
Hari pun berlalu dengan cepat Dan Fatma sudah bersiap untuk berangkat bersama Samsul dan Faridah yang ikut serta Bersama abah dan umah
" Umah ini titip buah Yuna kata ustazah Faridah memberikan sebuah kotak lumayan besar pada umah
" Wah kenapa repot repot terimakasih " kata umah yang tak curiga sama sekali
" Apa umah " kata Fatma heran
" Entah lah titipan untuk Yuna " kata Umah.
Namun Samsul yang melihat kotak itu membuang nafas kasarnya mengingat tempo hari Faridah mendekatinya .Ada maksud tertentu
" Barang barang nya semua sudah masuk mobil kan " kata abah
" Ya bah " kata Samsul yang memisahkan dus pemberian Faridah sendiri Dan ketika lengah semua orang lengah ia pun menaruhnya di dekat pohon .
" Taruh sini saja dari pada jadi maksiat " kata Samsul bicara sendiri
" Lho bang ini kok ditinggal " kata Yusuf yang membantu mengangkat barang
" Firasat ku ngak enak suf tuh kotak bukan .oleh oleh deh " kata Samsul curiga .
" Masa sih bang " kata Yusuf lalu membukanya karna penasaran.
Benar saja ketika Yusuf membukanya ada 8 butir telur ular didalam nya .
" Aish ..... buset ......amit amit " kata Yusuf kaget Dan lalu menendang nya
" Bang buang ke sampah bang " kata Yusuf geli melihatnya .
" Dasar orang jahat untung ngak di bawa ke pesawat " kata Samsul ngomel ..
" Nauzubillah tuh ustazah otak nya syaraf kali .Yang gini kok dititip " kata Yusuf marah
" Taruh disitu aja yuf biar balik kerumah nya masa mau berbuat jahat sih " kata Samsul yang lega untung Yusuf brani membukanya .
" Laporkan ustad Rahman bang " kata Yusuf .
" Sudah jangan nanti malah jadi ribut ini sudah mau berangkat biar kan saja kita diam kan saja Yang penting sudah ngak ada masalah " kata Samsul
" Ya sudah bang hati hati nanti Yusuf bilangin ustad Amar saja ' kata Yusuf
" Ya terserah bilang Amar aja Tapi
__ADS_1
nggak dibahas di depan umum yang penting kita sudah tahu maksudnya " kata Samsul
" Ya bang " kata Yusuf Yang lalu kembali kerumah ustad Rahman seolah olah tak terjadi apa pun .Karna Samsul akan bercerita pada Malik saja nanti
Sedangkan Yuna sedang istirahat di kamarnya setelah lelah mencoret coret kertas seharian Dan sebuah tangan kekar mengusap kepalanya yang membuat Yuna mengenali tangan suaminya itu .
" Abi ..... sudah pulang " kata Yuna
" Iya dinda capek ya " kata Malik yang melihat kertas berserakan di meja .
" Iya bi dinda mau istirahat sebentar " kata Yuna
" Ya sini sambil abi pijat ya " kata Malik yang memijat punggung istri nya itu dan sambil mengusap perut Yuna yang mulai kelihatan membesar.
" Abi .... kata Yuna yang merasakan tangan Malik membuat nya merasakan belaian lembut Malik yang merangsang dirinya Lalu memegang tangan Malik .
" Kenapa kurang keras ya " kata Malik tersenyum pada istri kesayangan itu Dan memeluk Yuna .
" Bukan bi , apa umah dan abah sudah berangkat ke jakarta " kata Yuna
" Ya malam ini besok mereka akan kesini kenapa ?" kata Malik .
" Dinda pengen makan ikan asin bi " kata Yuna menatap wajah Malik
" Hahaha ...... kok istri abi lucu ya banyak daging dirumah malah minta ikan asin " kata Malik tertawa gemas mendengar permintaan istrinya itu .
" Ngak besok saja nunggu umah " kata Yuna Yang membuat nya tak jadi mengantuk karna pijatan sang suami yang lumayan membuat nya rileks dalam dekapan suami nya itu .
" Ya sudah trus dinda mau makan apa biar abi belikan " kata Malik yang tak pernah bosan menawarkan Apa yang yuna inginkan
" Ngak ada makan abi saja " kata Yuna mengecup bibir suaminya itu
" Hehehe..... nakal ya abi bukan makanan ." kata Malik menoel hidung Yuna .
" Habis abi wangi dan tampan kalo jadi makanan sepertinya enak ya bi " kata Yuna memegang bibir tebal suaminya itu
Malik hanya tersenyum . Lalu mendekap tubuh Yuna . Dan mengecup nya lalu mengangkat Yuna diatas tubuhnya .
" Abi ...." kata Yuna kaget ketika suaminya itu mengangkat tubuh nya yang mulai berat dan berisi Yang membuat Yuna Malu menatap Malik
" Kenapa ..... ngak masalah buat abi memanjakan dinda .Jangan malu sama abi jujur saja bila dinda minta apa tinggal bilang " kata Malik yang membiarkan Yuna merebah kan kepalanya didada nya
" Ngak ada bi cuma dinda pengen di manja abi " kata Yuna pelan lalu memeluk Malik
__ADS_1
" Ini kan lagi di manja abi " kata Malik Yang balas memeluk istrinya itu erat Dan mencium kepala Yuna berkali kali untuk memanjakan istrinya itu dengan rasa sayang nya Karna bagi nya Yuna berlian nyata Dan ia bersyukur mendapat kan istri yang menjadi keberuntungan dalam hidup nya .Yang membuat rezekinya lancar dan bertambah banyak
" Apa dinda ingin bercinta " bisik Malik .pelan karna beberapa hari ia belum menyentuh Yuna
" Abi ...." kata Yuna dengan wajah merona merah karna malu mendengar bisikan Malik
" Hehehe...... kenapa malu hah ...orang sama suami sendiri kok malu malu " kata Malik yang menarik resleting baju Yuna dan mengusap pelan pungung Yuna yang membuat Yuma menggelinjang nikmat Merasakan sesuatu dalam dirinya
hingga membuat Malik bermain liar
Entah berapa lama kedua nya memadu
kasih . Yuna terlelap dalam pelukan Malik
Yamg membuat Malik tersenyum puas tiap kali bisa menatap bebas wajah polos Yuna yang terlihat cantik ..
" Abi mencintai mu sayang sampai kapan pun Sampai maut memisahkan kita " kata Malik mengusap keringat Yuna yang terlelap Dengan mulut yang sedikit ternganga membuat Malik mengecup bibir mungil Yuna
" Hehehe ...... kau mengemaskan sekali dinda kalo tidak hamil mungkin abi buat sampai tepar " kata Malik mendekap tubuh Yuna erat dan ikut tidur dengan tubuh polos ditutupi selimut tebal ..
" Abi ......umi....... abi.....umi " teriak Aziz dari luar ...
Hush...... jangan berisik abi dan umi Aziz sedang tidur siang " kata Anis
" Hah...... yah padahal Aziz sama Farah mau ajak jalan jalan ke mall ." kata Aziz
" Perginya sama paman Arjun saja sana " kata Mikha
" Eh .... uang nya mana " kata Aziz
Yang membuat Anis dan Mikha saling pandang Karna benar kata Aziz mereka tak punya uang
" Ya sudah nanti malam saja kan abi sama umi masih istirahat " kata Anis
" Baiklah " kata Aziz sedangkan Farah mengikuti Aziz dari belakang .
" Hahaha........ tuh kan aku bilang apa paman sama bibi istirahat kamu sih nggak percaya " kata Farhan
" Ya nanti nunggu bangun " kata Aziz
" Emang mau paman di ajak .ke mall sama Aziz " kata Farah
' Mau , kan Aziz sering ikut kesana " kata Aziz yang memang sering main di mall bila umi nya belanja Dan Farah dan Farhan belum pernah .Karna ini .pertama kalinya mereka ke kairo .
__ADS_1
" Nanti nunggu paman bangun ya kita kesana " kata Farah
" Ya ya " kata Aziz bersabar sambil berzikir Yang membuat Farah dan Farhan saling pandang . Melihat tingkah Aziz Yang menurut mereka seperti orang tua banyak memetik tasbih Karna mereka tidak tahu siapa Aziz .