
Amar langsung pulang menuju rumahnya Yang tak sengaja bertemu dengan Rahmah sepupu Yuna .
" Ustad Amar kan " kata Rahmah
"Ya Assalamualaikum ukhti apa kabar
?" kata Amar
" Baik ustad , saya dengar sekarang sering kekota baru apa ustad mengajar di pondok " kata Rahmah
" Tidak menetap hanya Seminggu 3 kali ada yang minta memang mengajar disana Tapi saya masih betah disini " kata Amar
" Hehehe pasti ngak bisa jauh dari ustazah Faridah ya " kata Rahmah bercanda .
" Astagfirullah amit amit , ngak lah mending sama de Rahmah saja dari pada ustazah Faridah , Ya sudah saya duluan ya assalamualaikum " kata Amar dengan wajah tak senang .
" Astagfirullah .... apa aku salah ngomong ya Dan itu tadi ....ya Allah ada apa dengan ustazah Faridah " kata Rahmah menepuk jidat nya
Sedangkan disebuah istana ratu jin menangis karna Aziz belum juga bangun dan detak nafasnya semakin pelan Yang membuat raja jin kalang kabut . Lalu menyuruh semua tabib mengobati Aziz . Namun Aziz tetap belum mau bangun .
" Tuan ku ayo kita antar menemui ustad kasihan Aziz " kata ratu menangis
" Ya setelah tabib menyelesaikan nya " kata raja jin .
Sedangkan raja jin tua hanya terdiam tak bisa berbuat apa pun Ketika seorang tabib kerajaannya mengatakan Aziz sekarat Dan tinggal menunggu waktunya saja Yang membuat menantunya itu menangis tak henti hentinya
" Bagaimana tabib " kata raja jin muda
" Kami tak bisa menolongnya pangeran mengalami shock yang membuat hatinya mati Dan tak mau bertahan hidup lagi pangeran hanya menunggu waktu ajalnya. Maaf kan kami tuan ku kami tak bisa menolong nya " kata tabib itu bersujud
" Pengawal siap kan tandu , kami akan menemui ustad minta tolong padanya " kata raja jin dengan sendu .
" Baik yang mulya" kata pengawal yang lalu bersiap siap untuk mengantar Aziz
" Tuan ku selamat kan dia " kata ratu menangis histeris terduduk di lantai yang membuat semua dayang iba melihatnya .
" Insyaallah ratu , kita hanya bisa pasrah pada sang kuasa " kata raja jin lalu cepat cepat menyuruh tabib membungkus tubuh Aziz yang kaku Dan raja jin bergegas pergi meninggalkan istana menuju dunia nyata Kerumah ustad Malik.
" Assalamualaikum " kata pengawal memberi salam membuat Arjan dan Arjun
langsung kaget ..
__ADS_1
" Tuanku " kata Arjun kaget begitu juga dengan Arjan
" Tolong panggilkan ustad kami ingin beliau mengobati Aziz " kata raja memeluk tubuh Aziz yang terbungkus .
" Berikan saja pada saya tuan ku biar saya mengantar nya pada ustad yang sedang istirahat tuan ku kembali saja " kata Arjun mendekati raja .
" Kau yakin " kata raja terdiam
" Ya hamba yakin " kata Arjun yang membuat raja .jin memberikan Aziz pada Arjun Dan Arjun bergegas pergi menuju kamar Malik .
Malik yang masih ngobrol dengan Yuna pun lalu beranjak membuka pintu Dan ....
Kret......
" Arjun ...." kata Malik kaget
" Tuan ini tuan Aziz " kata Arjun Yang membuat Malik Kaget dengan Aziz terlihat dengan bibir membiru
" Allahuakbar Aziz..... dinda cepat Aziz " kata Malik mengendong Aziz dan menaruhnya dipangkuan Yuna .
" Astagfirullah Arjun suruh Anis dan Mikha buatkan susu hangat dan ambilkan kurma " kata Yuna Yang membuka bungkusan tubuh Aziz Dan memeluk nya erat menghangat tubuh dingin Aziz
Malik pun diam melihat apa yang dilakukan Yuna Sedangkan Arjun bergegas kedapur
" Umi .... " kata Aziz pelan
" Ya sayang ini umi " kata Yuna memeluk tubuh lemah Aziz Dengan Malik disamping nya Anis dan Mikha pun masuk membawa susu dan Kurma lalu menarik kursi untuk duduk didepan Yuna
Yuna pun menyuapi susu hangat pelan pelan ke mulut Aziz Dan meminta Mikha membuang biji kurma untuk menyuapi Aziz pelan yang tidur di pelukan nya.
Aziz makan sedikit demi sedikit Yang membuat Arjun lega juga Malik lalu
Arjun memberi kode pada Malik untuk keluar karna raja masih menunggu di ruang tamu.
" Ya Allah ..... jadi ada raja menunggu " kata Malik kaget
" Ya tuan ku " kata Arjun .
Lalu kedua nya pun bergegas keluar . Sedangkan Yuna menyuapi kurma pada Aziz sampai habis Dan juga menyuapi susu hangat sedikit demi sedikit sambil mengusap pelan wajah imut yang terlihat kurus dan pucat itu.
" Sudah umi .... " kata Aziz pelan
__ADS_1
" Ya sayang sini peluk umi ya " kata Yuna memeluk tubuh mungil itu dan mengusap kepala Aziz pelan .
" Kasihan dia, hampir saja dia mati Bila nona terlambat menolongnya " bisik seseorang ditelinga Yuna
" Astagfirullah ...apa yang mereka lakukan sampai tak bisa menangani nya." batin Yuna .
" Dia ingin ikut mati nona karna mengira nona tewas " bisik suara itu
"' Tidak dia akan sehat " kata Yuna yang mendekap Aziz erat Dan ketika Aziz tertidur Yuna mulai tenang melihat bocah mungil itu tak pucat lagi
Mikha. Anis nanti buatkan bubur nasi campur daging dan kacang almond ya buat Aziz " kata Yuna .
" Ya nona " kata Anis yang juga kasihan melihat Aziz .
" Sekarang istirahat lah biar saya juga istirahat " kata Yuna yang rebahan sambil memeluk tubuh mungil Aziz .
" Ya nona kami permisi" kata Anis dan Mikha yang lalu membawa nampan bekas Aziz minum .
************
Dua hari berlalu Yuna sedang berada di kantor umi Syifa menjelaskan semuanya Apa yang terjadi padanya Dan Yuna juga memperingatkan umi untuk sementara waktu Untuk tidak pergi kemana pun bahkan keluar kota tampa pengawal juga berhati hati dalam .berpergian
"' Ya nak insyaallah kita aman , kau benar untuk sementara ini kita bertemu di rumah saja " kata umi tersenyum .pada Yuna yang mengendong Aziz di pangkuan nya Yang sedang tertidur nyenyak..
" Anak yang tampan.." kata umi Syifa melihat Aziz yang tak bisa jauh dari Yuna
Sedangkan ratu jin sedih belum mendengar kabar Aziz karna raja sedang ada acara perkumpulan para jin Tapi suami nya mengatakan Aziz baik baik saja . Dan sudah sehat Yang membuat ratu pemasaran dengan keadaan putranya itu.
" Selama ini aku sering mengabaikan nya hingga ia tak dekat dengan kami " kata ratu lirih
" Sudah ratu jangan sedih yang penting pangeran sekarang sudah membaik itu yang sangat penting. Tuan Aziz bisa selamat itu kabar baik yang mulya " kata dayang terdekatnya menenangkan ratu Yang membuat ratu menghapus air mata
nya . Karna beberapa hari ini hati nya resah Apa lagi tabib tertua mereka saat itu mengatakan Aziz sekarat tak bisa ditolong lagi.
Di rumah mewah seorang anak sedang berguling guling di karpet permadani tebal sambil menggambar sepulang dari belanja tadi
" Ih gambar Aziz bagus sekali nak " kata Yuna mengusap kepala Aziz
" Iya ini mirip punya umi " kata Aziz yang meniru gambar Yuna yang belum jadi Yang membuat Yuna tersenyum lalu memeluk Aziz Dan Aziz pun tertawa bahagia memeluk Yuna hingga mereka akhir tertidur bersama di karpet
Ceklek........
__ADS_1
" Ya Allah mereka sampai tertidur " kata Malik yang masuk kamar melihat lantai berserakan ketika pulang mengajar .Lalu mengambil selimut Dan menyelimuti kedua nya Sambil ikut berbaring mengambil bantal Dan lalu ikut tidur disebelah Yuna .
Menikmati kebahagian berkumpul bersama istri dan anak nya