
Zakaria yang mendengar itu pun langsung kaget Karna wajah Malik terkesan sedih
" Maaf ustad bila itu menganggu ustad " kata ustad Zakaria merasa tak enak
" Menghukum dengan tugas kar, untung Ana yang dirayu kalo antum menyuruh dia merayu pria hidung belang Dan pria itu mesum dia bisa melecehkan gadis itu Kar. jangan ulangi .jin dan manusia itu sama Ada yang punya hati dan ada yang tidak kembali pada pribadi masing masing " kata Malik
" Ya ustad maaf kan ana " kata ustad Zakaria
" Ya sama sama Ana hanya mengingatkan saja " kata Malik
" Ya sudah ana pulang duluan ya ustad " kata Zakaria pamit
" Ya ustad assalamualaikum " kata Malik
" Walaikum salam " kata ustad Zakaria menepuk jidat karna lupa sampai di ingatkan ustad Malik
Sedangkan Yuna yang sudah pulang kerumah . Berbaring di atas tempat tidurnya sambil memeluk guling dan memikirkan sesuatu ..
" Kalo aku melahirkan apa yang akan terjadi bila dokter dirumah sakit tahu ada yang berbeda dengan putri kami " kata Yuna bingung .
" Bunda ngak perlu takut ade bisa lahir lebih dulu " kata anak kecil yang muncul tiba tiba di depan Yuna
" Allahuakbar ini putri bunda " kata Yuna membuat anak kecil itu tersenyum yang langsung dipeluk Yuna .
" Masyaallah ya rabb bunda bisa peluk ade sekarang ya " kata Yuna senang Karna Yuna merasakan memang anak itu bayinya Karna ia melihat dirinya pada anak kecil itu
Keduanya pun lalu bermain bersama dan bicara yang membuat Yuna sangat senang kalo ia punya putri dan putra sepasang .
"' Nanti kalo ade lahir ade akan jaga bunda biar aman " kata anak kecil tersenyum .
" Ya nak bunda percaya " kata Yuna Yang lalu mengajarkan sang anak membaca alfatihah. Dan anak kecil itu membacanya perlahan lahan .
Malik yang baru pulang ingin membuka pintu mengurungkan niat nya Ketika mendengar Yuna tertawa Malik terpaku ketika Yuna membacakan surat Al-Ikhlas dengan suara merdu lalu membuka pintu
Ting........
" Ade....." kata Yuna yang kaget putrinya menghilang Dan Yuna melihat kepintu
" Abi " kata Yuna yang lalu menyambut suaminya itu dengan wajah terkejut begitu juga Malik
" Dinda bicara dengan siapa ?" kata Malik
" Shut ....." kata Yuna yang melihat putrinya kecilnya itu bersembunyi di balik gorden dan lalu memeluk nya .
__ADS_1
" Aaa.........." teriak nya kaget .
" Shut...... itu abi ngak pa pa ngak perlu takut " kata Yuna yang lalu mengendong gadis kecil itu yang membuat mata Malik terbelalak melihat gadis kecil itu mirip dengan Yuna .
" Dia....."
" Dia putri kita bi " kata Yuna
" Kapan lahirnya " kata Malik kaget .
" Ini bayangan nya tapi raga nya belum ia akan lahir lebih dulu nanti dari adik nya " kata Yuna .
" Ya Allah .... " kata Malik yang mendekati putri kecilnya itu dan lalu memegang pipi dan tangan nya yang masih kecil
" Masyaallah jadi abi sudah menjadi seorang ayah " kata Malik
" Ya bi " kata Yuna memberikan anak kecil itu yang memang bayi mungil tapi sudah bisa bicara dan terbang .
" Kau sangat cantik nak seperti umi mu " kata Malik yang hampir tak percaya kalo yang di gendongnya sekarang adalah putri nya sendiri anak kandungnya yang dari kaum jin Lalu Malik pun memeluk nya erat Dan menciuminya Yang membuat bayi kecil itu terkekeh geli.
Yuna lalu mengunci pintu kamarnya karna tak mau yang lain tahu Untuk saat ini kehadiran putrinya tak boleh diketahui orang lain Karena waktu nya akan tiba kalo sudah saat nya putranya lahir .
********
" Tapi kalo kamar atas lebih baik yang muda bah . Kan kasihan naik turun tangga
" kata Amar yang memang akan banyak tamu dari kota baru dan ia yakin rumah mereka akan penuh .
" Ya boleh tapi kerabat dekat saja oh ya Apa kerabat dari martapura juga datang " kata abah menatap ustad Sofyan
" Iya bah ,kita juga sudah menyediakan penginapan untuk mereka " kata Ustad Sofyan yang lebih tua dari abah
" Apa bang Akhtar jadi pulang bi " kata Amar pada kakak keduanya yang jarang pulang karna berada di arab saudi
" Mungkin lusa dan ia sudah mengirim uang juga . Dia bilang minta undangan juga untuk teman temanya " kata ustad Sofyan
" Ya bah itu gampang tapi nama nya Amar lupa " kata Amar karna kakak nya yang satu itu terkenal banyak teman dan juga royal Tapi sayang istrinya cukup pelit dan perhitungan pada keluarga
" Apa Akhtar pulang bersama Sarah bi " kata Umi menatap abi
" Entah lah kita lihat saja mungkin hanya berdua karna anak anaknya tak ikut ada pelayan disana yang menemani mereka " kata ustad sofyan
"' Wah umi .... bakal siap siap heboh nih kalo de sarah pulang " kata Aliyah menantu pertama ustad sofyan .
__ADS_1
Semuanya terdiam karna memang menantu nya berasal dari keluargga bangsawan arab Yang membuat keluargga ustad Sofyan kelimpungan melayani menantu nya itu
" Semoga saja tak ada masalah " kata Amar yang tak mau ribut .
" Aamiin mudah mudahan saja " kata abi yang menatap sang istri.
Sedangkan Nurul hanya diam tak ikut bicara Karna ia masih anggota baru di
keluarga ustad sofyan .
**************
Seminggu berlalu dengan cepat Yuna yang sore ini akan pulang kerumah umah sudah bersiap siap karna di saranjana ada masa libur 3 hari mereka bisa menginap dirumah umah lebih lama.
Sedangkan di rumah Amar seorang wanita tinggi besar terlihat duduk santai sambil membantu umah mengiris roti coklat untuk para tamu .
" Sarah Akhtar kemana ?" kata umi
" Lagi jalan jalan umi tadi sama Fuad " kata Sarah Yang membawa sepupu nya itu Yang katanya ingin mencari istri untuk di bawa pulang ke arab
" Itu anak bukan bantu adiknya , kan bisa besok kalo setelah selesai " dumel umah pelan
" Ngak pa pa umi masih banyak yang lain kan " kata umah yang mendengar
" Ya tapi sekarang dia banyak berubah umah ngak seperti Malik " kata umi pelan
" Sudah nanti malah ribut ngak usah dibahas " umah yang duduk dekat Fatma .
" Umi sudah ana mau kekamar dulu ya " kata Sarah
" Ya nak " kata umi
Sarah pun berlalu menuju kamarnya Sedang kan Nurul masih duduk membantu membungkus kacang untuk snack besok pagi yang memang untuk tambahan takut persedian kurang .
" Umah apa de Akhtar sudah memberi ustad Lutfi besek tadi ana kesana katanya Akhtar ngak kesana " kata Lukman
" Ngak tahu Man, tadi umi sudah wanti wanti " kata umi .
" Tadi mereka memang ngak ke sana umi
Tapi kerumah Nisa mau melamar Nisa untuk Fuad " kata Alan yang ikut mengantar besek
" Astagfirullah kan bisa besok besok kesana nya Alan tolong antar nya nak bikin masalah aja tuh anak man sekalian sana di bawa untuk Haji Anang
__ADS_1
" Ya umi yuk lan " kata Lukman yang membawa besek untuk para kerabat karna bergiliran Umah yang melihat hanya diam karna dua saja putra ustad Sofyan yang menjadi ustad besar Yang 3 hanya ustad biasa saja karna mereka tak bersekolah tinggi .