Suamiku Dari Kota Saranjana

Suamiku Dari Kota Saranjana
Bab 315


__ADS_3

Keakraban dan canda para ustad membuat Nurul bisa melihat Kalo Yuna memang tak memanggil ustad pada suami nya Dan hanya namanya saja Begitu juga ustad Malik yang dikagumi Nurul. Pria tak di panggil ustad oleh sang istri Pria itu terlihat sangat tampan di mata Nurul Tapi sikap manja Yuna pada Malik membuat Nurul tak senang Tapi tak aneh bagi teman dan keluargga dekat Yuna dan Malik Yang sudah biasa melihat kemesraan pasangan itu


"' Bi ngantuk ayo pulang " kata Yuna pelan


" Wah.....parah lho Yun baru juga datang sudah main pulang aja , Kan Kita jarang jarang ketemu lho sama Malik bentar lagi lah " tawar Amar


" Iya nak Yuna sebentar lagi kan belum malam Dan umi juga mau berterima kasih sudah banyak dibantu mudah mudahan kalian berlimpah rezeki " kata umi Amar pada Yuna


" Sama sama umi kan kita keluargga jadi wajar saja saling membantu " kata Yuna yang sempat menitipkan uang 10 juta lewat umah untuk membantu hajatan Amar


"' Kurang ngak mar, nih ana tambahin kata Malik mengeluarkan uang 10 ribu dari kantong baju koko nya .


" Sialan lho Mal " kata Amar yang membuat semua orang tertawa karna tahu memang hanya candaan Malik .


" Sini bang buat yusuf saja kan bang Amar sudah dapat yang gede " kata Yusuf tertawa


" Sana suf ambil " kata Amar


" Nih lumayan buat beli permen " kata Malik


" Bukan permen bang indomie" kata Alan menimpali yang baru masuk .Membuat Yuna tertawa kecil Pada tingkah pada dua anak muda itu .


" Ih ..... ketawa juga " kata Malik menoel hidung Yuna dan merangkul istrinya sambil menyesap kopi .


" Wah ada yang lebih romantis nih dari pengantinnya padahal sudah basi " sindir Altaf yang baru datang .


" Sudah biasa bro dia begitu lho aja Yang baru lihat " kata Ali yang memang tak aneh bila Malik memang bersikap manis pada istrinya Yang kadang membuat Billa ikut manja pada nya.


"' Tumben baru datang bro " kata Amar


" Nengok ipul dulu tadi Oh ya .Mal kayanya rumah makin besar aja tuh " kata Altaf


" Kan banyak tamu taf oh ya besok tujuh bulanan datang ya nak " kata abah


" Heh ....sudah mau brojol aja sih Ana aja masih jomlo " kata Altaf .


" Amar aja baru taf kok bingung " kata ustad Sofyan


" Ya kan susah nyari yang cocok bah " kata Altaf Yang memang dulu ingin melamar Faridah Tapi mundur karna di minta mahar besar oleh umi Faridah


Sedang Nurul hanya diam duduk disebelah Amar sambil memperhatikan Yuna .Yang memejamkan matanya


" Mal Yuna mengantuk " kata Billa yang bergeser sedikit merapat dekat Ali

__ADS_1


" Geser sini dinda " kata Malik


" Umi ambilkan bantal " kata ustad Sofyan pada sang istri yang lalu keluar membawa bantal dan selimut untuk Yuna Dan memberikan nya pada Malik .Dan Malik pun lalu menyuruh Yuna tidur dalam pangkuan nya Dengan menyelimuti kaki sang istri.


Bukan aneh bila Malik memperlakukan istrinya dengan rasa sayang Di mobil pun bila Yuna tertidur Malik melarang siapapun untuk membangunkan nya


Yang membuat banyak wanita yang iri pada Yuna begitu juga Billa dan Nurul Yang melihat nya


Malik pun ngobrol dengan santai


Membicarakan tentang acara resepsi Amar yang di laksana minggu depan .


" Kenapa ngak di gedung mar kan bisa


nampung lebih banyak " kata Malik


" Uang gedung nya bisa buat nambah pasokan makanan Mal .Gaji ana ngak seperti gaji antum gede Bisa bawa bini sana sini Uang kita terbatas makanya Acara nya hanya di halaman masjid Karna lumayan luas dan juga dekat rumah abah " kata Amar


" Iya Mal , asal ngak kekurangan kan malu bila kurang apa lagi serba maha sekarang " kata ustad Sofyan yang sempat mendengar omongan orang tak sedap Tentang pernikahan Faridah.


" Ya nanti ana bantu bah , tapi harus Izin dulu sama putri tidur nya " kata Malik mengusap kepala Yuna tersenyum


" Emang harus pake izin bang kan duit abang " kata Alan


" Ya tidak semua Lan kadang istrinya juga punya duit " sahut umah


" Iya lah kan gaji Malik hanya seperempat nya saja suf " kata Ali terkekeh Karna tahu Yuna punya tabungan banyak


" Hah...... kok bisa " kata Altaf kaget karna setahunya Yuna sudah ngak kerja


" Ngak kerja apa nya taf tabungan nya beranak aja sudah banyak , ditambah jadi desainer gajinya ngalahin lakinya ya si putri tidur tinggal main jentik " kata Ali


" Kok tahu li " kata Amar tertawa


" Lah ana kan kecipratan , makanya ajak tuh bini ke kairo biar tahu Al-Azhar " sindir Ali


" Lah kalah set dong lho Mal " kata Altaf


" Kan rezeki nya sendiri sendiri taf kadang kita ngak tahu cara mengelolanya Kalo Yuna mungkin karna dia memang cerdas menurut abah wajar saja . Dan ngak aneh kalo rezeki nya lebih banyak " kata abah


" Gitu ya bah , pantas Malik anteng dan terlihat santai " kata Altaf melirik Malik


" Bukan santai lagi taf bisa kipas kipas " kata Ali membuat semua orang tertawa

__ADS_1


" Wah pantas jadi ratu Ana dengar pelayan juga dua ya " kata Amar


" Empat mar , dua pria dua wanita tuh satu " kata abah yang menunjuk Anis Yang duduk dekat umah


" Masya allah , wah pantas umah dan abah rada gemuk sekarang " kata Amar


" Hahaha .... iyalah kan cuma makan tidur " kata ustad Sofyan yang tahu menantu sepupunya punya simpanan banyak Dan itu tak bisa diremehkan .


Mereka pun ngobrol sampai larut malam Sampai Malik mengendong pulang istrinya itu kerumah umah . Dan tidur di.kamar baru .Yang sudah dibersihkan umah .


Sedangkan Amar baru saja ingin masuk kamar ketika Nurul menegur Dilla yang berisik di kamar sebelah .


" Kalo tidur tidur saja,, ngak usah berisik .Mana pake membawa teman " kata Nurul kesal ngak bisa tidur


Dilla yang ngak terima pun ikut kesal


Dan memonyongkan bibir nya


" Kak, biasa kalo acara begini memang berisik banyak orang tuh kak Yuna aja ngak jaim kita sama sama orang desa berisik kan ngak tiap hari " kata Dilla


" Kok di nasehati malah membatah " kata Nurul kesal


" Lah mending berisik kak ketimbang sombong .Baru juga jadi istri ustad sombong kak Yuna aja ngak sombong " kata Dilla


Yang membuat Nurul terdiam Dan Amar pun menatap Dilla


" Dil dia kakakmu , hormati yang lebih tua " kata Amar menegur Dilla pelan


" Lah kak Amar tuh harusnya nasehati bini kakak sama kak Yuna aja ngak sopan " kata Dilla cuek lalu pergi


Deg ......


Amar pun lalu menatap Nurul penuh selidik Lalu masuk kamar Yang diikuti Nurul Yang menutup pintu dan menguncinya


" Apa de Nurul bersikap begitu " kata Amar melepas kopiah nya


" Maaf bang de Nurul ngak tahu kalo ....." kata Nurul


" Kalo Yuna istri ustad " Kata Amar


" Dengar de menghormati tamu itu wajib karna mereka datang untuk menghormati kita yang mengudang Apa lagi Yuna dan ustad Malik banyak membantu kita walau pun mereka sibuk " kata Amar Yang tahu Yuna sudah menyumbang uang dan juga kue untuk acara nikah nya


" Maaf bang " kata Nurul pelan

__ADS_1


" Ya ....abang maaf kan Tapi jangan di ulang Abang malu mau di taruh dimana muka abang kalo Yuna marah " kata Amar .Yang lalu melepas baju koko nya


Yang membuat Nurul gugup .


__ADS_2