
Semua tetangga kiri kanan pun mendatangi rumah itu , Malik dan Yuna berdiri di teras hanya melihat dari kejauhan Karna sudah banyak tetangga yang menghampiri tetangga mereka itu
" Ada apa sih " kata Helen
" Mana kita tahu kan kita ngak kesana " kata " Laras
Sedangkan Mikha dan Anis saling pandang lalu mereka kembali kebelakang Dan lalu menghilang.
Aziz duduk tenang setelah keluar dari kamar bermain bersama bayi Ulya Tampa perduli dengan apa yang terjadi di luar
"' Bi......" kata Yuna
" Mhem ..... ada apa dinda " kata Malik menatap istrinya itu
" Ah bukan apa apa, tadi mau lihat apa yang terjadi Tapi ngak usah lah " kata Yuna lalu duduk di sofa
" Sedang Arjun dan Arjun masih asyik ngobrol bersama dua teman nya
Tak lama Aldi Burhan dan Jafar datang menjemput para istri mereka. Helen yang tadi datang memakai mobilnya Terpaksa meninggalkan mobilnya di rumah Yuna
" Hei makan dulu sebelum pulang " kata Yuna karna sudah dari tadi menyiapkan semuanya bersama Mikha dan Anis
" Serius beb ngak menolak nih " kata Helen Yang memang lapar habis bangun tidur
" Iya dong , nanti tuh bawa pisang sama cake nya sama satu tuh sudah gue siapin " kata Yuna menunjuk kotak kue bersusun empat .
" Alhamdulilah rezeki anak sholehah , tapi kita doang nih Al tetangga enggak " kata Laras
" Nanti biar Anis dan Mikha yang mengantar sekalian ke istana sama Aziz ya kak Aziz nanti bantu bibi Mikha dan Anis ya " kata Yuna melirik Aziz
" Ya umi " jawab Aziz yang asyik bersama Ulya
Lalu mereka pun makan bersama keruang makan sebelum pulang .Dan sesudah makan mereka sholat magrib berjamaah di imami Malik Yang membuat Rumah serasa tenang dan sejuk Bayi Ulya pun ikut bersama uminya sholat di sebelah Yuna Yang membuat keempat temannya itu kagum Karna bayi Ulya bisa mengikuti gerakan sholat Walau belum tahu bacaan nya
***********
Di pesawat Nurul diam tak bergerak menikmati perjalanan nya sambil memejamkan matanya. Tampa berpikir yang lain
" De apa sudah tidur " kata Amar
" Iya bang tapi tidur ayam Nurul masih dengar kok " kata Nurul
" Hehehe...... emang tidur ayam begitu ya " kata Amar kadang Nurul membuatnya gemas karna tingkah polosnya
" Kata nenek begitu bang " jawab Nurul
" Kalo tidur kebo gimana " kata Amar
" Mendengkur kali bang " kata Nurul
__ADS_1
" Oh begitu ya, kalo ade mendengkur tidurnya berarti......." kata Amar
" Ih abang ngapain di bahas , Abang juga begitu kan kalo lagi kecapean suara dengkurannya lebih nyaring " kata Nurul
" Masa .....sih kok bisa , lain kali direkam aja biar abang bisa dengar " kata Amar
" Ih abang kurang kerjaan ya, pake direkam segala Dih malu bang " kata Nurul manyun Karna pasti kemaren suaminya itu pasti mendengarnya tidur mendengkur karna lelah
" Hehehe.......Ya kan biar abang tahu " kata Amar melirik Nurul yang sudah tak memejamkan matanya .
" Bang apa sampai nya masih lama " kata Nurul
" Dua jam lagi , kan de Nurul bisa tidur 1 jan lagi Sambil menunggu kita tiba di bandara " kata Amar
" Trus kita langsung kemana ?" kata Nurul menatap Amar
" Kerumah ustad Malik , kita tinggal disana untuk sementara waktu sambil menunggu abang dapat panggilan kerja " kata Amar
" Oh ...begitu emang mereka .punya rumah disana " kata Nurul
" Ya mereka punya rumah sendiri Dan kita bisa menginap " kata Amar
Disisi lain Arjun dan Arjun baru saja sampai dirumah setelah sholat isya Karna perjalanan lancar tampa halangan
" Alhamdulilah akhirnya sampai juga " kata Arjun
" Untung sudah makan , stock kita habis besok subuh kita belanja buat stock di lemari pendingin " kata Arjan
" Ya , oh ya apa tuan Amar jadi datang kesini " kata Arjun
" Entah lah ....mungkin mereka masih dalam perjalanan " kata Arjan
" Bisa jadi " kata Arjun yang lalu masuk kamar untuk istirahat Karna tadi mereka belum sempat istirahat karna ngobrol dengan Mikha dan Anis juga tuan dan nonanya .
" Nona Ulya sangat pintar ya jan " kata Arjun mengingat bayi Ulya
" Ya jun , pantas saja nona diincar para iblis pasti nona kecil punya kekuatan tersembunyi seperti umi nya " kata Arjan
" Ya itu pasti , eh bukan nya malam ini malam jum,at Kita belum menemui ustad Ali " kata Arjun
" Oh iya ayo kita kesana " kata Arjan Bangun dan keluar dari kamar Namun tiba tiba suara bel rumah berbunyi nyaring
" Siapa tuh " kata Arjun
" Biar ana lihat " kata Arjan menuju pintu utama Dan lalu keluar melihat pintu gerbang rumah
" Assalamualaikum " teriak Amar biar kedengaran jelas
" Walaikum salam " jawab Arjan yang lalu membuka pintu gerbang
__ADS_1
" Tuan Yusuf , Amar " kata Arjan
" Maaf apa kami menganggu " kata Yusuf tersenyum
" Tidak tuan ayo silahkan masuk " kata Arjan mempersilahkan mereka masuk
" Terimakasih , yuk de apa ini rumah Malik suf " kata Amar kaget
" Ya, kalian bisa istirahat disini .Kalo mau bebas diatas tuh Kalo di kamar bawah kamar tuan rumah " kata Yusuf ketika mereka masuk kedalam rumah
" Masya Allah ini benaran rumah ustad Malik bang " kata Nurul tak percaya melihat rumah besar yang megah
" Iya , abang juga kaget apa kita ngak salah masuk suf " kata Amar tak percaya kalo itu rumah Malik dan Yuna
" Ini memang rumah ustad Malik tuan Amar, mereka juga punya rumah yang sama di tempat tinggal mereka sekarang " kata Arjun
" Masya allah begitu ya " kata Amar
" Lho bebas milih kamar bro tapi paling enak diatas buat pengantin baru biar bebas " kata Yusuf
" Ya sudah tuan silahkan naik keatas lihat kamarnya kalo paling pojok kamar kami tuan, Tuan Amar bisa ambil yang tengah. menghadap timur semuanya kosong " jelas Arjan
" Baik ayo keatas de , nanti setelah ini kita cari makan di luar " kata Amar
" Ya bang " kata Nurul lalu menarik tasnya begitu juga Amar yang menarik koper mereka. Sedangkan Yusuf mengikuti dari belakang
Arjun dan Arjan pun lalu menghilang menuju rumah ustad Ali mengantar titipan Yuna kue bingka dan dan cake
Setelah itu mereka pun kembali pulang dalam sekejap .
" Huh....... ayo kita bikin teh " kata Arjun
" Ngak usah jun kan kita mau makan di luar " kata Yusuf
" Ya ayo " kata Amar yang sudah turun bersama Nurul
" Kita naik mobil tuan mu saja ya jan, masalahnya tadi kita naik taksi
" Ya tuan ngak masalah " kata Arjun Yang memang sudah lama tidak memakai mobil . Mereka hanya memakai untuk berputar sekeliling komplek
" Hah .... ada mobil juga suf " kata Amar kaget
" Iya lah tuh di garasi " kata Yusuf
Dan Arjun pun membuka garasi untuk mengeluarkan mobil tuan nya . Sedangkan Arjan bagian menutup pintu garasi mobil
Dan mobil pun sudah siap mengantar mereka pergi .
Yang membuat Nurul melongo begitu juga Amar Yang tak percaya Malik punya mobil mahal.
__ADS_1