Suamiku Dari Kota Saranjana

Suamiku Dari Kota Saranjana
Bab 288


__ADS_3

Sedang kan di kegelapan malam sebuah mobil melintasi awan dengan cepat Yang di tumpangi Arjan dan Arjun juga Aziz yang tertidur lelap


" Apa dia bangun " kata Arjun


" Tidak ,tuan Aziz pasti sangat ngantuk " kata Arjan sambil melihat arah yang mereka tuju Dan tak lama mereka pun sudah memasuki area mesir .


" Alhamdulilah kita hampir sampai bro " kata Arjun


" Ya , setelah kita menaruh mobil tuan Aziz kita harus mengantarnya pulang ke istana " kata Arjan .


" Ya ....aku takut dia mengamuk pada kita setelah tahu kita membawanya pulang ." kata Arjun


" Ya sebab itu lah dia harus kita antar lebih dulu " kata Arjan yang juga takut di marahi sang pangeran


Lalu tak lama karpet ajaib pun turun di depan pintu gerbang Dua jin yang menunggu rumah Malik dan Yuna itu menyambut kedatangan Arjan dan Arjan sambil tersenyum


" Apa kalian tidak pulang ." kata Arjan


" Tidak kami menunggu kalian , apa nona kalian aman " kata salah satu jin


" Alhamdulilah beliau sudah aman " kata Arjun


" Syukurlah, kami senang kami juga sempat ikut khawatir " kata jin satunya


" Ya terimakasih sudah menjaga rumah tuan kami ini ada sedikit oleh oleh untuk kalian ambilah " kata Arjun


" Hah...Apa buat kami " kata kedua jin itu


" Ya siapa lagi apa kalian tidak mau " kata Arjun


" Mau mau.....kami kan belum bilang menolak " kata salah satu jin itu Yang membuat Arjan tersenyum .


" Masuklah keteras . Kami ingin mengantar Tuan Aziz dulu ke istana . Kalian bisa makan dan menikmatinya " kata Arjan


" Ya trimakasih bro " kata keduanya lalu mereka pun kembali duduk diteras depan Sedangkan Arjan dan Arjun berangkat menuju pantai Untuk keistana jin mengantar Aziz mumpung bocah itu belum sadarkan diri.

__ADS_1


Arjan dan Arjun pun melesat cepat dengan karpet ajaib Dan tak lama mereka pun sampai di depan istana


" Apa yang kalian bawa " kata dua orang pengawal menatap Arjan dan Arjun


" Lihat lah " kata Arjan yang membuat dua pengawal itu mendekat dan membuka selimut lalu .....maaf silahkan masuk " kata satu pengawal itu menunduk .Lalu Arjan bergegas masuk


" Apa kalian pengawal baru " kata Arjun Yang merasa asing pada dua pengawal itu


" Ya tuan senopati menyuruh kami untuk bertukar tempat agar tidak bosan " jawab salah satu pengawal


" Bagus lah " kata Arjun yang menyusul Arjan masuk Yang sedang menuju kamar Aziz Dan lalu membaringkan Aziz di atas tempat tidurnya .


" Alhamdulilah " kata Arjan yang lega setelah memangku Aziz beberapa jam Dan sekarang mereka bisa tersenyum sudah mengantar Aziz pulang sampai istana jin Lalu Arjan pun langsung menyelimuti Aziz Dan ketika Aziz menggeliat Arjun dan Arjan bergegas pergi meninggalkan kamar tidur Aziz


" Ayo cepat pulang " kata Arjan


" Ya sebelum dia sadar " kata Arjun Yang bergegas menuju pintu gerbang istana .


Dan tak lama Aziz pun terbangun Lalu melihat sekeliling nya Karna mirip dengan kamar nya Aziz pun duduk Dan lalu menajamkan matanya.


" Astaga apa aku bermimpi " kata Aziz kaget karna yang ia ingat ia masih tiduran di pangkuan uminya .


Sedang Arjun dan Arjan melesat pergi dari istana itu Dan tak lama mereka pun mendengar teriakan Aziz dari kejauhan


" Paman Arjun , Arjan " teriak Aziz nyaring menggelegar Hingga membangun kan jin seisi istana .termasuk raja dan ratu Yang bergegas menuju sumber suara


Arjun dan Arjan yang mendengarnya bergegas masuk kedalam rumah tuannya


" Hai ....bro bila tuan Aziz bangun bilang kami tidur ya " kata Arjun yang menambah kan makanan cemilan untuk dua jin penjaga itu juga minumannya


" Ya bro tenang saja aman " kata kedua nya


Sedangkan di istana raja dan ratu kaget mendengar teriakan Aziz Yang menangis


berguling guling di ruang tengah dengan kerasnya

__ADS_1


" Allahuakbar ada apa sayang kenapa menangis Dan ngambek begini ." kata Umi ratu kaget dan memeluk putra bungsunya itu .


" Paman Arjun dan Arjan mana umi dan abi juga mobil Aziz " isak Aziz


" Hua.....umi ....umi kenapa Aziz ada diistana " kata Aziz menangis membuat raja menarik nafas kasarnya lalu menyuruh Senopati nya mendatangi rumah ustad Malik untuk menanyakan kenapa Aziz menangis


" Siap yang mulya " kata senopati itu Yang lalu dengan cepat pergi menuju rumah ustad Malik .Dan tak lama senopati pun sudah kembali Lalu meminta Untuk bicara di tempat lain Sedangkan sang ratu sedang mendiamkan Aziz yang masih menangis


Setelah raja mendengar kan penjelasan senopati raja pun kembali ke ruang tengah Kembali menemui ratu di kamar Aziz Yang berusaha mendiamkan dengan berbagai cara Agar berhenti menangis


" Ya ampun anak abi pintar ya sekarang Oh ya bagaimana kalo besok kira main sama umi ke mall yuk pake mobil baru Aziz " kata raja yang lalu memeluk dan memangku Aziz


" Hua.....Aziz mau main sama abi ustad abi " kata Aziz .


" Eh .. kan besok Aziz sekolah dan lagi pula sudah mau ujian Oh ya sorenya kita sama umi nanti ke mall Aziz boleh main apa saja dan beli apa saja Kita ajak kak Azza juga buat nyoba mobil baru Aziz. " kata raja


" Hah mobil Aziz apa Aziz punya mobil baru tuan ku " kata umi ratu .


" Iya lah umi ngak tahu kan , Aziz pintar umi , Aziz bisa menghafal surat yasin Al mulk dan surat alwaqiah juga Arrahman " kata raja mencium pipi Aziz yang membuat Aziz berhenti menangis karna di puji sang abi. Lalu memeluk abi nya dengan manja .


" Tapi Aziz mau main ke tempat abi dan umi bi " kata Aziz merebahkan kepalanya di bahu sang abi


" Insyaallah nanti kalo libur sekolah Aziz boleh main kesana bersama abi dan umi


besok kita main dulu ke mall paling besar di kairo Dan Aziz bisa bermain apa saja disana " kata raja sambil mengusap bahu Aziz dengan lembut


Umi ratu yang mendengar rayuan suami nya itu hanya bisa bernafas lega Dan menatap dalam mata suaminya itu karna bingung mengenai surat hafalan Aziz dan mobil baru putranya


Cukup lama raja membujuk Aziz sampai akhirnya Aziz pun menurut Dan lalu kembali tidur di pelukan raja jin .


" Ada apa dengan nya tuan ku" kata ratu menatap raja


" Putra mu itu memenangkan lomba menghafal surat di kota saranjana .Aziz ikut umi dan abi nya " kata raja bercerita sampai sang putra membuat drama biar bisa ikut kesana yang membuat ratu membuang nafas kasarnya


" Masyaallah .... anak itu, sangat sayang pada ustad dan istrinya Sekaligus sering sekali merepotkan mereka tuan ku Yang membuat umi merasa bersalah " kata ratu

__ADS_1


" Ya ...mereka slalu bisa menarik perhatian Aziz Karna mereka manusia yang tulus Dan juga penyayang " kata raja


" Ya sudah umi ayo kita kekamar " kata raja Yang lalu mencium kening Aziz Begitu juga dengan ratu yang mulai dekat dengan putra mahkota jin itu.Dan lalu keluar dari kamar Aziz Menuju kamar tidur utama raja .


__ADS_2