Suamiku Dari Kota Saranjana

Suamiku Dari Kota Saranjana
Bab 28


__ADS_3

" Itu hutannya hanya bisa dilewati siang hari kalo malam mending lewat pedesaan nak " kata bapa tua itu.


" Angker.... ya pa " kata Rustam.


" Ya kira kira begitu nak " kata bapa tua itu.


" Ya sudah pa terimakasih informasinya monggo pa " Kata Karya.


" Ya nak , kalian hati hati " kata bapa itu.


" Ya pa trimakasih " kata mereka bersamaan


Dan karya kembali melajukan mobilnya menuju jalan yang di tunjuk..Namun karna asyik ngobrol tak sengaja mobil berlari cepat menerobos hutan


" Kang , apa kita ngak salah jalan " kata Yuna yang merasakan hawa ngak enak karna memang sudah mulai sore.


" Wah .... tapi jalannya mulus nih terus aja ya Yun " kata Karya.


" Terserah deh kang " kata Yuna.


Sedangkan Rustam hanya diam bersama Meri. Karna memang tak mengerti jalan. Mobil melesat cepat Karna Karya ingin cepat sampai karna takut keburu malam.


Ditengah hutan hawa mistis sudah terasa ketika suara aneh mulai terdengar. Yuna pun mulai membaca Ayat kursi .


" Kang kita semuanya berdoa hati hati jalan didepan mulai gelap " kata Yuna mengingatkan


" Ya ya itu sudah mulai senja " kata Rustam yang juga berdoa. begitu juga Meri dan Karya yang fokus menyetir saja.


Dan tiba. tiba.


Prak ..... gum......gum..... gum......


" Kang jangan berhenti tancap gas " kata Yuna yang merasakan bulu kuduknya merinding.


Prak.......prak.......terdengar suara dahan yang patah terinjak nyaring.


Yuna pun membaca ayat kursi dengan nyaring dan tasbih . ketika dahan patah jatuh didepan mereka. Namun karya tak perduli dan fokus tetap melajukan mobilnya


Wus......wus........angin makin berhembus kencang . Yuna berusaha tenang sedang Meri memegang tangan Yuna tegang. Begitu juga dengan Rustam yang sudah merinding mendengar suara suara mengerikan .


" Lebih cepat kang " kata Yuna


Yang membuat karya tancap gas lebih full


Dan brumm..........


Gum...... gum...... yang mengikuti mobil mereka terdengar jelas sampai akhirnya


Brak .......


Brum...........mobil makin melesat cepat ketika mereka berhasil keluar Dan sampai di lapang datar . Yang terlihat kelap kelip lampu lampu di rumah penduduk


" Alhamdulilah " kata Karya yang hampir jantungan membawa mobilnya. Hingga berhenti sebentar Ketika sudah melewati hutan dengan selamat

__ADS_1


" Huh.......huh.....suara nafas .Karya gos gosan terdengar jelas.


" Aish...... bikin tegang aja kang suara apa tadi dibelakang kita " kata Meri dengan bulu kuduk berdiri semua.


" Ayo jalan ya " kata Rustam yang tak mau berlama lama karna ia melihat jelas melihat banyak mahluk mengerikan mengejar mereka.


Mobil pun lalu berjalan santai menuju pedesaan. Yang tak jauh didepan mereka.


" Yun kamu lihat ngak tadi " kata Karya menoleh ke Yuna


" Mhem......... ngak usah dibahas kang " kata Yuna yang juga tegang. Karna jelas ia melihat nyata.


" Lihat apa sih " kata Meri yang memang tak melihat tapi hanya bisa merasakan bulu kuduknya semua. merinding.


" Kamu ngak lihat Mer ?" tanya Rustam menoleh kearah Meri .


" Ngak mas cuma bulu kudukku merinding sampai rasanya kaku nggak bisa bergerak Ini aku sampai memegang tangan Yuna kencang nih " kata Meri takut


" Syukurlah kamu ngak lihat , kalo lihat bisa terkencing kencing " kata Karya


" Hehehe .....aku keluar sedikit kang " kata Rustam jujur Yang membuat semua orang tertawa ngakak .....


Hahahaha................


" Maklum tam, berarti tadi uji nyali " kata Yuna. tertawa


" Kepala mu Yun Uji nyali kita hampir kehilangan nyawa kalo ngak ngebut " kata Karya kesal. Karna jelas Karya melihat para hantu dan siluman mengejar mobil mereka.


" Hahaha ....... iya maaf kang " kata Yuna terkekeh . Padahal ia juga tegang setengah mati. tadi ketika di dalam hutan


" Kita nginap kang besok pagi kita lanjutkan " kata Yuna.


" Ok ... " kata karya yang lalu memajukan mobilnya lebih maju Dan lalu turun dari mobil. Begitu juga yang lain .


" Dua kamar dua ranjang ya " kata Yuna.


"Terserah Yun , aku terima beres " kata Karya yang duduk menghilangkan rasa tegangnya mengingat dirinya tadi melihat hal yang mengerikan.


" Kamu lihat ya " kata Rustam menatap karya yang masih tegang . Yang duduk dengan celana sedikit basah.


" Kencing benaran tam " kata karya


" Iya lah kau pikir aku ngak takut lihatnya " kata Rustam.


" Sama hampir habis nafasku " kata Karya yang lalu merogoh kantong celananya.


" Nyari apa ?" kata Rustam.


" Rokok ...." kata Karya masih tegang karna biasanya ia akan merokok bila tegang untuk membuatnya santai.


" Cih ...ngopeh tembakau aja gaya lho, ngak ngerokok juga " kata Rustam.


" Masih terasa tegang tam, tapi mending ketimbang celana basah tuh " kata Karya mencibir.

__ADS_1


" Sialan " umpat Rustam merasa karya meledeknya .


" Hehehe....... sudah sana cepat ganti ni kunci " kata Yuna memberikan kunci kamar


" Ya sudah yuk tam.. " kata Karya beranjak dari Kursi.


Sedang kan Yuna dan Meri Menuju kamar mereka. Yang lumayan untuk beristirahat malam ini . Yuna langsung masuk kamar mandi dan membersihkan diri juga berganti pakaian


" Sudah Yun " kata Meri ketika Yuna keluar .


" Sudah aku sholat magrib duluan ya " kara Yuna Yang membongkar tasnya mengambil rukuh dan mengelar sajadah dan sholat.


Sedangkan Meri masuk kamar mandi untuk membersihkan diri


Dikamar sebelah Karya dan Rustam baru saja selesai sholat. Kedua nya masih tegang


Mengingat apa yang mereka alami.


" Harusnya kita tadi bukan lewat jalan itu ya ngeri banget tuh hutan " kata Rustam .


" Sudah terlanjur mau apa lagi . Sudah aman ini ngak usah dipikir " kata Karya yang juga tak menyangka mereka bisa melihat mahluk mahluk astral .


" Tapi kenapa Meri sendiri yang ngak melihat " kata Rustam menatap Karya .


" Ngak tahu " kata karya mengangkat kedua bahunya. Karna ini pertama kalinya ia jelas jelas melihat para dedemit yang menurut nya sangat mengerikan.


Tok...... tok..... tok.....


" Siapa tuh " kata Rustam kaget.


Karya pun melangkah arah ke pintu dan membuka pintu kamar


Cek lek....


" Hai kang .. nih nasi bungkus mau makan di kamar atau di teras tuh biar aku pesankan kopi " kata Yuna.


" Boleh..... " kata Karya menatap wajah polos Yuna tampa make up yang terlihat cantik. Karna sampai hari ini Yuna cinta pertamanya dari SMP.


" Ya sudah aku pesan kan ya " kata Yuna yang berlalu. Sedangkan Karya memanggil Rustam .


Meri duduk tenang di gazebo . Sambil menguyah kerupuk amplang khas banjar yang di ambilnya dari penjual warung ketika Yuma memesan makanan.


" Mer kamu teh hangat kan nih kita makan bareng " kata Yuna yang menyodorkan bungkusan gorengan dan nasi bungkus. Lalu duduk disebelah Meri yang di susul Karya dan Rustam.


"' Wah enak nih " kata Rustam ikut naik ke gazebo.


" Duluan gih aku lagi nunggu kopi " kara Karya .


" Sama kamu juga pesan buatku kan Yun "kata Rustam .


" Ya buat kita semua, cuma aku dan Meri teh panas " kata Yuna santai sambil mencomot gorengan yang masih hangat


Srek..........srek....

__ADS_1


" Apaan tuh ....." kata Meri kaget begitu juga Karya Yuna dan Rustam yang menoleh ke sumber suara.


__ADS_2