
Ketiga nya ribut melihat perkelahian itu . Sedang kan pria berjubah putih bersila di sofa sambil berzikir .Begitu juga Yuna yang belum beranjak dari tempat duduk nya.
" Ya ampun mereka itu hewan atau iblis sih "kata Laras
"Mana aku tahu, aku bilang ular kadut aja kalian protes Apalagi yang lain " kata Alea.
" Lagian ngapain Al bilang itu ular kadut orang itu ular jadi jadian " kata Helen
" Lah ular kadut itu memang ular jadi jadian makanya aku bilang nya ular kadut karna dibungkus Kalian aja pikiran nya ngeres .Emang kalian mikirnya ular yang di dalam celana kan " kata Alea cuek
" Hehehe.... kok tahu Al kami kan cuma bercanda " kata Laras tersenyum
" Bercanda kok lagi genting gini , Lah Yuna mana " kata Alea
" Yah dia kan kita tinggal dikamar , ayo kita hampiri " kata Helen .
" Ayo ..... " kata Helen yang takut melihat dua ular itu saling belit. Lalu ketiganya pun bergegas kembali menuju kamar tamu.
" Yuna ..... " kata Ketiganya Yang membuat Yuna menoleh dan melihat ketiganya mendekati nya.
" Ada ular berkelahi di luar mereka saling serang dan ularnya putih sama hitam " kata Laras
" Iya Yun , apa harus kita biarkan saja " kata Helen .
" Biarkan saja mereka tidak nyata kok Mereka hanya asap yang mengepul yang ingin mengusik kita semacam kiriman orang " kata Yuna
" Kok kamu tahu yun, Kan kami belum memberitahukan mu " kata Laras heran
" Ya aku memang sudah tahu , karna aku sudah merasa kan nya .Ayo kita berdoa bersama " kata Yuna .Yang masih duduk tenang lalu berzikir dan berdoa lagi
" Ya " kata Ketiganya Lalu ikut duduk dekat Yuna dan berzikir juga berdoa . Setelah mereka berzikir bersama .Akhirnya
bau amis dan suara berisik berhenti ... Bersamaan para pria pulang dari mushola terdekat. Dengan wajah kaget melihat lantai rumah kotor dengan kertas bekas bakaran
" Ada apa ini ?" kata Aldi yang masuk mengikuti Malik
Malik tak menjawab tapi ia bergegas mencari Yuna .
" Dinda ...." kata Malik yang membuat keempatnya menoleh Dan memeluk suami nya masing masing . Begitu juga dengan Yuna yang memeluk Malik
" Kalian ngak apa apa kan ?" kata Malik
" Ngak pa pa bi, mereka mengirim ilmu sihir buat abi " kata Yuna .
__ADS_1
" Allahuakbar ...... biar kan saja " kata Malik lalu memeluk Yuna dan mencium kening Yuna Dan tiba tiba saja Arjan dan Arjun muncul bersama Mikha dan Anis .
.
" Tuan nona masuk kamar semua kami akan membersihkan sisa nya mereka sedang ingin mengirim serangan lagi terakhir " kata Arjun
" Baik lah ayo masuk " kata Malik lalu membawa Yuna kekamar tamu dan di ikut 3 pasang temannya.
Wus .....wus ....... pria berjubah putih pun kembali melawan kiriman asap dan di bantu empat jin pengawal Yuna dan Malik
" Ayo kita kembalikan " kata Arjun yang merapal matra dan zikir di bantu ketiga teman nya
" Bruk..... brak........duar ......
" Aaaa.......... ledakan api menyambar Ahmet Yang sedang duduk dihadapan nya hingga
semua abu yang didalam wadah panas berserakan keluar dan membuat wajahnya menghitam dan tangannya terkena abu panas yang masih menyala
" Aaa...... sial ..... kenapa kembali " kata nya Yang langsung berlari kekamar mandi Dan membasuh badan nya yang terkena semburan api.
" Akh..... sial ....." maki Ahmet melihat wajahnya menghitam Dan tangan nya penuh letupan abu yang membuat semua nya mengelupas .
" Sial .....sial .... aku harus menyuruh baba untuk memberinya pelajaran " kata Ahmet Yang lalu menyuruh Kun pelayan nya menghubungi seseorang yaitu mengudang dukun sihir Atau guru ahli sihir nya untuk menyerang ustad Malik .
" Cepat datang baba, aku ingin dia cepat mati kan Dan aku ingin istrinya jadi milikku Dan budak *** ku Pasti kan wanita itu menurut pada ku dan ia akan patuh dengan semua perkataan ku " kata Ahmet kesal .Lalu menutup ponsel nya
Sedangkan Malik merasa kan hawa panas kembali masuk rumahnya.Dan merasakan bau tak sedap mulai menyebar
" Bi duduk lah" kata Yuna .
" Ya dinda ayo kita melawan nya " kata Malik yang lalu membaca Hasbunallah wanikmal wakil Bersama Yuna di bantu keenam temannya Yang membuat ruangan itu penuh dengan suara zikir dan tahmid
Lama mereka berzikir sampai suara teriakan nyaring hilang menggema di teras rumah Sedangkan Arjan Arjun dan Mikha dan Anis ikut melafazkan doa hingga asap hitam itu menghilang perlahan dan suara hening malam mulai tenang .
" Alhamdulilah ...... hawa panasnya menghilang " kata Arjan sambil melihat kilatan cahaya melesat masuk kedalam rumah .
" Apa itu " kata Arjun
" Aku tidak tahu apa dia di pihak kita " Kata Arjan
" Sepertinya begitu dia sedang membantu kita tadi " kata Anis karna hanya sekilas melihat jubah putih itu hilang dan masuk kedalam kamar
Malik dan Yuna masih melafazkan zikir sampai bayangan itu masuk ke bahu kanan Yuna Yang membuat keenam teman Yuna kaget melihatnya .
__ADS_1
" Alhamdulilah " kata Yuna yang tahu penjaga nya sudah kembali .Malik yang melihat itu pun mengakhiri zikir nya dengan ber sholawat.
" Alhamdulilah " kata Malik...
" Ustad apa itu tadi yang masuk di sebelah bahu kanan Yuna " kata Burhan
" Dia penjagaku " kata Yuna tersenyum
" Hah .... kenapa kau punya kami tidak " kata Alea .
" Kalian juga sebenar nya mempunyai penjaga diri kalian Tapi mereka tidak bisa bangun karna belum sempurna " kata Malik .Yang juga mempunyai perisai diri Namun belum bisa bertemu dan bicara bila seseorang itu belum berada pada tingkat ilmu yang lebih tinggi ...
" Oh begitu ya ustad ,wah kita kurang sakti nih " kata Burhan .
" Bukan kurang sakti tapi amalan ibadah serta zikir kita harus di perbanyak lagi Agar Allah dekat dengan kita . Hingga Allah mengirimkan malaikat penjaga " kata Malik yang merangkul Yuna..
" Oh ... begitu ya ustad. " kata Aldi
" Ayo kita makan malam semua sudah disiapkan para pelayan " kata Yuna yang berdiri di bantu Malik
" Ya dinda .....ayo kita makan malam " kata Malik yang mengandeng istrinya Yang membuat Helen melongo.
" Bang aku juga mau begitu " kata Helen manja yang merangkul tangan Burhan .
" Iya ayo " kata Burhan yang tahu istrinya itu mudah baper melihat pasangan mesra tampil didepan mata nya.
" Hahaha..... iri ya , kan ustad lagi sayang sayang nya tuh sama Yuna " kata Laras yang juga ikut mengandeng tangan Jafar . Sedangkan Aldi dan Alea hanya tersenyum Melihat tingkah teman temannya.
Mereka pun lalu menuju ruang makan Dan disana Mikha sudah mengatur semua nya bersama Anis. Dan semua nya duduk di kursi masing masing karna sehabis makan mereka akan diantar pulang ke hotel yang kemaren.
" Yuna..... ustad kami boleh mampir sini lagi kan kalo tahun depan kami umroh " kata Alea .
" Ya Al dengan senang hati Aku senang sekali kalian mau mampir dan menginap disini " kata Yuna tersenyum .
" Itu pasti Yun, karna kami juga kangen pasti kau akan lama tinggal disini, kalo pulang mampir lah ke kota saranjana " kata Helen
" Insyaallah Len, pasti aku akan mampir bila nanti kami pulang " kata Yuna
Sedangkan Ahmet berteriak teriak dirumah nya merasa kan panas didadanya. Yang membuatnya berteriak menahan sakit Dan mengundang para tetangga sebelah rumah nya datang Dan melihat keadaan Ahmet Yang berguling guling di lantai dengan tubuh terbakar karna gosong .
" Inalilahi wainalilahi rojiun " kata tetangga nya Yang menyuruh tetangga nya yang lain untuk mengudang ustad Ali Assegaf di ujung komplek untuk melihat apa yang terjadi
" Ada apa dengan nya ?" tanya seorang warga kaget melihat tubuh tuan Ahmet tergeletak dilantai
__ADS_1
" Kami tidak tahu , kami juga baru datang dan baru melihatnya " kata tetangga sebelah kanan rumah tuan Ahmet..
" Astagfirullah ..........." kata ustad Assegaf Yang baru datang melihat tubuh tuan Ahmet gosong Namun masih bernafas.