
Malam hari Di istana jin pinggir pantai Aziz sedang duduk santai mengotak atik
ponsel barunya Yang dibelikan sang abi kemaren karna ia ingin melacak di mana abi dan umi nya berada. Karna ia ketiduran Aziz jadi lupa tempat nya .
" Yah gagal kenapa ngak bisa " kata Aziz Lalu bermain game hingga membuatnya lupa Kalo ia belum mengerjakan tugas sekolah nya .
"Aziz ayo sholat dulu ,sudah mengerjakan pr belum nak ustad bilang apa sama ade Aziz Sebelum tidur cek dulu tugas nya " kata umi ratu
Deg.....
" Iya umi " kata Aziz yang lalu meletakan ponsel barunya lalu cepat mengambil bukunya Sebelum uminya masuk ke kamarnya
" Ana lupa " kata Aziz pusing karna biasanya ia dibantu Yuna untuk belajar
" Ah sudah lah, Yang penting bisa jawab kan mudah " kata Aziz Yang lalu mengisi buku pr nya .Dengan cepat karna sudah malam Apalagi uminya pasti akan masuk kamar mengecek buku tugasnya . Setelah selesai Aziz pun lansung merapikan nya Dan bergegas naik keatas tempat tidur
Lalu pura pura sudah tidur
Ceklek......
" Astaga dia sudah tidur bi " kata umi ratu mengambil selimut Dan menyelimuti Aziz yang terpejam Lalu mencium kening putra bungsunya dengan rasa sayang
" Pasti dia sangat lelah hingga cepat mengantuk tidak seperti biasanya " kata raja .
" Ya pastinya begitu abi " kata ratu Lalu kedua nya pun keluar Dari kamar setelah raja mengusap dan mencium kening Aziz
Aziz pun lalu membuka matanya lagi setelah abi dan umi nya pergi kembali mengecek ponselnya Lalu mengirim pesan pada Arjun .
Arjun dan Arjan yang sedang asyik ngobrol di ruang tengah pun kaget karna mendapat pesan dari Aziz dengan nomor barunya
" Waduh tuh anak minta serlok lokasi umi abi nya " kata Arjun
" Jangan dibalas biar dia mengira kita sudah tidur " kata Arjan .
" Heh....iya " kata Arjun yang meletakan ponselnya Dan tak membaca pesan Aziz
Dua jin teman baru Arjun dan .Arjun pun hanya bisa diam tak bicara Karna mereka tak .punya ponsel seperti dua teman dihadapan mereka.
" Kenapa ?" kata Arjan heran
" Kami tak punya barang seperti itu Dan juga tak punya uang untuk membelinya " kata Salah satu jin
__ADS_1
" Kau tahu dikota saranjana sudah ada ponsel pintar Dan telepati sudah mulai tak dipakai mereka pintar seperti manusia juga .Dan jin disana lebih moderen dari kita " kata Arjan
" Oh ya kami ingin berkunjung kesana " kata jin satunya .
" Ya nanti kami bisa mengajak Kalian bila mengantar tuan Aziz liburan " kata Arjun yang terlihat tampan karna tak memakai baju jin model dulu .Bahkan mereka terlihat seperti manusia biasa Yang berpakaian rapi layaknya pria dewasa Yang sedang pulang kerja
Disisi lain Maryam menghampiri Yusuf bersama Ali yang bertemu di sebuah cafe .
" Assalamualaikum ustad Yusuf " kata Maryam genit sambil mengedipkan mata
" Walaikum salam Maryam , Mata nya kenapa kok kedip kedip " kata Ali polos membuat Yusuf terkekeh
" Oh .... mungkin Maryam matanya lagi sakit Jadi perlu di kasih obat mata tuh " kata Yusuf Yang membuat Maryam cemberut
" Eh .... kok cemberut sih tuh ada Lukman kesini " kata Ali Membuat Maryam menoleh senang Ketika melihat duplikat Malik itu datang dan duduk dekat Ali
" Maryam kok disini ?" kata Lukman kaget
" Hai.... Luk apa kabar lama ngak .bertemu
ya Kan terakhir waktu kita bertemu di hotel Shangri la " kata Maryam
" Heh......iya waktu antum sama Ikram kan pria turki itu " kata Lukman
" Ya silahkan " kata Lukman santai
" Auw ..... apa sih " kata Lukman kaget karna kaki nya di tendang Ali Yang menatap tajam Lukman sambil melirik Maryam Yang membuat Lukman mengerti
" Eh kenapa ? " kata Maryam
" Ngak pa pa tadi kaki Ana kesandung " kata Lukman Yang tak mungkin mengatakan Ali menendang kakinya
" Oh ya ,Ana ikut makan juga ah .." kata Maryam yang lalu menunggui tiga pria itu Membuat Lukman mengaruk kepalanya Yang tak gatal Karna tadi ia menawarkan Maryam duduk Sehingga Maryam tidak pergi dari tempat itu padahal mereka ingin membahas tentang Malik sahabat mereka
" Ya ...silakan " kata Yusuf yang akhirnya tak jadi bercerita tentang Malik
" Kalian tidak memesan, biar ana bayarin " kata Maryam
" Trimakasih banget Mar kita sudah makan Kok, Ini mau pulang ,ngak papa kan kami tinggal kan " kata Ali
" Lah terus Lukman kan baru datang ayo pesan '" kata Maryam
__ADS_1
" Waduh .... terimakasih Mar tadi Ana sudah makan dirumah .ini tadi Ali mau ngajak kerumah Ali untuk diskusi " kata Lukman basa basi
" Oh ya , Apa Ana boleh ikut kan ada Billa disana iyakan li" kata Maryam
" Oh tidak Mar, Billa kerumah abi dan uminya sepulang dari kampus tadi " kata Ali berbohong
" Astagfirullah," kata Ali dalam hati Yang lalu berpamitan dengan Maryam .Karna tak mungkin Maryam ikut setelah memesan makanan untuk dirinya Yang sedang lapar .Dan itu kesempatan ketiga pria itu untuk pergi .
" Ya sudah hati hati " kata Maryam cemberut Yang membuat Yusuf lega Lalu beranjak dari kursi Meninggalkan Maryam sendiri Padahal ia ingin mencari tahu kemana Malik pergi
" Alhamdulilah hampir saja " kata Ali Yang sudah pindah tempat
" Antum sih pakai lebay Luk " kata Yusuf
" Heh ....enak saja kan Ana tidak tahu Kalo ia datang menghampiri kita Ana pikir dia cuma jajan dan mau makan " kata Lukman
" Ya sudah ngak usah dipermasalahkan Yang penting kita sudah aman , untung Ali berbohong sedikit Kalo ngak benerin ikut tuh mak nyosor " kata Ali
-" Ya bisa gawat bila Maryam tahu kita membahas Malik Apa lagi dia Kepo banget sama urusan Malik yang lagi rolling " kata Yusuf
" Sudah yuk pesan kopi saja " kata Lukman Yang memang penasaran Malik pergi kemana Karna tak semua teman sesama dosen tahu Kemana Malik pergi Dan apa alasan nya padahal prestasinya cukup baik dikampus Apalagi tak banyak ustad muda seperti Malik cepat naik daun karena pintar .
" Ya ... Ana kopi pahit saja " kata Lukman
" Lah Yakin yang pahit " kata Ali yang juga memesan roti dan cake
" Ya biar hidup ana bisa manis seperti Malik yang suka minum kopi pahit " kata Lukman
" Hahaha ... Apa hubungan bro mitos itu kan cuma peribahasa " kata Ali
" Ber pahit pahit lah dulu bila ingin merasakan manisnya gairah hidup " kata Lukman Yang membuat ketiga nya tertawa karna banyolan Lukman
" Ada ada saja antum Luk " kata Ali
" Ya kita hubung hubungkan saja biar seru Kan biar manis kopinya " kata Lukman
" Maksud nya apa ?" kata Ali
" Biar pahit kopinya Tapi ketika ada gadis manis duduk didepan kita Pasti pahit nya ngak terasa karna berubah jadi manis iya ngak tuh lihat sana " kata Lukman yang melihat gadis berjilbab biru tersenyum padanya
" Alamak ....... parah antum Luk bukan muhrim bro zina mata " kata Yusuf
__ADS_1
" Eh ... ngak masalah senyum itu ibadah " jawab Lukman lagi Yang membuat Ali dan Yusuf mengelengkan kepala