Suamiku Dari Kota Saranjana

Suamiku Dari Kota Saranjana
Bab 170


__ADS_3

Aziz pun duduk dan bercerita tentang liburan nya di Yaman Dia bercerita panjang lebar sampai ketiduran Yuna yang mendengarnya hanya tersenyum Lalu mengangkat tubuh Aziz ketempat tidur.


" Anak yang polos " kata Yuna yang tahu Aziz sangat periang dan baik .Karna dia putra bungsu dan juga seorang pangeran sedangkan saudari perempuannya Azza masih kuliah .


" Apa mereka tahu Aziz disini ya ?" kata Yuna yang lalu merapikan pakaian nya di lemari .Karna pagi tadi Anis sudah menyetrikanya. Dua pelayan nya itu sangat rajin dalam bekerja Bahkan kedua nya juga baik dan perhatian Yang membuat Yuna betah ngobrol dengan Anis dan Mikha.


Setelah selesai Yuna pun kedapur dan melihat Mikha dan Anis sedang bersantai . Sambil membersihkan kolam ikan.


" Kalian sedang apa ?" kata Yuna


" Eh nona.... ikan nya pada mati nona sepertinya kekurangan oksigen Kami sedang menggantinya " kata Mikha .


" Sudah biar saja dulu..istirahat lah yang penting sudah di buang " kata Yuna Yang merasa ada orang jahat yang mencoba mengusik nya. Namun Yuna tetap bersikap tenang.


" Ya nona apa kita perlu membeli ikan lagi " Kata Anis .


" Tidak biarkan saja dulu , keringkan saja kolam nya ." kata Yuna teringat ratusan ular yang mati mencoba masuk rumahnya Dan tadi malam Yuna juga merasakan hawa panas Namun aura panas itu tak bisa masuk . Seolah olah rumah mereka sudah di jaga Allah . Yuna yang tahu sedikit tenang Karna yakin suami nya itu Pasti sudah memasang pembatas Yang mampu menjaga rumah mereka. Dari hal hal yang jahat dari yang tak nampak mau pun yang terlihat.


" Ya ..... sayang nona ikan nya tinggal dua yang bertahan " kata Mikha .


" Ngak apa apa, taruh dulu di ember nanti kita pesan aquarium sama Arjan ketika jemput tuan sekalian " kata Yuna .


" Iya nona , padahal ikan nya cantik cantik malah mati semua " kata Anis mengomel


Sedangkan disebuah rumah 5 orang ahli sihir sedang diskusi untuk mencoba membunuh ustad Malik dan Yuna


" Kita juga harus menyerang istrinya agar ia hancur sehancur nya dan tak brani macam macam " kata salah seorang dari mereka


" Kapan kita melakukan nya " kata salah seorang dari mereka .


" Malam ini sepertinya lebih cepat lebih baik Dan kita minta bantuan yang lain Bila mereka punya pasukan " kata yang lain


" Baiklah tolong ambil kan bonekanya Dan sore ini kita bereskan Agar nanti malam kita bisa bersantai dan membuat pesta " kata si tukang sihir lainnya.


Sedangkan Yuna yang asyik bersama Anis dan Mikha pun marasa kan hawa tak enak


" Mikha Anis kalo sudah sore jangan keluar ya kunci semua pintu Aku mau sholat ashar dulu " kata Yuna


" Baik nona " kata Mikha .


" Oh ya jangan lupa bilang juga pada Arjan dan Arjun bila tuan sudah pulang kunci gerbang " kata Yuna lagi .


" Ya nona " kata Kedua nya kompak


Lalu Yuna pun kembali kekamar nya Dilihatnya Aziz masih terlelap Dan Yuna bergegas mengambil air wudhu dan lalu sholat sunat sebelum adzan dan duduk sambil berzikir

__ADS_1


Sedangkan di luar Malik baru saja pulang Dan turun dari mobil Dan Mikha langsung menghampiri Arjun yang duduk di pos jaga Lalu menyampaikan pesan Yuna pada pria itu Karna tuannya sudah pulang .Arjun pun langsung sigap Lalu bergegas menuju pintu gerbang dan menguncinya.


" Assalamualaikum ..." kata Malik memberi salam ketika masuk pintu utama


" Walaikum salam " sahut Anis Yang menunggu Mikha .


" Di mana nona kalian , kenapa pintu gerbang dikunci " kata Malik


" Nona dikamar tuan, maaf tuan tadi nona berpesan . Apabila tuan sudah pulang cepat kunci pintu gerbang dan masuk rumah " kata Anis menjelaskan.


" Ya sudah , bilang Arjun dan Arjan cepat masuk rumah dan tutup pintu utama " kata Malik Yang tahu istri nya itu peka bila dalam bahaya Dan Malik pun bergegas menuju kamarnya.


Dikamar Yuna sedang sholat ketika sayup sayup adzan berkumandang .Biar hatinya tak merasa nyaman Namun Yuna tetap bersikap tenang


Malik yang masuk kamar cukup terkejut melihat Aziz terbaring diatas tempat tidur mereka Sedangkan Yuna sedang sholat


" Mhem .......Dinda sudah sholat " kata Malik Yang melihat Yuna baru menyelesaikan salamnya.


" Iya bi , abi sudah pulang " kata Yuna


" Iya abi sudah selesai, apa tadi dinda Yang menyuruh mengunci pintu gerbang " Kata Malik bertanya


" Iya bi seperti nya ada yang ingin berbuat jahat lagi Tadi kolam dibelakang ikannya pada mati, Dan dinda merasakan hawa panas ..Bisa kah abi menghubungi pihak istana Aziz ada disini biarkan dia menginap disini dulu ya bi " kata Yuna .


" Ya bi " kata Yuna tersenyum karna Malik sangat suka mengusap kepalanya .


Arjun dan Arjan baru saja menutup pintu utama ketika.....


" Astagfirullah ......Arjan cepat menyingkir. lah seperti nya mereka ......" kata Arjun


" Apa mereka mengirim sihir lagi " kata Anis kaget .


" Ya sepertinya..." kata Arjun


" Pantas nona menyuruh kita cepat masuk " kata Mikha


" Jadi nona tahu " kata Arjan kaget .


" Sepertinya begitu , Ayo kita sholat berjamaah Setelah itu baru kita temui tuan dan nona " kata Arjun .


" Ya ayo " kata Arjan lalu mereka pun menuju kamar ruang sholat.


Sedangkan Yuna duduk bersila sambil mengusap kepala Aziz . Lalu mulai memetik tasbihnya. Untuk berzikir


" Nona mereka cukup banyak , kali ini sangat dahsyat " bisik suara ditelinga Yuna .

__ADS_1


" Apa dinding pembatasnya kuat Kalo tidak ayo kita tambah " kata Yuna bicara dalam hati .


" Seperti nya memang harus ditambah nona kalo tidak akan hancur " bisik suara itu Lalu sekelebat cahaya keluar dari bahu kanan Yuna


" Baiklah ayo " kata Yuna Yang fokus berzikir . Dan tak lama cahaya kilat putih menutupi sekeliling rumah besar itu Yuna pun merasakan hawa panas menjauh . Dan Cahaya putih itu melesat masuk kembali didalam tubuh Yuna. Dan ikut berzikir.


Jedar......jedar.....jedar .......


Bunyi petir menggelegar membuat semua orang terkejut Begitu juga dengan Malik yang terkejut mendengar petir di siang hari


Malik pun cepat cepat keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk sepinggang Lalu melihat Yuna yang duduk bersila diatas tempat tidur


" Alhamdulilah " kata Malik yang bergegas berpakaian dan sholat Karna tahu Yuna fokus melawan hawa jahat itu


" Aku sholat dulu baru membantunya " kata Malik .Yang lalu sholat dengan tenang


Dan setelah selesai Malik pun ikut duduk di sebelah Yuna dan mengengam tangan kiri istrinya. Karna tangan nya memegang tasbih


Jedar ...... jedar .... pyar suara petir makin nyaring. Membuat Arjun Arjan Mikha dan Anis saling pandang karna terkejut Karna petirnya nyaring mengelegar


" Ada apa ini " kata Anis


" Shut....ayo kita temui tuan dan nona di kamar nya " kata Arjun .


" Allahuakbar " guman Yuna yang membuat suara angin terdengar .


Wus......wus .....wus ......


Sedangkan di sisi lain Jedar ......... kilat pun menyambar nyambar rumah tuan Ahmet


" Aaa............aaaa........


Teriakan para penyihir itu Membuat para tetangga saling menghubungi satu sama Lain .Tapi tak ada yang berani keluar rumah


" Aaaa.........." teriak yang lain lagi


" Kak Azat apa yang terjadi mereka terluka parah " kata saudara Azat yang kaget. Melihat 5 orang tukang sihir itu terkapar muntah darah dari mata hidung mulut dan kupingnya. Yang tergeletak lemah tak berdaya di lantai


Pyar ....... duar .....petir pun berbunyi nyaring bersama kilatan cahaya yang kembali menyambar rumah Ahmet .


" Ada apa ini kanapa mereka jadi begini cepat panggil yang lain " kata Azat lalu menghubungi tetua sihir yang lain meminta bantuan.


Sedangkan .Yuna dan Malik membaca Zikir berjamaah ..Dan ketika Mikha membuka pintu keempat nya heran..Karna kedua tuannya itu sedang bersila dan berzikir bersama.


" Astaga apa yang tuan dan nona lakukan ?" kara Anis

__ADS_1


__ADS_2