
Sedangkan di kamar Malik sedang menghitung uang untuk abah dan umah. Karna umah juga perlu kepasar untuk membeli perlengkapan bumbu dapur
" Sudah nak cukup, simpan dulu sebagian buat ibu ibu dan yang bantu bantu siapkan di amplop " kata abah
" Ya bah nanti Malik suruh Yuna " kata Malik yang keluar dari kamar abah Lalu kembali membawa uang untuk disimpan di lemari Yuna
." Bi .....kita pulang sore kan " kata Yuna melihat Malik menyimpan uang sisa di lemari
" Ya tapi bukan nya dinda pesan kue " kata Malik
" Tadi sudah diantar , oh ya abi sudah bilang nama nya juga sama abah " kata
Yuna menatap Malik
" Sudah , hai cantiknya abi mau bobo ya " kata Malik Yang melihat Yuna menyusui Ulya sedangkan kembaran nya sudah tidur ditengah
" Ya bi " jawab Ulya melepas susu nya lalu kembali menyesap lagi
" Hah..... sudah bisa bicara ya ade , kak Aziz mana " tanya Malik
" Kejar hantu " kata Ulya
" Hah ...... kejar hantu maksud nya gimana di kejar hantu atau mengejar hantu " kata Yuna kaget seraya menatap Malik yang juga menatapnya
" Tadi ada hantu intip kita main , trus di kejar sama kak Aziz " kata Ulya bercerita
" Allahuakbar " kata Malik menepuk jidat nya . Karna putranya itu pasti mengerjai hantu Yang memang sering kali datang untuk mengintip mereka Dan Malik bukan tak tahu itu .Karna ia juga bisa merasakannya. Yang ada sekitar rumah mereka
" Hehehe......abi pusing ya " kata Yuna terkekeh
" Ngak aneh bila putra mu itu bikin ulah sampai tetangga kita takut di buat nya Karna ulah keusilan nya .
" Hah......kok bisa kapan bi ?" kata Yuna kaget
" Mentri yang bercerita ketika sholat bareng abi Dan dia bilang Aziz usil dan itu membuat istrinya jera Tapi Menteri bilang wajar saja Biar istrinya dan kapok Karena istrinya juga suka usil ." cerita Malik
" Hahaha....... bisa aja toh bocah Tapi efektif juga ya bi " kata Yuna tertawa
" Ya begitu lah , nama nya juga anak kecil wajar saja Dan Mentri sangat memaklumi itu " kata Malik
" Ya bi dia sangat bijaksana " kata Alea
" Ya mungkin karna ia juga tahu istrinya masih punya sifat kekanakan " kata Malik sambil mencium pipi Ulya Dan Ulya menarik hidup Malik yang membuat Malik terkekeh Karna sengaja mengoda putri kecilnya itu
-" Oh ya , apa abi ngak ngajak Aldi ke Mall untuk jalan jalan " kata Yuna .
__ADS_1
" Lah apa ngak tahu mereka sudah berangkat dari tadi ke mall mau nyari pakaian kerja Kan mau ngajak dinda Tapi tadi lagi menyusui ade " kata Malik
" O. gitu ya sudah biarkan saja " kata Yuna mengusap kepala Ulya
Di negara lain .Amar baru saja bangun setelah tidur siang bersama Nurul Karna hari ini ia belum dapat panggilan
" Bang kok sepi kemana si kembar " kata Nurul
" Hehehe..... paling lagi pergi " kata Amar Yang tak ambil pusing kemana Arjun dan Arjan pergi .
" Apa abang mau makan " tawar Nurul
" Hah..... mau makan ade " kata Amar
" Ih ... makan nasi bang bukan Nurul " kata Nurul mencebik kan bibir nya
" Hahaha.....abang bercanda ayo " kata Amar mengusap kepala Nurul untuk trus belajar membimbing istri labilnya itu sambi berkelakar Lalu keduanya turun kelantai bawah Menuju meja makan . Lalu Nurul membuka tudung saji untuk makan bersama Amar
" Keduanya baru saja hendak makan ketika terdengar suara dentuman keras memekakkan telinga Dan Nurul yang kaget melihat ke Amar
" Ayo makan dulu , nanti abang lihat " kata Amar yang mencoba tenang
Sedangkan di rumah ustad Ali .kompor gas mereka meledak Karna ada penyusup dirumah mereka Ustad Ali pun menyuruh istri dan putrinya menyingkir Keluar dan para pelayannya mencoba mematikan api dari ledakan itu
" Iya mereka lari ke sebelah sana jun Ayo kita kejar " kata Arjan Karna mereka baru saja pulang dari berkumpul di rumah pa RT membahas penyusup Yang ingin mencelakai ustad Ali
" Ya kalian hati hati " kata ustad Ali
Ikram yang datang bersama Musa kaget karna dapur kakak nya itu terbakar fan rusak parah.
" Dasar bajingan mereka brani sekali " kata Ikram .
" Jangan emosi , kalo kita terpancing . mereka akan senang .Karna itu yang mereka harapkan " kata ustad Ali
" Tapi bang " kata ikram
" Uang abang masih bisa ganti dapur Yang lebih bagus , tak perlu khawatir Yang penting tak ada nyawa yang melayang " kata Ustad Ali
" Yang bang , bang Ali benar kita lihat seberapa lama dan brani mereka berusaha mengusik kita " kata Musa Yang lalu melihat dapur gosong kakak sepupunya itu Karna dilahap si jago merah
Ditempat lain Arjan dan Arjun mengikat dua tangan pria Yang sengaja membakar
dapur ustad Ali.
" Kalian ya ngak ada kapok nya " kata Arjun
__ADS_1
" Akh ..... kami hanya disuruh kalo kami tak melakukan nya Keluargga kami akan terancam Tolong lepas kan kami " kata salah satu pria itu.
" Nanti saja ayo jalan " kata Arjun yang mengikat dan menarik mereka menuju rumah ustad Ali
" Arjun .......Arjan " kata ustad Ali kaget mereka berhasil menyeret dua pria itu .
" Bagus bro , kita apakan mereka " kata Musa senang akhirnya dua pria itu berhasil di tangkap
" Buat mereka mampus " kata Ikram
Ustad Ali hanya diam .Setelah Arjun dan Arjan mengikat tubuh dua pria itu Dengan tali yang cukup kuat
" Bagaimana bang kita apakan mereka , atau kita jebloskan ke penjara " kata Musa menatap ustad Ali
Ustad Ali sejenak berpikir . Namun tak lama Arjun pun berbisik Yang membuat Ustad Ali tersenyum lalu mengangguk Karna mengingat ada nyawa yang harus mereka lindungi Dan Arjun dan Arjan pun siap membuat drama ..
Ustad Ali pun berbisik pada Ikram dan Musa Lalu keduanya mengangguk Dan mereka pun lalu membawa dua pria itu
Ke gudang belakang Lalu mereka pun menyembunyikan kedua pria itu Dan setelah itu mereka pun membuat Drama dengan Arjun dan Arjan berubah menjadi mereka. Membuat vidio pembunuhan untuk dua pria
Dor ......dor.......dor
" **** ....... sialan kurang ajar ustad itu berani sekali mereka Ayo kita buat mereka mengaku dengan pembunuhan ini dan bawa Vidio sebagai bukti " kata Pria itu Melihat vidio yang di kirim Ikram
Sedangkan Amar yang menuju rumah ustad Ali kaget melihat Arjun dan Arjan di tembaki Ikram
" Arjun......Arjan ....Ya Allah apa yang kalian laku kan " kata Amar menangis melihat dua pelayan Malik itu terkapar Membuat Arjan mengintip lalu Arjan pun mengedipkan matanya pada ustad Ali
" Ustad kenapa kau sangat kejam " kata
Amar sambil berlutut memeluk Arjun Yang membuat Arjun geli dan terkekeh Karna Amar memeluk dada nya
" Hahaha ........geli ustad " kata Amar
" Astagfirulah kalian ....." kata Amar kaget Lalu menghapus air matanya
Yang membuat Ikram dan ustad Ali tersenyum lalu menjelaskan semuanya pada Amar Karna mereka memang membuat drama untuk mengalihkan perhatian musuh
" Besok pasti polisi akan datang menangkap Ustad Ali Tapi kami sudah punya bukti kuat Dan buktinya sudah kami sembunyikan " kata Musa
" Syukur lah , maaf bila ana tadi berkata kasar ustad " kata Amar
" Tidak apa ustad Amar, saya maklum karna semua orang pasti akan kaget Bila melihat kejadian ini. " kata ustad Ali menjelaskan Apa yang mereka hadapi
slama ini Karna memang mereka sudah lama mengawasi musuh mereka juga ustad Malik
__ADS_1