
Yuna merapikan meja makan Ketika pintu rumah nya diketuk lagi Yang membuat nya bertanya tanya siapa gerangan
" Siapa ya " kata Yuna membuka pintu
Ceklek......
" Billa " kata Yuna kaget
" Ustad Malik nya ada, ini tadi dia belum sarapan " Kata Billa menyodorkan nasi kotak ke arah Yuna .
" Maaf biar untuk disana saja bagi yang kurang . Suami ku sudah sarapan Bill Dan dia sedang tidur " kata Yuna
" Kau yakin tidak mau, Aku pikir untuk ikut membantu tetangga saja kau tidak mau Apa lagi mengurus suami mu pastinya dia tidur karna lapar " kata Billa menatap Yuna
" Astagfirullah pergi lah " kata Yuna beristigfar. Lalu langsung menutup pintu dan menguncinya Karna kesal pada Billa
" Dia mau apa sih sebenarnya ,kenapa memperhatikan suami orang " kata Yuna
Yang lalu pergi kedapur .Dari pada ia emosi menghadapi tetangga Yang masih berharap pada suaminya.
" Dia wanita tak tahu diri ya ukhti , masa memperhatikan suami orang Padahal sudah punya suami sendiri kan " kata seseorang membuat Yuna kaget.
" Astagfirullah , kenapa kalian bisa masuk kesini " kata Yuna kepada dua gadis jin itu . Yang kemaren sempat mengganggunya.
" Maaf kami lapar, umi sedang sibuk , kami Yang memberitahukan pada para tamu tadi untuk menumpang makan disini. Karna dirumah penuh ." kata salah satu jin itu sambil manyun.
" Lalu " kata Yuna menatap keduanya
" Kami numpang makan ya , Apa yang ada saja tak jadi masalah Yang penting kami makan " kata yang satu nya lagi .
" Huh....... Baiklah ini ada nya aku belum memasak lagi " kata Yuna yang membuka tudung saji masih ada sayur ca rendang dan dadar telur karna memang ia masak banyak kemaren. Keduanya pun lalu makan dengan lahap. Menikmati rendang buatan Yuna
" Enak ukhti maaf kami kemaren menganggu mu " kata dua gadis jin itu tersenyum .
" Oh ya nama ukhti siapa ?" aku Jinny dan ini mimi kami dari yaman kami sedang sekolah di rumah habib dan umi sadiyah " kata Jinny
__ADS_1
" O... jadi kalian muridnya habib dan umi sadiyah " kata Yuna.
" Ya , apa kau juga juga mau belajar, sepertinya kami ukhti , kau kan bukan ustazah " kata mimi
" Aku juga baru belajar tapi gurunya suami ku , jadi ngak perlu kuliah lagi " kata Yuna.
" Suami mu sangat tampan pantas ustazah Billa menyukainya .Padahal suaminya itu sahabat baik ustad Malik " kata Jinny .
" Oh ya... Apa kalian tahu ustazah Billa dekat dengan ustad Malik " kata Yuna bertanya seraya menatap jinny dan mimi.
"' Iya lah dulu ustazah Billa itu menyukai ustad Malik bahkan ia ingin menjebak ustad Malik waktu kerumahnya. Eh untung nya ustad membawa ustad Ali Dan ketika dia membuka hijabnya untuk pamer aurat ustad Malik Dia salah orang Yang melihat nya malah ustad Ali Dan ustazah Billa pun di marahi habis habisan oleh abi nya kapok deh " kata Mimi .
" Astagfirullah aladzim dari mana kalian tahu " kata Yuna penasaran.
" Kami saat itu mengikuti ustad Malik dan ustad Ali yang lagi pergi Untuk mengusili mereka tapi ngak jadi hehehe......." kata Jinny jujur
" Lalu ..... " kata Yuna penasaran ..
" Ya begitu lah akhir nya ustazah Billa menikah dengan ustad Ali " kata mereka bersamaan
" Luar biasa wanita yang egois " kata Yuna membuang nafas kasarnya. Sambil melihat dua gadis jin itu Yang sudah selesai makan Lalu mencuci piring nya sendiri sendiri .
" Ya ... sama sama " kata Yuna Yang lalu pergi kekamarnya Setelah kedua anak jin itu menghilang .Lewat jendela dapur dekat meja makan rumah nya
Yuna pun masuk untuk melihat suami nya Yang masih terlelap dan Yuna menyelimuti nya. Lalu duduk disisi ranjang sambil menatap wajah Malik ..
" Aku tahu .... tuhan menjadikan mu untuk menjadi bagaian hidupku .Dan aku yakin banyak wanita mengejar mu di luar sana bi
Aku hanya berdoa aku bisa bersabar untuk bisa menghadapinya.." kata Yuna yang tahu Malik sangat sayang padanya Dan Yuna tak meragukan itu.
Sedangkan di rumah mewah Ani baru saja bangun dan ia terkejut Ketika sudah ada di dalam kamar.
" Astaga aku ketiduran ya " kata Ani Lalu ia pun keluar dan turun kelantai bawah. Dan langsung mendekati umi yang sudah pulang .
" Umi boleh kan saya bertanya ini kota apa namanya " kata Ani
__ADS_1
" Hei .... sudah bangun nak, ini namanya kota saranjana Ada apa ?. apa kau ingin pulang Apa kau tak betah tinggal disini " kata umi .
" Bukan umi , Ani hanya bingung kota saranjana itu dekat mana ya .Apa dekat dengan kota banjarmasin " kata Ani Yang masih bingung
" Hahaha....... kau benar tapi itu kota manusia sedang ini kota para jin " kata umi tersenyum
Deg .....
" Jin .... " kata Ani kaget.
" Ya Allah bagaimana ini , kenapa aku bisa nyasar ke kota jin Tapi mereka tak seperti Jin Mereka tak memakai baju aneh dan pakaian mereka juga biasa dan bagus dan seperti manusia " kata Ani dalam hati
" Umi kalo mau pulang ke kota manusia lewat mana " kata Ani yang marasa takut karna ia berada di kota Jin
" Minta lah Abdullah mengantar mu ke pintu gerbang Apa kau tak betah tinggal disini " kata umi santai
" Maaf umi Ani senang sekali tinggal disini Tapi Ani punya kerjaan dan juga masih punya orang tua Jadi Ani ingin bertemu mereka kangen umi " kata Ani lirih dan juga merasa takut
" Oh begitu ya , nanti bicara lah dengan Abdullah ya Dia akan mengantar mu pulang. Bila perlu mengantar mu untuk bertemu kedua orang tuamu " kata umi tersenyum .
Yang membuat bulu kuduk Ani berdiri sendiri. Yang tahu kini siapa sebenarnya Abdullah .
" Iya umi nanti Ani akan bilang pada Abdullah " kata Ani yang lalu cepat cepat naik kelantai dua Untuk kembali kekamar nya Dan lalu menutup pintu Dan menangis sejadi jadinya karna takut..
Sedangkan di istana Abdullah baru saja bicara dengan Ghani Dan mereka sedang sibuk untuk rapat . Setelah tadi berkeliling mengawasi kota saranjana.
" Kudengar kau menolong gadis manusia Lah, Apa dia cantik dan baik " tanya Ghani
" Entah lah dia terlihat senang melihat kota ini Tapi apa dia akan senang kalo ia tahu itu bukan kota mereka. Dia lumayan cantik walau tak seperti Alea dan Yuna Tapi aku takut ia akan terkejut bila ia tahu ini bukan kota manusia " kata Abdullah
" Hahaha........itu hal yang wajar kan " kata Ghani
" Ya tapi tak semua orang bisa menerima nya dan menyadarinya .Karna setiap pandangan orang berbeda beda..." kata Abdullah Yang memang tahu Ani tadi merasa bingung dan mulai bertanya tanya.
" Ya sudah , ayo kita ke aula ada pangeran muda disana " kata Ghani
__ADS_1
" Ya, ayo " kata Abdullah yang lalu melangkah bersama Ghani menuju aula istana untuk menemui para penggawa lain Dan juga membahas rencana keamanan bulan Syaban untuk menyambut ramadhan
Sedang kan Ani masih menangis karna takut tak bisa pulang ke dunia nyata