
Di Yuna kamar Yuna mengerjapkan matanya Dan melihat sekeliling kamar.
" Kenapa aku ada disini " kata Yuna kaget
" Astaga tadi aku pingsan " kata Yuna yang sempat merasakan kepalanya pusing sebelum pingsan .
Lalu Yuna pun bangun dan duduk dan ketika ingin beranjak.
" Dinda ..... apa sudah sadar " kata Malik Yang masuk kamar bersama umah
" Iya bi " kata Yuna
" Apa yang kau rasa nak , apa masih mual atau pusing " tanya umah .Yang duduk di sebelah Yuna .
" Sedikit umah " jawab Yuna tersenyum .
" Apa mau pindah kekamar atas , biar sambil makan ya Dinda belum makan kan
Nanti biar abi suapi " kata Malik ..Yang membuat Yuna tersenyum karna suami nya itu sangat perhatian .
" Ya bi " kata Yuna
" Ya sudah Mal bawa keatas biar umah ambilkan makan nya " kata Umah. yang beranjak keluar kamar
Yuna ingin berdiri Tapi Malik langsung menggendongnya .
" Abi Yuna bisa berjalan ngak perlu digendong " kata Yuna
" Sudah ...dinda masih pusing kan ngak usah malu di gendong suami sendiri " kata Malik tersenyum Yang membuat Yuna berpegangan erat di leher Malik . Lalu mengendong Yuna keluar kamar dan membawanya keatas .
" Cie.....cie ..... paman gendong bibi ni ye " kata Farah.
" Hush ..... bibi lagi sakit makanya harus digendong paman " kata sang umi
" Ya..... kaya kita juga ya umi Tapi paman dan bibi jadi romantis " celetuk Farhan Yang membuat abi nya tergelak juga abah dan umah
" Hahaha...... kalian ini tahu aja romantis " kata umah yang membawa nampan keatas
" Ayo ikut kak lihat bibi " kata Farah
" Ayo ....." kata Farhan yang mengikuti umah naik tangga kelantai dua. .
Malik membaringkan istri cantiknya itu di ranjang sambil mengganjal bantal di belakang Yuna .Agar Yuna bisa makan .
__ADS_1
" Bibi sakit apa paman " kata Farah
" Cuma pusing " jawab Malik yang lalu mengambil mangkuk bubur Yang disodorkan umah padanya ..
" Yah ngak bisa jalan jalan dong kita de " kata Farhan .
" Insyaallah nanti sore ya han kalo bibi mu sudah enakan " kata umah menemani dua cucunya itu duduk di sofa Melihat sang paman menyuapi Yuna
Sedangkan di tempat lain Alea sedang membantu para tetangganya yang hajatan . Dan Alea baru sadar kalo Kaum saranjana juga punya adat istiadat dalam lingkungan nya . Apalagi dari pihak perempuan.
" Umi apa perempuan nya manusia " tanya Alea yang memanggil umi untuk para wanita Tapi yang lebih tua dari nya
" Ya nak , jadi kita juga membuat hantaran buat pihak wanitanya " kata umi
"Apa kau juga begitu dulu dengan Aldi " kata Umi balik bertanya pada Alea .
" Tidak umi , darurat menikah saja karna ayah saya sedang sakit saat itu " kata Alea Yang tak mau bercerita tentang masa lalu nya yang kecelakaan di hutan
" Ya ngak pa pa yang penting sudah sah dan hidup bahagia" kata umi tetangga Alea
" Ya umi " kata Alea yang menata daun sirih di tampah untuk antaran .
Alea pun belajar dari setiap adat dan kebiasaan di kota itu .Karna ia sekarang penduduk kota saranjana Yang mengikuti suaminya . Dan ia pun harus bisa menyesuaikan diri .Karna tak sulit bagi Alea yang sudah terbiasa beradaptasi
Alea senang bisa membaur bersama dan berkumpul bersama tetangga nya yang semua cantik dan berpakaian indah Dalam setiap acara hajatan .
"' Ya Allah trimakasih aku sudah diberi kesempatan hidup bersama suami ku untuk bahagia , walau kami berbeda alam dan dunia Tapi karna mu jua kami berjodoh
Dan slalu ingat kan kami untuk mengingat mu Dan mensyukuri nikmat mu dan juga slalu mendekati diri padamu ya rabb" kata Alea berdoa dalam hati ketika melihat acara nya begitu meriah .Karna Alea tak sempat merayakan pernikahan nya. Tapi ia bersyukur kini ia dan Aldi bisa saling mencintai.
********
Yuna sudah merasa sehat ketika habis sholat ashar Dan pusing nya juga sudah berkurang .Setelah minum vitamin yang ditebus Malik di apotik
" Apa masih pusing " kata Malik yang pulang dari masjid
" Tidak bi sudah mendingan nanti habis Isya kita ajak Farah dan Farhan Ke mall dekat sini ya bi .Karna kemaren Yuna janji mengajak mereka jalan jalan " kata Yuna
" Ya sayang " kata Malik memeluk istrinya itu Sambil mengelus perut Yuna yang masih rata dan mencium pipi istrinya
Malik sangat bahagia ketika tahu istrinya itu hamil Karna itulah harapan nya . Agar Ia bisa membangun keluargga yang samawa dengan gadis pujaan nya .
"' Abi kok senyum senyum " kata Yuna
__ADS_1
" Ya karna abi senang istri abi ini sehat dan juga bahagia kita akan menimang cabang bayi kita didalam sini " kata Malik Yang berjongkok lalu mencium perut Yuna
Sambil memeluk istrinya itu
Yuma pun tersenyum lalu mengusap kepala suaminya itu dan menarik tangan Malik untuk berdiri Dan lalu memeluk nya
" Abi yakin dinda bisa jadi ibu yang baik " kata Malik yang mencium kening istrinya itu dengan lembut .
" Insyaallah abi doa kan dinda " kata Yuna memeluk suami itu erat. Karena tak menyangka dirinya hamil dan akan menjadi seorang ibu
" Tiap doa abi ada nama dinda didalam nya " kata Malik yang memeluk istrinya Malik bersyukur karna Yuna bisa menerima nya dengan baik .Yang awal nya Yuna menolak dan cuek Tapi seiringnya waktu berjalan kini ia bisa meluluhkan hati Yuna
" Ayo kita kebawah bi " kata Yuna mengurai pelukannya
" Apa mau abi gendong " kata Malik
" Tidak usah bi pelan pelan saja turunnya " kata Yuna
" Ya ayo " kata Malik .
Namun belum lagi Yuna melangkah hantu tempo hari yang dilihatnya tiba tiba muncul di depan pintu
" Abi dia...." kata Yuna memegang bahu Malik
Malik Yang sudah mengerti Mengangkat kedua tangan nya berdoa dan mengusap dua telapak tangan nya di wajah dan .
" Assalamualaikum " kata Malik menyapa hantu itu dan hantu itu pun menjawab salam Malik . Malik pun lalu menemui nya di balkon dan bicara . Sedang kan Yuna hanya menunggu di kamar Dan duduk disisi ranjang Sambil memperhatikan interaksi keduanya .
Tak lama menunggu hantu pun hilang Dan Malik pun menutup mata bathin nya Lalu menghampiri Yuna .
" Sudah nanti abi sampai kan di masjid . ya , ayo turun " kata Malik
" Maaf Yuna lupa bilang pada abi semalam " kata Yuna
" Ngak apa apa ayo kita makan kue buatan umi Farhan tadi kakak membuat kue pukis " kata Malik mengandeng tangan Yuna turun kebawah.
Di ruang tengah semua sedang berkumpul menikmati kue pukis dan pisang goreng buatan umi Farhan
" Bibi paman ayo sini " teriak Farah senang melihat kedua nya turun
" Bi irah teh nya lagi ya buat Malik dan Yuna " kata umah .
" Iya umah ini sudah siap " kata bi irah yang dibantu putrinya .mima
__ADS_1
Lalu Yuna dan Malik pun duduk bersama sambil menikmati kue buatan kakaknya Yang membuat semuanya tersenyum senang bisa berkumpul bersama sambil nonton film anak anak Dan bercanda bersama