Suamiku Dari Kota Saranjana

Suamiku Dari Kota Saranjana
Bab 242


__ADS_3

Ketika larut malam Malik pun pulang bersama Yusuf Arjun dan Arjan Yang kaget melihat dus besar berdiri di dekat pintu masuk bersama parsel yang lain. di atas meja .


" Allahu akbar , parsel dari mana nih segede gini bro ." kata Yusuf


" Mana ana tahu suf , nih pasti buat bini ana " kata Malik melihat untuk Yuna tertulis jelas di kartu nama nya..


" Hadeh .... tuh bini lho makin tajir aja rezekinya ngak putus putus " kata Yusuf


" Ya ...rezeki anak sholehah tuan " sahut Arjan ikut melihat parsel yang dikirim.


" Hahaha...... iya juga " kata Yusuf yang tertawa lalu Malik pun ikut tersenyum Melihat kiriman parsel lebaran yang lain


" Ayo istirahat biar kan saja disini si empunya aja santai biar besok pagi di bawa keruang tengah " kata Malik


" Taruh di kamar aja tuan biar gampang kalo nona mau membuka nya " kata Arjun


" Iya jun , Ayo bantu bawa kekamar " kata Malik karna kamarnya juga cukup luas Dan masih bisa di taruh di ruang pojok dekat lemari buku .


Yusuf yang naik keatas pun menoleh " Apa mau dibantu nih " kata Yusuf


" Ngak usah yuf dah bisa tuh " kata Malik yang membawa parsel kecil Sedang kan Arjun yang besar dan Arjan membawa yang lainnya .


" Bi ..... sudah pulang " kata Yuna Yang keluar dari kamar mandi sehabis buang air kecil ketika hendak tidur


" Ya dinda ini hadiah dari mana " kata Malik menatap Yuna


" Saranjana bi " kata Yuna santai


" Hah.....saranjana nona " kata Arjun kaget Karna ia tahu seberapa jauh kota itu


" Ada apa " kata Arjan bingung


" Bukan apa apa hanya masalah kiriman paket barang ini nih " kata Arjun yang penasaran pada isinya yang lumayan berat


" Ya lihat aja besok kalo nona sudah membukanya , ya kan nona " kata Arjan


" Besok siang kita buka , pasti ada kejutan nya " kata Yuna tersenyum.


" Itu pasti , ya sudah istirahat sana sudah malam " kata Malik yang menyuruh Arjan dan Arjun istirahat


" Baik tuan " kata Arjan yang diikuti Arjun lalu keduanya pun keluar dari kamar Malik Malik pun lalu mengunci pintu kamar nya lalu mengangkat tubuh Yuna ketempat tidur. Yang membuat Yuna kaget ketika berdiri melihat parsel


" Abi...... apaan sih bikin dinda kaget " kata Yuna .


" Hahaha .... ayo tidur abi ngantuk " kata Malik mencium kening Yuna dan memeluk tubuh Yuna dalam dekapan nya .


" iya bi " kata Yuna yang mencium pipi Malik lalu menyusupkan kepalanya pada dada suaminya itu Dan lalu sama sama memejamkan matanya.


Disisi lain seorang wanita cantik Sedang mendekati sipir penjara yang sedang terjaga berdiri didepan jeruji besi

__ADS_1


" Hai..... abi apa belum mengantuk goda Cleo pada pria itu


" Belum nona ada apa " kata pria itu


menatap Cleo menurunkan sedikit tali bajunya atasan nya Hingga terlihat dua buah dadanya menyembul


" Eh bisakah tuan menolongku memijat punggung ku sedikit pegal pegal karna tak biasa tidur di lantai " kata Cleo


" Brajan ......kemari lah ada nona yang mau dipijat " kata pria itu berteriak Dan tak lama datang lah seorang pria tinggi besar Yang juga seorang sipir Lalu menghampiri pria itu


" Mana ?" kata pria itu


" Nona anda mau dipijat kan, ini teman kami yang biasa memijat plus plus Dan dia juga bisa memuaskan mu " kata pria itu berbisik pelan


" Eh.....anu........ tidak jadi tuan , tadi hanya sakit sedikit " kata Cleo Yang bergidik ngeri karna melihat perawakan pria itu yang sangar Apalagi melihat kedua kaki nya yang besar


" Aish mengerikan " bathin Cleo .Sedang kan dua pria itu saling pandang .


" Ya sudah kalo begitu kami pergi yakin tak mau dipijat biar hangat " kata pria itu lagi


" Oh ....tidak bi maaf " kata Cleo tergagap Lalu kedua pria itu pun pergi Dan kembali ketempat mereka istirahat Dan menutup pintu .


" Hahaha........rupanya dia ketakutan " kata Teman nya .


" Jelas saja dia takut melihat mu sangar bro Apalagi dia seorang model " kata teman nya .


" Hahaha .... tapi lucu juga mukanya ketakutan begitu " kata teman nya tertawa


Hahaha....... mereka pun akhir duduk santai ngobrol Karna sudah biasa bagi mereka Bila ada wanita yang mencari alasan untuk kabur Dan bertingkah dalam sel Yang membuat mereka harus membuat taktik jitu untuk membuat mereka takut .


Karna kadang pada tahanan membuat ulah dengan menyuap sipir . Tapi tak semua orang sana Karna kedua pria itu pria yang jujur Dan juga bertangung jawab .


***********


" Allahuakbar Allahuakbar Allahuakbar


lailah ailalah Allahuakbar, Allahuakbar wali lah ilham " ......


Kumandang takbir terdengar merdu ditelinga Yuna yang terbangun dalam pelukan suaminya Yang tersenyum menatapnya


" Abi.... ngak ikut takbiran " kata Yuna menatap dalam manik mata suami nya itu


" Ngak sudah ada Arjun dan Arjan yang mewakili abi .Kan abi mau memeluk istri abi yang cantik ini " kata Malik mengecup bibir Yuna .


" Abi dinda belum sholat subuh " kata Yuna melihat jam 05 .15


" Ayo sholat mandi dan berdandan ya abi tunggu di ruang makan " kata Malik mencium pucuk rambut Yuna yang wangi


" Ya bi " kata Yuna yang bangun perlahan

__ADS_1


" Apa mau abi gendong " kata Malik tersenyum


" Ngak abi siap siap saja " kata Yuna yang tahu suaminya itu sudah bangun lebih awal tampa membangun kan nya


Yuna pun lalu bergegas sholat subuh


Sedangkan Malik sedang melihat meja makan yang sudah siap di tata Anis dan


Mikha .Yang dibantu Lutfia dan umi Farhan


" Wah ......enak menu nya lengkap " kata Farhan yang berlari sudah siap berpakaian rapi Begitu juga Malik yang memakai baju koko putih .


" Ye....... lebaran " kata Farah dan Aziz .


" Lah anak jin kok ada disini Bukan nya sudah pulang semalam " kata Arjun kaget


" Hahaha..... paman sih bangun kesiangan Aziz sudah datang lebih awal sudah izin umi dan abi juga tadi " kata Aziz yang menarik kursi sambil melihat makanan diatas meja bersama Farah dan Farhan


" Allah , alamat heboh nih " kata Yusuf


" Biarkan saja kan lebaran Wajar kalo ia ikut lebaran disini .Asal ngak rewel " kata Malik yang tak bisa menahan Aziz untuk tidak datang kerumahnya


" Hahaha ...... cocok lho bro di tempel anak Jin orang lho ngak tega an gitu " kata Yusuf


" Lalu mau gimana lagi " kata Malik yang lalu mencicipi kue buatan sang istri .


" Ayo makan kita mau kemasjid " kata Malik ketika melihat Yuna keluar kamar


" Abi .... apaan sih tinggal makan ngak usah nunggu dinda " kata Yuna yang tahu suaminya itu menunggunya.


" Ya iyalah lah Yun, suami mu itu mana tega makan tampa dirimu " kata umi Farhan tersenyum mengambil makan untuk suaminya .


" Ngak enak rasa nya dinda kalo ngak ada Dinda " kata Malik merangkul Yuna yang sudah berdiri didepan meja


Cup.......


Sebuah ciuman mendarat di pipi Yuna Yang membuat semua mata tertuju pada keduanya


" Abi malu ah " kata Yuna mendongak pada Malik yang lebih tinggi darinya


" Cuek aja kan halal " kata Malik yang lalu memeluk Yuna dan mencium pucuk kepala Yuna yang tertutup hijab


" Cie....... paman so sweet nih ye....." kata Farah tersenyum


" Iya dong kan paman sayang " kata Malik


" Sana Mal sayang sayangan dikamar mau makan juga pamer " kata sang kakak mengeleng


" Dih ...umi baper ngak disayang abi ." celetuk Farhan

__ADS_1


" Ih ....nih bocah tahu aja sih " kata sang umi Yang membuat semua orang tertawa sambil makan .Begitu juga Yuna yang terkekeh sambil mengisi piring untuk Malik


Sedangkan Arham hanya tersenyum mendengar sindiran sang istri . Karna memang dirinya terlalu kaku Dan tak seromantis Malik Yang pintar memanjakan istrinya kapan pun ia mau Dan dimanapun tampa perduli Apa kata orang lain yang menilainya .


__ADS_2