
Cukup lama mereka membakar ikan itu Dan Alea sampai menyiapkan tampah besar tempat menaruhnya Agar bisa makan bersama
" Astaga kalian ini ngak mikir tadi beli ikan segede itu " kata Yuna melongo melihat ikan di olesi bumbu oleh Helen
" Ngak beli Yun, itu di kasih karya teman mu dulu itu lho yang mengantar kita Nah dia dikerjai sih Helen " kata Alea bercerita
" Hah ... di kerjain bagaimana " kata Yuna kaget menatap Helen
Helen cuma nyengir Karna ditatap Yuna
Yang melihatnya penuh tanda tanya
" Ya Helen membuat nya mereka ngak pake celana kaya tarzan " kata Laras
" Iya Yun sampe tuh perkutut di pegang erat sama mereka Saking takut nya hilang " Kata Alea
" Hahaha.......kok bisa " kata Yuna tertawa geli karna cerita Alea
" Gimana ceritanya nona , kok bisa begitu " kata Mikha
Helen pun menceritakan apa yang terjadi hingga membuat semua nya tergelak ulah Helen
" Wah ...... parah lho len harusnya lho tanya dulu " Kata Yuna
" Tapi gue sudah minta maaf beb
mereka ngak marah kok " kata Helen
" Ya syukur lah nanti bila kita pulang kita main kesana kerumahnya untuk beli sayur .Mereka memang berpenampilan preman tapi hati nya melow beb kaya boneka hello kitty " kata Yuna terkekeh
" Yah ..... untung ngak melambai beb " kata Laras terkekeh
" Ya ngak lah kan mereka laki tulen , untung saja mereka tahu lho hantu . Kalo lho manusia biasa pasti sudah meraka gilas lho len " kata Yuna terkekeh
" Ampun........ beb gue kapok " kata Helen Yang membuat semua orang tertawa ngakak .
Tawa mereka pun jadi perhatian dua tetangga usil Yuna Apalagi mencium bau ikan bakar yang mereka kira sedang berpesta Bersama teman teman nya Apalagi Alea juga membeli banyak makanan Lalu duduk lesehan di teras dengan makanan yang sudah siap di santap
" Ih..... kok mereka ngak mengudang kita sih " kata Umi
" Iya kak mana ikan nya besar banget tuh lihat yummy kak ayo kita bertamu " kata sang adik
" Malu ah tuh si Anak nya yang suka gangguin kita lagi asyik bakar ikan " kata Umi yang takut dengan Aziz
__ADS_1
" Iya juga tapi kok tumben dia di rumah biasanya di bermain dengan pangeran Alif di taman " kata si adik
" Kruk..... kruk...." bunyi perut umi pun membuat umi terdiam dan menatap sang adik Yang hanya bisa menelan saliva nya Karna melihat makanan terhidang jelas di depan mata .
" Kak ..... ada yang lapar mata " kata Ulya
" Hah ....iya juga ya biarkan saja " kata Aziz tersenyum pura pura tak melihat
" Kasihan kak " kata Ulya tak tega
" Hahaha. ..... tes mental salah sendiri mengintip kan jadi pengen " kata Aziz
Sedangkan Mikha datang membawa lalapan dan sambal bersama Alea yang membuat Yuna tergiur .
" Hah ..... enak nya " kata Laras
" Ya dong ini baru mantap kan ikan nya besar " kata Alea yang membuat sambal sangat banyak
" Iyalah ayo makan ikan nya diangkat kak " kata Yuna pada Aziz
" Ya umi " kata Aziz yang membuat Mikha dan Anis menyiapkan tempat nya
Setelah matang mereka pun makan Dan Aziz menaruh ikan yang satunya lagi
" Wah . mantap ....Ayo makan kak Aziz " kata Ulya
" Ya sebentar " kata Aziz ..
Sedangkan Alim hanya mengintip dari celah box nya hanya diam Membuat Yuna tersenyum lalu memangkunya di pangkuannya Dan mengambil sedikit daging ikan untuk menyuap nya ke mulut Alim yang membuat nya mangap mangap ingin minta lagi.
**********
Sedangkan umah dan abah sedang belanja menyicil membeli bumbu dapur dan beras dan gula juga tissue .
" Banyak juga umah belum lagi buat besok " kata abah
" Iya bah Malik ngak kira kira bikin syukuran Tuh anak ngak nanggung nanggung bikin acara Untung duitnya siap " kata umah
" Kan rezeki cucu kita umah makanya Malik dan Yuna ngak mau tangung sekalian biar orang tahu putra kita sudah mapan juga menantu kita " kata Abah tersenyum
" Ya bah alhamdulilah berkah " kata umah Yang merasa semuanya sudah siap Tinggal sayur dan daging ayam
saja untuk mepet hari
__ADS_1
" Ya sudah umah kalo semua sudah siap tinggal undangan nya saja di fotocopy " kata abah .
" Ya bah " kata umah
Abah lalu pergi kekamar untuk undangan yang sudah di cetak dan tinggal di fotocopy Agar bisa dibagi pada siapa saja yang di undang
************
Sepuluh hari berlalu dengan cepat
Yuna sudah menyiapkan pakaian bayinya di dalam tas karna mereka akan pulang sore ini .
" Ade ayo bangun " kata Ulya pada Alim
" Oe......" kata Alim yang masih kekeh menyembunyikan kekuatan nya
" Kakak suruh bi Mikha aja nyiapin semua handuk untuk ade dan kakak ya " kata Yuna yang sengaja menyuruh Ulya pergi Sedangkan Aziz sedang pergi ikut Alif beberapa hari ini Membuat Yuna ingin melihat kekuatan Alim yang sudah dua minggu di sembunyikan nya
Ulya pun keluar begitu juga Yuna yang meninggalkan Alim. untuk mengintip putranya lagi Mikha dan Anis Yang melihat Yuna mengintip pun ikut mengintip Dan Ulya pun ikut nimbrung bersama mereka Karna ikut penasaran Alim belum beranjak juga dari ranjang Yuna pun menyuruh Mikha dan Anis diam tidak bergerak di tempat nya
" Auw........Mikha Anis tolong " teriak Yuna pura pura jatuh tak jauh dari pintu kamar Yang membuat Alim muncul dan berlari menghampiri uminya yang terduduk lemas ..
" Umi .....umi ....." kata Alim menggoyangkan badan Yuna sambil memeluk Yuna Yang lalu pura pura pingsan
Sedangkan Yuna mengedipkan matanya pada keduanya
Karna melihat Mikha dan Anis belum datang Alim pun langsung memeluk sang umi dan membawanya kekamar Dan merebahkan nya di ranjang. Lalu ketika mendengarkan langkah kaki . Alim langsung kembali rebahan Mikha dan Anis pun lalu bergegas kekamar Untuk melihat Yuna
"' Nona nona, nona kenapa " kata Anis menggoyangkan badan Yuna dan Yuna pun lalu duduk
" Lah kok aku disini " kata Yuna pura pura kaget
Ulya pun tersenyum dan pura pura tidak tahu Tapi karna geli ia pun lalu tertawa dan berbisik pada Alim Yang membuat Alim bangun Dan lalu duduk sambil cemberut Dan lalu melihat sang umi
" Umi ..... kok begitu " kata Alim lalu memeluk uminya yang membuat Yuna juga memeluk Alim .
" Maaf , umi sudah tahu sayang " kata Yuna menciumi Alim membuat Alim memeluk umi nya semakin erat Dan Lalu menyembunyikan kepala nya didada umi nya
Mikha dan Anis pun tersenyum Dan lalu keluar dari kamar untuk menyiapkan segalanya Dan Alim pun berhenti pura pura ia pun bermain bersama Ulya di taman Yang membuat Yuna lega kini tak ada lagi rahasia . Agar mereka bisa pulang ke kairo
Malik yang pulang setelah ashar pun senang melihat Ulya dan Alim bermain bersama Karna Malik juga sudah tahu dari Yuna karna putranya itu sangat pintar menyembunyikan jati dirinya Agar orang lain tidak tahu Dan Malik yakin
Alim pasti punya alasan sendiri untuk
__ADS_1
Tak memperlihatkan kemampuan nya