dan Farah memang paling ujung Tapi aneh juga kalo ada yang berisik batin Yuna Yang curiga pada sesuatu
" Hei...... de Farah sudah makan duluan kak Farid kira main sama Aziz . Oh ya Aziz mana bi " kata Farid yang baru kedapur
" Farid makan gih ,Aziz lagi pulang ke kerumahnya Bibi masih kenyang minum susu " kata Yuna yang mencomot kue basah dan memakan nya..
Tak lama umi Farhan pun ikut kedapur lalu duduk di sebelah Farah Yang sedang asyik makan bersama Faridah
" Tumben sepi pada kemana nih ?" kata umi Farhan
" Biasa kak lagi pada belum bangun Abi juga masih tidur Tadi habis subuhan langsung merem katanya capek " kata Yuna .
" Ya .. cup...... " kata Malik yang lalu duduk disebelah Yuna
" Astaga abi kirain belum bangun " kata Yuna .
" Lapar sayang karna tidur lama " kata Malik yang lalu ambilkan makanan di piringnya.
" Sudah cukup sayang Dinda ngak makan " kata Malik menatap lekat sang istri Yang memberikan piring
__ADS_1
" Tadi sudah makan sop dan roti bi , Abi makan dulu " kata Yuna
" Ck....... suamimu itu Yun jangan dimanja nanti kebiasaan Apalagi Yuna sedang hamil " kata sang kakak.
" Eh .... kok gitu ,ngajarin ngak benar nih Mana ada orang Yuna istri Malik bukan kaya kakak " kata Malik protes sambil makan Yang membuat Yuna tersenyum. pada candaan kakak ipar nya
" Lah harus nya Yuna yang harusnya dilayani Mal, bukan Malik Yang di perhatian sama Yuna .
" Hadeh kompor bledug senang ya bisa mengompori adik sendiri , ingat Malik itu banyak duit nya mi kenapa umi ribut masalah layanan " kata Arham yang ikut bergabung
" Mantap bagus bang perlu diceramahi tuh bini, lagian ngapain juga ngurusi Malik " kata Malik protes
" Heh ...kudu luh kan biar bisa leyeh leyeh kan Yuna harus jadi ratu dirumah
Apalagi masa masa bawa perut tuh bi " Kata umi Farhan tak mau kalah
" Sudah ah bi , makan aja malah nanti jadi panjang urusannya " kata Yuna Yang tak mau mendengar perdebatan sang suami dan kakak iparnya .Yang membuat Yuna pusing mendengarnya .
"' Iya sayang kan kak mir sengaja cari masalah sama abi " kata Malik sambil melirik sang kakak
" Yun lagian suami mu ini keenakan mentang mentang duit banyak trus santai santai Kan sudah ada pelayan
" Heh...... itu nyindir Malik apa kak Arham sih " kata Malik
" Dua duanya " kata sang kakak.
" Lah dendam sama laki kok lempar ke Malik apa hubungan nya .Kan Malik ngak ada masalah sama Yuna kak. Aneh deh bang bini abang tuh , kesambet jin kali pas salah nyangkut " kata Malik Yang membuat Yuna tertawa
" Hahaha........ abi apaan sih " kata Yuna Terkekeh karna baru kali ini melihat wajah
Malik cemberut .
" Ih senang banget ya , lihat abi ngomel " kata Malik menoel hidung Yuna
" Hehehe .... lagian abi ngomel ngomel kenapa kan kak Mir cuma godaan abi " kata Yuna
" Mana ada godaan kita kak Mir sengaja cari masalah " kata Malik ngomel
__ADS_1
" Tuh Yun, suami mu kalo ngomel gitu itu sambil manyun " kata umi Farhan terkekeh
Sedangkan Faridah Farah hanya diam Begitu juga dengan abi Farhan yang asyik makan .
" Jangan dengarin de, biasa kak Mir itu lagi nyindir abang Dan iri sama kita " kata Malik
" Sudah bi , ngak usah dibahas " kata Yuna Yang takut masalahnya akan melebar Lalu memegang lengan suami nya Yang sudah selesai makan
Malik pun tersenyum merangkul bahu Yuna dan mencium kepalanya Yuna Yang terkesan romantis membuat Faridah dan Farah saling lirik Dan juga tersenyum melihat sikap paman mereka.
" Paman romantis ya kak " kata Farah
" Iya nanti kalo sudah besar kakak juga mau cari pria yang seperti itu " kata Faridah
"' Iya kak Farah juga , Farah betah tinggal disini Pengen sekolah disini aja ikut paman dan bibi Dan lagi ada Aziz yang baik hati bisa buat teman " kata Farah
" Iya sih Tapi kalo sekolah kak Farid disana aja dekat emak dan abah biar rame " kata Faridah Yang membuat mereka bercerita .
Yuna dan Malik yang mendengar kedua nya ngobrol hanya saling pandang Dan begitu juga sang kakak Yang membuat mereka saling diam .Bersamaan abah dan ubah dan umah yang ke meja makan untuk sarapan .
" Lah pada sudah ngumpul , kita ngak di bangunkan " kata umah
" Lupa umah kan pada baru bangun juga umah. Ayo abah umah sarapan dulu " kata Yuna
" Ya nak malah kita kesiangan ini " kata abah .
" Ngak papa bah kita juga baru sarapan" kata abi Farhan Yang baru saja selesai menikmati makan nya
" Alhamdulilah .... maaf bah umah kita duluan karna lapar " kata Arham
" Ngak pa pa nak " kata umah Yang lalu duduk disebelah abah setelah mengisi piring abah dan piring umah sendiri .
" Kita sudah kenyang bah umah , umi abi bibi paman kita main dulu ya " kata Farah yang mengajak Faridah pergi .
" Eh .. pada sudah sarapan ya " kata Fatma Yang juga ikut bergabung untuk makan bersama
Tampa mereka sadari dua pasang mata memperhatikan mereka Yang sedang makan bersama Sambil duduk diatas jendela.
__ADS_1
Yuna yang merasa ada yang janggal hanya melirik kearah jendela rumahnya Dengan tanda tanya Karna ada dua jin masuk rumah mereka tampa sepengetahuan nya.