
Malam selepas isya sahabat Yuna semuanya pulang Hanya Aziz dan Alif yang tinggal Dan Ulya sangat senang kakak nya itu tinggal mereka berempat pun lalu bermain di kamar atas Dan Alif mengajarkan dua bayi itu terbang dan menghilang .
Wus......wus ......wus .... suara angin pun terdengar Mereka bermain di sekitar kebun saja agar tak memancing mahluk lain .
" Alim ayo kejar " kata Ulya yang melatih adik nya itu mengejar nya Dan itu mereka lakukan tampa sepengetahuan Abi dan umi nya .
" Alim sini ...shut ... ada yang mengintip kita " kata Ulya
" Biarkan saja mereka hanya hantu biasa " kata Aziz yang sudah tahu sedari tadi Begitu juga dengan Alif .
" Tapi badan mereka besar kak " kata Alim bergidik ngeri
" Ngak usah takut de Alim lebih hebat " kata Ulya merangkul adik nya itu Lalu mereka pun berhenti terbang Lalu mereka main monopoli bersama .
Sedangkan Malik menghabiskan waktunya bersama Yuna Karna ia ingin berdua saja tampa diganggu Malik juga tak mengunci kamar mereka Karna kedua nya hanya ngobrol berdua sambil berpelukan
" Bi , Apa Amar sudah mengajar disana bagaimana dengan Nurul " kata Yuna
" Ya dia baru mengajar dua hari ini Kata Malik yang menyuruh Mikha dan Anis untuk pulang Menengok Arjan dan Arjun Membawa gulai dan sate kambing
juga oleh oleh dari sini buat mereka disana Karna mendengar Anis dan Mikha kangen pulang Dan dengan terpaksa Malik mengizinkan mereka pulang dua hari mumpung banyak yang membantu di dapur .Dan mereka masih di rumah umah dan abah
" Apa Nurul bisa masak " kata Yuna
" Sepertinya tidak " kata Malik
" Hah ... apa dia tak belajar " kata Yuna
" Entah lah abi tidak tahu, lagian ngak penting Biarkan Anis dan Mikha Yang mengajarkan nya " kata Malik
" Ya kasihan Amar bi " kata Yuna
" Ih kok umi kasihan , Biarkan saja kan itu istrinya sendiri " kata Malik
" Tapi harusnya sebelum menikah Nurul belajar dulu " kata Yuna
" Biarkan saja , kan nanti juga belajar sendiri mau ngak mau dia harus bisa mengurus suaminya " kata Malik Yang mencium pipi Yuna .
" Ya itu harus . karna sekarang dia sudah menjadi seorang istri " kata Yuna
" Ya " kata Malik menoel hidung Yuna dan lalu mengecup nya .Yuna pun tersenyum membalas kecupan suaminya itu Namun belum lagi mereka berciuman
" Aaa....... teriak Yuna kaget ketika rambutnya di tarik seseorang
" Astagfirulah Alim ngak boleh gitu nak " kata Malik ikut kaget karna rambut Yuna ditarik Alim
" Aduh ade kok tega sih " kata Yuna
" Habisnya umi nakal kenapa cium abi ngak boleh " kata Alim yang langsung naik Dan rebahan di tengah keduanya hingga Malik bergeser
" Abi anak abi kok begini ya , padahal waktu hamil ngak pernah cemburuan " kata Yuna protes
__ADS_1
" Abi ngak tahu kan anak umi masa abi ngak boleh cium umi " kata Malik menatap Alim
" Ngak boleh abi puasa " kata Alim
" Hah ..... abi disuruh puasa umi kan belum ramadhan " kata abi melirik Yuna yang tersenyum
" Pokoknya ndak boleh " kata Alim
" Iya de, abi ngak boleh cium umi Tapi boleh kan cium ade " kata Malik mencium pipi Alim dan lalu memeluk putra kecilnya itu.
" Bobo sudah malam sama abi nya , kak Ulya mana " kata Malik
" Disini abi " kata Ulya yang ikut naik dan memeluk sang umi .
" Ih anak umi pintar Ayo kita bobo " kata Yuna memeluk Ulya Malik tersenyum
Karna kini mereka bisa berbagi tugas Ulya dengan sang umi dan Alim dengan abi nya. Dan mereka berdua menidurkan dengan cara masing masing
Yuna menepuk nepuk bokong Ulya pelan Sedang Malik mengusap punggung Alim .
pelan pelan sambil berzikir
Di negara lain Anis dan Mikha mengendap pelan masuk kamar nya . Karena mereka baru saja sampai Dan lalu membuka pintu kamar masuk untuk .istirahat
" Ceklek .....
" Nis kita tidur dulu " kata Mikha tampa mengunci pintu kamar
Begitu juga dengan Mikha yang langsung tidur dan memeluk guling .Dan menjelang magrib mereka pun terbangun
Karna suara Adzan bersahutan .
Nurul yang sedang turun menyambut Amar pulang merasa ada yang aneh di
Kamar yang ia lewati
" Kok ada suara orang bicara ya " kata Nurul bingung Lalu melewatinya saja karna ingin membuat teh untuk Amar
Anis dan Mikha pun lalu sholat. Dan ketika hendak keluar setelah sholat Nurul yang melihat pintu terbuka pun kabur
" Abang ........" teriak Nurul berlari naik keatas
Amar yang baru mau kemasjid pun kaget ketika Nurul memeluk nya ketika hendak turun tangga
" De Nurul apaan sih mana ada hantu dirumah ini " kata Amar
" Di bawah bang coba lihat " kata Nurul
" Huh......ayo " kata Amar lalu menuju kamar Yang terbuka tampa terkunci Dan ketika Amar menyalakan lampu benar saja kamar berantakan .
" Apa yang kalian lakukan " kata Mikha
__ADS_1
" Aaa......... " teriak Nurul lagi Dan Amar pun ikut kaget .
" Kalian " kata Amar yang mengenali
Mikha
" Kenapa kalian bisa ada disini " kata Amar
" Kami pulang tuan , ini rumah kami .
kenapa tak perlu memberitahu tuan " kata Mikha cemberut
" Oh ..... iya maaf ini Nurul istri ana " kata Amar mengenalkan Nurul yang bersembunyi di belakang nya
" Kami sudah tahu tuan " kata Anis
" Anis......" kata Arjun yamg langsung memeluk Anis karna saking senang nya
" Astaga Arjun " kata Amar melotot
" Hehehe ..... maaf ustad " kata Arjun Lupa kalo ia juga sudah berwudhu ingin sholat Sedang kan Arjan yang melihat Mikha dan Anis tersenyum senang Mereka sempat ngobrol sebentar
Setelah itu para pria berangkat sholat magrib di masjid Sedang para wanita di rumah. Nurul yang mengenal Anis yang sering mengikuti Yuna pun ingat Kalo mereka adalah pelayan Yuna .
" Ayo sholat nis " kata Mikha
" Kami permisi nona " kata Anis yang berlalu masuk kamar untuk sholat
Dan Nurul yang terpaku pun kembali kekamar untuk sholat .Setelah itu ia kembali turun Dan mengetuk kamar Anis dan Mikha
" Hai..... boleh kan ana belajar memasak dengan kalian " kata Nurul dengan .. senyum ramah .
" Memang situ ngak bisa masak " kata Mikha
" Maaf ana baru belajar " kata Nurul
" Ya boleh lain kali saja , kami akan pulang besok , jadi kami tak bisa mengajarkan mu sekarang .Lain waktu bila kita bertemu kami akan membantu mu " kata Anis
" Ya baiklah " kata Nurul
" Ayo kedapur kita panaskan masakan kami saja " kata Mikha
" Ya " kata Nurul yang bersikap ramah pada siapa pun Karna ia sadar ia bukan siapa siapa dirumah itu..
Mereka bertiga pun memanaskan gulai sate kambing dan empal juga ayam goreng . Yang mereka bawa dengan karpet terbang .Karna mereka lewat jalan pintas mahluk astral Agar cepat sampai
Karna mereka hanya di beri waktu dua hari untuk pulang melihat pujaan hati mereka Yang sudah lama tak bertemu
.
.
__ADS_1