
Yuna pun beranjak dari tempat tidur Dan menuju pintu kamarnya
" Bukan nya tadi pintu nya tertutup kenapa aku merasa ada yang mengintip " kata Yuna Lalu membuka pintu ...
" Aaaa.........." teriak Mikha dari dapur .
" Allahuakbar " kata Yuna bergegas kedapur Karna tak ada siapa pun didepan pintu kamarnya
" Ih..... jangan teriak kenapa sih " kata Anis
" Mikha .... Anis ada apa ?" kata Yuna Yang melihat keduanya didapur
" Itu nona , tadi saya melihat mahluk berbulu disini Lalu menghilang begitu saja ." kata Mikha .
" Ih dasar penakut palingan juga tikus " kata Anis
" Bukan nis....itu bukan tikus dia mahluk menyeramkan " kata Mikha menatap Yuna
Seakan ragu dengan perkataan nya sendiri Namun tiba tiba....
Brak ......
" Nona .......awas....." kata Anis
" Qoyum ...." Kata Yuna sambil menghindar serangan itu Dan cahaya kilat menyambar mahluk berbulu itu Seketika Yuna ikut melayang dan melawan mahluk itu .Yang membuat Mikha dan Anis ternganga Melihat nona nya itu melawan mahluk menyeramkan .
" Mikha nona......" kata Anis bingung
" Hiat .... ciat .. wus...... wus..... "
Perkelahian pun terjadi Karna Yuna bersatu
Dengan sang Khodam dalam dirinya .Yang membuat Yuna mampu melawan Mahluk mengerikan itu.
" Wus..... ciat ..... pyar .....
Serangan demi serangan membuat setan itu mengamuk menyerang Yuna Sedang kan Yuna masih tenang Dan menghindari serangan itu dengan lincah Dan brak .....
prang.....prang ...... beberapa piring pecah tersenggol .
" Nona kita keluar " kata Qoyum khodam Yuna berbisik
" Ya ayo....... " kata yuna di batinnya
" Mikha Anis jaga rumah " kata Yuna Yang melayang layang di atas di langit langit dan terbang lewat pintu samping
" Nona........" teriak Anis berlari mengikutinya
" Mikha.... cepat lapor tuan, nona pergi....." teriak Anis yang mengikuti kemana Yuna terbang .
" Ya ....." kata Mikha
Ting..... lalu Mikha pun menghilang
Sedangkan Yuna terlihat jauh diantara pepohonan sedang menghindari orang orang Yang sedang melintasi jalan
" Wus..... wus .....wus "
Malik yang bicara dengan ustad Ali pun membahas rumah tuan Ahmet yang akan di jual keluargganya Yang akan di beli ustad Ali Menjadi tempat penampungan anak yatim Atau tempat penghafal alquran
Karna keluargga Ahmet tak mau lagi menempati rumah itu Yang masih trauma dengan kematian tuan Ahmet dan saudara saudaranya.
__ADS_1
" Sepertinya ini ide bagus ustad lagi pula kita bisa menawar murah Karna mereka tak mau menempatinya Dan kita bisa menekan harga " kata salah seorang warga
" Ya bagaimana ustad Malik" kata ustad Ali .Yang memang saudagar kaya raya
" Saya setuju ustad . Saya akan bantu mencari orang yang bisa mengajar dan mendidik anak anak " kata Malik .
" Mal aku mau, kalo ada waktu senggang " kata Ali yang juga mengisi pelajaran di masjid dekat apartemen mereka .
" Ya nanti kita atur saja " kata ustad Ali . Yang senang banyak yang mendukungnya karna mereka ingin komplek itu aman .
" Ya saya juga akan membantu bila ada waktu luang ustad " kata Malik
" Iya ustad saya senang anda sudah banyak membantu kami " kata salah satu warga .
Dan ketika asyik ngobrol Mikha yang lari pun berhenti di depan para kumpulan para pria itu.
" Ustad.....huh....huh.....ustad nona dalam bahaya " kata Mikha terengah engah
" Astagfirullah ada apa dengan nona mu" kata Malik kaget
" Nona ....." kata Mikha
" Ustad bapa bapa saya permisi " kata Malik tampa berpikir lagi Yang berlari cepat menuju rumah nya Dan langsung masuk kedalam rumah
" Dinda..... dinda.... dinda .. kau dimana " kata Malik berteriak .
Sedangkan bapa bapa dan ustad Ali juga Ali teman Malik ikut melihat apa yang terjadi menuju rumah Malik
" Mikha dimana mereka ?" kata Malik yang menuju kamar . Namun Yuna tak ada disana Dan Malik menuju dapur Namun ketika melihat dapur yang berantakan ...
" Mikha di mana nona mu " kata Malik berteriak nyaring karna panik
" Mereka disana tuan " kata Mikha menujuk jalan sepi di antara pepohonan Karna ada Anis yang melambaikan tangan
" Tuan ayo naik " kata Arjan yang sudah membawa motor barunya . Dan Malik langsung cepat berlari dan mencari Yuna kearah yang di tunjuk Mikha .Sedang Arjun dengan Mikha memakai motor Malik di susul para bapa bapa Yang ikut menyusul Malik.
" Apa yang sebenarnya terjadi ?" kata Malik pada Arjan .
" Nona ...melawan setan tuan kata Anis yang tadi meneriaki saya " kata Arjan Tegang sambil membawa motornya kearah perkebunan kurma .Dengan kecepatan tinggi dan ....
" Cit......itu Anis tuan " kata Arjan yang berlari mengejar Anis yang menangis .
" Anis mana nona "kata Arjan
"Tuan .... nona .... pergi mereka membawa nya " kata Anis menangis
" Siapa ?" kata Malik berteriak
" Mahluk menyeramkan itu tuan " kata Anis menangis
" Astagfirullah " kata Malik menyugar rambut nya kasar .Karna Yuna tak ada' lagi di kebun itu.
" Ya Allah kemana mereka membawa istri hamba " kata Malik tersungkur ditanah menatap sekeliling pepohonan kurma
Sedangkan Yuna masih bertahan melawan dua sosok yang membantu mahluk tadi Yang sudah tewas lebih dulu
" Nona ..... pulang lah saya bisa menangani mereka " kata Qoyum berteriak Yang takut nona nya itu dalam bahaya
" Aku tak tahu jalan pulang yum " kata Yuna Yang masih menghindari serangan lawan nya . Dan melihat kebawah banyak batu terjal Apabila ia jatuh akan sangat bahaya pasti terluka
" Kita berada dimana ?" kata Yuna bingung
__ADS_1
Qoyum pun lalu menyerang dengan kekuatan dan....
Jedar .....jedar pyar .......
" Aaa.........dua mahluk itu langsung terbakar Dan Qoyum dengan secepat kilat terbang membawa Yuna kembali pulang dan masuk
kedalam rumah Lalu.......ting
" Nona saya pergi " kata Qoyum Yang lalu menghilang begitu saja .
" Auw..... kata Yuna yang merasa sakit karna ada memar ditangan dan kaki nya .
" Abi .... " kata Yuna yang lalu menuju kamar.
Sedangkan Mikha dan Arjun sedih melihat Malik terduduk lemas di tanah
" Ustad mana istri anta " kata para bapa bapa yang mengikuti Malik.
" Nona dibawa setan tuan tuan " kata Anis terisak .
" Astagfirulah bagaimana bisa Bagaimana cerita nya " kata para bapa bapa itu menatap Anis penuh selidik
" Ceritakan " kata Malik yang menatap Anis dan Mikha Dan keduanya pun menceritakan Apa yang terjadi Yang membuat para bapa bapa itu tak percaya dengan apa yang mereka dengar barusan
" Kami tidak berbohong tuan itu nyata Dan setan itu menarik dan menyerang nona kami " kata Anis Yang menghapus air mata nya
Malik pun terduduk lemas Namun ketika ponselnya bergetar.
" Assalamualaikum bi tolong Yuna " Kata Yuna merintih .
" Walaikum salam Dinda kau dimana ?" kata Malik
" Dirumah " kata Yuna lirih.
" Allahuakbar " kata Malik Yang langsung berdiri dan lari menuju motor nya lalu .....
Brum........brum....... lalu menghilang dari pandangan
Yang membuat semua orang melongo melihat Malik pergi begitu saja
" Tuan Malik " kata Arjun berteriak Yang membuat semua saling tatap .
" Tuan kemana ?" kata Mikha
" Tidak tahu, siapa orang yang sudah menghubungi nya " kata Arjan menatap Anis
" Tidak tahu " kata Mikha dan Anis kompak yang membuat semua orang saling padang.
" Ayo kita kembali kerumah ustad Malik " kata bapa bapa itu sedangkan Arjun langsung menghilang membawa Anis Dan Mikha naik motor bersama Arjan .
*******
" Dinda ....." kata Malik melihat Yuna yang ada dikamar .
" Abi ..... " kata Yuna yang terbaring di . tempat tidur Dan Malik pun langsung memeriksa Yuna Yang penuh lebam lebam di tangan serta kakinya.
" Ya Allah dinda kenapa, Apa ini sakit " kata Malik yang memeluk Yuna erat dan menciumi semua wajah Yuna tampa menutup pintu kamar karna khawatir .
" Yuna hanya memar bi , tadi melawan mereka Yuna ngantuk capek " kata Yuna .
" Ya biar abi obati ya tidurlah " kata Malik Yang langsung mengambil kotak obat dan mengobati semua luka memar Yuna .
__ADS_1
" Tuan ....." kata Anis...
" Shut....." kata Malik menaruh jari telunjuknya di mulut .Yang membuat Anis dan Arjun terdiam mematung