Suamiku Dari Kota Saranjana

Suamiku Dari Kota Saranjana
Bab 185


__ADS_3

Pengajian sebelum sholat dan sesudah sholat magrib itu berjalan lancar Tampa memperdulikan suara teriakan itu sampai sholat tarawih selesai Dan dilanjutkan tadarus bersambung Karna memang tujuan nya membersihkan tempat Itu Dan ustad Ali meminta kepada para ustad untuk melakukan nya tiga hari berturut turut Agar hawa mistis dan para setan peliharaan dan sekutunya habis dan lenyap


" Aaa ........ sialan para manusia itu .... Ayo kita pergi mereka pasti akan membunuh kita semua " kata pemimpin setan itu Yang berusaha melawan Dan menghancurkan gudang persembunyian mereka .


" Ayo bantu dobrak kita harus bertahan " kata yang lain yang membantu membuat jalan untuk kabur


" Ayo cepat .... kita harus pergi " kata setan yang lain karna melihat sebagian teman teman nya sudah mati lemas kena hawa panas terbakar .


Sedangkan Malik dan Ali yang duduk bersebelahan duduk tenang sambil membaca zikir .


Setelah tarawih selesai tadi hawanya sangat terasa tenang Karna hawa mistis mulai hilang Dan suara suara teriakan mengerikan itu hilang begitu saja Tanpa ada perlawanan Karna para siswa membaca alquran dengan khusuk.


" Ayo makan lagi bagi yang mau nambah lagi silakan masih banyak stock " kata ustad Ali Yang menambah pesanan nasi kotak Untuk semua para siswa Karna senang kini mereka tak mendengar suara kengerian mencekam lagi Yang membuat Wilayah komplek itu tenang dan aman


" Alhamdulilah ustad rasanya sudah tenang " kata Malik pelan


" Iya ustad jadi kompleks ini bersih tak ada yang hal hal aneh lagi " kata ustad Ali tersenyum .


" Ya mudahan saja selamanya ya ustad " kata ustad Malik


" Aamin " kata ustad Ali dan Ali yang mengaminkan .


Setelah selesai mereka pun pulang yang mau menginap dipersilahkan. bahkan Malik juga menawar kan kamar bersama ustad Ali bagi siapa saja yang mau menginap dirumahnya.


*********


Di kamar Yuna belum bisa tidur setelah pulang tarawih sedangkan Aziz sudah tidur dan di bawa pulang sang abi setelah ikut mengawasi rumah tuan Ahmet.


"Kok abi belum pulang ya " kata Yuna yang belum bisa memejamkan matanya.


Ceklek.....


" Abi " kata Yuna yang melihat suami nya itu masuk kamar.


" Dinda belum tidur " kata Malik yang lalu melepaskan baju koko nya Lalu masuk ke kamar mandi untuk berwudhu Karna Malik sudah biasa pergi kemana pun dalam keadaan berwudhu bahkan dirumah Tak lama Malik keluar dari kamar mandi . Lalu mendekati Yuna yang terbaring .

__ADS_1


" Abi ......" kata Yuna


" Kenapa belum bisa tidur ya " kata Malik tersenyum sambil naik keatas tempat tidur dan berbaring di sebelah Yuna sambil mencium kening Yuna


" Iya bi " kata Yuna yang menarik selimut lalu menyelimuti tubuh mereka berdua .


" Sini abi peluk " kata Malik yang menggeser tubuhnya lalu memeluk Yuna dan mencium pucuk rambut istrinya itu sambil mengusap pungung nya.


Yuna pun mulai terlelap karna memang ia sudah mengantuk Tapi karna terbiasa dipeluk sang suami Yuna pun tak bisa tidur


Malik pun sama. Tapi tak ia tampakkan Karna tak mungkin ia bersikap manja pada istrinya itu .Apalagi Yuna dalam kondisi hamil.


" Alhamdulilah kau baik baik saya hari ini " kata Malik yang menyingkirkan anak rambut Yuna dan mengecup bibir Yuna .


" Dinda....dinda....wajah imut mu ini yang kadang membuat abi tak bisa tidur tiap kali mengingat mu " kata Malik .Yang menaikan selimut sampai dada Yuna lalu membaca doa dan meniupnya di ubun ubun Yuna . Dan tak lupa mencium kening istri tersayang nya itu


" Mimpi indah lah " kata Malik yang juga berdoa lalu ikut memejamkan matanya.


Pagi nya sehabis pulang dari masjid Ali sudah siap diruang tengah dengan beberapa adik tingkat nya yang ikut pengajian tadi malam .


" Bang ini rumah besar sekali , benaran punya ustad Malik . Beliau hebat sebagai anak perantau bisa punya rumah sekeren ini " kata seorang siswa.


" Wah pantas banyak ustazah yang terpikat beuh...... daya tariknya bikin kepek klepek " kata yang lain .


" Apa ustad Malik sudah punya istri ustad Ali " kata Yang lain bertanya


" Ya itu jelas kan istrinya lagi hamidun " kata Ali


" Lah bukan ustad Malik istri ustazah Billa " celetuk siswa lain .


Plak....


" Auw ustad kok dipukul sih " kata siswa itu kaget .


" Ustazah Billa itu istri Ana , ustad Malik istrinya Ustazah Aliya " jelas Ali .

__ADS_1


" Hah....... ih masa sih ustad saya pikir ustazah Billa itu istrinya ustad Malik , kok bisa sih ...." kata seorang siswa bingung.


" Iya ustad lagian di kampus itu banyak yang bilang ustazah dan ustad serasi " kata seorang siswa Yang kepo pada kehidupan percintaan kakak tingkatnya


" Aish ....kalian ini ,belajar yang benar ngak usah kepo Mana ada ustad Malik pamer istri Nikah saja diam diam tuh di kampung nya. Biar kalian ngak datang menghabis kan jatah makanan " kata Ali bercanda


" Hahaha.......bisa aja ustad menyindir kita Maklum ustad kita kan ngirit kita ini kan anak perantauan. Kaya ustad ngak aja . Dulu pasti juga sama kan, sekarang saja yang bergaya karna sudah kerja " kata salah seorang siswa menyindir


" Kok tahu" kata Malik yang muncul tiba tiba


" Eh maaf ustad kita bercanda sama ustad Ali " kata seorang siswa


" Ya ana tahu " kata Malik ikut duduk di sofa bergabung bersama para siswa indonesia yang menginap .


" Apa tidur nya nyenyak " kata Malik


" Alhamdulilah ustad sangat nyenyak bahkan mimpi indah karna kita juga pengen punya rumah seperti ini " kata seorang siswa .


" Insyaallah kalian pasti bisa kalo rajin menabung Dan banyak beramal pasti semua akan dipermudah Allah " kata Malik


" Aamiin " kata siswa itu kompak . Karna hari ini mereka berpuasa jadi pagi ini mereka bisa santai .


Sedangkan Yuna baru bangun setelah subuh tadi tidur lagi dan masih asyik dengan guling dan selimut hangatnya .


" Apa abi sedang pergi " kata Yuna yang masih malas bangun .


" Ah biarlah aku masih ngantuk " kata Yuna menikmati hidupnya Karna kini ia bisa bermalas malasan setelah dulu hidup susah. Dan kini Yuna benar benar bisa menikmati hidupnya Makan dan tidur sambil berzikir saja dirumah .Lagian semua sudah ada yang melayani dan memanjakan nya


Sedangkan Alea sudah siap pergi untuk mengambil pesanan Karna sore ini mereka akan syukuran di masjid . Yang dibantu Helen dan Laras Dan juga ibu ibu lain


" Bi ... hari ini abi pulang cepat kan " kata Alea


" Ya sayang , kan abi ngak lupa .Kalian hati hati ya kalo repot telpon abi " kata Aldi


" Ngak kok bi, kan sudah ada hantu rajin yang bantu Alea " kata Alea menyindir kedua teman nya

__ADS_1


" Ya ....ya .... gitu ya main sindir sindiran " kata Helen manyun Yang membuat semuanya tertawa bersama .


Jafar dan Burhan pun ikut tertawa senang karna melihat para istri mereka akrab bak saudara karna tak ada lagi saudara . Jadi teman pun rasa keluarga sedarah


__ADS_2