
Sepanjang jalan Yuna terdiam Apalagi ketika Umah yang ia biasa panggil uwa menyuruh Yuna ikut kerumah Malik.
" Berarti kita mampir kerumah ustad dulu nih " kata Meri
" Iya apa kalian keberatan " kata Ustad Rahman
" Oh tidak sama sekali abah. Malah nanti saya bisa konsultasi sana abah " kata Yuna Yang ingat ia ingin menutup mata bathin nya yang terbuka.
" Lalu aku pulang kerumah orangtuaku kapan Yun " kata Alea melirik Yuna.
" Besok aja " kata Yuna yang tak mungkin membiarkan Alea pulang seorang sendiri
" Apa kau lupa rumah mu Al, atau kau takut " kata Meri melihat kearah Alea .
Alea terdiam karna tak mungkin ia pulang sendiri.. Ia akan membawa Yuna agar bisa menjelaskan semuanya pada orang tuannya. Dan lagi ia takut karna kondisi dirinya dulu dengan sekarang sudah berbeda.
" Ada apa . Memang nya kalian punya masalah " kata Malik yang melihat Yuna dari kaca spion.
" Bukan apa apa tad " kata Yuna . Yang menyebut ustad Malik untuk menghormati temannya itu. Biasa nya dia hanya memanggil Mal atau kanda. Tapi mengingat ada kedua orang tuanya Yuna pun memanggil ustad
Alea dan Meri saling pandang mendengar jawaban Yuna. Yang membuat mereka heran Karna tadi di pesawat Yuna memanggil namanya bukan ustad
"' Ada apa dengannya . " kata Mari.
" Mana aku tahu " kata Alea mengangkat kedua bahunya.
Mobil pun melaju santai .Hampir Satu Jam lebih mobil pun memasuki area perumahan Dan .......
" Astagfirullah al adzim " kata Alea yang langsung memakai kacamata hitamnya. Karna melihat Hantu dan mahluk astral berkeliaran di sepanjang perumahan
" Kamu kenapa Al lihat lagi " kata Meri
" Mhem...... " jawab Alea .Karna tak mungkin ia bercerita melihat hantu . Karna Meri juga sudah tahu.
Sedangkan Yuna diam tampa menoleh kiri kanan . Hanya fokus melihat kedepan.
Tak lama kemudian mereka pun sampai disebuah rumah. Yang lumayan besar dan tingkat dua. ukuran 600 meter persegi.
" Ayo kita masuk " kata Umah setelah mengucap salam
" Ya umah " kata Yuna yang melirik teman temannya Dan ikut masuk keruang tengah .
Deg...........
__ADS_1
Mata Yuna terpana melihat sosok pria berjanggut berjubah putih disofa duduk tenang sambil memetik tasbih . Tanpa menoleh . Yuna melirik Alea yang melepas kan kacamatanya . Sedangkan Umah dan Meri menuju sebuah kamar .Dan menyuruh Meri dan Alea menaruh barangnya disana .
" Umah siapa bapa tua yang di ruang tamu tadi " kata Yuna bertanya . Yang membuat Malik dan Ustad abah berhenti dan berbalik menatap nya .
"' Ada apa Yun " kata Malik . Menatap Yuna
" Itu .....ada ustad yang diruang tamu tadi " kata Yuna tergagap.
": Hah....ngak ada siapa siapa kok Yun kamu ngelihat apa ?" kata Meri.
" Al kamu lihat " kata Yuna bertanya.
Alea menggeleng kan kepalannya dan menatap Meri dan umah .. Karna memang ia tak melihat siapa pun.
" Kau yakin melihat orang nak " kata Ustad sambil melirik Malik.
" Iya ustad kakek tua berjubah putih sedang duduk memetik tasbih " kata Yuna yakin..Karma ia memang melihat jelas.
" Kami tak melihat apa pun nak " kata abah .
" Ya sudah istirahat dulu , biar umah bikin kan minum dulu " kata umah.
" Biar Yuna bantu umah sebentar biar Yuna taruh tas dulu.
" Ya umah " kata Yuna yang berjalan menuju kamar Yang sudah terbuka pintunya Dan masuk kedalam. Membawa barang barang nya
Malik terdiam. Dan menarik nafas dalam Melihat calon istrinya itu. Lalu melirik pria berjubah putih Yang tersenyum padanya Yang berdiri dipojok ruang tamu Sambil mengangguk kan kepala padanya.
"' Kenapa kau bisa melihat kiai padahal hanya orang tertentu saja yang bisa melihatnya. Bahkan orang berilmu tinggi saja tak bisa melihat penampakannya ." bathin Malik Lalu melangkah menuju kamar nya .
Setelah meletakan barang barang nya Yuna langsung menuju dapur sambil membawa sekotak roti Yang ia beli di bandara tadi Dan Yuna membantu umah membuat kan teh dan memotong roti dan juga menaruhnya di piring
" Lho roti dari mana. nak ?" kata umah
"' Tadi beli di bandara umah " kata Yuna
" Bukannya kau beli buat oleh oleh kok malah dipotong " kata umah.
" Ini buat disini umah , buat kita masih ada kok buat yang lain ." kata Yuna yang membawa nampan .Mengikuti umah duduk diruang tengah. Dan disana sudah ada ustad Rahman dan Malik yang sedang menasehati .Alea dan Meri.
" Ini minum nya abah , ini buat Malik nak " kata umah . Sedangkan Yuna menaruh piring kue di tengah mereka yang berkumpul.
" Ustad tak bisa menutupnya nak, karna kau terikat dengan suami mu . Dan itu tak bisa dihilangkan .." kata ustad Rahman.
__ADS_1
" Kalo saya ustad saya bisa merasakannya ustad tapi tak bisa melihat " kata Meri
" itu tak jadi masalah itu normal dan wajar Selama kau tak menganggu .Mereka juga tak akan menganggu mu ..Dan lagi kau manusia biasa " kata ustad Rahman Sedangkan yang lain hanya menyimak.
" Abah apa mata bathin ku bisa ditutup . Karna aku juga bisa melihat. Sepulang dari sana semuanya terlihat jelas bah .Dan itu membuatku terganggu " kata Yuna jujur.
" Kau masuk kota saranjana yun ?" kata Malik menatap tunangan nya itu.
" Eh ...itu ....iya tapi kami cuma 3 hari disana " kata Yuna Balas menatap Malik.
" Inalilahi. bagaimana bisa " kata Malik kaget. Lalu menatap sang ayah..
" Dia menjemput Alea . Alea adalah penghuni disana. Suaminya kaum saranjana .Walau itu hantu atau Jin atau manusia gaib ( bunian ) " jelas ustad Rahman.
" Alea menikah dengan salah satu dari mereka " kata Malik menatap ustad Rahman .
" Ya " kata ustad Rahman.
" Jadi bagaimana ustad , apa saya tetap harus pura pura tak melihat " kata Alea.
" Ya itulah jalan terbaiknya ..Dan kalo tak ingin melihat mereka kau harus kembali pulang kesana. Karna disana lebih aman " kata ustad Rahman
" Baik ustad setelah semua urusan saya selesai saya akan pulang kesana " kata Alea .
Yuna dan umah juga Meri hanya diam menyimak .Sedang kan Malik dan ustad Rahman menjelaskan sambil bercerita. Tampa sengaja manik mata Yuna dan Malik saling bertemu. Yuna yang sadar langsung cepat berpaling kerah lain dan
Deg..........
Sosok ustad jubah putih itu terlihat lagi duduk diatas sofa Yang tak jauh dari mereka duduk . Tetap sambil memetik tasbih dan kali ini Yuna melihatnya jelas . Raut wajah tua yang berjanggut panjang bersila dengan mata terpejam. Menyimak semua pembicaraan mereka. tampa bergerak sedikit pun .
Yang membuat Yuna memejam kan matanya dan lalu membukanya lagi dan Kakek tua itu sudah tak ada disana.
Yuna kembali mengucek matanya .
" Ada apa yun " kata Malik menatap Yuna Dan semua orang pun juga ikut melihat ke arahnya.
" Ada apa nak " kata Ustad Rahman.
" Bukan apa apa cuma salah lihat " kata Yuna .Yang membuat Malik menelisik dalam wajah calon istrinya itu.
" Apa kau melihat hantu rumah ini lagi yun" kata Meri.
" Hah............Apa ada hantu di rumah ini " kata umah kaget.
__ADS_1