Suamiku Dari Kota Saranjana

Suamiku Dari Kota Saranjana
Bab 368


__ADS_3

Di tempat lain Aziz dan Alif sedang asyik makan buah pisang di kebun Ketika abah memanggil mereka berdua


" Sudah sore nak , ayo mandi dulu " kata abah mengandeng keduanya


" Ya bah " kata keduanya


" Nanti abah tebang kan biar bisa dibawa pulang " kata Abah Yang lalu mengandeng Aziz dan Alif masuk


Sedangkan di kamar . Yuna ber siap siap berkemas karna mereka akan pulang


Karna besok Malik kembali mengajar.


Alea pun juga bersiap menata barangnya Sedangkan Aldi dan Malik sedang menata barang untuk di bawa ke mobil Dan Yuna juga menitip kue untuk ketiga teman nya lewat Alea


" Nak ini pisang nya sudah abah masukan ke dalam karung " kata abah


" Ya bah trimakasih " kata Malik Yang


lalu mengangkutnya ke mobil Sedangkan umah menyiapkan makanan yang akan dibawa Yuna dan Alea Bersama Mikha


dan Anis di dapur .


" Nanti dipanaskan dulu ya kalo kalian mau makan " kata umah


" Ya umah siap ini sudah lengkap semuanya Kami merepotkan umah ya " kata Anis


" Tidak nak, malah umah senang ada kalian yang bantu Yuna .Pasti dia sangat repot kalo sendiri " kata umah yang tahu bayi Yuna masih kecil .


" Ya umah tapi kami senang bisa tinggal bersama nona " kata Mikha


Tersenyum pada umah


Disisi lain beberapa bayangan hitam masih berkeliaran di dekat gerbang masuk kota gaib itu. Panglima Ghani sengaja menempatkan jin penyedot mahluk halus di depan pintu gerbang Agar bisa menyedot setan, siluman atau hantu yang ingin masuk ke pintu gerbang utama .


" Jin San makan saja mereka bila mereka mencoba mengusik mu " kata Ghani mengawasi pintu gerbang


" Ya tuan ana akan menyedot mereka jadi kekuatan ana Agar mereka jera " kata jin San yang terlihat sangar dan sadis Orang yang melihatnya akan takut Melihat penampakan sosoknya yang tinggi besar hitam dan berbulu juga mengerikan Yang mengisap mahluk apa saja hingga masuk kedalam perutnya. mulut nya berbentuk seperti corong bila terbuka Dan ia juga memakan semua makanan yang pilih bulu


" Ya ana percaya jin San .Antum bisa


menjaga gerbang dengan baik " kata Ghani menarik nafas dalam


" Ya tuan ku " kata Jin San


" Tuan yang mulya sedang memanggil tuan " kata Abdullah

__ADS_1


" Ya ana akan kembali , Antum jaga disini dul Awasi jin san " kata Ghani berbisik


" Baik tuan " kata Abdullah Yang lalu berdiri tak jauh dari jin San Yang membuat dua pengawal di pintu gerbang berbisik pada Abdullah .


" Tuan kenapa dia sangat sangar " bisik pengawal pada Abdullah


" Dia memang menyeramkan karna dia berasal dari selat banda dan dia masih


satu kerabat raja jin disana " kata Abdullah Yang melirik jin San Karna


Abdullah saja bergidik ngeri dengan besarnya badan besar jin itu Dan


hanya Ghani yang mampu mengalah


jin San Karna kesaktian panglima muda mereka itu dia atas rata rata jin sakti


Di istana Ghani memasuki ruang aula


raja . Dan Ghani memberi hormat sebelum bicara


" Bangun dan mendekat lah " kata raja


" Baik yang Mulya " kata Ghani


kembali " kata raja


" Hamba bisa memilih orang terbaik tuan Yang akan dikirim kesana " kata Ghani memikirkan orang yang tepat


" Ya kuharap orang pilihan , Dan jangan lupa untuk membawa Alif untuk menguji kemampuan nya . " kata raja


" Baik yang mulya " kata Ghani yang lalu berpamitan Untuk melihat persiapan para penggawa nya .


Disisi lain Aziz dan Alif baru saja masuk kamar Aziz untuk beristirahat Mereka lalu duduk bersila di kamar sambil saling menyatukan tangan .Yang membuat Ulya mengintip dua bocah pria itu tanpa berkedip .


" Apa yang kak Aziz lakukan " kata Ulya penasaran .Cukup lama ia mengintip keduanya Setelah selesai Ulya pun bergegas pergi masuk kamar umi nya


" Ade dari mana " kata Yuna menatap putrinya itu


" Dari kamar kak Aziz mi " kata Ulya


" Emang ngapain kesana kan mau pada tidur " kata Yuna


" Ndak , kakak belum tidur " kata Ulya yang membuat Yuna mengernyitkan dahinya sambil berpikir .


Yuna pun lalu mengangkat tubuh Ulya Dan melap tangan dan kaki Ulya Agar berbaring di sebelah adik nya Yang membuat sang adik menggeliat

__ADS_1


" Ayo bobo sudah malam ini " kata Yuna mengusap kepala Ulya dan membenahi selimut bayinya


Sambil berdoa Yuna mengusap kepala keduanya Dan lalu berzikir duduk mengawasi dua anaknya . Malik yang


masuk kedalam kamar tertegun melihat istrinya masih komat kamit berzikir


" Dinda tidur sudah malam " kata Malik mengusap kepala Yuna .


" Ya bi " kata Yuna lalu berbaring di samping anak anaknya .


Malik pun lalu menyelimuti Yuna .Dan ia pun lalu naik ke ranjang paling pinggir karna anak anak nya berada di tengah


Sedang kan Aziz dan Alif sedang mengukur kemampuan mereka .


Karna tadi mereka sedang melihat situasi di luar pintu gerbang


" Siapa dia yang berjaga disana " kata Aziz


" Dia penjaga pintu gerbang suruhan kak Ghani dia sangat mengerikan Tapi dia menurut dengan kak Ghani yang sudah mengalah kan dulu " kata Alif


" Apa kak Ghani sangat berilmu tinggi " kata Aziz


" Ya dia sangat mumpuni itulah sebab .itulah Ayahanda memilihnya . Walau dia panglima termuda Tapi dia sangat sakti dan sangat ahli dalam membuat taktik berperang ." kata Alif


" O...... sungguh luar biasa, aku suka itu Ayo tidur besok kita akan main lagi kan " kata Aziz


" Ya kita kerjaan tuh para siluman " kata Alif yang tersenyum lalu berbaring Dan memejam kan mata sambil berdoa Begitu juga dengan Aziz . Dan tak lama mereka pun tertidur pulas


Tengah malam bayi Yuna terbangun dan duduk lalu melihat kiri kanan .


" Mau kemana " bisik Ulya pada adik nya yang melihat kiri kanan


" Mau sholat tidur lah " kata mungil itu lalu mengusap wajah tangan dan kakinya seperti berwudhu ..Sedang kan Ulya hanya mengamatinya Dan mengawasi adiknya itu sambil sesekali mengawasi kedua orang tuanya . Sebenarnya kemampuan Aiman sama dengan Ulya tapi ia tak mau memperlihatkan nya . Karna .ia hanya manusia biasa Dan itu membuatnya harus menyembunyikan nya takut sang umi panik Karna dia memang lahir sebagai manusia.


Setelah selesai sholat keduanya pun kembali tidur . Dan tak berselang lama Malik bangun untuk sholat malam.


" Alhamdulilah " kata Malik bangun dan melihat selimut bayinya semua melorot .


" Astaga mereka sangat lucu " kata Malik tersenyum lalu mengusap punggung dua bayinya itu sambil berdoa


" Mudahan Allah slalu melindungi kalian " Kata Malik lalu turun dan menuju kamar mandi untuk berwudhu dan sholat empat rakat . Lalu tidur lagi setelah lama berzikir .


Di tempat lain terlihat para siluman mencoba mengendap endap menuju pintu masuk Namun belum lagi mereka masuk mereka langsung dikagetkan mata merah menyala Yang lalu membuka mulutnya


" Aaa...... ......." teriak para siluman itu ketika tersedot dan dihisap mahluk besar mengerikan itu Yang langsung lenyap tak berbekas

__ADS_1


__ADS_2