
Disisi lain rombongan Malik dan Yuna kembali pulang kerumah .
" Alhamdulilah akhirnya kita bisa pulang juga Dan lagi semuanya dalam keadaan sehat " kata Abah .
" Ya bah semuanya berjalan lancar Apalagi umah sangat bersemangat ketika umroh " kata umi Farhan.
" Iya umah kan senang umi , walau dulu sudah berhaji Tapi ketika sekarang bisa kembali menginjak mekah jadi serasa seperti mimpi ya bah kan dulu masih murah waktu berhaji cuma 7 juta umi Ngak kaya sekarang sudah 30 jutaan Jadi Kalo pengen berhaji kudu giat menabung " kata umah .
" kakak bisa berhaji tahun teman kalo mau , bisa bareng kak Fatma masalah biaya nanti biar yuna transfer uang nya " kata Yuna menawarkan
" Heh .... benaran de, Dapat rezeki lagi nih " kata umi Farhan kaget .
" Masya allah nak apa nak Yuna ngak rugi nak kan biaya mereka berempat ngak murah " kata umah .
" Insyaallah ngak umah mumpung Yuna lagi baikan ini " kata Yuna terkekeh
" Kalo abang sih hayu aja mumpung gratis ya de " kata Samsul melirik Fatma
" Ya bro ana juga ngak menolak " kata Arham ikut menimpali
" Kita boleh ikut juga gak bi " kata Farah
" No..... kalian masih kecil nanti kalo berhaji umur 17 tahun saja " kata Mikha
" Lah kok lama amat bi, kan keburu bibi Yuna duitnya habis " kata Farah protes
" Hahaha.....lagian siapa yang ngajak kalian berhaji Bibi itu nawarinya buat abi dan umi kalian .Abah dan umah saja ngak ikut karna sudah haji ..Kalian harus besar dulu baru berhaji ." kata Malik tertawa
" Kali gitu Aziz boleh ya bi Kan Aziz bisa jadi besar " kata Aziz keceplosan
" Hah.........apanya yang jadi besar " kata Farah menatap Aziz penuh selidik
" Shut anak kecil dilarang ikut ngobrol " kata Anis
" Hahaha .... boleh ikut ngobrol Tapi ngak untuk berhaji . Kalo mau berhaji Farhan Farah Faridah dan Aziz menunggu sudah besar saja ya " kata abah tertawa
" Ya bah , berarti Farah menabung nya dari sekarang biar bisa berangkat haji ya umi kan ngak dapat subsidi bibi " kata Farah
" Hahaha ...Ya ya dan ingat harus rajin belajar dan mengaji juga " kata sang umi tertawa
" Iya nanti bibi belikan celengannya buat kalian menabung biar nggak jajan" kata Yuna tersenyum
" Ya ... tapi kalo kita pulang ke Yaman ngak bisa nabung bi , kan uang jajan nya sedikit Kalo disini kan serba gratis trus uang jajan nya bisa di tabung " kata Farhan polos
__ADS_1
" Heh ...kok bisa gitu " kata Malik
" Iya paman kan umi pelit " kata Farah
" Eh kok umi dibilang pelit sih duitnya memang sedikit Dan lagi abi ngasih nya pas pasan " kata sang umi Farhan protes
" Shut..... sudah ngak usah di bahas nanti malah melebar kemana mana " kata Malik Yang tak mau kakaknya itu memojokkan kakak iparnya Yang nantinya akan sama seperti dirinya .
" Sudah kita nyanyi sholawat aja dan kalo suaranya bagus bibi kasih hadiah " kata Yuna mengalihkan pembicaraan
" Hah .... beneran bi, tapi Farah jarang sholawatan Kalo hafalan mau " kata Farah yang memang sibuk menghafal
" Yah ..... kan beda jadinya, biar Aziz aja yang baca sholawat " kata Aziz yang lalu bernyanyi yang membuat umah dan abah saling pandang karna suara Aziz cukup merdu. Yang membuat semua orang senang mendengar kan sholawat Aziz di dalam mini bis
Yuna yang mendengarnya pun senang kalo Aziz hafal dengan Sholawat yang Yuna ajarkan hingga kini Aziz bisa menyanyikan nya dengan suara merdu
Sedangkan di luar rumah Yuna dan Malik Sekelebat bayangan hitam mencoba masuk menerobos pintu namun belum berhasil menembus nya . Yang membuat Arjan dan Arjun berdiri berpangku tangan melihat sosok hitam itu. .
" Astagfirulah ...... hantu itu begitu nekat sampai dia ngak sadar kalo dia sudah satu jam disitu berusaha menerobos pintu gerbang " kata Arjan
" Hei..... siapa kau brani sekali ya mau masuk dengan paksa " kata Arjun yang membuat sosok itu kaget melihat Arjun sudah berdiri berpangku tangan di depan
sosok itu
" Ih dasar hantu lagian ngapain mau maksa masuk rumah orang " kata Arjun
Yang mengelengkan kepalanya
" Mana hantunya " kata Arjan
" Sudah pergi dia hantu wanita Mungkin sedang mencari sesuatu " kata Arjun
" Aneh kok disini , harus nya ia mencari di tempat lain " Kata Arjan Yang lalu rebahan di sofa karna mengantuk
" Entah lah mungkin ada sesuatu yang dicarinya atau dia suruhan setan " kata Arjun yang juga ikut rebahan di sofa dibelah Yang membuat mereka berdua kembali tidur
Sedangkan sekelebat bayangan melihat mereka sepintas Ketika kembali melewati rumah Malik sepulang dari kota timur
" Kemana mereka kok rumahnya sepi " kata bayangan itu berdiri sejenak menatap rumah yang terlihat sepi .Karna bayangan itu ingin melihat Yuna dan bayinya .
Disisi lain Aldi menatap eksavator yang sedang mengeruk lahan yang akan di tanam baja pondasi untuk pembagunan gedung di kota saranjana yang semakin banyak. Karna sedang mulai pembangunan baru lagi sehabis lebaran
" Di .. sudah mulai " kata Burhan yang baru datang .
__ADS_1
" Sudah han , sepertinya gedung yang ini lebih rumit karna persis menghadap laut " kata Aldi
" Ya karna ini bisa mecapai 1000 meter Dan itu sudah siap bangun " kata Burhan Yang bagian pendanaan. Karna selain mengawasi borongan Burhan juga di percaya memegang gaji karyawan Dan dana pembagunan gedung
" Huh ...... ngeri juga jaman semakin tua " kata Aldi sebagai arsitek gambar yang membuatnya tak bisa membayangkan gedung gedung pencakar langit hasil gambarnya jadi nyata Dan itu membuat Aldi takut Dengan perkembangan jaman yang maju Yang mampu mengalahkan hijaunya hutan dan tanaman di saranjana
Lalu Aldi pun duduk menatap para karyawan Yang sedang sibuk bekerja Sambil mengantuk Aldi duduk tenang di meja kerjanya Sambil melihat lihat bagan dan sketsa gambar yang membuat Aldi ikut memilih bahan bangunan yang cukup baik Agar gedung bisa berdiri kokoh .
Sedangkan Alea sedang duduk makan rujak dengan dua sahabat nya
" Ih.....rasanya mantap banget " kata Helen sedang makan rujak pedas buatan mereka Yang buah nya mereka beli tadi sekalian belanja di kota baru .
" Huh..... mangga nya lumayan kecut " kata Laras dengan wajah masam
" Enak ras itu dibikin sambal mangga di makan sama ikan bakar beuh.... mantap banget apa lagi nasi nya pulen " kata Alea
" Waduh ..... ayo bikin " kata Laras
" Aku sudah kenyang dulu yang suka gitu tuh Yuna suka banget bikin ikan gabus bakar sama ikan papuyu Dan patin pepes Lalu bikin sambal mangga terasi Dan makan dekat pintu dapur sama lalap pete dan jengkol .... wah mertua lewat aja bakal dicuekin katanya " kata Alea tertawa
" Kok bisa sih, ayo kita coba aku ngiler nih Al " kata Helen
" Ya beli ikan nya dulu dong biar bisa dibakar kan banyak dipasar " kata Laras
" Iya tapi besok pagi saja biar lengkap dan masih komplit kita berangkatnya pas para suami berangkat " kata Alea
" Ok.... aku setuju " kata Helen semangat
" Helen mah kalo soal makanan semangat 45 Apalagi kalo tahu enak pasti cepat bergerak makan ya ngak len " kata Laras
" Iyalah ngapain ditahan mumpung bisa makan beb , dinikmati selagi kita bisa apa lagi habis lebaran perlu nyari yang enak enak " kata Helen yang mulai berisi .Karna ia makan tampa pilih pilih
" Ya benar len , Kalo. kata orang tua dulu mumpung kita hidup didunia semua harus dinikmati Ngapain punya emas dan uang banyak buat disimpan tuh kita mati ngak dibawa kan Malah nanti bisa buat modal kawin suami cari istri baru Dan kita rugi tak bisa menikmatinya " kata Alea tertawa lepas
" Aish ...dasar kompor bledug lho Al...
Mana ada laki kita setia ngak mungkin begitu lah Al " kata Laras takut
" Ya mana kita tahu ras , kan hanya perumpamaan saja Tapi kebanyakan memang begitu didunia ras, kalo istri yang meninggal duluan pastilah suami cari istri lagi. Beda sama perempuan harus mengurus anak lebih utama dari pada cari suami. Kecuali cewe matre tuh baru nyari laki baru " kata Alea
"Hadeh ... apa suami hantu juga begitu " kata Laras bertanya
" Mana kita tahu " kata Helen dan Alea bersamaan Lalu membuat ketiganya tertawa bersama Sambil kembali makan rujak buatan mereka sendiri.
__ADS_1
"