Suamiku Dari Kota Saranjana

Suamiku Dari Kota Saranjana
Bab 287


__ADS_3

Fatma lalu mengantar minuman keluar dan cemilan untuk para tamu . Setelah itu Fatma pun pamit pulang pada umah Setelah semuanya beres Dan tak sengaja di jalan ia bertemu Raudah saat pulang menuju rumah .


" Fat dari mana ?" kata Raudah sepupu ustazah Faridah itu


" Oh dari tempat umah dah " kata Fatma


" Enak ya Fat , adik mu punya mertua ustad padahal ngak punya basic ilmu agama Dan lagi cuma keturunan orang biasa " kata Raudah


" Maaf dah, .. itu sudah menjadi jodohnya dan ketentuan dari Allah " kara Fatma


" Ah masa sih atau si Yuna mengguna gunai Malik tuh dengan ilmu dayak ibu mu Kan dulu Ayahmu meninggalkan ibu kalian pergi jauh " kata Raudah


" Astagfirullah .... jangan membuat fitnah dah ..." kata Fatma. Yang lalu membuang Nafas kasar nya Mengingat perkataan umah kalau ia harus siap bila ada hal yang tak menyenangkan


" Tapi kenyataan nya begitu kan " kata Raudah


" Terserah deh dah kau mau ngomong apa Tapi satu hal ku pertegas Kami tak mengemis dan meminta , Ustad Rahman sendiri yang meminta Yuna jadi menantu nya Dan andainya sepupu mu di lamar kami tak ada niat iri dan dengki Kalo pun dulu ustad Malik memilihnya Tapi sayang ia menolaknya secara halus Dan juga ketika Faridah ingin jadi istri kedua Dia tak menggubrisnya kan kasihan ya " kata Fatma tenang


" Kau....." kata Raudah terpancing .


" Kenapa kau pikir aku tidak tahu kau terlalu sayang dengan sepupumu .itu Tapi aku juga sangat sayang pada Yuna adik ku " kata Fatma .


" Tapi dia tak lebih baik dari Faridah " kata Raudah


" Siapa bilang itu menurut keluargga kalian kan Tapi tidak untuk ustad Malik dia menganggap Yuna lebih baik dari ustazah Faridah " kata Farma berani


" Baiklah aku banyak pekerjaan aku pergi dulu ya ,assalamualaikum " kata Fatma pergi dengan langkah santai membuat Raudah kesal


"" Ih ..... kok dia sekarang jadi pede banget " gerutu Raudah


" Iya lah dia pede kak orang punya adik ipar ustad , biar ngak perlu lebel ustazah Tapi kecipratan beruntung Dan bisa umroh hidup enak tampa beban dan tampa utang " sahut Yusuf yang menjawab gerutuan Raudah


" Ih suf , kamu ikut ikutan aja sih , pergi sana urus tuh emak lho " kata Raudah


" Iyalah kak itu pasti Yusuf ngurusin emak biar miskin Tapi ngak iri sama kehidupan orang Dan ngak munafik bela orang sana sini bye kak idah........" kata Yusuf tersenyum


" Ih..... dasar sedeng tuh anak ya Mentang mentang asistennya ustad Amar " kata Raudah kesal lalu pergi dari tempat itu .


Sedangkan di rumah Yuna malam nya terlihat sepi .Tadi nya Alea Helen Ani dan Laras ingin mampir kerumah nya. Namun Yuna minta besok saja karna lelah baru datang Lagi pula ia harus menyusun rencana untuk Aziz pulang dan sekalian membawa mobil hadiahnya


" Jan apa kuat mobil nya terbang sampai sana " kata Malik ketika mereka mempersiapkan semuanya

__ADS_1


" Kuat tuan, karna tuan Ghani sudah melafazkan nya dengan mantra Dan mobil nya bisa di taruh dihalaman rumah kita tuan " kata Arjun


" Ya hati hati , apa lagi kalian membawa Aziz " kata Malik Karna Aziz bukan anak biasa Dan pastinya ia akan menjadi perhatian pada jin asing


" Ya tuan , kami akan menutupi nya Dia pasti sudah mengantuk Yang melihat Yuna mengusap usap kepala Aziz yang tidur dipangkuan Yuna


" Ya bawalah selimut tebal " kata Malik Yang lalu berdiri Dan melihat mobil yang sudah berada diatas Karpet di halaman depan . Dan Arjan pun menyiapkan bantal Karna ia akan menjaga Aziz di kursi tengah sedang kan Arjun di depan .


" Bi....sudah tidur " kata Yuna pelan .


" Jun ayo " Kata Arjan


" Ya ayo " kata Arjun Yang lalu membawa tas dan menaruhnya di bagasi Lalu setelah semua siap Malik pun mengendong Aziz kepangkuan Arjan Dan Arjun menyelimuti Aziz dengan selimut tebal


" Hati hati ya jun , usahakan aman " Kata Yuna


" Ya nona , tuan Mik , Nis kami pulang " kata Ajun


" Ya tuan , nona kami pulang kalian berdua jaga nona ya " kata Arjan


" Ya jan hari hati " kata Mikha .


Lalu karpet itu pun mulai naik Dan hilang melesat cepat menembus gelapnya malam Dan menghilang begitu saja Malik lalu mengangkat kedua tangan nya Dan berdoa agar mereka bisa pulang dengan selamat Yang di amini Yuna dan dua pelayan nya . Dan setelah tak terlihat lagi mereka pun kembali masuk kedalam rumah untuk istirahat .Dan Mikha dan Anis menutup rapat pintu setelah nona dan tuan nya masuk


" De apa besok kita ke syukuran Faridah " kata Samsul .


" Terserah bang lihat besok " kata Fatma Yang tadi kesal karna ulah Raudah sepupu Faridah Namun ia tak ingin bercerita pada Samsul.


" Ya berarti abang paginya kerja dulu ya sampai jam 12 " kata Samsul yang sedang berkebun di tanah milik Malik membantu abah


" Ya bang " kata Fatma Sambil menaruh sendok Namun tiba tiba dari depan terdengar orang memberi salam .


" Walaikum salam " jawab Samsul yang bergegas membuka pintu depan Dan .....


" Hai bro aku mau ngajak ke rumah uwa " kata Fandi sepupu Samsul


" Hah... ... ngak bro bini lagi ada dirumah " kata Samsul


" Yah tinggal aja ada Mima disana " kata Fandi berbisik pelan


" Hehehe sorry bro ngantuk nih aku kasih duit aja nih Buat beli rokok " kata Samsul yang tak mau bermasalah dengan Fatma .

__ADS_1


" Yah cemen suami takut istri " kata Fandi .


" Bukan takut, sayang Fan takut ngak dapat kaya Fatma lagi. pergi gih sana buat lho aja tuh janda nya Mima " kata Samsul pada Fandi


" Heh...... ogah malas " kata Fandi


" Lah tadi mau lihat " kata Samsul


" Ya biar lho ikut , Ya sudah makasih duitnya ya bro " kata Fandi melambai lambaikan uang pemberian Samsul


" Ya sudah pergi sana Aku mau indehoy saja ngak menjomblo " sindir Samsul


" Tahu ah dah .... assalamualaikum " kata Fandi


" Walaikum salam ." jawab Samsul yamg ingin menutup pintu .


" Siapa bang " kata Fatma


" Fandi tuh anak ngajak kongkow Tapi abang tolak " kata Samsul


" Bagus lah tuh anak kebiasaan deh bang nongkrong ngak jelas jadi pengangguran


" kata Fatma yang tahu sepupu jauh suami nya itu kadang membuat ulah


" Ya begitu lah yuk masuk , ngak usah dipikiran kan " kata Samsul yang lalu menutup pintu


Lalu keduanya pun masuk ke dalam kamar untuk istirahat Karna Putri mereka sudah kembali ke pondok


Sedangkan Yuna baru saja berbaring dikamarnya sambil melihat langit langit kelambu putih nuansa bunga Yang membuat Yuna tersenyum Karna sejak dulu ia suka memakai Kelambu seperti di rumahnya pembelian almarhum sang ibu di kamarnya Yang ia tempati


" Kok belum tidur " kata Malik yang naik keatas ranjang .


" Bi dinda rindu rumah " kata Yuna


" Ya besok minggu pas libur mengajar


kita bisa pulang di hari sabtu sore " kata Malik Yang sudah tahu jadwalnya mengajar pulang jam 3


" Ya bi , dinda rindu rumah dan keluargga kita mudahan dinda bisa melahirkan disana " kata Yuna


" Ya sayang " kata Malik membelai rambut Yuna dan mencium kening Yuna

__ADS_1


" Ayo tidur dinda capek banget " kata Yuna menyusup kan kepalanya di dada Malik.


" Ya sayang " kata Malik yang lalu memeluk Yuna .


__ADS_2