
Malik tak percaya Yuna sudah sadar.
lalu memegang tangan Yuna dan juga kepala Yuna.
" Abi ada apa ini dinda " kata Yuna cemberut
" Malik tersenyum ..Takut saja ini bukan adinda Siapa tahu mahluk lain yang bersemayam Karna adinda yang abi kenal ngak genit mencium pria " kata Malik pelan .
" Abi .....itu .." kata Yuna lalu menelungkup kan Wajah nya ke bantal karna malu Sebab Yuna melakukan itu karna rindu pada suaminya itu.
Malik tersenyum melihat istrinya itu Yang malu karna Malik mengoda nya Lalu ia pun memeluk Yuna dan mencium pipinya .
" Maaf abi hanya mengoda adinda karna kaget saja . Kenapa mendadak sadar tiba tiba " kata Malik tersenyum lalu membalik tubuh Yuna .
Mata keduanya saling bertemu Dan Malik tersenyum dan membuka hijab sang istri .
" Adinda cantik memakai hijab Tetaplah istiqomah " Kata Malik lalu mencium kening Yuna
" Insyaallah trimakasih abi " kata Yuna
" Boleh.....abi meminta hak abi "kata Malik pelan sambil menatap Yuna dalam wajah istrinya . Karna 4 bulan lama nya setelah menikah ia hanya bisa menahan diri.
" Ya " kata Yuna menganggu .Karna ia pun rindu dengan sang suami Dan lagi tak mungkin ia bisa menolak karna kini dirinya sudah menjadi hak milik sang suami secara mutlak .
Malik pun tersenyum lalu berdoa Dan setelah itu mengecup bibir Yuna.. Ada rasa getaran aneh didada Yuna . Yang membuat dadanya berdegup kencang .
Begitu juga dengan Malik yang baru pertama kalinya menyentuh wanita yang kini sudah sah jadi milik nya .
Bibir kedua nya saling menyatu dan terasa manis bagi Malik ..Yang terus ******* bibir mungil itu dan terus menuntut ..Yuna pun merasakan rasa nyaman Ketika Malik memperlakukan nya dengan lembut Hingga penyatuan terjadi Yuna hanya diam mendesah pelan. Dan hanya ada air mata di sudut matanya Dan Lalu Malik cepat menghapus nya Dan kembali menciumnya Agar Yuna tenang dan merasa nyaman
Entah berapa lama keduanya melakukan nya . Yang membuat Yuna tertidur pulas setelah pelepasan. Dan Malik memeluk nya erat dalam dekapan nya.
Sedangkan umah yang didapur yang sedang memasak untuk makan siang heran karna putra nya itu belum keluar kamar
"' Umah Malik mana ?" kata abah yang baru selesai membersihkan ikan gabus .Untuk dimasak umah
" Ngak tahu abi sepulang dari masjid tadi masih belum keluar kamar " kata umah .
" Astaga ini kan hari jumat ,Tadi dia di minta abah untuk jadi imam " kata abah .
" Hah...... biar umah bangun kan abah " kata umah yang bergegas menuju kamar Malik dan mengetuk pintu.
" Malik...... Malik ...... " kata umah .Yang membuat Malik kaget dan melihat kearah pintu dan lalu bergegas memakai sarung dan membuka pintu .
" Umah ada apa " kata Malik yang menyembul kan kepalanya dibalik pintu
__ADS_1
" Ini jum, at nak kata abah Malik di minta jadi imam " kata umah.
" Astaga, maaf Malik lupa umah, iya Malik mandi dulu " kata Malik tampa sadar langsung menutup pintu Dan mengunci nya
kembali Yang membuat umah kaget Dan langsung melongo melihat kelakuan putranya itu.
" Astagfirullah aladzim tak biasa nya anak. itu begitu " kata umah sambil berjalan kedapur .
" Kenapa umah kok ngedumel " kata abah heran menatap istrinya itu bicara sendiri
" Tingkah anak mu itu aneh abi " kata Umah
" Aneh bagaimana " kata abi yang sudah bersiap siap ke masjid Setelah bersih bersih dan berwudhu
" Tahu ah umah mau melanjutkan masak saja " kata umah
Abah yang heran pun lalu mengelengkan kepalanya . Dan Malik keluar dari kamar dengan berpakaian rapi Dan rambut basah habis keramas ..
" Baru mandi nak " kata abah .
" Ya abah " kata Malik .sedangkan umah hanya diam mendengar nya.
" Umah ke masjid dulu ya " kata abah .
" Ya abah " kata umah. yang lagi menata masakan nya di atas meja.
" Ya hati hati " kata umah . Yang baru menata meja untuk makan siang .
" Alhamdulilah sudah selesai " kata umah yang berniat ingin memeriksa Yuna. Lalu menuju kamar Malik dan
" Astagfirullah aladzim " kata umah kaget Yang membuka selimut menantunya itu Tampak tubuh polos Tampa sehelai benang pun Sedangkan Yuna tertidur pulas tampa sadar .
" Anak itu " kata umah menutupi tubuh Yuna kembali dan bergegas keluar kamar sambil mengusap dada ..
****** **,
Setelah selesai jumatan abah dan Malik langsung pulang Setelah mengucap salam keduanya langsung menuju dapur .
" Wah umah masak enak nih Malik jadi lapar ada ikan gabus panggang juga " kata Malik .
" Itu kesukaan istrimu Mal " kata umah
Yang membuat Malik teringat Yuna belum bangun dan lalu bergegas ke kamar nya
.Umah yang melihatnya hanya mengeleng kepala karna apa yang barusan ia lihat .
__ADS_1
" Abah .... apa boleh bercampur dengan istri walau pun tidak sadar " kata umah
" Hah....... kenapa ? " kata abah menatap umah lekat seakan bertanya
" Anak mu mencampuri istrinya abah " kata umah menjelaskan
" Alhamdulilah , Tak masalah umah karena Yuna adalah istrinya . Toh dia juga sudah lama menahan nya . Jadi tak berdosa mencampurinya karna Yuna adalah istri nya Dan kita bisa memaklumi nya .
Sedangkan Malik yang di kamar langsung mengecup bibir yuna dan mengelus pipinya
" Adinda bangunlah apa kau tidak lapar " kata Malik yang melepas kopiahnya diatas nakas .
" Eugh ......abi jam berapa ?" kata Yuna Yang lalu bangun sambil menutupi tubuhnya yang polos .
" Hampir jam satu ayo mandi kita makan siang bersama atau abi mandi kan " goda Malik
" Abi ........Tahu ah "kata Yuna malu Lalu bergegas masuk kamar mandi yang membuat Malik terkekeh ..
Lalu menarik seprei putih yang tercetak jelas warna kemerahan bekas darah .Yang membuat Malik tersenyum Sehabis pergulatan tadi Dan berniat menggantinya dengan seprei yang baru
Malik lalu membuka lemari pakaian nya Dan .....
" Apa ini kok berat " kata Malik yang melihat ada empat kantong kain di dalam lemari nya lalu menariknya satu .
" Masyaallah ......allahuakbar " kata Malik kaget melihat kepingan emas didalamnya
Dan juga mengecek yang lain Tapi isinya sama .Dan lalu meletakan nya lagi kedalam lemari -Dan mengambil seprei
" Ini punya siapa Apa mungkin milik Yuna ?" kata Malik bertanya tanya Karna hanya istrinya yang berada dikamarnya .Dan tak mungkin itu milik orang lain . Lalu menoleh pada Yuna Yang sudah selesai mandi Dan keluar dengan gamis cantik dengan rambut basah.
" Dinda apa dinda menaruh sesuatu dilemari abi " kata Malik bertanya sambil memasang seprei tempat tidur nya
" Iya bi empat kantung .......apa abi sudah melihatnya " kata Yuna kaget . Lalu menatap lekat suaminya .
" Dapat dari mana ?" kata Malik menatap Yuna balik penuh selidik .
Yuna tersenyum " Itu hadiah Yuna dari saranjana bi pemberian teman taman Yuna " kata Yuna pelan .
Malik pun memejamkan matanya . Karna tahu kota saranjana bukan kota yang mudah dimasuki orang awam. Dan tak aneh bila istrinya itu membawa hadiah karna mendengar cerita abah nya Yuna berteman dengan penduduk disana
" Kenapa bisa sebanyak itu ?" kata Malik heran
" Kenapa apa abi marah ? itu pemberian teman teman ku " kata Yuna
" Tidak ber hati hati lah menyimpan nya takut nanti jadi incaran orang Simpan lah di tempat yang tak bisa di jangkau " kata Malik yang lalu mendekati istrinya itu Yang sedang makai jilbab nya Lalu mencium kepala Yuna yang tertutup hijab
__ADS_1
" Ayo kita makan " kata Malik
" Ya bi " kata Yuna yang berdiri dan Malik mengandeng tangan nya .