Suamiku Dari Kota Saranjana

Suamiku Dari Kota Saranjana
Bab 29.


__ADS_3

Yuna lansung beranjak dari duduk nya dan turun dari gazebo dan memeriksa sumber suara Dengan perlahan ia mendekati


" Aaa ......!!.." kata Meri berteriak Kaget yang mengikuti Yuna dibelakangnya.


" Hah.......apaan " kata bapa tua yang juga Sama kagetnya karna Meri berteriak


" Maaf pa kami kira siapa " kata Yuna yang juga kaget namun ia menahannya.


" Saya pembersih sampah di hotel ini mba " kata Bapa itu yang berpakaian serba hitam . Yang mengumpulkan sampah untuk dibuang.


" Maaf pa kami kira hantu " kata Meri keceplosan.


" Heh........ ada ada saja kalian ini . Kalo hantu tuh dihutan banyak hantu dan siluman . Di sini mana ada " kata Bapa itu. terkekeh. Lalu pergi setelah semuanya bersih.


Yuna mengusap dadanya karna kaget Sedangkan karya dan Rustam hanya mengelengkan kepala. Karna Meri berteriak hingga ikut jadi perhatian beberapa orang yang melihat mereka di gazebo.


Lalu mereka kembali duduk ke gazebo bambu untuk makan malam .


" Oh ya besok kita berangkat nya pagi atau siang Yun " kata Karya bertanya.


" Pagi saja kang , biar hawanya sejuk " kata Yuna sambil menyuap makanannya


Mereka pun makan dengan lahap karna lapar Apalagi tapi sempat tegang ketika melewati hutan.


Yuna menyesap teh panasnya . Ketika ia merasa bulu kudunya berdiri . Namun ia cepat membaca ayat kursi dalam hati dan seketika itu juga perasannya kembali tenang.


" Kenapa yun ?"tanya Meri .


" Ngak papa cuma hawanya dingin membuat bulu kudukku berdiri " kata Yuna. santai.


" Aku juga " kata Karya. Namun ia merasakan bulu kuduknya seperti merinding .


" Udah makan nanti lapar besok kita tinggal ke kota baru " kata Yuna.


" Iya tapi kita disana bisa beli oleh oleh kan Yun, oh ya rumah temanmu dimana " kata Meri.


" Ya nanti kalo sudah sampai sana aku beri tahu " kata Yuna yang menikmati makanannya.


Sedang karya dan Rustam asyik merokok dan menjauh dari kedua gadis itu. Karna sambil ngobrol dan menyesap kopinya.


" Ya, ngak salah kita ngantar sampai sana orang lewat sungai danau aja aku ketar ketir kan sepi " kata Rustam

__ADS_1


" Sudah ngak papa hitung hitung beramal kan mumpung bisa uji nyali tam , kan lho penakut nah biar berani " kata Karya


" Uji nyali gundul mu ya , kalo lawannya manusia aku ngak mundur nah setan siluman dan mahluk gaib bukan tandingan bro. tuh yuna nekad aja sih . Ngak berubah nolong orang yang belum jelas..." kata Rustam .ngomel.


" Hahaha......... orang baik tam maklum makanya dia sukses biar miskin punya nyali baja dia sampai bisa ke jakarta " kata Karya


" Iya juga ya dan dia juga beruntung nasibnya ngak kaya kita cuma petani " kata Rustam


" Iya lah orang dia pintar dan juga mimpinya tinggi ngak pantang menyerah " kata Karya .


" Kamu masih suka ya sama dia, tapi ngak bakal deh mau Yuna , apalagi sekarang sudah jaya pastinya dia milih yang tampan dan cowok yang tajir .Orang Yuna cantik gitu sekarang. Aku hampir ngak percaya dia Yuna dulu masih imut dan hitam sekarang putih bening dan bohay " kata Rustam


" Hadeh...... mulai mesum tuh otak ingat bini di rumah tam. " kata Karya.


" Hahaha...... lho juga , jangan mimpi berharap bro paling gigit jari berkhayal kan " ledek Rustam.


" Woi ...... kita duluan masuk kamar ya " kata Yuna yang turun dari gazebo. Yang beberapa meter dari mereka.


" Ya slamat mimpi indah ya Yun Mer " kata Karya memberikan ciuman kiss bye dari jauh .


" Lebay lho kang " kata Yuna terkekeh begitu juga Meri. Yang melihat tingkah karya.


" Maklum Mer cowok kampung ya gitu . tingkah mereka konyol dan koplak Tapi mereka baik ngak kaya cowok kota banyak modusnya " kata Yuna yang membuka pintu kamar Dan mereka berdua pun masuk kekamar Lalu Yuna kembali menutup pintu.


" Iya Yun mereka kelihatan nya juga jujur dan baik. " kata Meri.


" Apa kalian dulu benaran teman SMP. " kata Meri


" Iya teman semasa SMP " kata Yuna yang berbaring diatas ranjang dan Meri di ranjang sebelahnya.


********


Sehabis subuhan Yuna langsung keluar dari kamar . Mereka menikmati udara sejuk di pagi hari sambil berjalan jalan di desa dekat penginapan


" Wadai .....wadai........wadai " kata seorang wanita yang menjunjung tampah di kepalanya . ( wadai - kue )


" Bu beli " kata Yuna yang memanggil ibu ibu penjaja Kue yang biasa berkeliling desa.


" Meri cobaan nih kue tradisional banjar " kata Yuna yang lalu memilih kue kue basah yang di jajakan


" Bu ada yang jual nasi lontong dan masak habang kah disini " tanya Yuna. bertanya.

__ADS_1


" Oh sana nak kai tuh parak ja bajalan ja ada tu bajualan " kata ibu itu


( ada nak itu disana dekat jalan aja ke situ ada yang jual kok )


" Nggih trimakasih berapa semuanya " kata Yuna . Uang ingin membayar


" 20 ribu " kata ibu penjaja kue itu tersenyum Yang lalu membungkus kuenya Dan memberikannya pada Yuna Lalu kembali menjajakan kue nya .


" Wah enak Yun , mana murah masih 500 rupiah " kata Meri


" Iya yuk cari nasi nasi buat sarapan " kata Yuna yang membawa Meri menuju tempat orang berjualan


Sesampai nya disana Yuna memesan lontong masak habang ( masak merah ) khas banjar yang di beri ikan gabus . Lalu duduk lesehan sambil minum teh.


" Wah enak yun ini ikan gabus kaya di balado ya masaknya " kata Meri yang menikmati sarapan paginya dengan lahap


" Iya Meri.. ini masakan khas banjar . Aku sudah pesan juga buat Rustam dan Karya " kata Yuna yang juga menikmati makanannya.


Yuna yang memang jarang pulang ke kampung halamannya Karna bekerja di Jakarta . Lebih Fokus mengejar karier nya dan menabung untuk masa depan Karna orangtuanya sudah tak ada lagi . Kakaknya juga sudah menikah dan ikut suaminya. Tinggal kerabat dan sepupunya yang masih ada. Dan itu membuat Yuna masih rindu pulang kampung pas lebaran


Setelah selesai keduanya pun lalu pulang kembali ke penginapan sambil.membawa makanan yang dibeli kan Yuna. dan Meri.


" Kalian dari mana ?" kata Karya heran melihat Yuna dan Meri muncul dari luar penginapan.


" Dari nyari makanan " kata Meri


" Kenapa memang ya ?" kata Yuna menatap Karya yang seperti terkejut.


" Tadi......yang dikamar siapa ?" kata Karya menatap Yuna penuh tanda tanya.


" Ya Yun tadi pas kami panggil dikamar bilangnya masih mandi " kata Rustam


" Hah....... " kata Meri kaget yang lalu menatap Yuna . Yuna hanya mengangkat kedua tangannya Mengatakan seolah tidak tahu apa apa.


" Inalillahi ngak mungkin kan ada orang dikamar kalo kalian pergi " kata Karya.


" Iyalah kan kamarnya dikunci " kata Meri yang bingung


" Trus siapa tadi yang menyahut pas kita panggil ?" kata Karya dan Rustam saling pandang


" Mana kami tahu ....!!! " kata Yuna dan Meri bersamaan .

__ADS_1


__ADS_2