Suamiku Dari Kota Saranjana

Suamiku Dari Kota Saranjana
Bab 193


__ADS_3

Bedug Magrib terdengar jelas dari rumah Yuna dan Malik Yang membuat mereka menyegerakan berbuka .Dan para siswa hari ini terakhir berbuka dirumah .. Yuna dan Malik Karna besok mereka sudah kembali ke asrama


" Ustad ..... ajar kan kami bagaimana melembutkan hati wanita " kata seorang siswa yang bersiap siap untuk tarawih setelah berbuka .


" Selesaikan dulu sekolah kalian kerja yang benar baru berdoa Agar dapat jodoh demi Allah Dan niat kan itu dalam hati .Ngak perlu di umbar " kata Malik


" Apa ustad dulu begitu " kata siswanya


" Ya karna seorang pria mapan itu perlu untuk menafkahi istri . Kalo cuma modal cinta Akan membuat keluargga kita goyah " kata Malik ..


" Masya allah berarti ustad sangat sabar ya , Apa dulu ustazah sempat dekat dengan ustad " kata yang lain


" Ya kami tetangga dekat rumah. Inti nya teman sepermainan sejak kecil Tapi karna ana menyukainya pertama kali Ana sematkan dalam hati Dan meminta kami bisa berjodoh pada Allah Dan pada akhirnya kami bisa menikah " kata Malik tersenyum


" Masyaallah jadi Allah mengabulkan doa ustad sampai sekarang ya ustad .Itu sungguh luar biasa padahal ustad dulu lama meninggalkan nya untuk mengejar ilmu Sampai lulus dan bekerja " kata siswa itu.


" Ya tapi karna jodoh kami bertemu lagi " kata Malik teringat dulu ia memang tak pernah bertemu Yuna tiap kali pulang lebaran .Tapi akhirnya ia bisa menikahi Yuna ketika ia sudah bekerja


" Hei ..... sudah nanti pulang tarawih saja konsultasinya Sekarang kita sholat tarawih


dulu " kata siswa lain


" Iya berangkat sana duluan ustad menunggu ustazah " kata Malik .


" Ya ustad kami duluan " kata siswa Yang berangkat ke masjid .


" Dinda ayo.... " kata Malik yang menunggu sang istri .


" Ya bi " kata Yuna lalu berjalanan mendekati Malik


" Ayo bi ini sudah siap " kata Yuna


" Ya ayo " kata Malik yang berjalan disebelah sang istri Dan tersenyum melihat Yuna mulau rajin memakai abaya


dan gamis.


Namun belum lagi mereka sampai sebuah kilat merah menyerang Yuna Malik yang melihatnya langsung memeluk sang istri


" Allahuakbar......" kata Malik


Pyar .........


Cahaya merah itu pun pecah menjadi abu Yang membuat Malik menutupi Wajah Yuna dengan tangan nya Agar abu itu tak mengenai wajah istrinya .


" Abi ......." kata Yuna .


" Ayo ....." kata Malik merangkul sang istri

__ADS_1


" Siapa mereka bi " kata Yuna


" Entah mungkin sisa sisa pengikutnya Yang tak terima mereka di usir " kata Malik .


" Ngeri ya bi " kata Yuna .


" Ya .....mereka tak tahu padahal setan sudah dibelenggu Tapi mereka masih memakai jalan lain " Kata Malik yang tak mau jauh dari istrinya .Karna ia masih khawatir pada Yuna yang slalu diserang


Oleh orang jahat


"' Ayo .....dinda " kata Malik merangkul istrinya itu dengan mengawasi kiri kanan Karna ia tak ingin istrinya itu celaka.


" Pasti mereka mengincar Yuna karna Yuna sudah membongkar markas mereka


Dan menyelamatkan para tumbal .." batin Malik yang merangkul Yuna sambil masuk Masjid.


Sesampai nya dimasjid Malik dan Yuna berwudhu lagi Dan Malik tak mau lengah pada istrinya itu Setelah masuk barusan baru Malik masuk kedalam masjid .


" Ustad rupanya sangat sayang istri sampai sampai di tunggu masuk " kata pa Karim


" Ya pa Karim karna ana khawatir Tadi dijalan ia diserang seperti mereka tak terima Istri ana membantu menemukan tempat mereka " kata Malik pelan


" Astagfirullah , mungkin mereka masih betah tinggal dirumah tuan Ahmet " kata Pa Karim


" Ya bisa jadi ustad " kata Malik Yang lalu masuk sab barisan .


Lalu mereka pun sholat berjamaah Setelah selesai Dan bubar ingin pulang Banyak kilatan merah menyerang di halaman


" Aaa.. ..... Semua orang pun panik berlari


" Astagfirullah mundur masuk masjid semua nya " kata ustad Ali berteriak lantang membuat semua ibu ibu itu kembali masuk masjid Dan serangan itu hanya sampai batas Jalan


" Kalian jangan panik, harap tenang " kata Pa Karim . Menenangkan ibu ibu..


Yuna yang melipat sajadahnya Yang belum keluar ikut bingung melihat para ibu ibu itu kembali masuk masjid..Sedangkan Malik berkumpul bersama para pemuda untuk menghalau cahaya merah itu .


" Ustad Malik apa maksud mereka mengirim teluh " kata ustad Ali


" Mereka ingin memperingat kita agar melepaskan rumah itu Agar mereka bisa membuat sarang disana " kata Malik


" Tidak akan kita hadapi mereka ustad " kata para warga..


" Kita tenang dulu jangan gegabah , kita pasti kan semua wanita aman sampai rumah .Kita pancing mereka " kata Malik


" Bagaimana caranya " kata ustad Ali


" Arjan Arjun kalian pancing mereka . Mikha Anis apa kalian bisa membantu " kata Malik karna ia Yakin mereka tak bisa melihat kaum jin yang menyamar.

__ADS_1


Benar saja ketika Arjun dan Arjan berjalan Dengan Mikha dan Anis mereka tak menyerang nya .


" Masya allah mereka tak diserang ustad " kata seorang siswa.


" Ya ....ayo ibu ibu kalian akan diantar pulang berdiri di belakang dua pemuda ini Ya Malik Yang lalu menyuruh Mikha dan Anis menjaga mereka


Sedangkan Yuna duduk bersila sambil memejamkan matanya .Dan membaca zikir Dan dengan bantuan Qoyum Yuna Melihat seorang pria sedang membaca mantra . Agar para setan itu mencelakai semua orang


" Yum......." kata Yuna


" Nona tenang biar saya yang keluar " kata Qoyum Yang lalu melesat hilang melewati pintu masjid .


" Ya Allah lindungilah lah kami dan lenyapkan ahli ahli tukang sihir itu " kata Yuna Menggenggam tangan nya Dan lalu menyematkan nya didada .


Jedar ........ jedar petir pun menyambar dengan kilatan besar. Yang membuat para pria semua kaget ..


" Astagfirullah al adzim ...." kata mereka


Malik yang teringat sang istrinya pun lalu berlari menghampiri Yuna yang duduk bersila .


" Dinda " kata Malik .


Namun Yuna tak bergerak


" Dinda apa yang kau lakukan " kata Malik


Merengkuh tubuh Yuna yang tak bergerak .


" Ya Allah " kata Malik .Yang tahu sukma istrinya pergi


" Kemana kau pergi " kata Malik yang langsung menaruh kepala Yuna dipangkuan nya . Dan sambil bersila


Ditempat lain cahaya putih menyerang 3 ahli tukang sihir yang mumpuni .Mereka pun menyerang membabi buta Ketika kilat putih memutuskan penyerangan itu.


Sedangkan Yuna ikut membantu khodam nya dengan bayangan cahaya dan lalu menyerang 3 tukang sihir itu


Pyar brak....... brak .........


Semua tungku sajen itupun pecah dan meledak Karna Yuna dan Qoyum menyerang bersamaan Setelah itu mereka pun langsung pergi Dan.....


" Abi ...... " kata Yuna yang sadar


" Dinda syukurlah " kata Malik yang langsung memeluk istrinya itu membuat semua orang lega melihatnya .


" Ustazah tidak apa apa " kata ustad Ali


" Alhamdulilah tak apa apa " kata Yuna Lalu tersenyum pada suaminya.

__ADS_1


" Ayo pulang bi, sudah aman " kata Yuna


" Alhamdulilah " kata para warga Yang ikut pulang Dan mereka berbisik bisik bertanya tentang apa yang dilakukan Malik dan Yuna .Hingga suasananya kembali kondusif .Seakan akan tak terjadi apa pun.


__ADS_2