
Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang Dan tak terasa mereka sudah sampai memasuki pintu gerbang masuk . Dan Malik yang sampai lebih dulu sengaja ingin menyambut sang istri .
" Bi...... angkatin Aziz " kata Yuna ketika Malik membuka pintu menyambut sang istri datang
" Allahuakbar ...... kenapa nih bocah bisa ikut dinda " kata Malik kaget Lalu mengangkat Aziz pelan pelan dari pangkuan Yuna
" Anis buka kan pintu kamar tamu " kata Malik menyuruh Anis
" Ya tuan " kata Anis yang bergegas membuka pintu kamar Dan Malik Lalu membawa masuk Aziz dan membaringkan nya di kamar tamu
" Alhamdulilah ngak terbangun " kata Yuna .
" Astaga, gimana cerita nya dinda bisa bertemu dengan nya " kata Malik yang mendekati Yuna yang berdiri didepan pintu kamar
" Entah lah bi , tuan putri Azza yang membawanya. Ayo bi dinda capek mau tiduran " kata Yuna mengandeng tangan Malik sedang sebelah tangan nya menutup .pintu.
" Arjan awasi dia sambil istirahat disebelah nya ya " kata Malik
" Ya tuan " kata Arjan
Sedangkan Arjun , Mikha dan Anis membawa semua barang belanjaan mereka yang membuat Arjan melongo melihatnya Begitu juga dengan Yusuf dan Lutfia Yang hendak turun dari lantai dua Karna mereka seperti habis belanja banyak
" Lah kalian dari mana jun kok banyak banget belanjaan nya " kata Yusuf
" Habis belanja tuan nih " kata Arjun pamer Yang membuat Arjan hanya terdiam
iri karna hanya dia yang tidak belanja .
" Mikha itu apa ?" kata Arjan yang ingin masuk untuk menjaga Aziz
" Nih..... jelas lah baju lebaran , ponsel baru dan hijab kami tadi ber senang senang "kata Mikha memainkan alisnya .
" Ayo Mik kita coba bajunya , pasti bagus bagus dadah .... Arjan kira mau coba baju baru buat lebaran dulu ya " kata Anis yang menenteng tas belanjaan nya Yang membuat Arjan lesu karna hanya dia yang tidak belanja Ketiga teman nya semua dapat.
Yusuf dan Lutfia pun hanya terdiam melihat Arjan lesu .Karna mereka pun belum belanja untuk persiapan lebaran Tapi masih untung mereka bisa menginap di rumah Malik Karna di penginapan pasti bayar Dan butuh biaya .Apalagi Yusuf belum dapat uang .Karna orang yang di tagih belum ketemu .
" Kok sedih suf " kata Malik yang ingin mengambil sesuatu di dapur ketika melihat Yusuf .
" Ngak cuma lihat tuh pengawal mu bete Mal lihat tiga teman nya habis belanja " kata Yusuf.
" Hahaha........ puasa hati belum rezeki nya kali. " kata Malik sedangkan Arjan hanya diam Lalu masuk dan menutup pintu kamar Dan ikut berbaring di sebelah Aziz .
" Nasip nasip ...." kata Arjan .Karna ada sedikit rasa iri pada ketiga teman nya
Yang bisa senang habis belanja
__ADS_1
Sedangkan Arjun memisahkan milik Arjan dan dirinya Karna Tadi ia memang memilih yang sama cuma beda warna dan begitu juga ponselnya Lalu menaruhnya di kamar Arjan diatas tempat tidur
Sedangkan di kamar Yuna berbaring di tempat tidurnya Dan langsung rebahan
Karna merasa mengantuk
" Ya Allah sudah tidur , padahal baru ditinggal sebentar " kata Malik yang masuk membawa tas berisi buku untuk sang istri Yang Malik pinjam di perpustakaan kampus .
" Ya ampun dinda pasti kau lelah sekali " kata Malik Yang lalu ikut berbaring setelah menaruh bukunya Karna Malik pun ingin beristirahat .
Sorenya Arjan kembali ke kamar nya Dan kaget ketika masuk kamarnya Ada banyak tas belanjaan .
" Heh.....punya siapa ini " kata Arjan Yang lalu keluar kamar lalu mengetuk kamar Arjun .Namun tak juga di buka .
Ceklek .....
" Yah dia tidur " kata Arjan Lalu ketika hendak berbalik Arjun pun. menegur nya
" Kenapa bro sudah jam berapa ?" kata Arjun .
" Sholat , jam 3 tuh barang dikamar punya siapa kok ditaruh diranjang ku sih " kata Arjan menatap Arjun lalu melirik ponsel baru Arjun diatas meja
" Milik mu bro aku ngantuk , bentar lagi " kata Arjun masih memejam kan matanya .
" Ponsel mu baru , boleh lihat ngak " kata Arjan .
" Hah ...... jadi yang dikamar punyaku Yang diatas ranjang itu " kata Arjan kaget ...
" Iya sama semua dibelikan nona cuma warna nya saja yang beda " kata Arjun menguap .
" Alhamdulilah.......rezeki jin sholeh " kata Arjan bergegas keluar kamar dan menutup pintu
Brak........
" Woi ......kok main banting sih "teriak Arjun .
" Maaf ngak sengaja " kata Arjan yang senang karna dia pikir dia tak dibelikan Dan Arjan bergegas membukanya
" Wah .... bagus banget " kata Arjan sesuai dengan warna kesukaan nya Dari ada baju hem ,celana panjang , sepatu , kaos dan ponselnya persis sama dengan Arjun . Yang membuat Arjan senang tersenyum. Mengucapkan Alhamdulilah ber kali kali
" Ya Allah trimakasih rupanya nona baik sekali masih ingat dengan ku " kata Arjan
" Ya jelas lah orang nona ngak pilih kasih adil merata " kata Mikha berdiri didepan pintu kapan Arjan .
" Lah sejak kapan disitu Mik " kata Arjan kaget melihat Mikha
__ADS_1
" Sejak tadi lah, senang kan, untung kita ingat kalo ngak pasti gigit jari " kata Mikha
" Ya kan ana ngantar tuan " kata Arjan
" Ya tahu , Tapi nona juga perduli semua sana ngak ada yang beda Cuma warna nya yang beda " kata Mikha .
" Tuan Aziz bangun temani dulu jan . Tuan dan nona lagi istirahat tuh bocah nyari nona Tapi ana sudah bilang main sama Arjan dulu " kata Mikha .
" Ya ya sebentar lagi, ana akan turun ,ana rapikan ini dulu ya " kata Arjan Yang senang lalu merapikan tas belanjaan miliknya Sambil tersenyum senyum sendiri Karna nona dan teman teman nya tak melupakan dirinya .
Sedangkan Anis mendiamkan Aziz yang rewel karna ingin bersama umi nya
" Umi .....umi .... umi....." kata Aziz yang membuat Malik terjaga karna mendengar tangisan Aziz yang nyaring .
" Eugh...... bi itu Aziz ya " kata Yuna
" Iya pasti dia mencari dinda ...." kata Malik yang beranjak dari tempat tidur Lalu menuju pintu kamar dan membuka nya Dan memanggil Mikha .
" Ya tuan..... Aziz tak mau didiamkan " kata Mikha
" Ya sudah bawa sini , nanti malah tambah nangis " kata Malik .
Mikha pun bergegas kekamar tamu dan Anis langsung keluar mengendong bocah rewel itu Karna tadi ia di larang masuk kamar abi dan uminya.
" Abi... umi ...." tangis Aziz ....
" Ya sini bobo sini " kata Malik yang lalu meraih Aziz dari gendongan Anis
" Allah allah kenapa anak abi nangis kaget ya Tadi kan ditemani paman Arjan " kata Malik
" Arjan baru mau sholat dan mandi tuan ,Tadi sudah saya suruh turun eh malah Aziz tambah nangis " kata
" Ya sudah biar sama abi dan umi ya " kata Malik yang lalu membawa Aziz masuk dan menutup pintu .Lalu membawa nya pada Yuna.
" Sini sama umi, Kenapa nangis " kata Yuna meraih tubuh Aziz dan Malik menaruhnya di sebelah Yuna .
" Dia kaget ketika bangun tak ada siapa pun " kata Malik .
" Tumben uluh.....uluh .... cup cup " Kata Yuna yang menghapus air mata Aziz dan memeluk nya dalam dekapan nya .Yang membuat Aziz berhenti menangis Dan kembali tidur .Karna biasa nya Aziz tak rewel . Yuna pun meraba badan Aziz yang sedikit demam Dan lalu meminta Malik menyiapkan air dingin untuk mengompres nya Dan Malik pun menyuruh Anis menyiapkannya
" Pantas rewel , kan biasa nya ngak " kata Malik Yang ikut meraba kepala Aziz
" Ya mungkin baru kerasa pusing nya pas bangun tidur bi " kata Yuna
Lalu Yuna pun mengompres Aziz dan menyelimutinya .Malik yang melihatnya terharu karna istrinya telaten merawat Aziz Dan Yuna pun menganti baju Aziz yang basah. Karna Yuna sudah menyiap kan baju untuk Aziz kalo Aziz menginap.
__ADS_1
Yang dibelinya beberapa lembar.