
Sore umah yang hendak pulang bertemu dengan Akhtar yang baru saja masuk rumah
" Umah apa kabar " sapa Akhtar menyalami umah
" Alhamdulilah nak sehat Lama ya ngak pulang sudah berapa tahun " kata umah
" Iya umah karna betah disana , oh ya bagaimana Malik apa sudah menikah " kata Akhtar
" Alhamdulilah sudah nak sekarang istrinya sedang hamil " kata umah
" Wah... Akhtar pikir belum umah, mau ana jodohkan dengan sepupu Sarah dia cantik baik dan juga lulusan sarjana Dan juga dari keluargga terpandang " kata Akhtar tersenyum
" Tar umah itu ngak butuh keluargga terpandang .Sekarang umah cukup senang sudah umroh haji dan jalan jalan ke kairo sebulan penuh Pulangnya bangun rumah besar padahal baru punya mantu setahun nah umi sudah 10 tahun Tapi gini gini .aja Ngak kemana mana cuma ke dapur sumur kasur " sindir umi yang membuat Akhtar terdiam .
" Ya umi maaf " kata Akhtar
" Sudah mi, umah pulang dulu ya, oh ya main kerumah nak bila ngak repot " kata umah basa basi
" Ya umah " kata Akhtar tersenyum Lalu umah pun melewati Akhtar .
" Umi kenapa sih " kata Akhtar menatap uminya bingung
" Tadi kan umi nyuruh Akhtar kerumah ustad Lutfi kenapa ngak kesana malah belok kerumah Nisa kan bisa besok nak..pas sudah kelar hargai adik mu Tahukan kita masih repot begini " kata umi merasa kesal
" Lah umi kok gitu , santai sedikit Akhtar juga nyumbang banyak umi buat Amar dari anak umi yang lain 30 juta itu cukup buat tamu dua ratus orang " kata Akhtar pelan Namun terkesan sombong
" Kau tahu nak umah masih mau bantu bantu kita disini Walau Malik sudah nyumbang banyak .Mereka tetap rendah hati " kata umi menatap putranya itu
" Alah itu saja dibanggakan paling juga nyumbang sepuluh karung beras kan" kata Akhtar ketika teringat sang adik menikah kakak dari Amar
" Enak saja Malik itu menyumbang 60 juta tar , di tambah 2 ekor kambing 100 kotak kue tuh melebihi bangsawan arab Yang kau banggakan itu " kata umi Yang langsung berlalu pergi meninggalkan Akhtar yang melongo Padahal gajinya cukup besar Tapi semua uangnya dipegang sang istri Dan jarang memberi umi nya kecuali pas butuh saja
" Astagfirullah huh.......apes ana umi marah " kata Akhtar yang lalu masuk kedalam kamarnya dan menemui Sarah
" Umi apa abi boleh minta uang buat ngasih umi " kata Akhtar pada Sarah
" Astaga buat apa abi orang kemaren kita sudah ngasih banyak kan Kita juga perlu buat ongkos pulang pergi Mana belum beli oleh oleh nya " kata Sarah ..
__ADS_1
" Ya sudah " kata Akhtar yang ngak mau ribut lalu keluar dari kamar dan duduk di sebelah Amar sedang ngobrol santai bersama abi
" Kenapa tuh muka ditekuk bang " kata Amar menatap Akhtar
'"Apa benar Malik menyumbang banyak mar Sampai abang di sindir " kata Akhtar
menatap sang abi .
" Kalo iya kenapa panas hati nih " kata Amar tersenyum
" Bukan begitu umi seperti nya marah " kata Akhtar
" Umi marah karna de Akhtar ngak amanah Tadi kan di suruh ke ustad Lutfi malah ngak kesana umah malu karna umah nanyain istri ustad Lutfi Eh...malah kerumah Nisa kan sebarus nya bisa besok setelah acara Amar selesai de " kata Lukman menjelaskan
" Maaf bang , tapi kok umi malah mengaitkan sama Malik " kata Akhtar .
" Ya jelas tar umi mu mengaitkan nya dengan Malik orang antum jarang ngasih umi mu Seharusnya pas pulang begini berilah sedikit spesial buat umi mu tar .Apa kau tahu umah itu cuma punya satu anak laki laki Tapi bisa mengangkat umah dan abahnya Dan tampa cela Yuna menantunya bukan orang kaya Tapi ketika ia punya uang sana sini dibantu Mereka rutin mengirim uang buat umah tiap bulan juga kakak iparnya . Dan membantu orang sudah ngak perhitungan Dan itu membuat umi mu iri karna 5 anaknya belum bisa menyenangkan nya " kata ustad Sofyan
Deg ......
Akhtar hanya tertunduk diam. Tak bisa berkata apa apa Karna ia dan Malik memang jauh lebih tua dirinya yang terpaut 10 tahun karna Malik seumuran Amar .Tapi ia yang sukses lebih dulu belum bisa menyenangkan umi nya padahal tahun kemaren umi nya minta umroh pada Akhtar sebelum meninggal ingin merasakan uang putranya sendiri Namun Akhtar belum mengiyakan
" Baru pulang suf " kata Amar
" Iya baru saja datang bang " kata Yusuf
" Ya habis isya nanti kita kesana suf mungkin masih capek kan baru datang Biar ngaso dulu " kata Amar
" Mau apa kesana Mar " kata abi
" Amar mau kerja ke kairo bi, mau cari info lewat Malik .Kota baru jauh kasihan Nurul kan di sana tak ada tempat tinggal nya Kalo Amar bisa tidur dimana pun. Amar lagi nyari pekerjaan tetap ngak mungkin kan Amar nitip Nurul disini " kata Amar pelan
" Ya mudah mudahan Malik bisa membantu mu " kata ustad Sofyan .
" Apa ingin ke arab saja mar ikut abang " kata Akhtar
" Ngak bang takut sama bini abang bisa di penyet Amar numpang pas ngak dapat kerjaan . Kasihan bini Amar juga " bisik Amar pelan
__ADS_1
" Aish kau ini " kata Akhtar
" Orang abang aja takut Apalagi Amar mending sama Malik "kata Amar .Yang beranjak dari tempat duduk nya ketika mendengar Adzan Magrib .Lalu kemasjid bersama Abi nya dan Lukman juga Akhtar
Disisi lain Mikha masih berada di rumah Alea karna Yuna minta ia bersabar dan Alea berjanji akan memberi gaji Mikha selama membantunya sampai 40 hari nanti.
" Nona Azzam " kata Mikha melihat bayi itu berguling guling di lantai
" Hehehe....sengaja ya membuat bibi dan umi kaget
" Ya Allah nih bayi usil nona, senang sekali bikin orang terkejut " kata Mikha menepuk nepuk bokong Azzam
" Oe Oe .... " kata Azzam sambil tersenyum dan memegang dua kakinya Yang membuat Mikha dan Alea gemas melihat Azzam
" Tadi siang saja Azzam mengerjai nona Helen dan Laras nona " kata Mikha
" Ih ..... dasar Azzam ya ngak boleh kasihan bibi nya nanti kan ade punya teman kalo anak bibi Yuna lahir juga bibi Helen dan Laras
" Oe....." kata Azzam
" Iya maka nya ade sekarang dengerin bunda baca surat pendek aja ya dengerin saja dulu " kata Alea yang lalu membacakan surat surat pendek agar Azzam belajar dari dini Karna Yuna menyarankan itu untuk diajarkan mumpung Azzam masih bayi dan sudah mengerti diajak bicara. Karna akan lebih mudah di pahami selagi mereka kecil Karna pikiran nya masih bersih
Sedangkan di pinggir jalan sehabis isya Yuna sedang membeli gorengan bersama Anis siapa tahu ada tamu Karna pastinya Malam ini banyak tamu yang merapat .
Dan kedua nya asyik menunggu sambil menikmati bakwan goreng di kursi pelanggan
" Assalamualaikum , apa anta masih gadis ukhti " kata seorang pria arab yang menarik kursi didepan keduanya Yang membuat Yuna terkejut
" Walaikum salam , maaf tuan ini masih gadis " kata Yuna pada Anis
" Ih nona bilang saja Ana sudah bersuami tuh cowok jelek mending Arjun " kata Anis manyun
" Tapi ana suka ukhti ,mau jadi bini ana ngak , ana punya banyak pulus " kata pria itu menatap Yuna tersenyum
Yuna mengeleng sambil bergidik ngeri melihat bulu bulu jambang di pipi pria itu
Lalu cepat cepat membayar gorengan setelah tukang gorengan memberikan pesanan Yuna Dan lalu bergegas pergi bersama Anis .
__ADS_1
Tapi pria itu mengikuti mereka berdua
Dari belakang Yang membuat Yuna dan Anis berjalan cepat .