
Malik dan Yuna duduk saling bersila saling berhadapan dan saling mengengam tangan .Yang disaksikan keempat pasang mata didepan pintu kamar. Sedang kan Aziz tidur lelap tampa terusik sekali pun .
" Allahuakbar " kata Malik lalu mengengam tangan Yuna erat . Yang membuat dentuman keras di luar sana .
" Jedar .......pyar ....pyar ........
" Aaa........... teriak penghuni rumah tuan Ahmet yang membuat senja menjelang magrib itu kembali hening dan mencekam
Tetangga Ahmet yang berangkat kemasjid buru buru berjalan Dan ketika bertemu dengan yang lain Mereka pun saling bertanya namun hanya berbisik bisik
" Pa Ameer apa yang terjadi kenapa dari rumah tuan Ahmet terdengar suara teriakan " kata tetangganya
" Ana tidak tahu pa ,Saya takut untuk melihat nya ayo kita ke masjid saja nanti kita bicara kan dengan ustad Ali dan ustad Malik " kata Pa Ameer
" Ya ayo... " Kata tetangga pa Ameer lalu mereka bergegas pergi menuju masjid.
Sedangkan Yuna dan Malik saling pandang dan membuka matanya. Lalu tersenyum menatap Aziz yang masih terlelap.
" Abi kemasjid dulu ya , jangan keluar dari rumah " kata Malik
" Apa sudah aman bi " kata Yuna mengengam tangan Malik..
" Sudah dinda " kata Malik yang lalu mencium kening Yuna. Lalu mengusap kepalanya dan tak lupa membaca doa
" Ya sudah temani Aziz ya, abi pergi kemasjid dulu " kata Malik .Yang membuat Arjun dan Arjun cepat cepat pergi untuk berganti pakaian .Untuk ikut kemasjid bersama tuannya. Sedangkan Mikha dan Anis masih terpaku melihat tuan dan nona nya begitu saling menyayangi
" Mikha Anis sejak kapan disitu " kata Yuna melihat dua pelayan nya itu melongo
" Ah.... maaf nona tuan kami hanya ingin mengecek nona karna tadi ada suara petir menggelegar " kata Mikha salah tingkah ketahuan Begitu juga dengan Anis.
" Ya sudah sholat berjamaah lah dengan nona kalian . Ana mau kemasjid jaga nona kalian " kata Malik
" Baik tuan " kata keduanya menunduk ketika Malik melewati mereka berdua Sedang Yuna hanya tersenyum Melihat kedua pelayan nya itu.
" Ayo bersiap siap kita sholat " kata Yuna
" Nona ....itu sejak kapan tuan kecil ada disini " kata Anis dan Mikha kaget melihat Penampakan Aziz yang tidur nyenyak di samping Yuna .
" Tadi siang , biar kan dia tidur Ayo...
kita sholat " kata Yuna yang beranjak dari atas ranjang lalu mengelar sajadah di lantai lalu berwudhu .Sedangkan Mikha dan Anis langsung menghilang untuk berwudhu dan mengambil perlengkapan sholat di kamar mereka .
__ADS_1
Ketiganya sholat dengan khusuk. Dengan di imami Yuna dan setelah itu mereka ngobrol tentang kejadian suara petir Yang terdengar di luar sana. Dan ketika asyik ngobrol .....
" Umi ....." kata Aziz yang menghampiri . Yuna dengan menggosok gosok mata nya
" Hei.... anak umi sudah bangun ya ,apa mau makan lapar ngak ?" tanya Yuna
Aziz hanya mengeleng lalu memeluk dan mencium Yuna Lalu duduk dipangkuan Yuna Yang membuat Mikha dan Anis ternganga. dengan ulah pangeran jin itu . Karna Aziz jarang bisa akrab dengan orang lain.
" Ya sudah bobo lagi ya " kata Yuna lembut lalu mengendong tubuh mungil itu kembali keatas ranjang Dan Yuna ikut berbaring di sebelah nya sambil menepuk nepuk pelan bokong Aziz ...
" Sejak kapan anak jin itu bisa akrab dengan nona " kata Mikha menatap Anis
" Entah lah " kata Anis mengangkat kedua bahunya. Karna memang mereka tak pernah melihat keakraban Aziz dengan orang lain selain abi umi juga kakaknya.
**********
Di masjid Malik tertahan karna ustad Ali mengajak Malik bicara Dengan para warga sekitar Mengenai kejadian tadi sore yang membuat semua nya tegang Dan bertanya tanya kenapa bisa ada petir di sore hari Tampa ada mendung dan hujan.
" Allahu alam ustad , saya juga tidak tahu karna tak keluar dari rumah .Karna ana tertidur "kata Malik Yang tak mau bercerita Karna akan banyak pertanyaan Dari setiap orang nantinya Yang membuat Malik memilih diam
" Lalu bagaimana dengan keluargga tuan Ahmet ustad Apa kita harus kesana . Ana sempat mendengar teriak mereka Seperti nya sudah terjadi sesuatu " kata pa Ameer
" Ya begini saja , besok hari ahad . kita kesana nya sama sama . Karna ini. sudah malam dan lagi mereka tak butuh bantuan kita kan pastinya mereka bisa menangani " kata ustad Ali yang tahu kesombongan keluarga tuan Ahmet
" Ya besok pagi setelah subuhan kita sama sama kesana. Karna memang peraturan kita tak boleh kerumah tuan Ahmet untuk bertamu . Tapi kita bisa datang bersama sama kesana Agar kita tahu apa yang sebenarnya terjadi di rumah tuan Ahmet " kata ustad Ali .
" Ya ustad kami juga penasaran setelah kejadian kemaren." kata salah seorang warga komplek .
" Ya ustad ana juga penasaran ingin melihat nya .Karna sepertinya banyak orang di dalam rumah itu " kata Pa Ameer Yang melihat mobil berjejer di halaman rumah besar tuan Ahmet.
" Ya kita lihat besok ,sekarang kita pulang dulu " kata ustad Ali.
" Ustad Malik , nanti sepulang dari sini mau kah Anta mampir sebentar kerumah ana Ada yang ingin Ana tanyakan " kata ustad Ali .
" Baik ustad mari ... " kata Malik yang tak keberatan dengan permintaan ustad Ali
Lalu mereka pun bubar dari Masjid setelah sholat isya yang membuat komplek rumah itu hening kembali dirumah masing masing
Sedangkan dikota saranjana Alea dan Aldi serta rombongan yang lain Baru saja tiba Dengan pesawat gaib para jin .
" Alhamdulilah kita sampai juga akhirnya " kata Alea lega .
__ADS_1
" Iya aku ingin tidur sepuasnya .Karna sangat lelah " kata Helen
" Iya lusa kita kumpul ya , sekarang kita istirahat dulu " kata Laras .
" Ya besok lusa kita kumpul sekarang kita pulang dan istirahat " kata Alea yang senang bisa kembali pulang kerumah nya.
*******
Disisi lain Billa sedang menuju rumah seorang teman nya di sebuah Pinggiran kota di dekat perkampungan warga
" Assalamualaikum " kata Billa
" Walaikum salam " jawab seseorang dari dalam rumah
" Billa , kenapa bisa sampai sini " kata Alona kaget melihat teman masa sma nya berdiri didepan pintu
" Maaf bisa kah kau membantu ku di mana rumah seorang ahli nujum " kata Billa
" Astagfirullah , apa kau tak salah menanya kan itu Bill itu musyrik !! " kata Alona heran Lalu menatap Billa yang terlihat murung .
" Aku ingin memberi pelajaran pada seseorang yang sudah menyakiti ku Lon " kata Billa jujur. Seraya menatap Alona .
" Ingat Allah Bill kau sendiri pernah bilang Allah yang akan membalas perbuatan jahat manusia .Kita tak perlu membalas nya " kata Alona .
Billa terdiam lalu terisak .Karna ia sudah terlalu jauh melangkah .Entah mengapa hatinya belum iklas Bila Malik menjadi milik orang lain Karna selama 7 tahun lebih mereka berteman Dan Malik tak sekali pun menoleh padanya. Dan memberi nya sedikit kesempatan
" Bil.... ada apa , bicara lah ceritakan semuanya padaku Agar beban mu di hatimu ringan " kata Alona.
" Aku terlalu mencintai nya lon , Aku tak sanggup melihatnya menikah dengan wanita lain " kata Billa menangis dengan berurai air mata Lalu memeluk temanya.
" Astaga rupanya masalah hati " kata Alona menghela nafas kasar nya. Yang sangat tahu Billa adalah gadis yang baik .
Alona sangat kenal dengan Billa yang sangat di idola kan banyak para pria Dan ia
pernah iri dengan Billa .Namun Billa teguh ingin mengejar mimpinya . Tapi ketika mendengar cerita Billa . Hati Alona tak percaya Billa bisa rapuh karna jatuh cinta dengan seorang ustad Yang belum pernah dilihat nya ..Padahal yang Alona tahu Billa juga sudah menikah dengan ustad Ali Dan menurut nya pria itu lumayan tampan.
" Apa dia lebih tampan ?" kata Alona
" Bukan cuma itu dia juga pintar dan baik Bahkan dia pria terbaik yang pernah aku kenal Mengenai kepribadiannya yang santun. Wanita yang ia nikahi tak sepadan dengan nya ." kata Billa terisak Yang membuat Alona tak tega pada Billa
" Lalu apa yang ingin kau lakukan ?" kata Alona bingung
__ADS_1
" Memisahkannya " kata Billa.
" Apa........ tak mungkin Bill, mereka sudah menikah Dan punya ikatan .Apalagi kau bilang ia sedang hamil anak Malik " kata Alona kaget.