Suamiku Dari Kota Saranjana

Suamiku Dari Kota Saranjana
Bab 382


__ADS_3

Azzam yang melihat Alim mencium bayi


Helen pun ikut mencium nya Dan mereka


pun saling tersenyum gemas melihatnya Sedang Alea Yuna dan Helen ngobrol bersama Sedangkan Burhan mengawasi tiga bayi itu bersama putrinya.


Setelah puas ngobrol , Yuna dan Alea pun pergi kerumah .Laras Dan kebetulan jafar juga ada dirumah untuk menemani Laras yang masih belum bisa berjalan jalan Karna jahitan Laras belum kering


" Maaf kami baru bisa datang karna dua hari bersih bersih " kata Yuna


" Nggak pa pa Yun , kan wanita karier " kata Laras yang memang tahu Yuna pintar mendesain


" Bisa aja kamu ras " kata Yuna


" Mereka mau pindah ras, jadinya kita berjauhan lagi oh nya kata Ani jahitan nya banyak " kata Alea


" Ya begitu lah Al " kata Laras


" Wah .... jangan angkat yang berat berat dulu ya ras , apa jafar sudah cari orang Untuk bantu bantu disini "


" Sudah Yun " kata Laras


" Syukur lah sampai pulih dulu tuh jahitan baru beraktivitas " kata Yuna


" Iya ras untung kalian ada yang bantu bantu , nah gue kali ngak dipinjami Yuna


repot banget waktu itu " kata Alea


" Ya kita pesan sama umi mertua nya Helen Al yang mau bekerja sama kita paling ngak sebulan atau lebih dikit lah sampai kita pulih " Kata Laras yang senang di besuk Alea dan Yuna kemarin Ani datang bersama Abdullah Karna Alea ngak bisa Dan kemaren Yuna sedang sibuk mendesain Dan lagi ngak ada mobil untuk pergi . Dan untung hari ini Alea bisa diajak bareng. Yang membuat Yuna lega bisa menjenguk Ani dan bayinya dirumah


" Ya alhamdulilah ringan sedikit ada yang bantu bantu , kan bisa untuk teman ngobrol juga dirumah kalo Jafar kerja " kata Yuna


" Iya Yun, oh ya kalian kapan pindahnya Kami pasti kangen ngak lihat si kembar ya ngak Al " kata Laras


" Iyalah tapi ya kita masih bisa saling berkunjung Kalo nanti abi mau menyekolahkan Azzam disana " kata Alea


" Apa ngak terlalu jauh Al " kata Laras


" Biar mandiri ras , kan kami ingin Azzam jadi ustad " kata Alea


" Iya ya betul juga disana memang bagus untuk pendidikan lagian kalo akhir pekan bisa kerumah Yuna .Gue juga mau ah " kata Laras


" Ya terserah kalian saja, kan pendidikan itu penting Tapi sekolah dasar biar disini dulu saja ras Al , Biar dekat kalian nanti smp nya baru disana " kata Yuna

__ADS_1


" Ya ide ya bagus " kata Alea


Lalu mereka bertiga pun ngobrol Setelah merasa cukup lama .Yuna dan Alea pun pulang Yuna tak lupa memberikan hadiah pada Laras dan juga amplop Begitu juga Alea yang membawa dus besar untuk putra Laras


" Ya ampun kalian kok repot repot sih " kata Laras senang


" Ngak repot ras orang tinggal beli " kata Yuna terkekeh


" Iya kan ngak bikin sendiri ,kalo bikin tuh baru repot " kata Alea


" Yah rezeki anak sholeh " kata Laras


" Aamiin mudahan slalu sehat ya ras, jaga diri kalo nanti banyak duit jalan jalan ke kairo " kata Yuna


" Ya Yun insyaallah kita akan kesana bila nanti tabungan sudah ngumpul " kata Laras tersenyum


" Ya kita saling mendoakan ya beb , biar nanti bisa kesana Kita bisa liburan lama Dan bisa ambil cuti bersama " kata Alea merangkul Yuna


" Iya dong harus menginap " kata Yuna tersenyum .Karna ia juga senang bisa berkumpul dengan para sahabatnya .


Disisi lain hari ini umah ingin pergi kepasar bersama Fatma Yang tak sengaja bertemu Anisa dan Faridah di persimpangan .


" Assalamualaikum umah " kata Kedua nya kompak


" Walaikum salam " kata sahut umah dan Fatma bersamaan


Dari rumah Sinta umah itu saudaranya Ubay mereka mengalami kecelakaan


pas kemaren kondangan ke banjar baru " kata Faridah


" Bibi nya Alan " kata Fatma


" Iya kak, iparnya mak hayati " kata Anisa


" Inalilahi, kok bisa " kata umah kaget Karna setahunya kemarin mereka masih bertemu di pengajian


" Ya ngak tahu umah mereka sekarang ngak bisa jalan , Dan lumpuh mana kakak beradik lagi " kata Faridah


" Ya sudah nanti umah dan Fatma kesana , terimakasih sudah memberitahu kan kami " kata umah


" Ya umah kak kami pamit " kata keduanya yang memang ingin pulang .


" Ya ya hati hati " kata umah .

__ADS_1


Umah dan Fatma pun lalu kepasar . Pulang nya setelah mengantar belanjaan Fatma kerumah umah untuk ikut menengok dua adik ipar emak itu


Sedangkan umah mengajak emak bersiap untuk ikut membesuk mantan adik ipar nya itu .


" Mak ...... ayo kita berangkat " kata Umah setelah berganti pakaian


" Iya umah " kata emak yang sekarang kerja di rumah umah Dan Alan sudah masuk pondok bersama Asa .Dan rumah mereka di kontrakan Karna Umah tak mau emak sendiri di rumah .


Dan setelah Fatma datang mereka pun kerumah adik ipar emak itu .Dan sesampai nya di sana Sinta dan Ubay kaget melihat iparnya itu ikut membesuk


" Maaf nak kami baru tahu bila kalian kecelakaan " kata umah basa basi


" Ngak pa pa umah " kata Ubay yang tak berani menatap emak begitu juga dengan Sinta .


" Maaf emak juga ngak tahu bila kalian mengalami musibah " kata emak pelan sambil duduk di dekat umah


" Wajar mak , harusnya ngak usah dijenguk mak mereka dapat musibat karna kualat sama emak Dan berdosa sama keponakan nya " kata tetangga Ubay pas melewati rumah ubay karna ada emak disana


" Astagfirulah Aladzim iyah kok ngomong begitu " kata umah kaget .


" Tapi emang kenyataan nya begitu umah mereka sudah dapat balasan dari Allah Karna mereka zalim sama emak Umah tahu ngak nasip emak sama Alan dan adiknya itu susah karna mereka.


Uang pensiun suami emak mereka ambil Tapi ngak ngaku , malah marah sama emak . Dan kalo bantu bersih bersih di rumah Sinta waktu kerja ngak dibayar malah nuduh mak maling .Trus sering datang kerumah emak buat maki maki


kakak ipar doang umah, Tega kan umah saya tetangga nya saja mereka hina . Apalagi si emak Yang janda sampai


Keponakannya si Asa kelaparan minta makan saja mereka suruh pulang dan di siram .air comberan .Nah sekarang rasain tuh buah karma kejahatan kalian ." kata Iyah berdecak kesal lalu pergi begitu saja .


" Astagfirullah betul itu mak " kata umah


kaget mendengar perkataan Iyah


Emak hanya diam tak bicara sepatah pun hanya menitik kan air mata nya .Lalu cepat menghapus nya Dan itu cukup untuk umah .Yang bisa menilai air mata emak .


" Betul umah , itu cerita Alan pada bang Samsul dan para tetangga emak juga membenarkan nya " kata Fatma menambahi


" Ayo kita pulang , ini sekedar tanda mata kami Ubay Sinta , kalian pantas mendapatkan karna menyakiti istri dari kakak kalian . Yang harusnya kalian lindungi sebagai kerabat " kata umah Berpamitan lalu pergi meninggalkan keduanya . Karna kesal mendengar kan Apa yang mereka lakukan pada emak.. Pantas Allah tak memberi mereka anak .


Karna keponakan nya saja di sia siakan


Umah Fatma dan emak pun pulang tampa bicara sepatah kata pun Dan Fatma langsung pulang kerumah nya . Begitu juga umah dan emak yang pulang kerumah umah


" Mak kenapa ngak cerita " kata umah ketika mereka sampai dirumah

__ADS_1


" Untuk apa umah kan Allah sudah membalas nya " kata emak lirih


" Ya .... lupakan semuanya kini mereka sudah dapat buah dari bibit yang mereka tanam .Kita hanya duduk manis saja Karna mata orang lain juga melihat Apalagi Allah pemilik dunia .ini ." kata umah yang tak mau minta penjelasan emak . Karna sudah cukup jelas mata orang lain juga bisa menilai .


__ADS_2