
Malam terasa dingin dikota saranjana Sampai menusuk kulit Ketika Alea pulang dari rumah sakit untuk memeriksa kandungan nya .
" Bi apa mau hujan ya " kata Alea pada Aldi yang membuka pintu mobil
" Bisa jadi sayang ayo masuk kita pulang sudah malam " kata Aldi
" Ya bi " kata Alea yang melihat rumah sakit mulai sepi .
Sedangkan Yuna yang juga datang untuk memeriksakan kandungan .Terbaring sambil menatap monitor usg
" Bayinya semua sehat ustad mereka sepasang " kata dokter yang terpaku menatap dua bayi yang berbeda . Berwarna putih terang dan satunya biasa
Karna bayi manusia
" Kenapa dok " kata Malik
" Bayi ustad yang perempuan dari kaum ......" kata dokter menggantung
" Kaum jin kan dok " kata Malik
" Ya ustad , Apa kalian bisa menerima nya " kata dokter muda itu menatap Malik
" Semua kehendak Allah kami hanya bisa menerimanya .Pasti ada hikmah di balik semua ini .Allah pasti punya alasan kenapa memberikan dua anak yang berbeda " kata Malik yang sudah tahu ..Begitu juga Yuna Yang merasakan ada hal berbeda pada dirinya .
" Syukurlah selamat semoga kelahiran nya lancar " kata dokter yang lalu menulis resep vitamin untuk Yuna
Setelah konsultasi dan memeriksa kandungan selesai Malik dan Yuna pun pulang Kedua nya saling tersenyum bergandeng tangan menuju mobil .
" Bi kok hawanya dingin ya bi " kata Yuna merasa hawa dingin
" Ya mungkin cuaca nya lagi ngak enak mungkin pergantian musim " kata Malik Yang membuka pintu mobil Lalu Yuna pun masuk .
" Sudah siap kita pulang ya " kata Malik mengusap kepala Yuna
" Ya bi " kata Yuna .Yang lalu duduk tenang Dan Malik menutup pintu mobil lalu Malik berputar lewat pintu kanan .
Lalu mobil pun meninggalkan halaman rumah sakit . Dan menuju pulang kerumah Namun belum lagi mereka sampai di perjalanan angin begitu kencang dan membuat mobil sedikit goyang yang membuat Yuna Khawatir .
" Astagfirullah bi ada apa ini " kata Yuna
" Wallahu ,alam , abi juga ngak tahu " kata
Malik yang menggenggam tangan Yuna
Dan tangan satunya masih memegang setir mobil
" Tenang ya abi ngebut " kata Malik .
__ADS_1
" Tapi bi " kata Yuna
" Bismillahirrahmanirrahim " kata Malik Yang lalu me gas mobil cepat dan menuju gerbang istana .
Dan Malik sampai dengan selamat di halaman rumah bersamaan dengan turunnya hujan lebat bersama suara petir
Pyar . ... Jedar ......jedar
" Allahuakbar , ayo sayang turun " kata Malik yang mengandeng Yuna menuju teras rumah mereka
Mikha dan Anis yang melihat itu pun langsung bergegas membuka pintu .Dari tadi mereka tak berani keluar karna angin begitu kencang
" Nona , tuan ngak pa pa kan " kata Anis khawatir Ketika tuan dan nona nya itu sedikit berlari .
" Alhamdulilah kami baik baik saja. Mik nis buat kan teh hangat untuk tuan mu
" kata Yuna
" Ya nona , apa nona mau susu juga " kata Anis
" Ya boleh " kata Yuna yang lalu duduk disofa
" Dinda masuklah ganti baju nya " kata Malik yang terlihat basah kuyup karna melindungi Yuna
" Ya bi " kata Yuna yang lalu mengikuti suaminya itu kekamar
Malik Yang melihat itu pun tersenyum lalu mendekati Yuna Dan melap wajah Yuna dengan handuk yang di pakai Malik .
" Kenapa malu sudah tahu juga kan " kata Malik yang lalu menarik resleting gamis Yuna yang dipakainya
" Ganti dulu ini basah nanti masuk angin Habis ini kita makan " kata Malik yang menuju lemari
" Ya bi " kata Yuna menarik nafas dalam dan mendekati suaminya Lalu memeluk Malik dari belakang karna terasa dingin.
" Kenapa ?" kata Malik .memegang tangan Yuna yang melingkar diperut Malik Sedangkan kepalanya di punggung Malik Yang membuat Malik berbalik dan memeluk istrinya itu
" Kenapa ?" kata Malik bertanya lagi
" Dinda hanya takut , entah ngak tahu kenapa perasaan Yuna ngak enak " kata Yuna Yang kembali mendengar suara petir menggelegar
" Jedar .....jedar....jedar ....Pyar pyar ........
" Allahuakbar " kata Yuna kaget
" Tuan ,nona teh nya sudah siap " teriak Mikha dari luar
" Ya sebentar " kata Yuna Yang lalu mengurai pelukan nya Dan bergegas membuka pintu. .
__ADS_1
" Ya Mik terimakasih ya " kata Yuna Yang menyambut nampan dengan satu gelas susu dan satu gelas teh hangat .
Sedangkan Malik sedang mengenakan pakaian nya Yang memakai celana kaos dan baju kaos ketat.
" Bi ini tehnya " kata Yuna meletakan nampan diatas nakas dekat ranjang Dan lalu duduk disisi ranjang .
" Terimakasih sayang , Apa dinda mau makan sekarang biar abi ambilkan " kata Malik .
" Nanti saja bi dinda ...... " kata Yuna
Jedar ...... jedar ....
" Abi " kata Yuna .
Petir pun terdengar nyaring membuat Yuna langsung memeluk Malik ..Malik Yang tahu ketakutan istrinya itu lalu mengangkat tubuh Yuna keranjang Dan membaringkannya Dan memeluk nya erat Karna Malik merasakan dingin tangan Yuna Yang membuat Malik khawatir .
" Ada abi disini jangan takut " kata Malik mencium kening Yuna Dan mengusap perut Yuna pelan .Lalu menarik selimut tebal menutupi tubuh mereka
" Ada Apa , apa dinda merasakan sesuatu " kata Malik mengecup bibir Yuna yang terlihat membiru .
Yuna tak menjawab ia langsung memeluk suami nya itu erat dan menyusupkan kepalanya pada dada Malik Yang membuat Malik mengusap punggung Yuna pelan Dan menaruh dagu nya diatas kepala Yuna dengan terus mengusap punggung Yuna Yang entah bersikap aneh Sambil membaca tasbih
Bunyi petir di malam itu juga membuat Alea takut yang membuat Aldi tak bisa beranjak dari ranjang karna Alea memeluk Aldi dengan erat .
" Sudah sayang jangan takut " kata Aldi Yang tahu pasti Alea masih menyimpan rasa trauma Yang membuat Aldi mencoba menenangkan Alea
Jedar .......jedar ....... jedar .........
Sedangkan didalam hutan sebuah mobil disambar petir berkali kali yang membuat dua orang mati gosong ..Entah apa yang terjadi Tapi takdir membawa mereka mati dengan cara seperti itu .Yang membuat dua teman nya hanya bisa menggigil kedinginan di bawah pohon tak bisa berbuat apa pun .
" Ya Allah tolong kami " kata pria itu meringis merasakan tangannya nyeri ketika menolong temannya Dan tangannya gosong menghitam
" Jangan kesana lagi Biar disini saja kita akan bernasib sama seperti mereka bila nekat petir nya akan menyambar kita juga " kata sang teman yang membuat teman nya mengangguk
Entah kenapa mereka mengalami nasip naas itu Menyasar di hutan lebat Dan kehujanan Dan dengan petir yang langsung menyambar mereka. Yang membuat mobil mereka oleng .
Disisi lain Ghani duduk bersila di kamarnya Melihat apa yang terjadi .Karna ingin tahu apa yang terjadi di luar sana Sampai kota mereka kena imbasnya Karna seorang pemuda membawa sesuatu yang tak pantas ia pegang Dengan mata terpejam
" Nauzubillah pasti dia datang ingin mengusik alam gaib di hutan itu " kata Ghani yang bergidik ngeri melihat pemuda itu mati gosong dengan tubuh menghitam Karna ia mencuri keris pusaka itu dari seseorang .Yang harus nya tak boleh di bawa kemana pun Karna banyak iblis di dalam nya.
Namun disisi lain Ghani juga melihat cahaya kecil sedang melesat terbang
Dan menghilang di balik gerbang istana
Dan Ghani tak bisa lagi melihatnya .
" Astagfirullah apa itu " kata Ghani membuka matanya penasaran
__ADS_1
" Siapa bocah itu " kata Ghani bertanya tanya dalam hati