Suamiku Dari Kota Saranjana

Suamiku Dari Kota Saranjana
Bab 88


__ADS_3

Alea pun ikut tersenyum karna tahu pasti Yuna membayangkan punya keluarga kecil


" Yun kau harus pulang dan menikah ,kami semua sudah bahagia Dan kau juga harus bahagia " kata Alea.


" Ya Al aku pasti akan pulang mungkin setelah luka ku sembuh " kata Yuna


" Ya karna kau juga harus bahagia " kata Alea yang tak mau teman nya itu terus sendiri seorang diri.


Keduanya pun menemani sepasang anak manusia itu. Sedang kan di luar hutan para Mahluk astral mencari teman mereka yang menghilang tampa jejak .


" Apa mereka tak berada disini " kata sang pemimpin ...


" Sepertinya tak ada sama sekali tuan entah kemana perginya " kata sang pelayan.


" Apa mereka masuk benteng itu. ?" kata sang pemimpin .


" Itu tak mungkin tuan di sana wilayah bangsa Jin muslim Kita tak mungkin bisa masuk tampa izin mereka " kata sang pelayan .


" Baiklah ayo kita pergi , Entah kemana mereka pergi tampa jejak " kata dang pemimpin lalu pergi meninggalkan tempat itu . Sedang kan tak jauh dari balik pohon ada yang mengawasi mereka.


" Pasti mereka mencari para setan dan pengikutnya " kata sosok mahluk berbulu


" Ya pasti mereka mencarinya , Dan mereka tak akan bisa menemuinya . Karna bila kaum Jin saranjana bertindak Mereka akan habis tak bersisa Karna .mereka terlalu jahat. Menganggu manusia. Bukan seperti kita menunggu mangsa untuk makan " kata Sosok hitam Lain . Yang lalu kembali menghilang pergi dari balik pohon .Kembali pulang masuk kedalam hutan lebat.


*********


Sore harinya Aldi menjemput Alea pulang .Dan Yuna sempat berpamitan pada Aldi dan Alea untuk pulang besok pagi. Karna lukanya langsung mengering.


" Aku akan pulang besok pagi waktu dhuha .Jadi sekalian aku pamit ya Al , di Trimakasih sudah menemani ku " kata Yuna .


" Ya kabari kami lewat telepati kalo butuh apa apa " kata Aldi yang kini sudah bisa datang lewat mimpi diajarkan Ghani dan Burhan .


" Ya di Al salam buat Helen dan Laras ya " kata Yuna.


" Ya Yun hati hati di jalan salam buat keluargga mu " kata Alea lalu memeluk Yuna di kamarnya . Dan mereka juga sempat berpamitan dengan Ghani dan penggawa sebelum pulang.


Sedangkan Yuna membersihkan diri nya untuk siap siap ikut sholat berjamaah dengan para keluargga istana.


********


Pagi ini Yuna bersiap siap pulang . Ia berpamitan pada seluruh keluargga Dalam istana itu untuk pamit .Dan sang pemimpin membawakan hadiah untuk Yuna . Yang diantar Ghani dan penggawa sampai Depan pintu gerbang yang membuat Yuna

__ADS_1


Lega kini ia bisa pulang tanpa rasa takut


" Trimakasih tuan " kata Yuna pada Ghani


" Ya .... sama sama aku berhutang nyawa pada mu Yuna " kata Ghani .


" Tidak tuan itu ketetapan Allah " kata Yuna yang melakukannya untuk menolong orang .


" Terimakasih hubungi aku bila kau mau datang kesini lagi " kata Ghani .


" Insyaallah " kata Yuna tersenyum lalu berpamitan dan menghilang dan kembali kerumah sang kakak Yang terlihat sepi Lalu ia pun ke rumah ustad Rahman Dan disana ia melihat raga nya. Di kamar sang suami


" Jadi aku di bawa kesini " kata Yuna Yang lalu masuk dan meletakan hadiah disamping batalnya dan lalu masuk kembali kedalam raganya.. Dan lalu tidur nyenyak tampa merasa terganggu. ..


Yuna terbangun ketika suara adzan berkumandang dari masjid terdekat . Bau wangi batal Malik menyeruak ke hidung Yuna . Yang membuatnya merindukan suaminya itu.


Lalu Yuna tersenyum dan duduk ia ingin menelpon Malik Tapi ponselnya dirumah sang kakak. Yuna pun lalu bangun dan beranjak dari atas ranjang .Lalu keluar dari kamar dan menuju dapur namun terlihat sepi . Tak ada siapa pun .


" Pasti lagi kemasjid " kata Yuna yang kembali masuk kamar dan mengambil air wudhu untuk sholat .


Abah dan umah baru saja masuk rumah ketika Seorang mengabari bahwa ulama besar meninggal dunia dan jasad nya baru di pulangkan dari singapura . Dan mereka akan berangkat ke sekumpul


" Apa abah akan kesana " Kata umah menatap suaminya itu


" Apa umah mau ikut , biar abah ambil mobil di hilir " kata abah


" Iya umah mau ikut " kata umah


" Ya sudah ustad kita akan berangkat setelah semua siap " kata pemuda masjid undur diri kembali kemasjid


Yuna yang mendengarkan obrolan ketika sedang berzikir pun lalu keluar kamar


" Abah Yuna juga mau ikut " kata Yuna . Yamg membuat abah dan umah kaget ..


" Masyaallah nak kau sudah sadar " kata Umah senang lalu memeluk Yuna . Begitu juga abah yang mengelus punggung sang menantu.


" Ayo bersiap siap kita berangkat Siapkan yang perlu saja umah Abah ambil mobil dulu ya " kata abah yang mengambil mobil yang dititipkan abah pada sang adik


Sedangkan umah berganti pakaian . Dan Yuna pun lalu meminjam pakaian lama umah yang masih muat .Lalu kembali kekamar Malik..


" Ya ampun hadiah nya belum aku simpan " kata Yuna yang menyimpan bungkusan hadiah kedalam lemari sang suami . Dan duduk sebentar sambil menunggu umah.

__ADS_1


Setelah siap Yuna pun pergi bersama umah dan abah juga paman Alfan adik abah Rahman yang kaget melihat istri keponakan nya itu. sudah sadar.


" Yuna kau sudah sadar " kata paman Alfan kaget..


" Ya paman " kata Yuna menunduk . Lalu masuk mobil duduk di dekat umah .Tadi Yuna sempat mengambil tas dan uangnya dikamar nya Karna kakaknya ikut mobil lain


Disisi Lain Malik yang mendengar kabar duka Ulama besar kalimatan dari sang teman pun ikut bergabung pulang . untuk ikut melayat bersama para ustad lain yang bertolak dengan pesawat pribadi seorang ustad besar di Yaman


" Kita akan kesana mengunakan pesawat dari yaman turun di banjar baru Dan kita langsung menuju sekumpul "kata sang teman .


" Ok aku ikut walau pun cuma sehari " kata Malik yang lalu izin ke pihak kampus untuk mengikuti penghormatan terakhir ulama besar dari kotanya itu.


Malik bergegas pulang keapartemen nya hanya mengambil dua potong pakaian yang ia masukan kedalam tas ransel .Karna ingin melihat istrinya walau hanya 1 jam.


Yang lalu bergegas ikut terbang ke nyaman


pagi itu juga


Sedangkan para Jin di saranjana Sibuk bolak balik menjaga wilayah martapura karna ulama besar mereka meninggal


Kesibukan itu terlihat jelas karna para Jin Saranjana ikut berduka dan sibuk wara wiri mengantarkan bantuan untuk para pelayat yang datang . Lautan besar manusia berkabung di bulan agustus yang membuat semua orang datang dan para Jin ikut turun tangan membantu Menyediakan makanan dan tempat duduk Dan mengurus tamu yang berdatangan .


Yuna yang duduk di sebuah rumah warga pun ikut duduk tenang. Tampa sengaja ia melihat para kaum saranjana Yang membagikan makanan dan minuman


Yuna dan umah menginap disana sampai pagi karna mereka juga ikut berdoa dan berzikir Dan untungnya ada rumah warga yang kosong yang kamar mandinya bisa dipake bergantian oleh mereka. Yang ikut bersama umah . Karna tempat para pria dan wanita terpisah .Membuat Yuna nyaman bisa tidur sebentar Untuk beristirahat


" Nak bisa bantu kami mengantar makanan kesana untuk para pria ayo " kata seorang ibu yang sibuk membawa kotak nasi


" Umah yuna bantu mereka dulu ya " kata Yuna


" Iya nak " kata umah.


Yuna pun membantu para ibu ibu untuk berbagi nasi untuk para pria karna mereka kedatangan tamu dari Yaman dan Madinah yang ikut bergabung untuk melayat ulama besar itu. Sampai ketika Yuna memberikan Sekotak nasi pada seorang pria yang sibuk membaca yasin .


" Maaf tuan ini nasi dan minum nya " kata Yuna meletakan nasi kota dan air meneral pada para tamu . Dan ketika pria itu mengangkat wajahnya .


" Yuna " guman Malik pelan tapi terdengar jelas oleh Yuna yang juga menoleh pada suara yang menyebut namanya .


" Abi " kata Yuna kaget. Karna kedua mata mereka saling bertemu


.

__ADS_1


__ADS_2