Suamiku Dari Kota Saranjana

Suamiku Dari Kota Saranjana
301


__ADS_3

Seketika bayangan cahaya itu pun menghilang Dan bersamaan Malik kaget merasakan tubuh Yuna terasa demam seketika


" Dinda ...." kata Malik Yang lalu bergegas mengambil susu hangat .


" Dinda minum lah " kata Malik yang merangkul Yuna untuk duduk agar


meminum susunya .


" Mikha .....Anis " teriak Malik cukup keras . Yang membuat Anis dan Mikha bergegas kekamar tuan nya itu .


Ceklek ....


" Iya tuan , ada apa tuan ?" kata Mikha


" Ambilkan sendok dan buat kan sop hangat Dan juga air es Nona kalian demam " kata Malik yang khawatir Lalu memeluk Yuna erat .


" Dinda bicara lah abi disini " kata Malik


" Yuna ngak papa bi " kata Yuna pelan.


" Apa yang dinda rasakan , dinda demam " kata Malik khawatir .


" Yuna baik baik saja bi, dinda mau tidur . Dinda sangat lelah " kata Yuna lirih


" Makan dulu ya sedikit " kata Malik yang melihat Mikha masuk bersama Anis membawa sop panas dan es batu juga handuk kecil


Malik pun duduk Lalu memangku Yuna dengan menyangga batal di kepala Yuna Dan lalu mengambil sendok


" Bawa sini buburnya Mik " kata Malik Yang melihat sop asparagus hangat dengan sedikit daging dan juga telur kocok .Lalu menyuap kan ke bibir Yuna pelan sedikit demi sedikit .


Sedangkan Anis menaruh handuk kecil di kepala Yuna Agar panasnya menurun Yang membuat Mikha dan Anis kagum pada tuannya itu yang menyuapi Yuna dengan pelan dan sabar


" Apa ada lagi yang tuan butuh kan " kata Anis


" Tolong bawakan nasi dan lauk pauknya untuk ana satu piring , Setelah itu kalian boleh istirahat " kata Malik yang juga lapar


" Ya tuan " kata Mikha dan Anis yang bergegas keluar kamar .


Dan tak lama Anis kembali membawa nampan dengan nasi dan segelas air putih .Sedangkan Mikha membawa buah dan roti Takut nona nya lapar tengah malam .Dan mencari makanan


" Sudah letakkan saja disitu " kata Malik


" Ya tuan kami permisi " kata Mikha dan Anis Yang melihat Malik melap bibir Yuna Dan tuan nya itu dengan sabar dan telaten mengurus nona mereka . Yang membuat Anis dan Mikha saling pandang


Lalu keluar dari kamar tuan nya

__ADS_1


" Ada apa dengan nona " kata Mikha setelah sedikit menjauh dari kamar tuannya


" Entah lah tadi baik baik saja , mungkin ngak enak badan " kata Anis


" Ya ayo kita kamar Malam ini terasa aneh dan mencekam Hawanya terasa ngak enak " kata Mikha


" Ya mungkin itu juga yang dirasakan nona kita. Hawa nya mengudang maut. Pasti ada yang terjadi di luar sana " kata


Anis yang lalu berbaring diatas ranjang Dan menarik selimut .


" Ya itu pasti . Kita lihat saja besok " kata


Mikha juga ikut menarik selimut Dan lalu memejamkan matanya .


**********


Pagi nya di pintu gerbang dibuat heboh Karna banyak ular yang mati di luar gerbang Yang terlihat menghitam seperti terbakar Dan anehnya lagi ular ular itu cukup besar


" Sepertinya mereka ingin masuk pintu gerbang istana tuan ku " kata seorang pengawal penjaga pintu gerbang melapor pada Ghani dan Abdullah


" Iya tuan, tapi sepertinya seseorang menyerang mereka " kata pengawalnya yang menatap Ghani dengan hormat


" Ya aku penasaran siapa orang itu " kata Ghani Yang memang melihat seberkas cahaya masuk pintu gerbang istana Dan Ghani bisa melihat jelas anak itu sedang berkeliaran di luar


" Apa tuan melihatnya juga " kata pengawal itu penuh selidik seakan panglima nya itu tahu


kata Ghani yang pasti dengan sendirinya ia akan tahu siapa anak itu.


Sedangkan Yuna terbangun dengan sendirinya . Tubuh nya tertutup selimut tebal Dan Malik baru selesai mandi Ketika melihat Yuna duduk bersandar


" Dinda sudah bangun " kata Malik yang mendekati Yuna Lalu meraba kepala Yuna .


" Apa tadi malam dinda demam bi " kata Yuna


" Ya apa yang dinda rasakan " kata Malik mencium kening Yuna .


" Entah lah bi dinda ......." kata Yuna terdiam menatap manik mata Malik dalam ragu untuk mengatakan nya .


" Ada apa kata saja biar abi tahu " Kata Malik yang tahu istrinya itu setengah sadar Namun tetap memberi makan Yuna yang terlihat lemas.


" Dinda ngak sadar bi " kata Yuna Yang belum siap menceritakan semua nya


" Ya sudah istirahat ya, abi mau mengajar Mikha Anis sudah membuatkan bubur ayam buat dinda " kata Malik sambil berpakaian .Yang membuat Yuna tersenyum Karna suami nya itu tak berubah Dan tetap perhatian padanya.


"Tok.....tok....tok ...

__ADS_1


" Masuk " kata Malik yang menyisir rambutnya .


" Ini bubur nya tuan nona " kata Anis Dan Mikha membawakan susu dan roti buat Yuna


" Ya terimakasih nona kalian sudah bangun " kata Malik


" Tolong suapi nona kalian ya, Ana mau sarapan dulu. Dinda sarapan sama Anis dan Mikha ya .Abi mau sarapan dulu " kata Malik mengusap kepala Yuna lalu mencium pucuk rambut nya


" Ya bi " kata Yuna Melihat punggung suaminya menghilang di balik pintu. Tadi malam Yuna ingat putrinya itu membawa nya keluar pergi ke suatu tempat Dan mereka di serang beberapa ular besar membuat Yuna mengeluarkan kekuatan nya Dan putri kecilnya itu juga ikut melawan Namun bedanya putrinya hanya duduk manis sambil tersenyum Lalu mereka kembali pulang setelahnya .Dan khodam nya Qoyum mengandeng tangan kecil putrinya itu sampai mereka kembali


" Nona .... nona apa nona baik baik saja " kata Anis


" Ya nis " kata Yuna gelagapan karna ia melamun


" Nona demam tadi malam , tuan yang merawat nona sendirian. Dia menjaga nona sampai tertidur " kata Mikha


" Ya ana tahu " kata Yuna yang setengah sadar suaminya lah yang menguatkan nya


Karna Malik selalu disisinya .


"Berikan bubur nya nis " kata Yuna


" Biar Anis suapi nona. Nona pasti masih lemas " kata Mikha


" Ya trimakasih " kata Yuna


Sedangkan Alea pagi ini merasa sedikit tenang setelah tadi malam ia ketakutan melihat banyak sekali bayangan iblis menghantui nya .Yang membuatnya banyak berzikir dan bertasbih minta perlindungan Allah seperti yang Yuna katakan padanya .Kalo setiap malam jumat kliwon banyak mahluk gaib bermunculan Dan mereka sedang mencari mangsa


" Alhamdulilah .... sudah tenang aku akan kerumah Yuna nanti setelah bersih bersih " kata Alea yang kini bisa kapan saja pergi karna sudah punya mobil sendiri


Dikantor Aldi kaget ketika Burhan bercerita .Banyak ular besar Tadi malam datang ingin masuk pintu gerbang Dan Jin penunggu gerbang melihat ular ular itu mati Dengan mengenaskan melawan seorang jin besar yang mulut nya seperti corong mengisap darah para ular itu Dan membuat semua ular itu mati .Namun jin itu lalu menghilang begitu saja .


" Lalu ......." kata Aldi menatap Burhan


" Ya ana gak tahu, tapi tuan Ghani sudah mencoba mencari tahu Dan tuan Ghani bilang ada anak kecil yang ikut membantu


Jin jin itu Tapi tuan Ghani tidak tahu siapa anak kecil itu Dan dikabarkan Ada dua manusia mati gosong Dan untungnya Yang dua selamat di tolong warga " kata Burhan


" Inalilahi wainalilahi rojiun Pantasan tadi malam Alea ketakutan " kata Aldi karna suara petir petir itu terdengar sangat mengerikan Karna ada korban. Seperti saat Alea kecelakaan dulu


**********


Di rumah umah dan abah .Sedang ada tukang yang sedang mengangkut bahan bangunan yang diantar ke kebun belakang Karna Malik sudah membayar material untuk pembangunan rumahnya .


" Abah ngak salah alamat kan mereka mengantar material kesini " kata umah kaget

__ADS_1


" Ngak umah semua sudah dibayar lunas Malik " kata abah tersenyum


__ADS_2