Suamiku Dari Kota Saranjana

Suamiku Dari Kota Saranjana
Bab 209


__ADS_3

Malik pun menoleh ke sofa dan disana ada ratu jin dan dua dayang nya duduk di sofa . Lalu mengendong Aziz.


" Salam ratu maaf ana pikir tak ada siapa pun selain istri ana " kata Malik


" Tidak apa apa ustad , kami yang sudah menganggu .Tadi sebenarnya ana berniat menjemput Aziz tapi sepertinya Aziz tak mau pulang " kata ratu sedih.. .


" Aziz ngak mau pulang sama umi , pulang ya kan sudah di jemput " kata Malik


" Ngak....Aziz mau disini " kata Aziz Yang memeluk erat leher Malik dengan tangan mungil nya membuat Yuna menarik nafas dalam.


Lalu sejenak semua nya terdiam Malik menatap Yuna. Yuna yang mengerti tatapan suami nya tersenyum manis


" Ratu biar kami antar kesana , Aziz juga ya .Umi pengen lihat istana Aziz Kan umi belum pernah kesana lihat istana nya umi ratu " kata Yuna tersenyum


" Asyik........ umi ikut kesana , ya menginap dikamar Aziz sama abi ya ya bi ya " kata Aziz senang .


" Ya ayo , sekarang mumpung belum ngantuk " kata Malik


" Ye .........ye ayo umi " kata Aziz .


" Ya sebentar umi ganti hijab dulu ya " kata Yuna.


Ratu pun tersenyum lalu berdiri dan memberi kode pada dua dayang nya Entah apa yang di katakan ratu Hingga keduanya pamit keluar dan pulang lebih dulu.


Lalu Malik pun mengendong Aziz karna tak mau digendong sang ratu ..Malik pamit pada Yusuf dan Lutfia Yang sedang asyik ngobrol di ruang tengah sambil tadarus


Sedangkan Arjun dan Arjan juga Mikha dan Anis ikut mengantar tuan dan nona nya . Dan semuanya langsung menghilang begitu saja .


Wus......wus.......wus.........


Mereka terbang berdiri diatas permadani Yuna cukup kaget kenapa mereka bisa berdiri diatas permadani besar dan lebar bersama ratu dan 4 pelayan nya. Mereka melewati awan awan tebal dan tak lama terlihat lah sebuah istana megah..


" Ye.......pulang ....." kata Aziz ketika karpet permadani itu mendarat mulus di depan teras istana . Yang membuat Malik tercengang Tapi tidak bagi Yuna karna istana nya belum semegah yang ada di kota saranjana . Namun bentuk nya hampir mirip kalo di saranjana berdinding emas dan terkesan mewah Disini semua memakai batu granit dan pualam Terkesan Asri namun cukup luas dan indah . Yang membuat Yuna tersenyum


melihat para dayang menyambut mereka


" Abi ........." kata Aziz melihat raja jin


keluar menghampiri mereka .


" Ya sini..... sama abi " kata raja jin yang meraih tubuh mungil Aziz dari gendongan Malik.


" Slamat datang ustad ustazah di istana kami Maaf sudah slalu merepotkan kalian ." kata raja jin .


" Tidak tuan, ini sebuah kehormatan Kami datang disambut.." kata Malik


" Ayo ustazah.... kita kekamar Aziz , Aziz sini nak kita masuk sama umi " kata ratu

__ADS_1


Yang berpindah gendongan


" Ya bawalah ustadzah melihat lihat taman pasti beliau suka " kata raja jin pada sang ratu .


" Ya tuan ku , Ayo umi , Mikha Anis kira bawa ustazah ketaman " kata ratu .


" Ya ratu " kata Keduanya kompak. Lalu membawa Yuna ketaman Sedangkan Malik ngobrol dengan raja jin ..


Di taman para dayang menyiapkan permadani serta bantal di bawah pohon rindang Yang membuah Yuna takjub bahwa ditaman banyak pohon anggur dan apel Yang berbaris rapi hingga buah Cherry yang berwarna merah


" Masya allah ini sungguhan " kata Yuna pada Mikha Yang membuat Yuna merasa aneh kenapa jadi siang .Apa mereka sudah melintasi waktu


" Iya nona ini adalah kelebihan kerajaan kami di taman ada tanaman buah anggur dan Apel juga Cherry " kata Anis


" Wah indahnya ....." kata Yuna memegang buah anggur yang matang terlihat ranum berwarna hijau dan merah tua


" Umi.....petik lah bila umi suka " kata ratu yang mengandeng Aziz dan Azza yang mengikuti nya.


" Assalamualaikum .... ustazah " kata Azza langsung menyalami umi angkat adiknya Aziz Yang berkali kali tiap Aziz hilang pasti lah berada di rumah ustazah dan ustad Malik.


" Hei..... kau cantik sekali nak " kata Yuna mengusap tangga Azza karna baru kali ini ia bisa melihat jelas putri Azza.


"Trimakasih umi, senang bisa bertemu umi langsung Slama ini saya hanya mendengar ceritanya saja " kata Azza tersenyum .


" Ya , umi juga kau putri Azza kan " kata Yuna


jin tersenyum .


Azza tersenyum melihat umi angkat adik nya itu yang terlihat sangat cantik walau memakai hijab sederhana dan gaun biasa


Namun aura kecantikan di wajahnya bercahaya .


" Apa umi sedang hamil " kata Azza


" Iya kak, itu adik Aziz " sahut Aziz yang lalu mendekati Yuna dan memegang perut Yuna yang terlihat membuncit.


" Hahaha........iya itu adik Aziz juga " kata ratu tergelak ketika putranya mengklaim adik dengan penuh penekanan . Padahal mereka tak punya hubungan darah.


" Sudah berapa bulan umi " kata ratu


" Jalan 4 ratu...... mungkin sehabis lebaran sudah empat bulan " kata Yuna


" Adiknya tampan dan cantik umi " kata Aziz ....


" Hah.......oh iya .... nak kalo laki laki tampan kalo perempuan jelas cantik sayang " kata ratu tersenyum .


" Ayo umi kita jalan jalan melihat buah Cherry " kata ratu dan menyuruh para dayang untuk memetik yang matang untuk Yuna .

__ADS_1


Mereka melihat lihat kebun istana dan taman nya membuat Yuna takjub melihat tiap bunga buah di taman indah itu.


Di kejauhan beberapa pasang mata memperhatikan mereka dari tempat tersembunyi Sambil duduk mengawasi dan melihat Yuna dan ratu jin berkeliling .


" Dia bukan manusia biasa patih pantas saja Aziz bisa begitu dekat dengan nya " kata senopati .


" Ya ustad dan ustazah terlihat berbeda dari orang kebanyakan Dan mereka terlihat tenang tapi cukup berbahaya untuk dijadikan lawan ." kata patih kerajaan jin .


" Dayang suruh ratu mengajak nya ketaman alengka , agar kita bisa melihat kemampuan nya " kata patih pada seorang dayang


" Tapi tuan patih , mereka tamu disini " kata dayang itu gugup .


" Aku tahu , raja sudah memberi ku izin untuk itu " kata Patih yang duduk berpangku tangan .karna ketika dayang ratu melapor patih sedang bersama raja dan mengabarkan ratu membawa orang tua angkat Aziz untuk berkunjung .


" Baik tuan , hamba akan menemui ratu " kata dayang itu.. lalu pergi menuju ketaman Dimana Yuna dan ratu sedang memetik anggur


Di taman dayang itu membisikkan ratu


Sedangkan ratu menarik nafas dalam .


" Apa tidak bahaya bagi ustazah Apalagi dalam kondisi hamil " kata ratu deg deg kan Karna tahu taman alengka adalah


taman beracun dan banyak bisa dan ulat bunga yang bisa membunuh musuh. Selain taman itu untuk taman obat taman itu juga terkenal dengan bunga nya yang mampu melukai orang dan meracuni nya hingga mati


" Tapi tuan patih sudah mendapat izin dari tuan raja ratu " kata dayang


" Baiklah ....." kata ratu .


" Umi apa umi suka melihat tanaman obat disana ada taman obat kita bisa


melihat nya lewat sini " kata ratu.


" Oh ya boleh saya penasaran rupa nya ada juga taman obat di istana " kata Yuna tersenyum penasaran


" Ya ayo umi ...." kata ratu


" Nona berhati hati lah taman itu banyak racun nya ... hamba akan membuka mata batin nona untuk melihat nya " bisik hati Yuna


" Ya aku akan hati hati , kalo benar mereka punya taman obat ada sesuatu yang harus aku cari disana " kata Yuna .


" Ya nona hamba akan menemani nona " kata Qoyum...


" Umi.....ada apa ?" kata ratu heran karna Yuna berhenti melangkah .


" Bukan apa apa ratu hanya menarik nafas sebentar " kata Yuna. Yang kembali melangkah menuju taman obat yang di juluki tanam alengka oleh raja jin namun taman itu disebut langit ketujuh oleh para jin saranjana Yang pernah ia dengar dari ratu saranjana


" Aku bisa mencari obat buat Alif . Kalo benar ini taman yang dimaksud " bathin Yuna. Karna menurut mereka ada sebuah kerajaan jin yang menyembunyikan taman obat Yang sangat di rahasiakan kalangan jin seluruh dunia .Dan di sembunyi para jin Dan hanya jin tertentu yang bisa memilikinya

__ADS_1


__ADS_2