Suamiku Dari Kota Saranjana

Suamiku Dari Kota Saranjana
Bab 32


__ADS_3

Alea terdiam sesaat ..Lalu berbalik badan dan ......


" Yuna...... " kata Alea yang langsung memeluk sahabatnya itu. Dan terisak membuat Aldi yang berdiri disamping Burhan terpaku melihat pemandangan didepannya.


" Kamu benaran masih hidup " kata Yuna mengusap punggung Alea dan mereka berpelukan cukup lama.


" Woi ..... kok gue di cuekin sih " kata Meri


protes . Yang membuat Yuna dan Alea mengurai pelukannya.


" Siapa Yun " kata Alea heran.


" Temanku satu kost Al , kenalin Mer ini .Alea temanku yang ku ceritakan itu " kata Yuna.


" Ya ampun kamu masih hidup " kata Meri yang menelisik wajah Alea dan mencubit pipi dan juga menoel hidung dan memencet nya .Yang membuat Alea meringis karna kesakitan.


" Aku manusia bukan hantu. " kata Alea.


" Ya siapa tahu " kata Meri ragu.


" Hahaha ...... dia manusia Meri " kata Yuna terkekeh. Karna Meri masih belum.percaya Kalo Alea benaran hidup karna kabar yang ia dengar Alea sudah meninggal .


" Ayo kita belanja nanti ikut ke rumahku ya " kata Alea


" Hah ..... rumah mu dimana ? aku mau " kata Meri senang.


Sedangkan yuna hanya tersenyum dan ketika ia berbalik tiga orang pria memandang Yuna dan Alea juga Meri tampa berkedip.


" Suami ku " kata Alea . Yang membuat Yuna kaget.


" Suami ?"" kata Yuna berpikir. sambil menatap Alea penuh tanda tanya.


" Iya Yun ini suamiku , dan mereka berdua ini teman suamiku yang menemani kami belanja " kata Alea.


" Kalian belanja makanan manusia ?" kata Yuna yang keceplosan Membuat Meri langsung melongo.


" Hah ..... maksudnya apa Yun, yang barusan kamu bilang ??" kata Meri yang merasa tak salah dengar.


" Ah bukan apa apa " kata Yuna menatap ketiga Pria itu sekilas yang tak mempunyai


Garis dibawah hidung mereka yang membedakan mereka memang bukan manusia


Burhan tersenyum bersama Jafar . Ketika Alea memperkenalkan Yuna dan Meri Yang membuat Burhan dan Jafar senang Apalagi Alea ingin mengajaknya kedua temannya itu kerumah Alea .

__ADS_1


" Suami ku apa bisa kita mengajak mereka kerumah " kata Alea .


" Bisa... apa mereka mau, dan apa mereka tahu kani hantu " kata Aldi .


" Entah lah tapi biarkan mereka ikut Kan ada Burhan dan Jafar " kata Alea


" Tapi........aku takut mereka ?" kata Aldi menggantung. .


" Ngak usah dipikir kan Ada kita kok di . Kalo mereka betah malah kebetulan kami bisa menikahinya seperti mu bro " kata Burhan senang


Akhirnya Yuna dan Meri pun menemani Alea belanja dan Tak lupa Alea membeli semua bumbu dan juga rempah dapur . Yuna juga membeli jahe dan kunyit untuk jamu ikut membelinya. Yang nanti akan diolah di rumah Alea karna sudah beberapa hari memang ia belum minum jamu kunyit asam.


" Yun ikut kerumah ya " kata Alea yang ingin ngajak sahabatnya itu Hingga membuat Yuna berpikir . Tapi karna ia ingin tahu di mana Alea tinggal Yuna pun mengangguk untuk ikut dan mengajak Meri turut serta.


" Kalian tunggu sini ya , biar kami ambil tas ransel dulu di penginapan " kata Yuna yang menunju kamar penginapan bersama Meri dan mengambil barang barang mereka.


" Yun nih gimana buah dan makanan harus dibawa juga " kata Yuna.


" Bawa saja buat kita makan disana dan ingat jangan pernah makan makanan disana selain yang kita bawa " kata Yuna.


" Hah .........Ya kenapa yun ??? " kata Meri bingung


" Ya pokoknya makan yang kita bawa saja " kata Yuna Yang memastikan..Karna ia belum bisa menjelaskan pada Meri.


Lalu setelah beres Yuna dan Meri pun mengikuti Alea . Alea yang bergandeng tangan dengan Aldi menatap bingung melihat suaminya.


" Ya bi " kata Alea dan menyuruh yuna dan Meri ikut mengandeng Burhan dan Jafar.


Ketika ditempat sepi Yuna dan Meri disuruh memejam kan mata nya dan ...


Wus ....wus......... angin berhembus pelan menerpa wajah Yuna dan Meri.


Ting.....


.


" Sudah buka lah " kata Burhan pada Yuna. Yang memegang tangan Yuna dan yuna pun membuka matanya Dan....


" Masyaallah allahu akbar " kata Yuna tak percaya melihat apa yang mereka lihat.


" Yuna kita dimana " kata Meri bingung yang melihat kota dengan keindahan sempurna.


" Yun.....ngak mimpi kan aku " kata Meri mencubit tangannya auw.........sakit . Ini nyata kan yun " kata Meri yang melihat kota megah dengan gedung gedung pencakar langitnya Yang membuat Meri terpukau. Hampir tak percaya. Karna baru saja mereka dari pasar malam. Dan kini mereka berada dikota besar dengan sekejap mata

__ADS_1


" Subhanallah Yun indah banget " kata Meri yang masih melongo melihat lampu kota dan banyak mobil berseliweran lalu lalang di jalan tol yang sangat luas.


" Kita dimana ini Yun " kata Meri masih bingung. Karna setahunya mereka cuma dikota kecil barusan .


" Slamat datang dikota Saranjana ini kota kami " kata Jafar sambil membungkukkan badan nya seakan memberi hormat


" Hah..... Saranjana kota .....aku belum pernah dengar " kata Meri Yang masih bingung lalu menatap Yuna.


" Ayo kita pulang kerumah ku, nanti kita bisa cerita " kata Alea. Yang tak mau berlama lama berdiri dipinggir jalan..


Lalu Alea pun mengajak kedua nya untuk pulang ke rumah Alea. Yang membuat Meri kaget begitu juga dengan Yuna


" Ini rumah mu lea, Masyaallah bagus sekali " kata Meri yang kagum melihat . Rumah Alea yang sangat besar.


Jafar dan Burhan hanya melongo melihat ketiga gadis itu yang mengoceh tiada hentinya. Sedang kan Aldi hanya diam. Tak bicara dia hanya mengikuti para wanita. Dan membawa semua barang .belanjaan Alea yang tadi mereka beli dari i pasar . Begitu juga dengan Burhan dan Jafar. Yang disewa Aldi jadi kuli panggul. khusus.


" Alhamdulilah ada cewek yang mau berteman dengan kita " bisik jafar.


" Hei ......mereka masih baru datang jangan banyak polah nanti mereka takut " kata Burhan..


Lalu Alea pun menyuruh mereka duduk diruang tengah ketika mereka sudah masuk rumah Alea dan Aldi.


" Al.... ini rumah kalian " kata Yuna tak percaya.


" Iya rumah kita kan suami ku" kata Alea melirik Aldi yang sedari tadi hanya diam. Karna cukup kaget Alea bisa bertemu temannya.


" Eh iya slamat datang di rumah kami " kata Aldi tersenyum.


" Apa kami juga boleh bergabung " kata Burhan yang belum dipersilahkan duduk


" Eh silahkan han, Yuna ini sahabatku dan itu temannya. Meri " kata Alea..


Senang bisa kenal kalian aku Burhan dan ini teman kami Jafar " kata Burhan yang memperkenalkan diri. Pada Yuna dan Meri..


" Wah .....pantasan Alea betah disini ngak mau pulang ke jakarta rupanya rumahnya sangat besar Yun indah dan juga masyaallah....... kapan ya aku bisa punya rumah sebagus ini " kata Meri yang bekerja menjadi artis aja baru bisa membeli tanah.


" Menikah lah denganku aku, kau akan punya rumah juga sebagus ini " kata Jafar.


" Hah........... apa ? menikah Dengan mu !!!" kata Meri kaget.


" Iya ....." kata Jafar tersenyum.


" Itu ngak mungkin ......." kata Yuna Yang menatap jafar

__ADS_1


" Kanapa memang nya Yun " kata Meri.


" Mereka ..........????


__ADS_2