
Billa makin terisak membuat Alona semakin tak tega melihatnya .Apalagi Billa terlihat lebih kurus sekarang
" Apa kau yakin , Kau tak takut dosa Bill itu hal yang sangat berbahaya. Bagaimana kalo aku saja yang membantu mu " kata Alona . Yang tak mau berurusan dengan ilmu hitam .
" Apa kau bisa " kata Billa mengurai pelukannya.
" Ya kita bicarakan dulu ,bila kau memakai ilmu hitam kau akan menanggung dunia Akherat Bill, lebih baik cara lain " kata Alona
" Maksud mu apa ...." kata Billa menatap Alona dalam
" Membuat nya kecelakaan Tapi kita harus rencanakan dengan matang seolah olah dia mengalami kecelakaan Dan kita bisa menyuruh orang lain . Untuk menjadi kambing hitamnya " kata Alona dengan mimik serius .
"' Kau serius " kata Billa
" Ya aku punya teman yang bisa mengatur
nya Dan merusak rem mobil nya " kata Alona Bagaimana ?"
Deg ...
Billa pun lalu terdiam .....
Sedangkan di rumah Yuna hampir saja ia terpeleset ketika berjalan di lantai basah
" Astagfirulah aladzim umi ....awas" kata Aziz ....ting... yang langsung menahan tubuh Yuna
" Allahuakbar trimakasih sayang. Umi jadi kaget " kata Yuna mengelus dada nya
" Nona hati hati lantai nya licin. Bila nona celaka kami bisa di hukum tuan "kata Anis khawatir untungnya ada Aziz yang sigap menahan Yuna
" Ck..... kalian ini itu salah kalian , kalo umi jatuh biar saja kalian di hukum " kata Aziz memasang wajah cemberut nya
" Tuan ...nona " kata Anis menunduk Begitu juga Mikha yang merasa bersalah
" Huh..... sudah ...jangan diambil hati Aziz bercanda saya ngak apa apa kok .lanjutkan kerja kalian " kata Yuna .
" Ayo sayang kita kedapur " kata Yuna mengandeng jin bocil itu kedapur untuk makan karna Malik belum pulang.
'" Umi ....abi kemana ?" tanya Aziz
" Abi lagi ke masjid , mungkin sebentar lagi pulang " kata Yuna lembut
" Nanti kita bermain ya umi " kata Aziz Sedangkan Yuna mengisi piring untuk Aziz
" Ih.... anak umi kata nya mau mengaji, nanti habis mengaji baru main ya " kata Yuna .
__ADS_1
" Eh ...iya lupa hehehe " kata Aziz sambil menepuk jidatnya tersenyum
" Lupa kan .., habis makan kita belajar dan mengaji ya setelah itu baru bermain." kata Yuna
" Ya umi " kata Aziz .
Sedangkan di balik pilar sepasang mata memperhatikan keduanya Tampa di sadari Yuna dan Aziz Setelah makan Yuna pun mengajar belajar dan juga mengaji. Aziz duduk di pangkuan Yuna Sesekali Yuna mengusap perutnya .
" Ya Allah mudahan anak ku juga sholeh seperti Aziz " kata Yuna yang mengusap kepala Aziz dan sesekali mencium kepala bocah itu ketika Aziz membaca surat surat pendek hafalan nya.
Sedangkan sepasang mata yang melihatnya terharu dan lalu menghilang pergi dengan mata berkaca kaca Masuk kekamarnya
" Tuan ku ada apa ? Kenapa tuanku menangis " kata sang istri mendekatinya .
" Tidak ada apa apa ratu , tadi hanya kemasukan debu angin " kata pria itu yang tak lain raja jin yang sempat mengintip putranya .Tadinya ia berniat menjemput dan membawa Aziz pulang .Tapi karna melihat keakraban putra nya itu Raja jin pun tak tega membawanya pulang karna ia dan istrinya sendiri belum pernah dekat seperti itu pada putranya Karna terlalu sibuk mengurus urusan istana. Sedangkan Yuna bisa membuat Aziz betah dan nyaman tinggal bersama Yuna juga mengendong dan memangkunya layak nya seorang ibu kandungnya. sambil mengajarkan nya belajar dan mengaji.
" Apa tuanku mau minum " kata ratu bertanya .
" Ya ambilkan " kata raja jin
" Sebentar " kata sang istri yang membawakan segelas air putih untuk sang raja. Dan raja pun meminum nya .
" Apa tuan sudah melihat Aziz hari ini " kata sang ratu.
" Ia sedang bersama umi angkatnya ratu. Mungkin malam ini ia akan tidur disana " kata raja jin
" Jangan ratu, disana dia sedang belajar mengaji dan juga menulis ibu angkatnya juga mengajarkan nya membaca " kata raja menjelas kan.
" Hah ..... apa dia tak di buat repot oleh putra kita tuan " kata ratu kaget.
" Bagi orang yang iklas mungkin tidak Tapi bagi orang yang tak iklas sangat repot Apalagi putra kita sangat cerewet dan usil " kata raja jin
" Lalu apa dia merepotkan suami istri itu " kata ratu khawatir .
" Tidak dia lebih tenang disana dan entah mengapa dia jadi anak penurut " kata raja jin Yang membuat sang ratu terkejut .
" Bagaimana bisa tuan ku , sedangkan diistana saja ia slalu bikin ulah " kata ratu kaget .
" Entah lah biar kan saja dulu ia disana " kata raja jin yang tak mau menghukum banyak pelayan ulah putranya. Karna dirumah Yuna putranya mengalami perubahannya 90 derajat celcius berbeda dengan Aziz di istana .
" Tuan ...." kata ratu lirih .
" Besok kita akan menjemputnya .Hari ini biar kan saja " kata raja jin . Karna ingin putra nya itu tumbuh dengan baik .Karna diistana Aziz slalu membuat kelabakan para dayang dan pengawal nya.
************
__ADS_1
Sedangkan di kota saranjana Aldi memeluk Alea di tempat tidur Sambil mengusap usap perut Alea yang mulai membuncit .
" Bi mudahan anak kita sehat ya bi " kata Alea memegang tangan Aldi
" Ya bi .... dia akan tumbuh sehat kalo ibunya rajin dan kreatif karna seorang ibu guru pertama bagi anaknya " kata Aldi
" Aamin mudahan Alea bisa jadi ibu yang baik bi. Walau masih tahap belajar " kata Alea tersenyum .
" Ya bi , abi juga akan belajar jadi ayah yang baik dan tegas Agar anak kita jadi anak yang hebat dan sholeh " kata Aldi mencium pipi Alea.
" Insyaallah sama sama ya bi , kita pasti akan berusaha jadi orang tua yang lebih baik Dan mudah mudahan keluargga kita slalu bahagia " kata Alea .Yang merasa bahagia karna hidup nya tenang tampa punya banyak masalah
" Alea mencintai abi "kata Alea
" Abi juga mencintai Alea " kata Aldi yang sampai hari ini tak pernah terasa terusik . Dan mempermasalahkan Alam mereka Walau mereka manusia dan hantu. Tapi keduanya tetap rukun dan bahagia dalam suka dan duka
Sedangkan dirumah Yuna Malik baru saja pulang dari masjid Dan ketika membuka kamar ia melihat Yuna dan Aziz sedang bermain bersama sambil tertawa dan bercanda .
" Kok abi ngak diajak ya" kata Malik
" Abi ..... teriak Aziz senang lalu berlari menuju Malik Dan Malik langsung menggendongnya Dan lalu mengangkat
nya di bahunya
" Hahaha.....abi jadi tinggi "teriak Aziz senang .Membuat Yuna tersenyum melihat keduanya Yang seperti ayah dan anak .
" Awas jatuh bi " kata Yuna
" Ngak....ngak Aziz pegangan umi " kata Aziz yang tertawa bahagia. Yang slalu membuatnya slalu rindu pada umi dan abi angkatnya itu
" Abi belum makan dinda ambilkan ya " kata Yuna .
" Ya jangan banyak ya " kata Malik tersenyum sambil menurunkan Aziz .
Yuna pun menuju dapur. mengambil makanan untuk suaminya. Dan juga segelas air putih Setelah selesai Yuna pun
membawanya kekamar Lalu meletakkannya di atas nakas .Namun tiba tiba ....
" Tuan...... nona " kata Arjan yang mengangetkan Yuna Malik dan Aziz .
" Ada apa ?" kata Malik menatap Arjan
" Banyak kalajengking diluar dan sepertinya mereka mengirimnya lagi tuan " kata Arjan.
" Abi makan dulu duduk lah dengan tenang nanti kita sama sama lihat keluar bi " kata Yuna .
__ADS_1
" Ya ....Arjan tutup rapat pintu utama jangan dibuka kalian berdua tunggu disana .Ana mau makan dulu " Kata Malik yang mengambil piring dan menyuap makanan nya sedang Aziz duduk menatap Yuna .
" Ngak usah takut ada abi dan umi disini " kata Yuna Sambil mengusap kepala Aziz . LYang langsung memeluk Yuna