
Mereka berlima pergi pun pergi meninggal mall itu dan turun menuju parkiran . Dan ketika sudah dilantai parkiran Entah mengapa Meri ingin buang air kecil..
" Al Yun aku mau kekamar kecil sebentar antar dong " kata Meri.
" Tuh toilet disana " tunjuk Karya pada tulisan dipojok dekat parkiran.
" Sana gih pergi nanti kebelet susah " kata Yuna .
" Al temani aku mau telpon pa Arga dulu "kata Yuna yang ingin menelpon atasannya Karna ia ingin menambah cuti kerja.
Alea yang mengantar Meri kekamar kecil pun menunggu Meri di luar Setelah itu keduanya mencuci tangan . Tampa sengaja seorang pria tersenyum pada keduanya . yang terlihat kumal dan lusuh.
" Hai mau ngak...... mau ngak " kata pria itu mendekati keduanya .
Meri dan Alea yang ngak ngeh hanya cuek dan diam Lalu melangkah keluar .Dan pria itu mengikuti kedua nya.
" Mau ngak mau ngak " kata nya lagi pada Meri dan Alea.
Yang membuat Meri dan Alea saling pandang . Satu sama lain karna mereka risih dibuntuti.
" Mau ngak mau ngak " kata pria itu lagi
" Hei kau mau apa ," kata Meri tenang
" Ini ......" kata nya memperlihat kan ******** nya pada Alea dan Meri .
Aaa. .......... teriak keduanya sambil cepat cepat kabur meninggalkan pria itu ..Yang membututi Alea dan Meri.
" Meri tunggu " teriak Alea yang Lari lamban.
" Ayo cepat " kata Meri yang takut disusul karna pria itu masih mengikuti mereka dengan ******** nya yang masih belum dimasukan kedalam celana.
Sesampainya di dalam mobil keduanya langsung bergidik ngeri Melihat apa yang mereka lihat barusan.
" Kalian kenapa sih " kata Karya kaget melihat dua teman Yuna itu ketakutan .
" Tuh ..." tunjuk Meri melihat seorang pria yang celingukan mencari mereka.
" Hahaha ............ kalian di kejar orang gila ya " kata Rustam tertawa ngakak .Yang membuat Meri kesal.
Plug...........
" Aduh........." kata Rustam mengaduh karna ditimpuk Meri dengan kertas di kepalanya.
Hahaha.. ... tawanya lagi
" Kalian lagi beruntung tuh bisa lihat anu nya " kata Rustam tergelak Yang tahu orang gila itu selalu berada dijalanan.
" Dasar si utuh kenapa dia bisa sampai disini " kata Karya Sambil memundurkan mobilnya untuk keluar dari parkiran.
__ADS_1
" Emang dia biasanya dimana ?" tanya Yuna.
" Di jalan lah dia kemana mana mencari wanita yang mau dengan nya " kata Karya . Sambil membenarkan spion mobilnya
" Hah...... siapa juga yang mau sama orang gila kaya gitu " kata Meri .
" Ya ngak tahu siapa tahu ada yang mau " kata Rustam.
" Syaraf lho tam " kata Meri
Yang membuat karya dan Rustam tertawa.
Karna Meri kesal. Ulah Rustam yang mengoda nya
" Dia itu gila karna dulu minta nikah tapi sayang pacar ngak mau dan kabur . Karna ngak punya modal lalu dia stress dan gila yaitu dia di julukan utuh gila minta kawin . Dan anu nya itu pamer kemana mana . Karna cuma modal itu doang. " jelas karya yang membuat Yuna dan Alea terkekeh mendengarnya Sedangkan Meri memasang wajah cemberut .Sedangkan Karya fokus membawa mobil keluar dari badement parkir
" Dih amit amit masa begitu aja gila mbok kerja biar punya modal untuk nikah " kata Meri merasa kasihan.
" Lah sudah terlanjur gila mau apa lagi. Mana kita tahu. dia mau gila. Kalo kita tahu kan kita kasih modal ya ngak ya " kata Rustam.
" Emang kalian kenal dia " kata Meri
"'Ngak ......" kata mereka bersamaan.
" Lah tadi kata nya mau kasih modal " kata Meri protes.
" Iya kalo saja dia datang ke kita buat minta modal nikah doang ya kita kasih lah
" Kasihan ....." kata Yuna .
" Ya jelas kasihan masa minta nikah langsung jadi gila Yun. " kata Alea
" Yah mungkin takdirnya . Kita ngak tahu takdir seseorang " kata Yuna membuang nafas kasar dan melihat hantu berseliweran di pinggir jalan.
Yuna pun langsung memakai kacamata hitam nya. Begitu juga Alea . Yang ikut melihat .Ada mahluk kasat mata yang sedang duduk duduk dipinggir jalan.
" Kau melihatnya Yun " senggol Alea.
" Mhem....... " dehem Yuna yang tak pernah mengira sepulang dari kora saranjana membuat mata bathinnya terbuka dan ia lupa menemui guru spiritualnya .
" kalian kenapa sih kok dalam .mobil pake kaca mata ngak panas apa " kata Meri
" Mereka takut melihat hantu Mer " kata Rustam Yang melirik dari kaca spion mobil
" Kok tahu tam " kata Yuna
" Tahu lah kalo aku ngak ngelihat tapi bisa merasakan sama kaya karya " kata Rustam.
" Astagfirullah..... jadi kalian bisa melihat ...."
__ADS_1
" Mhem.......... ngak usah disebut juga kali Mer nanti yang ngikut dengar " kata Rustam
" Hah...... emang bisa " kata Meri kaget.. Karna memang Meri juga bisa merasakan
dan bulu keduanya merinding merasakan hawa tak nyaman
Kelimanya terdiam . Sedang karya hanya fokus pada setir dan jalan yang mereka tuju. Untuk mengantar para temannya pulang . Namun tiba......
Cit..... brak.......
" Karya ........!!" teriak Meri yang kepalanya terbentur kursi mobil depan .
Sedang Yuna dan Alea meringis menahan benturan pakai tangan.
" Apaan sih ya " kata Yuna
" Kalian tunggu sini " kata Rustam yang turun dan mencari sosok anak yang tadi terlihat menyebrangi jalan.. Yang membuat Karya mendadak berhenti.
" Ngak ada tam " kata Karya menatap Rustam. yang kebingungan
" Dia mengerjai kita lagi " kata Rustam menatap Karya Yang tahu kalo mereka sedang digoda .
" Astagfirullah .... hei kami tidak menganggu pergilah " kata Karya yang lalu membaca ayat kursi Dan masuk kembali kedalam mobil.
" Ada ya " kata Yuna .
" Biasa palingan dia mau mengusik " kata Karya datar
" Iya tuh senang banget ngerjain manusia " kata Rustam ngomel.
" Aish...... jadi kalian di ganggu juga " tanya Meri.
" Bukan di ganggu lagi malah ngerjain.... Sejak kita keluar dari hutan itu Aku merasa ada yang lalu mengikuti kita Dan mengawasi kita Dan aneh nya sepertinya dia ingin ikut kemana pun " kata Rustam bercerita
" Ih kok bisa " kata Meri bergidik ngeri walau dia hanya bisa melihat hantu saranjana . Tapi Meri tak mau melihat hantu dialam nyata. Karna pastinya menakutkan .
" Ya begitulah mana kita tahu " kata Karya yang memang akhir akhir ini juga terusik dengan hal hal aneh yang diluar nalar. Namun karya banyak berdoa Karna ia juga
takut terjadi apa apa. Dan mereka sempat di hadang pulang ketika pulang melewati Desa sungai danau.
"' Kalian banyak berdoa saja Selama kita tak menganggu mereka juga tak akan menganggu kita " kata Yuna santai Yang memang tak ingin bermasalah .
" Iya benar itu , Tapi kamu Al apa suami mu pernah menganggu orang " kata Meri bertanya . Yang membuat Alea melotot.
" Maksudnya apa tuh " kata Rustam menoleh kebelakang Menatap ketika gadis itu. Yang terlihat kebingungan.
" Ah....bukan apa apa tam Meri hanya takut saja " kata Yuna menatap Meri.
" Maaf " kata Meri berbisik karna keceplosan bicara. Ia lupa hanya ia dan Yuna yang boleh tahu kalo Alea dari kota saranjana. Dan suami mu penghuni disana.
__ADS_1
" Cit.. ........karya kembali mengerem mobilnya
" Aish...... karya " kata mereka berempat bersamaan.