
Karya pun lalu memeriksa keadaan perkutut milik nya
" Baik baik nya tapi terasa nyeri " kata Karya meringis
" Salah sendiri pakai kolor makanya pake celana panjang untung hanya ikan buntal kalo ular hi ...... putus tuh ular kadut lho Kar " kata Rustam terkekeh
" Enak saja mana ada ular makan ular ": kata karya
" Ya ngak aneh ya jeruk makan jeruk sekarang ini ya Kar sudah banyak LGBT di Jakarta seperti berita di televisi tuh Pertanda jaman sudah tua " kata Rustam
" Untung kita tinggal di daerah masih waras kan tam. Kalo di kota besar bisa hancur mina dong tam " kata Karya
" Ya bersyukur lah kita masih hidup normal ngak macam macam seperti negara lain yang me legal kan LGBT dan bisa menikah sesama jenis di sah kan lagi Mungkin sudah kiamat kar " kata Rustam
" Ya kan jaman sudah tua biarkan saja yang penting kita ngak berbuat dosa " kata Karya Yang lalu duduk sambil merokok menunggu Kail nya di patuk ikan lagi tampa berpikir yang aneh aneh
************
Umah meletakan baskom di depan pintu dapur dekat kebun ketika melihat pisang satu tandan matang di pohon Dan dibawahnya cabe merah berbuah lebat ..
" Bah.... lihat ada pisang matang Kemaren kok kita ngak lihat ya tuh ada dua tandan pisang kepok matang semuanya itu yang pisang emasnya baru matang atasnya " kata umah senang
" Ya umah kok abah ngak lihat ya " kata abah yang manarik daun pisang Yang tua lalu membuangnya
" Pantasan saja ke tutupan daun umah.. ini rezeki cucu umah kemaren bilang mau makan pisang emas pas lihat pohon pisang " kata abah Mengingat Yuna sempat bertanya pisang emas
" Ya bah di gantung di gudang saja siapa tahu abi nya pulang kesini besok Enak ya bah sekarang bisa dekat kebun dan tinggal petik " kata umah Yang kini lega rumah mereka bisa langsung kekebun Karna Malik membobol rumah abah hingga jadi luas dan lebar Dan bisa juga berkebun di belakang rumah dan disamping Sambil mengawasinya tiap hari dari rumah karna Malik sudah membuat tembok keliling di sekitar rumah
" Ya umah tuh sayur juga subur untung kita punya kebun Tinggal beli lauknya saja " kata abah yang melihat pohon singkong lalu mencabutnya satu pohon untuk dimasak nanti sore .
" Berkah ya bah enak punya rumah dan kebun tinggal panen " kata umah
" Ya umah putra dan menantumu itu memberikan kita yang terbaik " kata abah Yang senang kini tak ada beban lagi di hatinya karna Malik sudah bahagia bersama keluarga kecilnya Yang sempat membuat abah khawatir kan mereka dulu ketika belum bisa saling menerima .
Lalu abah dan umah pun membawa masuk pisang hasil panen mereka sendiri dari kebun Malik yang mereka tanam Agar bisa dijual .Dan bermanfaat
dari pada tanah kosong tak bertuan
__ADS_1
**********
Sedangkan sore hari nya Yuna duduk santai di teras belakang sambil menyuapi bayi Ulya makan ketika Aziz dan Alif datang membawa buah yang berukuran besar
"Hai kalian dari mana ?" kata Yuna
" Dari istana umi " kata Aziz
" Trus tuh buah dari mana ?" kata Yuna bingung menatap kedua bocah itu
Tadi waktu kita ke kampus Mau nemuin abi . Abi lagi mengajar trus banyak gadis gadis ngintip abi di depan pintu Trus kita bilang jangan ngintip nanti kita laporkan ustad Karna mereka mengintip abi .Trus mereka bingung lalu bilang mau ngasih kami hadiah bila ngak melaporkan mereka . Ya ini umi buah nya Mereka menyuap kita biar ngak lapor abi .Padahal kita cuma menakuti saja umi ya ngak lif " kata Aziz tersenyum
"' Iya kak " kata Alif
" Ya sudah tapi lain kali ngak begitu lagi yang sayang. Nanti kebiasaan mereka juga jadinya terus mengintip abi ..Kan malah lupa belajar jadinya menganggu yang lain " kata umi
" Ya umi " kata Aziz yang lalu duduk mendekati bayi Ulya dan menciumnya
begitu juga dengan Alif
" Aaa.... ......." sebuah teriakan nyaring Membuat Mikha dan Anis cepat berlari keluar Dan Yuna yang ikut kaget lalu ikut keluar untuk melihatnya .
"' Ada apa " kata Yuna yang lalu mengendong bayi Ulya dan menuju keluar bersama Alif dan Aziz
" Aaa......... teriak Mikha dan Anis juga kaget melihat banyak ulat bulu di lantai
Yang bergerak kesana kemari .
" Astagfirullah aladzim " kata Yuna
" Kok bisa banyak nona " kata Mikha pada wanita tetangga mereka
"' Nggak tahu, tadi ana niat mau bertamu melihat bayi ustazah Tapi tiba tiba banyak ulat bulu pertanda apa ya " kata tetangga Yuna
"Hah .....pertanda apa memang " kata Anis bingung sedangkan Yuna Alif dan Aziz hanya diam melihat wanita itu
" Mungkin pertanda sial ini ustazah , Kalo begitu saya permisi dulu ustazah Maaf besok saja kesini nya Itu masih ada ulat nya " kata tetangga Yuna .Lalu pergi dan tak jadi bertamu .
__ADS_1
" Dasar wanita jahat " kata Alif kesal begitu juga Aziz yang terlihat tak suka pada wanita itu
" Eh ..... ngak boleh begitu sayang Memang kenapa sampai dia dibilang jahat" kata Yuna bingung
" Dia sengaja umi, biar ngak ngasih kado buat umi. suaminya menyuruh nya Bersilahturahmi dan memberi hadiah pada umi Tapi dia ngak iklas .Karna iri pada umi karna umi sudah dapat kado kemaren "' kata Aziz
" O......jadi dia sengaja melempar ulat ulat itu keteras rumah kita " kata Anis berkacak pinggang
" Iya bibi sini biar Aziz balikin " kata Aziz menjentikkan jarinya Lalu tak lama suara teriakan terdengar jelas dari rumah wanita itu Yang membuat Yuna dan Anis dan Mikha saling pandang .
" Ayo kita masuk biarkan saja dia berteriak " kata Alif
" Yuk ...... kita makan makan " kata Anis tersenyum Karna Aziz mengerjai balik
wanita itu. Yuna hanya mengeleng sambil mengendong Ulya kembali keteras belakang .Sedang kan Mikha menutup pintu rumah mereka dengan rapat
" Aaa .......... terdengar jelas teriakan itu dari jauh Namun semuanya hanya tersenyum duduk santai Tak perduli apa yang terjadi di sebrang sana
Sedang di rumah tetangga Yuna istri jin berpangkat mentri itu jingkrak jingkrak sendirian dirumah Karna banyak ulat bulu datang Dan masuk rumahnya yang berjumlah ratusan ada dimana mana Yang membuatnya ketakutan .
' Aaaa........... ya ampun kenapa lebih banyak dari rumah si ustazah buncit itu sih " dumel nya seorang diri Karna ketika ia melihat Yuna cukup kaget padahal sudah melahirkan Tapi perutnya masih buncit Dan ia menyebut Yuna dengan ustazah buncit .
Aziz yang masih memakai mata batinnya pun yang kesal mendengarnya hingga menambah ulat bulu nya semakin banyak
" Beranak lebih banyak ting.........." kata Aziz kembali menjentik kan jarinya .
"' Membuat teriakan makin keras dan mengundang tetangga lain Yang rumahnya lebih dekat menghampiri wanita itu . Sedangkan Yuna hanya duduk santai tampa perduli apa yang terjadi diluar .
" Ya ampun umi Farzah ada apa " kata tetangga nya karna mendengar teriaknya
wanita heboh sendiri
" Itu lihat , banyak ulat bulu di rumah ana " kata wanita itu
" Lah kok bisa bukan nya tadi umi mencari ulat bulu Kok bisa dilepas dirumah umi Farzah sendiri " kata tetangga nya yang kaget
" Astagfirullah berarti itu senjata makan tuan umi, mau mengerjai orang Tapi malah berbalik sendiri " kata tetangganya tergelak .Karna tadi sempat mengintip tetangga itu membuang ulat bulu dihalaman rumah Yuna . penghuni baru dari 5 Villa dekat taman istana itu.
__ADS_1