Suamiku Dari Kota Saranjana

Suamiku Dari Kota Saranjana
Bab 380


__ADS_3

Mereka pun lalu menata meja untuk makan bersama . Nurul yang melihat hidangan malam ini sangat senang karena Mikha dan Anis membawa makanan lezat .


" Wow...... enak nih " kata Amar


" Iya nih , bau nya wangi banget apa kalian membawanya dari sana " kata Arjun menatap Anis


" Ya dong ayo makan . " kata Arjan


Yang lapar melihat banyak makanan Dan


semua nya terlihat enak .


Amar pun lalu memimpin doa sebelum makan .Setelah itu mereka makan bersama Menikmati makanan yang dibawa Mikha dan Anis Dan tak mubazir


Karna Arjun Arjan dan Amar makan dengan lahap .


Setelah selesai Nurul juga membantu membersihkan bekas makan mereka Setelah itu. mereka bercerita tentang bayi bayi tuan dan nona mereka .


Nurul hanya diam .Karna ia belum kenal dekat Yuna Dan juga dua pelayan nya .


Sedangkan Amar menanyakan Kapan Malik akan kembali pulang Pada Anis dan Mikha


" Mungkin tak lama lagi tuan , karna anak anak sudah mulai bisa di tinggal bermain sendiri " kata Anis


" Hah...... bermain sendiri " kata Nurul kaget .


" Ya maksudnya kami yang menjaga " kata Mikha yang menutupi keceplosan Anis .Karna mustahil bila bayi biasa bermain sendiri


" O..... Ana pikir bermain sendiri Rupa nya bermain dengan kalian ." kata Nurul membuat Mikha dan Anis saling pandang .


Arjun yang tahu situasinya pun lalu mengalihkan kan pertanyaan lain Agar Nurul tak curiga


Amar yang mengerti maksud Anis dan Mikha pun juga mengalihkan topik pembicaraan mereka menceritakan Tentang Lutfia dan Billa yang sedang hamil muda


" Apa Nurul sudah hamil " kata Anis


" Oh belum kak Anis " jawab Nurul Yang memanggil kedua nya kak .


" Ya santai saja , Nona Lutfia juga baru hamil akhir akhir ini ." kata Mikha


Cukup lama mereka ngobrol bersama mereka Setelah merasa mengantuk Anis dan Mikha pun kembali kekamar. Untuk beristirahat


" Ok kami duluan ya , slamat bersantai dan slamat malam " kata Anis pamit


" Ya beristirahat lah " kata Arjun dan Arjan kompak .

__ADS_1


Lalu keduanya pun berlalu untuk ke kamar .Dan langsung mengunci pintu


Untuk tidur Setelah berdoa mereka pun langsung terlelap.


***************


Di rumah umah pagi ini heboh karna


Aziz membawa anak kucing yang .ia temukan di pinggir jalan besama Alif


Tapi tidak bagi Malik yang alergi kucing Alim dan Ulya yang melihatnya meminta Izin untuk boleh memelihara nya


" Ngak boleh nanti saja kalo kalian sudah besar baru boleh " kata Malik


" Tapi .kami bisa merawatnya abi " kata Ulya merengek .


" Tidak sayang , nanti biar dirawat emak saja di sini .Kita akan menengok nya tiap minggu ya Biar kalian senang " kata Malik Yang tak biasa memelihara kucing


Namun Malik mengizinkan kucing .itu tinggal di kebun .Agar dirawat umah dan emak .Agar kucing itu bisa hidup sehat.


" Yah ..... kasihan abi " kata Ulya merayu abi nya


" Tidak sayang kita tak boleh membawa kucing kesana " kata Malik Yang tak mau dapat bermasalah .


Yuna yang tahu sifat putrinya itu menjelas kan pelan pelan hingga Ulya menurut dan mengerti .Kalo kucing tak boleh di rawat di kota mereka


Di sisi lain di dalam hutan terlihat beberapa pasang mata mengawasi pintu gerbang kota saranjana Namun jin San masih berjaga disana Hingga para setan dan siluman berpikir dua kali sebelum bisa masuk ke dalam kota.


" Apa jin raksasa itu masih disana " kata siluman teman nya


" Ya mereka masih berjaga entah sampai kapan Kalo kita tertangkap kita akan musnah " kata si setan


" Ya kita tunggu saja mereka lengah Baru kita masuk kesana .Dan kita Hancurkan cahaya itu " kata siluman itu mengeram Karna anak buah nya masih belum bisa masuk menyelinap .


Malam itu hawa dingin pun sangat terasa menusuk Dan Yuna dapat merasakan hawa itu Namun Yuna tetap tenang dan berzikir


" Ya Allah mudahan kalian slalu di jaga Allah " kata Yuna yang bangun malam untuk sholat . Sedangkan Malik baru saja tertidur Setelah sholat malam sendirian tak tega membangunkan Yuna yang masih menyusui kedua buah hati nya


Yuna yang cukup lama berzikir di sajadah pun tertidur Sampai subuh yang membuat Malik kaget ketika hendak subuhan .


" Dinda bangun lah ayo sholat dulu


Nanti tidur lagi " kata Malik


" Bi maaf dinda ketiduran" kata Yuna

__ADS_1


" Nggak pa pa sayang Kenapa minta maaf Dinda tak salah " kata Malik mencium kening Yuna sambil tersenyum


Dan Yuna lalu berwudhu untuk sholat setelah itu ia pun kembali keatas tempat tidur disebelah bayi nya Yuna kembali tidur dan bermimpi indah


Malik yang pulang setelah subuhan pun tersenyum Ketika masuk kamar . Karna ketiga kesayangan nya itu belum bangun


Dan masih tidur pulas.


" Ya allah kok masih betah ya " kata Malik seraya membetulkan selimut Yuna


Dan ikut berbaring memeluk istrinya itu


Yang membuat Malik ikut terlelap sekaligus kaget karna putra nya itu menghalangi nya untuk mendekap Yuna


" Ade abi ngantuk besok lagi ributnya " kata Malik tersenyum Lalu memeluk putranya


Umah dan abah yang makan berdua bingung karna menantu dan cucu masih belum sarapan


" Bah kemana Yuna dan Malik " kata umah


" Mungkin tidur lagi umi Biarkan saja " Kata abah Yang lalu sarapan pagi


bersama umah .


Dan setelah sarapan umah dan abah pun ke kamar Malik benar saja Keluargga itu masih tidur sambil memeluk anaknya masing masing Karna memang tadi malam mereka terlambat tidur


Lalu umah dan abah pun membiarkan mereka istirahat mumpung masih libur dirumah umah


Di rumah Malik Mikha pun bersantai bersama Anis menikmati liburan mereka


Karna nanti sore Mereka harus pulang kembali ke saranjana


" Lucu juga nona Nur ya kok gak bisa masak " kata Anis


" Biasa anak jaman sekarang banyak tingkah dan malas Seperti nona Azza juga begitu hobby nya hanya shoping " kata Mikha


" Waduh bisa kacau balau bila nona kecil kita sering keluar shoping " kata Anis tertawa


" Hahaha...... ya begitulah Tapi sepertinya tidak .mungkin nis kan nona besar kita tak mengajar kan nya ." kata Mikha berpikir tak mungkin nona mereka begitu Karna Ulya jarang di ajak ke mall oleh Yuna tahu nya hanya pasar tradisional


" Ya kuharap begitu " kata Anis


" Aamiin mudah mudahan saja mereka jadi anak penurut Karna tak mungkin juga mereka nakal dan pemberontak " kata Mikha karna tahu dua anak tuan nya itu tak sembarangan dalam bersikap Dan mereka juga terlihat sangat pintar


" Ya oh ya nanti . kita beli oleh oleh buat nona dan tuan kecil ya sebelum pulang

__ADS_1


" Oke " kata Anis


Lalu keduanya pun curhat masing masing sambil bertukar pikiran .Karna mereka juga ingin hidup normal seperti layak nya manusia .


__ADS_2