Suamiku Dari Kota Saranjana

Suamiku Dari Kota Saranjana
Bab 188


__ADS_3

Ustad Ali terkejut dengan kehadiran dua tetangga nya itu .


" Lho kok ustad ada disini , katanya ustad pulang kampung untuk cuti " kata Hasnah


" Tidak , saya memang disini ada urusan tuh lihat kami ada pertemuan , kalian ada urusan apa kesini ?" kata Ali


Hafsah pun melihat banyak tamu dirumah Yuna .Mereka semua pria dan pastinya tamu tamu ustad Malik.


" Kami mau bertemu ustazah Aliya tapi kata pelayan nya tak bisa diganggu Apa kami bisa bertemu ustad Malik Kami hanya mau mengantar bingkisan umi Salimah . Karena kami tak sempat mengantarnya kemaren " kata Hafsah.


" Ya ..... ayo .... biar ketemu ustad saja , ustazah memang harus istirahat karna tadi......." kata Ali menggantung


" Karna apa ustad ?" kata Hasnah Penasaran


" Karna ngak enak badan jadi ustad Malik tak mengizinkan nya untuk diganggu oleh siapa pun " kata Ali


" Masyaallah , emang....ya ustad Malik sangat luar biasa " kata Hafsah yang tahu ustad Malik memang sayang pada istrinya Dan itu sudah menjadi rahasia umum. bagi para tetangganya di apartemen Karna umi Salimah juga sering mengatakan begitu. Bahkan Yuna slalu digendong ustad Malik didepan umum.


" Ya kami bisa mengerti ustad Ali " kata Hasnah .


" Ayo ana antar bertemu ustad Malik " kata Ali


" Oh iya .....mari ustad " kata kedua nya


Kedua nya pun lalu mengikuti Ali menemui Malik Yang sedang kumpul dengan para siswa .Dan ketika Malik melihat mereka Malik pun membawa mereka masuk ke dalam rumah .


Anis dan Mikha hanya diam ketika tamu nya itu datang. Karna merasa bersalah tak mengizinkan nona nya ditemui siapa pun Tapi Hasnah dan Hafsah tersenyum karna mengerti bukan salah dua pelayan itu .


Malik mengajak Hasnah dan Hafsah kekamarnya Dan melihat Yuna yang tertidur pulas.


" Sudah ustad jangan dibangun kan , pasti ustazah Aliya lelah " kata Hafsah dan Hasnah yang mengerti kondisi Yuna.Yang hanya menatap dari dekat


" Trimakasih sudah datang Dan mengantar kan bingkisan Salam untuk semuanya.. Apa umi dan habib sudah berangkat " kata Malik tersenyum


" Sama sama ustad, umi dan habib sudah berangkat ..Ya kemaren sebenar kami ingin kesini tapi repot jadi baru hari ini bisa " kata Hasnah .


" Ya sudah biar sopir ana yang.. akan mengantar kalian pulang ya " kata Malik Yang memanggil Arjun untuk mengantar tetangga nya itu...Yang membuat Hasnah dan Hafsah senang karna ngak repot men cari angkutan umum


" Ya ustad trimakasih , maaf sudah merepotkan " kata Hafsah.


" Tidak ukhti karna kami memang ada perkumpulan jadi sedang sibuk tapi kau terlalu sibuk juga " kata Malik yang tak mau bercerita lengkap.


" Ya ustad " kata Hasnah tersenyum


Setelah siap Arjun pun mempersilahkan kedua nya masuk. Hafsah dan Hasnah lalu berpamitan Dan juga menitipkan salam untuk Yuna juga Ali. Lalu mereka masuk ke dalam mobil yang sudah siap mengantar mereka.


" Seperti nya ustazah Aliya memang tak boleh diganggu ya Haf sampai para tamu banyak begitu saya dia tetap tidur " kata Hasnah ketika mereka sudah di mobil

__ADS_1


" Ya......mungkin kelelahan. untung nya ustad sangat penyayang ngak akan jadi masalah bila ustazah banyak istirahat " kata Hafsah .


" Iya lagian mereka sudah punya dua pelayan. Beruntung sekali ustazah punya suami seperti ustad Malik " kata Hasnah


" Iya pantasan Billa meradang karna tak bisa mendapatkan ustad , karna keduluan ustazah Aliya " kata Hafsah


" Heh....... iya tapi karna jodoh juga Yah kan sudah takdirnya ustazah Aliya .Kan dia juga sangat baik. Makanya ustad lebih memilih Aliya ketimbang Billa " kata Hasnah


" Hus ....sudah kita malah ber ghibah kan kita puasa " kata Hafsah


" Astagfirullah , hehehe..... lupa " kata Hasnah tertawa.


Sedangkan Arjun yang mendengar hanya diam Tak mengomentari apa pun . Arjun hanya fokus menyetir Karna ia juga tak mengerti Awal cerita kisah percintaan tuan dan nona nya itu .


Dikota lain sore ini tiga wanita yang sudah mengantar bingkisan jalan jalan untuk mencari takjil Yang tak lain trio bumil kaum saranjana


" Ayo ngabuburit ....oey beli beli " kata orang orang yang ramai menawarkan dagangan nya .


" Wah..... enak enak Al ayo beli " kata Helen


" Iya ..... kue nya macan macam. Mau....aku beli semua deh " kata Laras


" Ingat kita masih menunggu bedug , jangan keburu nafsu nanti malah ngak kemakan " kata Alea yang melihat dua teman nya itu sangat bernafsu untuk memborong makanan...Padahal sampai rumah belum tentu di makan semua .


" Beli yang kira kira kita makan takut mubazir Tapi kalo untuk berbagi tetangga sih ngak masalah " kata Helen


Ketiga nya pun asyik memilih milih takjil. Tampa mereka sadari seseorang terkejut melihat mereka lagi . Lalu buru buru langsung berjalan ke pinggir mencari tempat duduk sambil mengusap dadanya


" Astagfirullah ........ apa aku salah lihat kenapa aku juga melihat mereka disini " batin yusuf yang melihat Alea dan teman temanya tempo hari .


" Ada apa suf " kata Amar melihat Yusuf yang duduk di kursi dibawah pohon Karna mereka juga sedang mencari takjil .


" Itu bang, wanita wanita hantu yang Yusuf ceritakan tempo hari Yusuf lihat lagi disini


Mereka juga berburu takjil " kata Yusuf


" Hahaha.. ... mereka mungkin sedang jalan jalan yang mana sih orang nya " kata Amar penasaran


" Tuh yang manusia pake gamis putih trus yang dua hantunya pake gamis biru dan pink " kata Yusuf menunjuk Alea dan dua temannya


" Hah........" kata Amar kaget Karna ia familiar dengan wajah Alea.


" Astagfirullah bukan nya dia ..... " kata Amar Yang pernah bertemu Alea sekali tapi ia lupa dimana .


" Abang mau kemana ?" kata Yusuf


" Menghampiri mereka suf" kata Amar santai .Karna ia merasa kenal Alea

__ADS_1


" Allahuakbar jangan macam macam bang " kata Yusuf takut .


" Heh......cuma satu macam, ngak bakal dua macam " kata Amar terkekeh lalu berjalan mendekati Alea yang bersama Helen dan Laras


" Assalamualaikum ukhti apa saja mengenal ukhti ya " kata Amar to the point


" Walaikumsalam " jawab Alea berbalik dan melihat Amar


" Eh ustad Amar ya " kata Alea mencoba


mengingat ingat


" Iya.......apa kita saling kenal " kata Amar menatap Alea penuh selidik karna ia juga lupa dengan Alea Tapi merasa pernah bertemu


" Ustad temannya ustad Malik kan Saya dan teman teman saya ini sahabatnya Yuna " kata Alea mengingatkan


" Masya allah ....kenapa kalian bisa sampai sini bukan tempo hari dikota baru " kata Amar keceplosan.


" Hah..... kok ustad tahu " kata Alea kaget.


" Eh..... maaf maksud saya ngak sengaja lihat " kata Amar .


" O begitu ya ustad , iya waktu itu kita juga mencari takjil..." kata Alea.


" Oh..... jadi kalian ini teman Yuna dari kota saran......" kata Amar yang hampir keceplosan


" Iya ustad ...kami baru saja mampir dari rumah umah dan abah juga kak Fatma " kata Alea jujur


" Alhamdulilah...... rupanya kalian sangat suka bersilahturahmi.....itu bagus ,rumah saya tak jauh dari rumah ustad Malik " kata Amar .


" Oh ya ....insyaallah kapan kapan kami mampir ustad , maaf kami harus pulang " kata Alea


" Ya ...ya silahkan hati hati " kata Amar Yang cukup kaget kalo mereka dari kaum saranjana Pantas Yusuf ketakutan Karna Malik memang pernah bercerita kalo Yuna punya sahabat Yang menikah dengan kaum saranjana yaitu Alea


" Lailah ailalah Muhammad rasulullah " kata Malik terpaku menatap 3 wanita itu naik mobil mahal lalu menghilang dengan sekejap mata


" Bang..... mereka kenal abang " kata Yusuf Yang mendekati Amar


" Ya mereka teman teman Yuna " kata Amar


" Hah....... maksud abang " kata Yusuf


" Ya Kaum....." kata Amar menggantung


" Kaum saranjana itu kan ." kata Yusuf Yang membuat semua orang menatap kearah keduanya


" Ups...... " kata Yusuf yang lalu pergi .dari kerumunan orang orang menuju parkiran motor. Takut keceplosan lagi

__ADS_1


__ADS_2